Tampilkan postingan dengan label [Female Fronted]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label [Female Fronted]. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

Bloody Mortir - Vandalisme Massal CD 2015



























Bloody Mortir - Vandalisme Massal
Playloud Records CD 2015

01 Destruktif Petaka 00:48    
02 Polemik 01:05    
03 Dekadensi Moral 01:06    
04 We Are Not Afraid 00:49    
05 Phobia Grind 00:41    
06 Artemesia 02:12    
07 Konfrontasi Tanpa Nurani 01:14    
08 Agresi Berdarah 00:52    
09 The Magic Box 01:24    
10 Perang 01:16    
11 Mortir 01:13    
12 Eye of Child 01:21    
13 Realita Pecundang 01:00    
14 "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" 01:47    
15 Entitas Evolusi 01:00    
16 I Hate Rule 00:39    
17 Dansa Maksiat 01:34    
18 Elite Bejad 01:14    
19 Retolika Politik 01:58    
20 Vandalisme Massal 00:34

Winnie - Vocals
Max - Guitars
Wildan - Bass
Muedy - Drums

Makin Ga Nyangka banget jika Perkembangan Extreme Metal Indonesia hari ini seperti tengah mencapai Klimaks-nya dalam Menyajikan Suguhan Distortif musik yang luar biasa dasyat ! hampir seluruhnya merata terjadi jika kita coba tengok kembali 10 tahun yang lalu (Meski hanya sesuatu yang Absurd, cukup sebagai Wacana aja bila setiap Era pasti berbeda dan Berkembang .ed) karena kita juga merasakan Hidup dalam Perfeksitas serta perkembangan Era yang Melaju pesat, Yess, inilah kebanggan yang wajib terus kita tingkatkan sebagai Potensi yang tak akan pernah mati ! Memiliki latar belakang Musik yang berbeda tidak membuat Sebuah Visi harus dapat tercapai bersama, maka BLOODY MORTIR siap menjadi Amunisi Obsesi dalam Membombardir irama Grindcore yang liar ! menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang para penikmat tidak bisa melepas begitu saja hadirnya Female Fronted sebagai daya magnet hampir di Semua Genre Cadas metal, tentunya dengan Potensi yang mewakili, serta merta tidak dapat menjadi sebuah alasan yang klasik terfikirkan lagi. Sosok Female Vokal Winnie adalah Icon penting formasi band sejak terbentuk pada bulan Mei 2013, memiliki Talenta bersuara Kasar dan Gahar, Karakter-nya telah Menghapus persepsi Salah tersebut. Well inilah Pesta Neraka yang terhidangkan begitu menyakitkan dan Menyiksa Gendang telinga dengan Suguhan Hypersnare yang Menggilas dan Menggilas hebat ! Tahun 2014 menjadi pembuktian Awal bagi Bloody Mortir dengan Meracik 7 Track Grindcore liar dalam sebuah EP Independent " Agression of Grind ", rasanya sudah cukup mengenalkan Potensi dan Taring Tajam mereka di Kancah Extreme metal ! Kombinasi Kultur biadab ala Nasum, Lock Up, Phobia, Napalm Death Hingga Terrorizer masih menjadi Warna Dramatis yang mempengaruhi Musikal Band sejak pertama kali dibentuk. The Rest of Fairly Conventional Raw Grinding Strummed Chords between sections of tight and Snapping Blast Beats nature of the music. Dan telah mencapai Fase yang Matang bagi perjalanan Karir mereka ketika 20 Track tersusun Nakal dalam debut full album pertama " Vandalisme Massal " via Playloud Records. Inilah Bentuk Ancaman Agresi Musik yang selalu menjadi Mimpi Buruk dengan Bombardir beat, makes for a consistently Engaging listen, since Minimize of the tracks manage to get Bogged down with Excessive Repetition. The Intense Drumming and Guitars stay Compelling because they never have the chance to overwork themselves. The short length of the Album is also for the bestial, So I can't Imagine that this would be Tolerable for much more than maybe 25 minutes given the Consistently High Speed and Blastering Insanity !!!

True Fucking Heavy Grinding and Inspired started with " Destruktif Petaka ", tanpa Ba Bi Bu, Gempuran part cepat dengan Distortif riffing memang seketika meledak cepat bagai pecah-nya Pertempuran di medan perang. Struktur musik yang terdengar simple namun sering melakukan Progres yang berarti, sehingga tidak terkesan Monoton atau tidak banyak melakukan Pengulangan, beberapa sentuhan padat diluar Grindcore, Band juga lebih terdengar menyuntikkan sentuhan Cross Over, Crusty, Punk, Hardcore, Death Metal hingga Metallic Hardcore, tapi persetan dengan Batasan Genre yang ada, Bloody Mortir tetap tampil berdarah-darah seperti letupan Mortir yang Menghancurkan dengan Istilah sederhana bagi mereka tetap sebagai GRINDCORE !!! Some genres in music just seem to naturally lend themselves to those of the Chromosomes and few of these styles are more Testosterone Dominated More Metal Crusher. Vocalis Winnie tidak tampil nge-growl, namun lebih ke Raw Stripping Shreiks, sehingga bagi dirinya akan lebih mudah membawakan Pattern lirik yang Winnie Tulis disini secara Subjektif. Riffing Max seperti tajam mengiris, is always a Great Axe man dan Permainan Drummer Muedy telah melengkapi sempurna bentuk Penghancuran gila ini. Sayang dalam durasi 48 Detik Track ini meledak singkat, gw sepintas pintas hanya mampu mencerna dengan esensi Berisik yang mereka punya. Going from a subsonic rumble to a piercing Shriek Instantly and Maintaining this Intensity throughout the whole of the Material, Arrrrrghhh !!!! " Polemik " menghajar kemudian dengan Beat-beat yang rakus dengan Intensitas untuk melumat habis ! Pembawaan Karakter Vocal Winnie yang Parau seperti tidak mengenal sisi dirinya yang lembut, ini masalah Pembawaan bentuk Mood & emosional dengan Lirik-lirik Tajam dan keras-nya seperti juga di " Dekadensi Moral ". Semakin memanas sekali ketika " We Are Not Afraid " yang menciptakan Ketakutan tersendiri, ketika Komposisi Musik serba cepat di Modifikasi dengan Part-part yang Cantik serta Sing along headbang ! " Phobia Grind " Sangat Anthemic banget untuk terlewatkan. this Mentality Appearance of a Drop-Dead Gorgeous to the Terror ! dan terus melaju kencang dengan " Konfrontasi Tanpa Nurani ", sentuhan Grinding Thrashin " Agresi Berdarah " cukup membenamkan kita dalam sebuah Hipnotis. Agak sedikit mengendur beat sejenak melemaskan Otot yang kejang " The Magic Box " lumayan menjadi Penawar Bius Mematikan ini. Kemudian Boy-nya Dead Vertical mengkontribusikan Vocal-nya bareng Winnie di " Perang " lebih menambah sebuah Kekejaman dari Kultur saling menghancurkan ini. Berturut-turut Suasana makin mencekam dan tegang dengan " Mortir, Eye of Child dan Realita Pecundang " tetap mampu menawarkan Warna Grinding Musik yang Catchy serta Easy Listening, Meski berisik alur Harmonisasi-nya masih sangat diperhitungkan sekali. Sejenak Headbang bentar dengan " "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", karena kita tidak akan melulu terjebak dalam tempo musik yang serba cepat. Gantian Zack Vocalis band Zorden Pardon Ikutan Cuap cuap di lagu " Entitas Evolusi ". Sedangkan Vocalis Jars Bike Art Soul Mc Ikutan meramaikan pattern Vokal di " I Hate Rule " dan Moegky-nya Paper Gangster kebagian di " Elite Bejad ". Saking Asyik menikmati Resapan Polusi Musik beracun, Kita sudah Hampir dipenghujung Materi yang disudahi sendiri dengan " Vandalisme Massal ", Holy Fuck, This is pure Insane Grinding Brutality, Cause from start to Finish, this Disc is just a Totally Cacophonous, Outrageous, Blasting Demonstration of how Death/Grind should be done !!!

K Studio seperti telah memberi sound tersendiri untuk materi " Vandalisme Massal ", setelah beberapa waktu sebelumnya, hampir sangat kita kenali sekali Sound " Khas " studio dengan Enjiner Handal Yudha melahirkan banyak Masterpiece. dengan warna yang lebih Natural pada Sounding Drum, kita seperti mendengar sendiri ketukan drum yang bener-bener manusiawi, dan inilah salah satu (Mungkin) Kesan " Excited " ketika mendengar sesuatu yang nyata adanya. Dengan Kata lain, Gw suka banget dengan Karakter Sound yang dihadirkan di " Vandalisme Massal ". Meski masih sebagai New Comer, Namun Gw ga sangsikan banget Potensi Musikal band ini termanajemen dengan Warna Skill yang menarik meski terdengar sederhana, Mereka mampu Mengkomposisi Aransemen yang menonjok dengan gaya liar-nya. you'll be Headbanging so hard you won't have the Brain Cells left to remind you that some of the band's songs sound a little Similar. " Vandalisme Massal " is a very Solid Album in every sense that will Appeal just as much to Grinding Afficionados as it will to Devastate, GET OR GRIND NOW !!!













CHECK VIDEO TEASER By LICMEDIA

Add to Cart More Info

Minggu, 20 September 2015

Scaremonger - Arbitrary Paradoxist CD 2015



























Scaremonger - Arbitrary Paradoxist
Off the Records CD 2015

01 As Yet We Keep in Youth 02:35    
02 Frantic Dimension 01:55    
03 God's Labyrinth 03:08    
04 Guerilla Mafia 02:26   
05 Lethal Weapon 02:37   
06 Mayday 03:12   
07 Monster of Ceremony 02:52    
08 Propensity 02:23    
09 Centenarian 02:26

Tiffany - Vocals
Fikka - Vocals
Bayu - Guitars
Reza - Guitars
Khairul - Bass
Ramdhan - Drums

Pertama, Ada yang menarik perhatian banget untuk Debutan perdana Band asal Sukabumi, SCAREMONGER, yang mengusung Warna kental Crossover Thrash Metal Catchy dengan sentuhan Sensasional dari Attitude Punk/Hardcore powerfully ! dengan Aransemen yang memang bener-bener asli Easy Listening banget, Dijamin sekali Struktur musikal yang mereka tawarkan ini akan cepat compatible disemua Kuping serta Mood yang mendengarkannya. apalagi didukung dengan Komposisi serta Sound yang Excellent!, Presentasi Album perdana ini Boleh Gw katakan New Rising Release Keren dari Sukabumi ! Penyajian Warna Musik yang Rapi, Tepat dan Jelas menjadi alasan utama gw mengklaim rilisan ini memang serius nan asyik buat dinikmati dalam segala suasana pokok-nya. Penampilan Female Fronted Vokalis Tiffany adalah Warna Berani dirinya lebih tampil Liar dengan Karakter-nya yang lumayan mengingatkan sekali dengan sosok Pendahulu mereka, Jennifer Jill-nya Straightforward (Jakarta) bareng Vocalis Cowok, Fikka lebih menggunakan kharakter Nge-Growl menambah Segmen Pattern vocal padat yang lebih saling mengisi. memang mendengarkan hampir setiap komposisi di Album " Arbitrary Paradoxist ", Elo Ga perlu berkonsentrasi terlalu jauh, karena Lick-lick yang terhitung simple dan sederhana sengaja banget dipersiapkan untuk lebih Mantap didengar. What we get here is fast-paced, Aggressive Crossover between Thrash metal and Hardcore. And like I said before the album, and every single track Honestly, is Saturated with everything these guys Managed to pack in such short tracks. Even if the tracks are all rather short, they still manage to throw somewhere between 2 and 5 different riffs per track. Jumping from riff to riff without warning, punching you Straight in the face with Aggressive vocals spitted out with Pure raw Emotion. Perpaduan Warna kuat Municipal Waste, Attitude Adjustment, Toxic Holocaust, Discharge hingga Suicidal Tendencies memang sangat kental banget Gw rasakan disini, Dengan Mengadopsi Lirik Sederhana tentang Kehidupan, Kritik Sosial Hingga Kisah yang sehari-hari mereka temukan dengan penulisan Lirik yang Mumpuni berbahasa Bule, Scaremonger lebih Openminded dengan pengaruh yang mengalir dalam Komposisi-nya sehingga Skill musikal mereka dialbum ini terdengar lebih Matang dan Rapi, synonymous with the terms crossover and thrash punk ! Setelah sebelumnya dirilis dalam Format Digital, Akhirnya Pada Bulan Juli 2015, Off The Records Merilis Bentuk CD Fisik tepat pada Bulan Agustus 2015 dengan kemasan Artwork & Package yang Eksklusif . This is the Spirit of what defines Thrash Punk Execution !

Perjumpaan yang Hangat langsung dimulai dengan " As Yet We Keep in Youth ", Bagaimana Beat musik Mereka seperti secara Otomatis menghipnotis Audience memecahkan Sunyi-nya Moshpit dengan liar Responsif dan Meledak-ledak Adrenalinnya ketika mendengar Vocal Parau Raw Tiffany yang Renyah banget melafalkan Lirik berbahasa Bule secara Sempurna dengan penjiwaan-nya, yang sementara Vocalis Fikka Menyelesaikan dengan Raungan Emosional Growling-nya. Exquisite may be a tad too Sophisticated of a term to use to describe something as Downright dirty and Raunchy ! Pembawaan Aransemen musik yang enerjik serta Kerap menciptakan Efek Sing A Long dengan Durasi yang tidak terlalu panjang paling Kerap menghanyutkan kita dalam Arena Moshpit Crowd. Crusty Riffing-nya juga terkesan paling Banyak membawa pengaruh elemen Punk/Hardcore yang secara otomatis mempengaruhi Ketukan Drum dalam sintaks berimbang, tidak banyak melakukan Skill-skill yang menguras Otak kita saat mencerna-nya, Each riff is more Memorable than the last, and one will find themselves constantly returning for more Thrashing. Karena Penempatan 2 Vokalis sekaligus disini memang bukan tanpa perhitungan pada Pembagian Typical, Tiffani Sebagai lead Vocal lebih Stabil Pattern Vokal-nya dengan kombinasi growl Emosional Fikka yang kebagian pada Part-part berat ! Lalu " Frantic Dimension ", Semakin membakar lagi dengan Crusty Beat Punk ! and are still not enought to Moshpit act?? ... This is for you " God's Labyrinth ", Track enerjik yang lebih menggempur komposisi-nya.  The thing that really distinguishes this band is the quality of the riffage. Most crossover bands, in order to maintain that Breakneck pace, Sacrifice the Riffs, playing forgettable Chord Progressions Really Fast. Beat Crusty yang tidak pernah mengendur enerji-nya saat " Guerilla Mafia " terus Memanggang Emosi dan Suasana. " Lethal Weapon " terasa lebih Bergaya Old School Punk/Hardcore-nya, Memorable Riffing Attention ! much innovation in as they can, ensuring that every riff will kick your ass, no matter how fast. That is what makes them truly admirable. Makin panas makin Keras ! Begitulah kemudian " Mayday ", dengan Beberapa Part Sing A Long, berasa sekali Aroma track ini sebagai gambarana Pemberontakan akan ketidak puasan mereka dan Lingkungan sekitar, yaa ... ini adalah Lagu yang mereka dedikasikan kepada Kelas pekerja Seperti Buruh yang menginginkan Perbaikan Taraf Hidup lebih layak dari sebelumnya lewat sebuah Tuntutan, well " Mayday " Scaremonger kayaknya siap jadi Soundtrack Penyemangat yang tepat. the Intense Double-time Thrashing, the Mid-paced Most riffs, and the Ungodly Cool Maiden-esque Harmony riffs that come out of nowhere. Mau track yang lebih enerjik dan Keren lagi ??? Simak " Monster of Ceremony ", track yang paling menarik sekali Interest Gw dari Segi Komposisi-nya bener-bener Menendang sekali Penulisan Lagu yang saling berinteraksi Apik dengan Instrumen lainnya. D-Beat dengan Crossover elegan " Propensity " tetap tidak mengecewakan ! Waah Saking asyik-nya Gw menikmati sambil terus headbang, ga kerasa kemudian gw udah dihadapkan dengan Track Pamungkas " Centenarian ". disini terdengar juga Vocalis Tiffany Menggunakan beberapa Original Female Vokal diantara Raw Karakter-nya untuk saling mengisi Pattern. generally combining the worst of Hardcore and the worst of Thrash into one pile of The awesome Riffs of Thrash with Hardcore Energy and Conviction !

Overall Material " Arbitrary Paradoxist " adalah Debut Cerdas bagaimana Scaremonger mampu meramu Harmonisasi Musik yang Bagus meski hanya dengan Aransemen yang Simple serta Easy Listening. didukung dengan penggarapan Sound rekaman yang Top memang menjadi dongkrak Utama materi ini terdengar sangat menawan pokoknya, masih Menampilkan Artwork yang Keren karya BvllMetalArt, " Arbitrary Paradoxist " siap menjadi Masterpiece perdana keren dari Scaremonger yang lebih banyak menebar virus Like As Unity Brotherhood and Sing along Together Audience. Velocity and frantic riffs are the main attraction no other element beside those could be taken into Consideration. The Simplicity of riffs is scandalous with Melodic Solo, throwing-in a bunch of palm-mute riffs and 2-note variations, and as you might expected. Mendengarkan Sajian musik yang Keras, tidak selamanya kita harus duduk termenung sekedar menikmati-nya saja, namun akan lebih mampu membakar Attitude seseorang untuk mendapat Respon ketika mencicipi Sajian Fantastis seperti ini. YOU MUST HAVE !!!







CHECK TEASER VIDEO By LICMEDIA

Add to Cart More Info

Sabtu, 15 Agustus 2015

Goads - Jadikan Aku Ancaman EP 2015



























Goads - Jadikan Aku Ancaman
TRC Records EP 2015

01 Intro - The Passion
02 Dendam
03 Mental Pengecut
04 Jadikan Aku Ancaman
05 Ironi
06 We Just Are
07 Frenemies

Lyn - Vocals
Venny - Guitars
Novan - Drums

The New Indonesian Grindcore GOADS, Trio Grinding Ugal-ugalan yang menjadi New Comer Grindcore Scene digawangi oleh 2 Hawa Agresif-nya, Vocalis Lyn serta gitaris Venny menunjukkan Stigma wanita tetap mampu berkarya di Extreme Musick ini. sementara Posisi Drum diisi oleh Pemain lama yang sudah ga asing lagi Bagi Metalhead Ibukota, Novan lebih dikenal sebagai Drummer band Brutal Death Godzilla & Abhorred Despiser ! tentu jangan meremehkan sedikitpun tentang eksistensi Musikal Band karena dalam Karya Perdana Mini album ini mereka bakalan menyuguhkan Kejutan yang ga terpikirkan oleh kita sebelumnya. apalagi Materinya dikerjakan di Osiris Studio oleh Gitaris Amri-nya Panic Disorder, Invictus, & Marionette tentu bukan isapan jempol untuk tidak menghasilkan Masterpiece Grindcore yang dasyat ! Well, kayaknya segera menjawab Rasa penasaran ini, yuk kita Bedah Mini Album perdana " Jadikan Aku Ancaman ", sebuah Ungkapan Sarkatis yang mengingatkan gw dengan salah satu Lirik Fenomenal Death Metal Kugiran Bandung, Forgotten yang berbunyi " Hidup Adalah Kutukan - Jadikan Aku Ancaman " hehehe ... Let's Grinding Started Away from here ! ... " Intro - The Passion ", seperti biasa kita diajak untuk Berforeplay sebelum merasakan Hidangan Sesungguh-nya, pelemasan Otot yang Berguna banget agar tidak timbul Kram hingga salah Urat, sebuah Opening Track sederhana dengan beberapa Bridge yang diulang-ulang. Distortif sound Riffing gitar-nya nge-grind banget, apalagi Tendangan Mantap Drummer Novan masih tetap menyimpan Enerji Perkasa. It organized the chaotic grinding of their earlier Foreplay into the inti, sleeker, more punishing package. it's really pretty sweet headbang. Nah selanjutnya " Dendam " adalah Hidangan utama masih tersaji Catchy easy listening Komposisi-nya yang sejak awal mampu memecahkan Moshpit dengan Part Headbanging-nya. leading into guitar grooves that hit you with the force of a building collapsing still create an atmosphere of uncontrolled chaos from which there is no escape. Racikan Riffing Venny memang cucok dengan Matching struktur, sehingga Drummer Novan mampu menampilkan Skill impression-nya yang kemudian Mampu memprovokasi Vocalis Lyn meraung Liar dengan High Growl melengkapi Ledakan Bombastis ini. The blast beats and swirling tremolos create an atmosphere of grim depression and fear ! dan Masih menjadi sebuah Tradisi mungkin Karakter Grindcore yang Enjoy tetap memadukan Konsep Hardcore Beat dibeberapa Headbang part-nya. sayang belum seberapa mencermati, Durasi singkat menjadi penghalang-nya, disusul kemudian oleh " Mental Pengecut ", diantara Pummeling Grinding Riff, Gitaris Venny masih spontan menyelipkan Catchy Headbang part sekedar Variasi khas antara sentuhan Hardcore, crust hingga D-beat. Ga salah memang jika Ledakan dasyat Track " Jadikan aku Ancaman " menjadi Anthemic Rudes Goads disertai Penjiwaan Karakter track yang Melebur, Yeahh most compact and aggressive ! and the drums nail this tight syncopated beat is killer. over and over with its thick D-beat before becoming completely unhinged with blinding riffs and scintillating blastblasts. " Ironi " seakan tidak berhenti membakar bersama Raungan Enerjik Evy yang semakin menjiwai Karakter-nya. Ga melulu gempuran Grinding yang Cepat dan Singkat aja, " We Just Are " diawal part menawarkan Catchy Headbang sebelum kembali diseduh dengan Intensitas Grinding snare yang menghancurkan ! Track Frontal sebagai Pamungkas EP ini adalah " Frenemies " yang menjadi Anthemic Rude wajib Goads setelah " Jadikan Aku Ancaman ", dengan pembawaan yang mengganas, Goads masih sadis untuk menggilas ! is enough tremolo picking in itself you don't want to have the music muddled out with blast beats, tremolo pick, and Raw Growled vocals all at once. Meski Goads sendiri mengklaim Konsep musikalnya sebagai Old School Grindcore, namun menurut gw, penyajian Komposisi serta Sound yang Jauh lebih Modern lumayan menggagalkan persepsi-nya, meskipun begitu Ilustrasi Cadas Kemarahan mereka telah termobilisasi total pada leburan semua track-nya. It's a distorted, static-like fuzziness as a way of showing the more intelligent side of such hellish Distortion !!!







CHECK TEASER VIDEO (By LICMEDIA)

Add to Cart More Info

Kamis, 02 Juli 2015

AnakSetan - Cyclonic Depression CD 2012



























AnakSetan - Cyclonic Depression
Ciptarea Stuff / Grind To Day Records CD-R 2012
http://www.facebook.com/anakgrindcoresetan
http://www.ciptareastuffs.blogspot.com
http://www.facebook.com/grindtoday.record
http://www.facebook.com/ciptarea.stuffs
ciptareastuffs@gmail.com
grindtoday@gmail.com
merahhitamputih@yahoo.com

01 Distorsi Realitas
02 Stressickness Vexation
03 Big Bang For Fucking Head
04 17+
05 M.A.T.I
06 Cyclonic Depression
07 Alkoholika
08 Industri Pembantaian
09 Nikmati Saja Dunia Anjing Edan Ini
10 Pembunuh
11 Perkosa Massal
12 Proyek Pencabutan Nyawa
13 W.A.R


Tia - Vocals
Ctx - Guitars
Ano - Guitars
Kml - Bass
Rio - Drum


Maximum Dragged Circulation Grinding Terror From Cipanas, Puncak, Jabar yang sepertinya siap mengoyak gendang telinga Grinder lover dengan segala kebencian mereka yang begitu Emosional  !!!! GRINDING TERROR AWESOME !!! sekilas nama " Anak Setan " lumayan bikin kebanyakan orang mempertanyakan maksud apa yang dibawa mereka untuk menggunakan nama ini, dan sedikit Statement Mereka tentang nama " Hahaaaa.... Kami bukanlah sekelompok anak durhaka pengikut sekte aliran sesat, ataupun mengajak anda untuk menyembah setan. Tidak, sama sekali tidak. Kami hanyalah sekelompok anak muda yang kurang kerjaan dan mempunyai cita-cita sedikit absurd serta merasa pede mempunyai bakat terpendam untuk menjadi musisi terkenal. Hihihiiii....This was just for fun !!! Grind !!! " bisa menjadi sedikit mention dari mereka. digawangi oleh Female Frontman Vocalis, yang membentuk band ini pada tahun 2000-an dimana 4 dari 6 orang yang menjadi penggagas perkumpulan tersebut bersekongkol untuk membentuk band sinting ini, dan juga satu event yang bernama Bongkar Batas dimana 2 dari 3 panitia intinya adalah personil band ini. sebelumnya sama2 memiliki jam terbang dan pengalaman tersendiri diband sebelumnya, Anak setan lebih mencoba tampil gahar dengan konsepsional Musikalitas yang mereka tawarkan sebagai " Grindcore " singkat, padat dan Mencabik cabik ! ini memang seperti sebuah serangan membabi buta dengan intensitas brutality emosional akibat kekecewaan mereka terhadap kehidupan yang ada mereka anggap pincang ! Track pertama " Distorsi Realitas " yang digeber cuman memerlukan 26 detik sebagai bentuk ketidakpuasan mereka, sentuhan Grinding Blastbeat cepat dan Scratching Vokal Insane parau dari kerongkongan Tia cukup menggambarkan sentuhan karakter band yang terbawa emosional saja. Perpaduan tajam antara Gride, Nasum, Brutal Truth Awal, hingga Pig Destroyer cukup untuk gw menggambarkan cabikan liar-nya. the increased nuance and songwriting sensibility essentially makes up for the decrease in intensity. It's something of an interim album between their very melodic, somewhat rockish later works and the blistering grind of their first album, so it's probably their weakest all things considered, but it's still a cut above of nearly everything else in the same scene. " 17+ " adalah wacana mereka tentang dekadensi Moral Pemuda era millenium ini yang bagi mereka terlalu salah menggunakan potensi Vital hanya untuk perkara Gombal. gw rasa " Cyclonic Depression " yang disini memiliki Durasi terpanjang diantara track lainnya, 02:16 cukup banget menyentuhkan kekejaman mereka mengoptimalisi siksaan Grinding-nya. and no amount of sulking will make it any heavier. It's as though people think that admitting to liking an album less brutal than previous ones will somehow invalidate their metal credibility, or that brutality can be maintained even though the music has gotten a great deal more ! beberapa karakter dan sentuhannya lebih mengingatkan akan typical rancak Misery Index dengan Phobia. sebuah Drunk Anthemic telah mereka ciptakan sebagai sebuah Wujud Kebersamaan Komunitas menikmati dengan menuangkan segelas Alhokol menjadi Track " Alkoholika ", penulisan lirik dengan gaya bahasa sarkatis tetaplah menjadi amunisi tersendiri bagi band2 dengan genre seperti ini menjadi lebih liar dan Powerfully ! This may be somewhat problematic to listeners who aren't used to the ways of the grindcore genre. However, if you're in it for the pure unadulterated ferocity, you've come to the right place. direkam di 2 tempat berbeda terkemas dalam 13 lagu berisik dengan Raw Sound cukuplah untuk sedikit melepaskan kepenatan seharian dengan apa yang ga puas dalam fikiran kita tentang kenyataan dengan struktur musik yang Lebih Dinamis tentang Stereotype Genre Grindcore, AnakSetan lebih Tampil Modern dan Atraktif !!!. blending all their former influences into a unmistakeable wall of sound that's been carbon-copied dozens of times since. GRINDING ARGGGGHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!

Maximum dragged Circulation Grinding Terror From Cipanas, Puncak, West Java, which seemed ready to tear the eardrum Grinder lover with all their hatred is so emotional!!!! GRINDING TERROR AWESOME!!! a glimpse of the name "Son of Satan" rather make most people question the purpose of what they brought to use this name, and slightly Statement They are about the name "Hahaaaa .... We are not a bunch of lawless heretic sect, or invite you to worship Satan. No, not at all. We are just a group of young people who have enough to do and have a bit absurd ideals and feel confident to have a hidden talent to be a famous musician. Hihihiiii ....This was just for fun!!! Grind!!! "Could be a little mention of them. Frontman Female fronted by vocalist, who formed the band in the 2000s where 4 of the 6 people who became the initiator of the association conspired to form this crazy band, and was also named one event where Unloading Limit 2 of 3 core committee is this band. previously sama2 has its own flight hours and experience diband earlier, more vicious child tries gahar with conceptual musicality they offer as "Grindcore" brief, dense and tearing apart! was indeed such an indiscriminate attacks with emotional brutality intensity due to their disappointment against existing life they consider lame! Track first "Reality Distortion" which lauched cuman requires 26 seconds as a form of their dissatisfaction, touch Blastbeat Grinding fast and Scratching Insane guttural vocals of Tia esophagus adequately describe the band's character touches carried away emotionally alone. combination of sharply between Snake, Nasum, Brutal Truth Earlier, up to Pig Destroyer enough to gw describe shreds wildly her. the Increased nuance and songwriting sensibility Essentially makes up for the Decrease in intensity. It's something of an interim album between their very melodic, somewhat rockish later works and the blistering grind of their first album, so it's probably their weakest all things considered, but it's still a cut above of nearly everything else in the same scene. "17 +" is their discourse about the decadence of the Moral youth is the millennium for them too one use only Vital potential for Gombal case. gw sense "Cyclonic Depression" who here has the longest duration among other tracks, 02:16 really quite touching their cruelty mengoptimalisi Grinding his torment. and no amount of sulking will make it any heavier. It's as though people think that admitting to liking an album less brutal than previous ones will somehow invalidate their metal credibility, or that brutality can be maintained even though the music has gotten a great deal more! some character and his touch is more reminiscent of the typical smart Misery Index by Phobia. an anthemic Drunk they have created as a manifestation Community Togetherness enjoyed by pouring into a glass alhokol Track "Alkoholika", a style of writing lyrics sarcastically remains a separate ammunition for band2 with a genre like this more wild and Powerfully! This may be somewhat problematic to listeners who are not used to the ways of the grindcore genre. However, if you're in it for the pure Unadulterated ferocity, you've come to the right place. recorded in 2 different places packed in 13 songs with Raw Sound noisy enough to slightly release the fatigue ga day with what satisfied in our minds about the reality with the musical structure of a More Dynamic Stereotype Genre Grindcore, more AnakSetan Appear Modern and Attractive!!!. blending all their former unmistakeable Influences into a wall of sound that's been carbon-copied dozens of times since. GRINDING ARGGGGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!







imagebam.com imagebam.com imagebam.com imagebam.com imagebam.com
Add to Cart More Info

Jumat, 19 Juni 2015

Wykked Wytch - The Ultimate Deception 2012



























Wykked Wytch - The Ultimate Deception
Goomba Music 2012
http://www.wykkedwytch.com
http://www.myspace.com/wykkedwytch
http://www.youtube.com/wykkedwytch
http://www.wykkedwytch.com/store.html
http://www.facebook.com/wykkedwytch
http://www.twitter.com/wykkedwytch

01 Birthing the Beast 06:16    
02 The Ultimate Deception 04:37    
03 Serpents Among Us 05:47    
04 Despised Existence 04:45    
05 Prayers of the Decapitated 05:07    
06 When the Sleepers Rise 04:33    
07 Ecstasy 01:08    
08 Fade to Black (Metallica cover) 05:02    
09 Abolish the Weak 04:11    
10 Eyes of a Vulture 04:51


Salvatore LoPresti - Keyboards
Ipek - Vocals
Nate Poulson - Guitars, Bass, Programming
Kevin Talley - Session Drums


WYKKED WYTCH ..... Led by the demonic vocal assault of frontwoman Ipek, Wykked Wytch is a female-fronted extreme metal band hailing from South Florida. The band blends a unique mixture of black, death, thrash metal with melody, technicality, and aggression to create their own signature sound which has gained them a strong cult following throughout the world. yupz !! awal kemunculan band yang eksis sejak Tahun 1994 bermarkas di Miami, Florida ini memang banyak mengundang perhatian dengan konsep Musik yang mereka mainkan adalah " The Sounds Of Norway Replicated Florida Style " seperti yang pernah diungkapkan oleh editor media metal ternama Kerrang, ini memang seperti Pertemuan Liar antara Angela Gossow-nya Arch Enemy dengan Dani Filth -nya Cradle Of Filth Saja ! Big Ethereal Italian Goth Keyboards..Interesting Acoustic Guitar/Piano/Violin Intros...Front-Woman Ipek, She Sings, That Is Screams, Her Ass Off With A Vengeance, Is Simply A Good Album Full Of Heavy And Symphonic-Like Black Death Metal Shored Up With Many Sweeping Structures And Intelligent Riffs And Solo’s That, Unexpectedly, Sound Quite Un-American dan malah band ini lebih respect menyebut musiknya sebagai " Blackened Technical Death Metal ", gw aja untuk pertama kalinya juga sempat heran dengan komposisi musik yang dihadirkannya hehehehe, " The Ultimate Deception " sendiri menjadi album penuh ke-5 yang saat ini tetap menyisakan Frontman Cewek, Ipek sebagai Motor kuat Wykked Wytch tetap menebarkan lirik2 Anti tuhannya. composed nine badass tunes that add a whole new dimension and flavor to the band's constantly evolving sound. Taking a modern approach to the group's already established sound, the songs are heavy, technical, and melodic with each one standing on its own. Ini juga menjadi Debut perdana Kemampuan talenta bagi Komposer, Gitaris, Bassis Nate Poulson untuk mengerjakan juga beberapa Drum Programming selain juga menampilkan Drummer terbaik yang banyak menggunakan Jasanya, Kevin talley sebagai session musician compliments the songs with his killer double bass and blast work !! well tantangan baru en tersendiri lagi aja untuk kiprah Seorang Kevin Talley memainkan skill dasyatnya di album ini. materinya sendiri sudah sejak April - Mei 2011 digarap di Lambesis Studios, San Diego, CA dengan enjiner Daniel Castleman yang sukses menggarap materinya Winds Of Plague dan As I Lay Dying, lalu Proses Mixingnya oleh Alan Douches ( The Black Dahlia Murder, The Dillinger Escape Plan ) dan Final masteringnya di West West Side Music, New Windsor, NY. dan inilah masterpiece yang dihasilkan memang sedasyat Kemampuan nama2 Populer tersebut yang langsung dimulai dengan Track pertama " Birthing the Beast ", dimulai dengan sebuah gaya Ethereal Italian Goth Keyboards mencekam selama 1 menitan kemudian disusul dengan hentakan Rapat Twin pedal Liar, allowing the music to slowly build up the climax and fortunately, up to the start of the song proper, this does not disappoint and lead to any awkwardness. But it does not take long for the band to really go into full speed, with band mastermind Ipek displaying her vocal abilities through the layering of clean vocals on top of her growls, providing a somewhat haunting effect on the music. She also experiments with various different vocal styles, with times where she uses an almost-spoken style of vocals and while her attempt to include interesting sounds is commendable, at times they do sound off, bringing down the quality of the album slightly and almost makes the songs sound core-ish. komposisi Musik dengan struktur yang oriental banget dengan segala genre coba memadukan aransemen Bar demi Bar menciptakan konsep musik unik bagi pendengar yang terbiasa mencerna jenis musik ini, perpaduan karakternya memang sulit ditebak arahnya, sehingga memang butuh konsentrasi tersendiri untuk dapat merasakan apa yang dimainkan band ini, hadewww, tapi sentuhan Extreme metal-nya begitu kuat banget ! The music itself though, for the most part, sounds powerful (partially thanks to the excellent production job of the album), with guitarist Nate displaying his versatility through the different styles of playing, and this is evident right from the opening track Birthing the Beast, which itself contains numerous different styles, ranging from furious black metal-styled trem-picking to melodic death metal-inspired riffs to almost neo-classical influenced shredding on the solo. And of course, this is topped by the powerful battery by guest drummer Kevin Talley, with his relentless and consistent pounding on the skins, and moments on the album that are punctuated by the stellar display of his technical capabilities on his kit. " The Ultimate Deception " bahkan opening Part-nya lebih mengarah ke Brutal Death Metal Style dengan Sound Kental Floridan Sound Excellent ! en denger sendiri aja bagaimana High Screamin Insane Vokalis Ipek Terkuras Garang Tenggorokannya di Track ini, kemudian menggunakan juga Karakter Growling Beratnya, lagi2 beberapa Struktur musik Oriental unik terdapat pada track ini mengurangi sedikit Pure Death Metal Style-nya. dan memang butuh kejelian tersendiri untuk merasakan segala tantangan konsep musik " Unik " Liar di album ini, terlalu penuh dengan surprising dan Hentakan Blastbeat yang kuat. Apart from the technical aspects of the songs, the band also manages to express their emotions accordingly throughout the album, and the number of influences that they have put into the writing of the album has managed to shine through, with no two tracks on the album sounding the same. Songs like Serpents Among Us, despite having an aggressive start, also take a slow down with the melodic solo by guitarist Nate. Unfortunately though, there are some influences of the band that have been included that drag down the album. dan yang unik lagi Band ini juga mengcover ulang Track Fenomenalnya Metallica " Fade To Black " menjadi lebih sinting lagi aransemennya, Gw jamin James Hetfield bakalan Mengerutkan dahinya kalau Lagu andalannya menjadi kacau begini aransemennya, yang jelas unik dan liar abis hahaha, Sebuah Kerja keras yang maksimal bagi frontman Ipek dan Gitaris Nate Poulson terlebih lagi Kevin Talley untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk Dimensi Musik Unik seperti ini. mungkin memang ada kalanya elo mesti coba dengerin karya Oriental metal sinting yang seperti ini, coz sensasinya Gw jamin bikin elo teradiksi untuk terus menikmatinya setiap waktu, hadir juga dengan artwork desain cover menarik karya Marcelo Vasco yang juga pernah menggarap artworknya Band Dimmu Borgir dan The Faceless. To be honest, the album does sound good with the production quality and the abilities of the individual musicians on the recording, but unfortunately suffers from inconsistency and lack of memorable moments. NICE AND KILLER TO KEEP TRY THIS NOW, STAY BEWARE WITH ORIENTAL ELEMENTS !!!!!!!!!!!!!!! 






Add to Cart More Info

Rabu, 08 April 2015

Tarja - Act I CD 2012

























Tarja - Act I
earMUSIC 2012
http://www.tarjaturunen.com
http://www.myspace.com/tarjaturunen
http://www.facebook.com/tarjaofficial
http://twitter.com/tarjaofficial

CD 1
01 Anteroom of Death 04:20      
02 My Little Phoenix 04:42    
03 Dark Star 04:44      
04 Naiad 07:34      
05 Falling Awake 05:15    
06 I Walk Alone 04:27    
07 Little Lies 04:23    
08 Into the Sun 04:31    
09 Nemo 05:03    
10 Never Enough 04:55      
11 Still of the Night (Whitesnake cover) 06:41
12 In for a Kill 05:07  
  

CD 2
01 Boy and the Ghost 04:29    
02 Lost Northern Star 04:38      
03 Ciarán's Well 03:40      
04 Tired of Being Alone (written with Schiller) 05:56    
05 Were Were You Last Night / Heaven Is a Place On Earth / Livin’ On A Prayer (Medley)     06 Underneath 05:40    
07 Oasis / The Archive of Lost Dreams 04:17      
08 Crimson Deep 07:35    
09 The Phantom of the Opera 06:48      
10 Die Alive 04:11    
11 Until My Last Breath 04:40      
12 Over the Hills and Far Away (Gary Moore cover) 06:07


Tarja Turunen - Vocals, Piano
Doug Wimbish - Bass
Max Lilja - Cello
Mike Terrana - Drums
Alex Scholpp - Guitars
Christian Kretschmar - Keyboards
Julián Barrett - Guitars
Kevin Chown - Bass


I'm really disappointed with Tarja. She's such a talented vocalist, but fails as a songwriter, yet all these Tarjatards you find around the internet claim she's a goddess of metal? Please! Tarja is rather overrated Talented Vocalist ! Tarja Turunen yang memiliki nama lengkap sebagai Tarja Soile Susanna Turunen Cabuli memang seorang Vokalis Cewek metal dengan karakter Soprano kharismatik yang mata dunia mengenalnya sebagai Mantan Vokalis Operatic/Symphonic Power Metal band Nightwish yang ia bentuk bersama Keyboardis Tuomas Holopainen dan Basiss Erno Vuorinen tahun 1996 yang sekaligus melambungkan namanya sebagai Vokalis Soprano Metal yang sukses dan akhirnya setelah bersama Nightwish selama 9 Tahun, tepatnya tanggal 22 Oktober 2005 dirinya dipecat secara tertulis oleh Frontman Keyboardis yang terkenal memiliki sifat arogan, Tuomas Holopainen karena alasan yang sebenarnya sampai saat ini belum diketahui, lantas ga membuatnya patah semangat untuk berkarya terus, lalu diambilah jalan untuk bersolo karir atas segala dukungan terbesar dari para fans yang tetap mengagumi karakter bernyanyinya yang luar biasa itu. dan solo album pertama dibuktikan dengan perilisan full album pertamanya " Henkäys Ikuisuudesta " tahun 2006 yang dimulai dengan 2 single di tahun 2004 saat dirinya masih bersama Nightwish, dan tentu saja respon yang didapat begitu hangat walau Tarja sendiri tidak lagi menampilkan gaya bermusik seperti di Nightwish, namun Proyek solo-nya ini benar2 dikagumi oleh banyak media selain Musik metal. kemudian beberapa single dan Ep-nya sangat diminati oleh fans Tarja dan baru, dan kemudian album ke-2 " My Winter Storm " Tahun 2007 begitu fantastis mendapat Respon kemudian juga album ke-3 nya " What Lies Beneath " Tahun 2010 Tarja semakin solid bersolo karir dengan angka penjualan yang selalu mengagumkan. dan setelah merilis 2 single sebelumnya, akhirnya Tarja berhasil melepas DVD pertamanya " Act I " yang juga dirilis dalam Format Album Live, nah album live dalam kemasan Double CD ini yang rupanya menarik perhatian Gw lagi karena memang menampilkan permainan yang enerjik dari tarja begitu Powerfully tarikan Soprano vokalnya. tetap terdengar Full Stamina Prima, Talenta Tarja dalam olah Soprano metal vokal tetap sedasyat Kharisma-nya sewaktu di Nightwish. rekaman album live ini sendiri adalah versi audio dari DVD-nya yang diambil saat 2 hari penampilannya di Rosario, Argentina, pada tanggal 30 - 31 Maret 2012 di Teatro El Círculo. dibantu oleh musisi panggung berbakat seperti Bassis Doug Wimbish, Bassis Studio yang biasa mengisi Musik rap/hip hop untuk label Sugarhill Record juga bermain diband Funk metal bernama Living Colour, Doug juga pernah kerja bareng dengan musisi kenamaan seperti Jeff Beck, Mick Jagger, Madonna, George Clinton, Paula Cole, Bomb the Bass, Depeche Mode, Joe Satriani, dan Mos Def, nama Dough lalu dikenal sebagai Pioner Bassis musik hip Hop dengan teknik unik dan Fretless Bass. kemudian pemain Cello Max Lilja, mantan pemain cello band Apocalyptica, dan eksis di band Eilera, Hevein dan mulai tahun 2009 banyak membantu materi2 Tarja. Drummer Mike Terrana yang juga sejak tahun 2009 mulai banyak membantu Materi2 Tarja ini dikenal memiliki reputasi drummer terbaik yang pernah maen di band Artension, Axel Rudi Pell, Downhell, Emir Hot, Empire, Proyek solonya sendiri Mike Terrana, Razorback, Roland Grapow, Zillion, Proyek solo Kiko Loureiro, Hanover Fist, Masterplan, Metalium, Rage, Savage Circus, Squealer, Tony MacAlpine, Yngwie J. Malmsteen dan Masih banyak lagi Proyeknya, lalu Gitaris Alex Scholpp dari band Farmer Boys, Sinner dan Tieflader, lalu pada Gitar ke-2 ada Julián Barrett dari band Adrián Barilari, Asspera dan Lörihen, sementara pada Keyboard ada Musisi Berbakat asal jerman, Christian Kretschmar yang membantu tarja sejak tahun 2010 era album " What Lies Beneath " dan nama terakhir adalah pemain bass Kevin Chown yang pernah maen di band Artension, John West, Magnitude 9, Tiles, Tony MacAlpine, Edwin Dare juga Proyek solo Mike Terrana. benar2 Tarja memilih sendiri Kualitas yang terbaik untuk Masterpiece karya2 solonya ini dengan merekrut talenta2 luar biasa untuk mendukung suksesnya selama ini dipanggung. dengan tata panggung spektakuler semakin mendukung kualitas prima Tarja selain formasi yang solid, tarja juga membawakan 2 lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis " Into the Sun " dan " Never Enough ", selain itu Tarja juga membawakan " nemo "nya Nightwish yang sukses menjadi Soundtrack Film Animasi Sukses Walt Disney, Nemo, karena memang Tarja memiliki andil besar pada lagu ini sehingga Ia juga memiliki hak untuk menyanyikannya disini. dan juga ada Cover version " Still of the Night " Milik  Band Whitesnake yang telah banyak memberinya Inspirasi dalam berkarir, " Over the Hills and Far Away " Gary Moore dalam Versi Nightwish dan Medley Track yang terakhir memainkan lagunya " Livin’ On A Prayer " nya Bon Jovi dan " Heaven Is a Place on Earth " nya Belinda Carlisle. She was amazing in Nightwish, but without Toumas's command of the English language and his eye for songwriting, Tarja on her own is a flop. Tarja has an amazing voice yet pitiful songwriting skills. Yet, I know I'll be amazed when her third album comes out and I just hope she finally finds a soul to put into her music. Which is doubtful. kualitas sound rekaman yang Fantastis sehingga terdengar megah dan Powerfully akan semakin menambah kekuatan album live ini memiliki Daya tarik tersendiri, apalagi kalau elo tonton sendiri penampilan visualnya di format DVD. sepertinya sebuah alternatif baru untuk Fans Nightwish yang merasa bosan mendengarkan konsep baru mereka yang membosankan, karena nyawa sebenarnya Nightwish memang tetap dibawa oleh seorang Tarja. No doubt many of us greatly miss her singing with Nightwish; their heavy symphonic power metal was the perfect backdrop to her strong beautiful vocals, and her early solo efforts were not very encouraging. But What Lies Beneath finally establishes a new and exciting though quite different chapter in Tarja’s career, a chapter I eagerly look forward to following; even though I wish she still sang for Nightwish. . Overall, Tarja's sophomore album is a solid one that could be enjoyed by the most of her fans and fans of the genre. It is easy to get into (albeit rather easy to get out off, too), with a small handful of breathtaking tracks scrambled in with some rather mediocre ones.

IN ENGLISH (Sorry, Use This Google Translate)


I'm really disappointed with Tarja. She's such a talented vocalist, but fails as a songwriter, yet all these Tarjatards you find around the internet claim she's a goddess of metal? Please! Tarja is rather overrated Talented Vocalist! Tarja Turunen has a full name Tarja Soile Susanna Turunen as Cabuli is a metal chick singer Soprano character charismatic eyes of the world knew him as the former lead singer Operatic / Symphonic Power Metal band Nightwish which he has formed with keyboardist Tuomas Holopainen and Erno Vuorinen in 1996 Basiss at once catapulted him as a successful Metal Soprano Vocalist and finally after with Nightwish for 9 Years, exactly on October 22, 2005 he was fired in writing by the famous keyboardist Frontman arrogant properties, Tuomas Holopainen as the real reason until now unknown, then ga made discouraged to work on, then gettin way to solo careers of all the biggest support from the fans who still admire the character singing was incredible. and the first solo album proved with the release of his first full album "Henkäys Ikuisuudesta" in 2006 that began with two singles in 2004 while he was still with Nightwish, and of course the response obtained so warm although Tarja itself no longer displays musical styles such as Nightwish, but his solo project is rights admired by many media besides metal music. then a few singles and Ep his very enthused by Tarja and new fans, and then the 2nd album "My Winter Storm" in 2007 so fantastic got responses then also his 3rd album "What Lies Beneath" In 2010, Tarja getting solid solo sales career with the always awesome. and after releasing two singles before finally Tarja managed to release his first DVD "Act I" which was also released in the format Albums Live, a live album ever in the packaging of this CD Single I apparently attention because it displays an energetic game of tug Tarja so powerfully Soprano vocal. Full Stamina Prima muted, though Soprano Talents Tarja in metal vocals remain the charisma sedasyat while in Nightwish. This live recording of the album itself is an audio version of the DVD that was taken at 2 days appearance in Rosario, Argentina, on March 30 to 31 2012 at the Teatro El Círculo. assisted by such talented musicians onstage Bassist Doug Wimbish, bassist Music Studio usual filling rap / hip hop label Sugarhill Records also play diband Funk metal called Living Colour, Doug has also been working together with famous musicians such as Jeff Beck, Mick Jagger, Madonna, George Clinton, Paula Cole, Bomb the Bass, Depeche Mode, Joe Satriani, and Mos Def, Dough name became known as hip hop pioneers bassist with a unique technique and fretless bass. then Max Lilja Cello player, former band Apocalyptica cellist, and exist in Eilera band, and starting in 2009 Hevein helped materi2 Tarja. Drummer Mike Terrana is also since 2009 began much help Materi2 Tarja is known to have a reputation for the best drummer in the band ever maen Artension, Axel Rudi Pell, Downhell, Emir Hot, Empire, his solo project himself Mike Terrana, Razorback, Roland Grapow, Zillion, Kiko Loureiro solo project, Hanover Fist, Masterplan, Metalium, Rage, Savage Circus, Squealer, Tony MacAlpine, Yngwie J. Even more Malmsteen and his project, and guitarist Alex Scholpp of the band Farmer Boys, Sinner and Tieflader, then on the second guitar was Julián Barrett of the band Adrián Barilari, Asspera and Lörihen, while the keyboard there Talented Musicians German origin, a Christian Kretschmar helped Tarja era since 2010 album "What Lies Beneath" and the last name is Kevin Chown bass player in the band ever maen Artension, John West, Magnitude 9, Tiles, Tony MacAlpine, Edwin Dare Mike Terrana solo project as well. benar2 Tarja handpick the best quality for this solo creates Masterpiece by recruiting outstanding talents to support the success during this stage. with the stage spectacular the support of prime quality in addition to the formation of a solid Tarja, Tarja also performed two songs previously unreleased "Into the Sun" and "Never Enough", but it also brought Tarja "nemo" her being successful Nightwish Movie Soundtrack Successful Animation Walt Disney, Nemo, because Tarja had a big hand in this song that he also has the right to sing it here. and there is also a cover version "Still of the Night" Owned band Whitesnake has given inspiration to many a career, "Over the Hills and Far Away" Gary Moore Track Version Nightwish and Medley last played the song "Livin 'On A Prayer" her Bon Jovi and "Heaven Is a Place on Earth" Belinda Carlisle him. She was amazing in Nightwish, but without Toumas's command of the English language and his eye for songwriting, Tarja on her own is a flop. Tarja has an amazing voice yet pitiful songwriting skills. Yet, I know I'll be amazed when her third album comes out and I just hope she finally finds a soul to put into her music. Which is doubtful. Fantastic sound quality recordings that sounded magnificent and powerfully will further increase the power of this live album has its own charm, especially when watching their own elo visual appearance in the DVD format. like a new alternative for Nightwish fans who feel bored listening to their new concepts are boring, because real life Nightwish is still carried by a Tarja. No doubt many of us greatly miss her singing with Nightwish; their heavy symphonic power metal was the perfect backdrop to her beautiful strong vocals, and her early solo efforts were not very encouraging. But What Lies Beneath finally establishes a new and exciting chapter though quite different in Tarja's career, a chapter I eagerly look forward to following; even though I wish she still her for Nightwish. . Overall, Tarja's sophomore album is a solid one that could be enjoyed by the most of her fans and fans of the genre. It is easy to get into (albeit rather easy to get out off, too), with a small handful of breathtaking tracks scrambled in with some rather mediocre ones.






Add to Cart More Info

Kamis, 02 April 2015

Abnormality - Contaminating the Hive Mind CD 2012



























Abnormality - Contaminating the Hive Mind
Sevared Records CD 2012
http://www.myspace.com/abnormality06
http://www.facebook.com/AbnormalityOfficial
http://www.youtube.com/user/abnormalityofficial
http://www.reverbnation.com/abnormality
abnormality.band@gmail.com

Jay Blaisdell - Drums
Jeremy Henry - Guitars
Mallika Sundaramurthy - Vocals
Josh Staples - Bass
Ben Durgin - Guitars


01 Monarch Omega 03:17      
02 A Chaos Reserved 04:35      
03 Fabrication of the Enemy 04:50    
04 Taste of Despair 04:19    
05 Schismatic 05:02      
06 Hatred Relentless 03:40    
07 Shooting the Messenger 03:51    
08 Contaminating the Hive Mind 04:50
   

AMAZING KILLERSSS !!!!!!!!!!!! ... Album yang paling lama gw tunggu dari band technical Brutal Death metal dengan Vokalis Cantik dan sexy Mallika Sundaramurthy, dari Marlborough, Massachusetts, Amrik, band bentukan Drummer Jay Blaisdell yang mantan Band Compost Pile, Teratism, dan Goratory bersama Gitaris Jeremy Henry mengajak si Cantik Mallika Sundaramurthy yang juga menjadi Vokalis diband Parasitic Extirpation, untuk memulai Proyek Baru Gila ini. Masih mengusung Gaya Brutal Death metal yang begitu Komplek dengan permainan yang Rumit, band ini tampil menawan melalui karya awal " 2007 Demo " yang kemudian disusul oleh Ep pertama " The Collective Calm in Mortal Oblivion " tahun 2010 yang mendapat respon Posistif sebagai Materi yang Killer !! bukannya disini ada Vocalis Cewek trus Gw bilang Bagus, tapi band ini memang Asli memiliki Materi yang bagus banget !! pertemuan antara Origin, Cannibal Corpse, Goratory, Hate Eternal hingga Cryptopsy kerap menciptakan Nuansa yang begitu Chaotic Melalui Fast part Inovatif-nya. setelah lebih dulu melepas Promo Video Clip " Monarch Omega " yang dibuat benar2 untuk Menjerat rasa penasaran Brutal Death technical Freak, Video tersebut memang dihadirkan dengan Editorial Profesional sehingga menjadi syarat sebuah Selling Poin begitu Full album ini dirilis, dan karena Track " Monarch Omega " dijadikan andalan, maka Urutan terdepan adalah tempat Utamanya, sebuah Track keren yang langsung menggerinda dan menyiksa dengan Fast part ala Cryptopsy bertemu dengan Origin, drummer Jay memang Pol2 an memukul perangkat Drum-nya dengan Hyperblasting Type, Duet Mantap dan cepat gitaris Jeremy Henry ( ex-Iranach ) dan Ben Durgin ( ex-Revengeance, ex-Volatility, ex-Powerglove ) menjadi sebuah kekuatan besar Nyawa band ini tampil teknikal, lalu Karakter Vokal Mallika Sundaramurthy memang patut diperhitungkan Kualitas sebagai Kaum Hawa yang eksis dengan gaya bernyayi depth Growl enerjik begini, dan Kaum Adam pun harus Merasa malu jika merasa Sombong duluan kalau Punya karakter Vokal Growl yang gila, karena Para cewek Metal ini Juga tidak mau Kalah Hohohoho !! " A Chaos Reserved " semakin lebih Cadas dan mengerikan Komposisi brutal yang ditawarkan, elemen Epic yang kelam juga kerap diciptakan pada beberapa Middle Headbanger Part serta Solo2 Shredd pun wajib dilakukan disini. " Fabrication of the Enemy " semakin terus menggerinda dengan Fast Riff Konvensional yang kian berbahaya. sepertinya band ini memang sejak awal membentuk diri ingin lebih menampilkan sesuatu yang cepat saja. dan yang paling Keren lagi, Vocalis Guttural paling Populer dan karismatik, Matti Way ( Ex. Disgorge, Infantiphagia, Liturgy, Pathology, Abominable Putridity, Cinerary, Hydrocephalic, Obscured Secretions, dan masih banyak lagi ) ikut menyumbangkan Guttural Vokill-nya di Track terakhir " Contaminating the Hive Mind " untuk berbagi Pattern Vokill dengan Mallika Sundaramurthy. tidak ada Kesan Buruk pada album ini selain tetap gw katakan sebagai Killer album on 2012, CD ini juga mulai di Jual pada beberapa hari berlangsungnya event " Maryland Deathfest X ", siksaan Total mematikan dalam Total Durasi 34:24 ini memang nyata terjadi. Fans berat Part2 Ngebut dan Njlimet ala Cryptopsy, Origin, Goratory, Hate Eternal hingga Deeds Of Flesh, gw rekomendasikan banget Band Gokill ini buat kalian santap !! Abnormality strives to bury the weak female fronted gimmick, and deliver a brutal sonic experience that death metal fans cannot deny, if you were to pull at your roots and unearth the fundamentals established !!






Add to Cart More Info

The Agonist - Prisoners CD 2012



























The Agonist - Prisoners
Century Media Records CD 2012
http://www.myspace.com/theagonist
http://www.facebook.com/TheAgonistOfficial?sk=app_178091127385
https://twitter.com/#!/theagonist

Chris Kells - Bass
Danny Marino - Guitars
Alissa White-Gluz - Vocals
Simon McKay - Drums
Pascal Jobin - Guitars


01 You're Coming With Me 04:35    
02 The Escape 04:20    
03 Predator & Prayer 05:05    
04 Anxious Darwinians 05:23    
05 Panophobia 03:54    
06 Ideomotor 05:55    
07 Lonely Solipsist 03:50    
08 Dead Ocean 06:19    
09 The Mass of the Earth 04:40    
10 Everybody Wants You Dead? 05:00    
11 Revenge Of The Dadaists 06:42


Melodic Death Metal dengan sentuhan kental Gaya Cadas Metalcore asal Montreal, Quebec, Kanada yang Kondang dengan Album ke-2 " Lullabies for the Dormant Mind " Tahun 2009 lewat Label metal mapan, Century Media Records tetap menobatkan mereka sebagai salah satu band populer dan Terlaris semua Merchandise-nya, kini setelah melepas lebih dulu Ep " The Escape " tahun 2011, kini mereka memuntahkan kembali Karya Spektakulernya yang lebih Matang dan Dinamis, Gw aja sampai terkejut mendengar Track awal " You're Coming With Me " yang diawali dengan Akustik Gitar Romantis pada detik ke 23, Raungan Si Cantik Alissa White-Gluz yang lebih terdengar melengking bak Black Metal Vocalis tiba tiba menghantam Indera dengar Gw, Fast melodic Part yang kental elemen teknikal Riffing, struktur musik yang Gila-gilaan memang dilakukan didebut anyar ini secara serba Konstan, wew Kanada memang tetap menjadi Scene dengan Gudang band2 Berbahaya yang selalu ingin lebih tampil cepat saja, Biarpun dengan gencar Alissa White-Gluz melancarkan lengkingan Tajam Scream dan Harsh Vokill-nya, namun dengan tetap Prima Alissa White-Gluz tetap menyuarakan suara merdunya pada Clean Vocal ....TOP !!!!, Duet permainan Gitaris Danny Marino dan Pascal Jobin memang kerap menciptakan Part2 yang Sinting melalui teknik Berbahaya, Shredd dan Downstroke Hammer On Liar tanpa melepas kekuatan Riffing yang melodius. sementara Drummer Simon McKay tetap melakukan Tugasnya dengan baik mengantar semua kegilaan Member lain. diakhir Part banyak sekali Gw jumpai Solo2 Gitar Cantik dan Melodius banget,  " The Escape " lebih terasa Gothic Nuansanya pada Part2 awal dengan karakter Clean female Vokal, namun hal ini ga berlangsung lama karena struktur Musik The Agonist pun kembali memanas dengan fast shredding leads with pure technicality !!! wew Komposisinya semakin Bikin gw tercengang Diam bego hahahahaha, ini memang benar2 Komposisi Musik yang bagus walau dimainkan dalam tempo yang serba cepat, namun tetap terjaga Kualitas lagu yang memang asli Melodius dan Dramatic sekali. Gw paling salut dengan Vocalis Alissa White-Gluz yang pernah mengisi beberapa Penampilan panggung Band Kamelot ini memang selalu memiliki Stamina yang prima banget dalam bernyanyi. " Predator & Prayer " dimulai dengan Headbanger Part Tempo selama 40 detik-nya yang kemudian gaya Bermain Archenemy yang lebih sinting ditemukan dengan Son Of Aerilius banget ! Chaotic Riff Structure keep melodic Part and Harmony Ritmic. Lirik2 tentang Problem Manusia, Kritik Politik dan Hal2 yang hangat terjadi ditulis dengan sangat intelligence and thought-provoking lyrics has also helped garner some positive attention !! selama hampir 1 jam 11 lagu keren hasil Mixingan dari Tue Madsen, Gitaris band Grope yang Banting Stir sukses sebagai Producer, Engineer, Mixing & Mastering pernah menggarap Masterpiece dari band Aborted, Artillery, At The Gates, Autumn Leaves, Becoming the Archetype, behemoth,Callenish Circle, Cataract, Dagoba, Dark Tranquillity, Gorefest dan seabrek Band2 top lainnya memang telah dinanti terus hasil Tangan dinginnya yang selalu membuat Masterpiece Killer ! Make no mistake, this is a straight-up metal band that holds nothing back with one goal in mind: to make music that is as catchy as it is heavy; as sweet as it is loud; and as angry as it is melancholy.






Add to Cart More Info

Jumat, 27 Maret 2015

Faith Must Pain - Blood of Sabillition CD 2012



























Faith Must Pain - Blood of Sabillition
No Label Records CD 2012
http://www.myspace.com/faithmustpain06 
http://www.facebook.com/faith.m.pain
http://www.reverbnation.com/faithmustpain

Yuda - Drums
Heddy - Guitars
Naya - Female Vocals


01 Futility Of Mortal
02 Euphoria Of Savagery
03 Wrath Of Hades
04 Komom Chaos
05 Provokasi Sesat Menghunus Dendam
06 Sodomi Berujung Mutilasi
07 Aing Atawa Sia
08 Outro


Yang pasti menjadi sesuatu yang menarik dalam Movement Extreme Musick tanah Air adalah Kehadiran Kaum Hawa dalam Rimba Bising Belantara Musik cadas, Namun memang Kuantitas dalam Musik Death Metal masih bisa kehitung jari dibanding pada genre Musik lain, nah ni Gw Kenalin nama FAITH MUST PAIN asal bandung yang siap bikin Kita tercengang oleh penampilan sosok Female Vokal di Band yang mengusung Brutal Death Metal ini hehehehe, ... dan saat pertama kali Gw tau band ini rada kurang yakin kalo musiknya Death Metal, karena gw liat Female Frontend-nya Imej Dandan-nya Gaul Emo banget hahahahaha, namun begitu Gw Denger sendiri lagunya, wew, Sadiss !!! makanya Buru2 saja gw dapatkan CD " Blood of Sabillition " yang dirilis oleh Label Metal Paling Produktif di Indonesia, No Label Records. langsung Gw mainkan begitu dapet nih CD yang memuat 7 Lagu Ngebut ini, track awal dimulai oleh " Futility Of Mortal ", Trio ini langsung menjagal dengan Gempuran Fast Blaster beat kejam !! Walau dengan Masih " Tipis " Sounding Musik yang diproduksi disini, namun gw yakin Gempuran Hyperblast Drum memang akan Menggantikan Kesan Heavy As Fuck walo masih belum maksimal, atau mungkin ini memang menjadi Karakter Sound Band?, gaya Deep Growl berat Female growl, Naya memang harus kita kasih aplous nih ! Enerjik dan Mencengkeram !!! Uarrghhhhhh !!! Typical Musik yang rada sedikit mengingatkan Gw akan kekejamannya Cephalotripsy dan Disavowed rupanya memang menjadi sebuah Typical Influence band ini, Hammer On Riffing yang memang telah Berkonspirasi dengan Drumming sengaja menciptakan struktur musik yang serba cepat, sentuhan Buas Band2 Bandung scene seperti Jasad, Bleeding Corpse serta Disinfected juga lumayan terasakan. Struktur musiknya memang dinamis sehingga akan menjauhkan kesan Boring coy !, " Euphoria Of Savagery " Rupanya lebih Kejam Menggerinda ala Typical Siksa Kubur era " Eye Cry ", Masih kerja Kompak Gitaris Heddy dan Drummer Yuda kerap menciptakan Struktur Musik brutal yang padat !! kemudian " Wrath Of Hades " adalah Track yang mengenalkan Gw pertama kali musik band ini, sebuah komposisi yang Sinergi melahirkan Irama dan dentuman Kejam tentang Bagaimana itu memainkan Musik Brutal Death Metal yang Inovatif ! Naya Masih mengerang enerjik dan malah semakin Powerfull melalui Rongga Kerongkongan-nya di " Komom Chaos " salah satu lagu lagu Andalan band ini disetiap gigz. Lirik2 tentang darah, Dendam dan Kematian ditulis dalam bahasa yang lebih " Puitis " dan dibalut dengan Nuansa Sarkasme. " Provokasi Sesat Menghunus Dendam " juga memiliki Struktur musik yang semakin Cantik, " Bulan Merah, Syair Elegi, Dewa2 Berkehendak Murka, Anggur darah, Panas Bopeng Oleh Luka, Hitam Berdusta, Nafsu Nista .. Bla Bla Bla adalah gaya Puitis Berdarah mereka hehehe, " Sodomi Berujung Mutilasi " semakin menggerinda Jiwa jiwa yang lemah dengan Untaian Blastbeater mematikan !! lalu " Aing Atawa Sia " memulai Part awal lebih Grooving sebelum disambut lagi dengan dentuman Hyperblast. dan Track akhir di tutup oleh sebuah outro bernuansa Grungies diisi oleh growling Naya, hmmm Iseng2 atau eksperimen nih Track hehehe, yang jelas secara keseluruhan Materi CD ini wajib banget untuk Fans Brutal Death Metal yang memuja gaya Bermain Cephalotripsy, Siksa Kubur, Bleeding Corpse, Jasad juga Disavowed, Especialy Hyperblaster Type, walau bagi Gw menambahkan sedikit saran untuk Karakter Sound Gitar masih Kurang begitu tebal untuk menciptakan Karakter Musik yang terasa lebih menendang selain Level Drum yang agak Besar, namun gw berharap kedepan semua harapan gw bakalan terealisasi dengan Kematangan Musik mereka di materi Mendatang !! Desain Cover yang menampilkan Artwork gore karya Gisgore Art ditampilkan lebih Profesional dalam Produksi CD ini, so Jangan Pernah Berfikir panjang untuk mendapatkan CD Bagus ini di toko dan Distro terdekat Kota kamu, Let's Grinding Has Attacking !!!






Add to Cart More Info

Epica - Requiem for the Indifferent CD 2012



























Epica - Requiem for the Indifferent
Nuclear Blast Records CD 2012
http://www.epica.nl
http://www.facebook.com/epica
http://www.youtube.com/epica
http://www.twitter.com/_epica
http://www.myspace.com/epica

Yves Huts - Bass
Mark Jansen - Guitars, Vocals (grunts & screams)
Coen Janssen - Keyboards, Piano
Simone Simons - Vocals
Ariën van Weesenbeek - Drums, Vocals
Isaac Delahaye - Guitars 

01 Karma 01:33      
02 Monopoly on Truth 07:11      
03 Storm the Sorrow 05:13    
04 Delirium 06:08    
05 Internal Warfare 05:13    
06 Requiem for the Indifferent 08:34      
07 Anima 01:25    
08 Guilty Demeanor     03:22    
09 Deep Water Horizon 06:33    
10 Stay the Course 04:26    
11 Deter the Tyrant 06:38    
12 Avalanche 06:53    
13 Serenade of Self-Destruction 09:52  
  

Setelah Memutuskan keluar dari Formasi After Forever Tahun 2002 After Forever, Gitaris dan Vokalis Bertalenta Mark Jansen membentuk band ini Pada awal Tahun 2003 dengan nama Sahara Dust, namun dianggap kurang mewakili karakter musik band, akhirnya diganti menjadi nama EPICA dari salah satu titel album band Progressive/Melodic Power Metal, Kamelot ! yang ternyata band itu banyak membuat Nama Epica semakin Terangkat dengan beberapa Proyek yang dilakukan oleh Vokalis Simone Simons dan Frontman Mark Jansen. dan Tonggak sejarah langsung ditancapkan secara dalam lewat album pertama " The Phantom Agony " Tahun 2003 banyak mendapat Pujian sebagai Symphonic Power/Gothic Metal Terbaik Netherlands Scene ! sehingga tidak heran label metal sebesar Nuclear Blast Records melirik mereka mulai album " The Divine Conspiracy " hingga " Requiem for the Indifferent " ditahun 2012 ini, karena Epica telah menjadi Band paling Laris dalam Industri musik metal Internasional. dialbum baru ini Epica masih tetap menawarkan kental sentuhan Symphonic Power/Gothic Metal seperti pada materi2 sebelumnya, album yang juga menjadi album terakhir Bassis Yves Huts yang saat sekarang digantikan oleh Rob van der Loo yang Maen di Band Freak Neil Inc. & Mayan serta mantan bassis band Fifth, Soulcatcher, Delain, Exivious, Hubi Meisel, Sun Caged, dan Triple 7. album yang lebih terdengar " Manis " ini dimulai dengan " Karma  " adalah sebuah Intro Orchestral yang Epic hasil Garapan dari Orchestraler Metal Coen Jansen Isaac Delahaye yang kemudian menyambungnya dengan Track " Monopoly on Truth " langsung dentuman Gothic Metal Intense dengan Hard Rythym Section yang Heavy as Fuck, perpaduan Gaya Choir Vocal, Harsh Vocal dan Sweet Soprano Simone Simons makin membuat Musik Epica lebih Variatif !! dan memang lagu ini mempunyai sebuah Kekuatan untuk bisa menggambarkan kematangan Konsep Epica dengan sentuhan Elemen Musik Yang Kompleks. gayanya memang masih seperti sebelum2nya, namun Hentakan Beat nya lebih berasa menendang sekarang. " Monopoly on Truth " tepat sekali untuk menggambarkan semuanya. Variasi Backing Vocal Soprano, Alto, Tenor dan Bass memang makin mantap aja cing !! bahkan sang Enjinering Album ini, Simon Oberender Menyumbangkan Gregorian voice-nya di Track keren " Internal Warfare " total ada 12 Track berdurasi Total 01:13:01, Para Fans Epica dan Symphonic Power/Gothic Metal akan benar benar dimanjakan disini dengan nada dan struktur musik yang Dinamis dan jauh dari kesan Membosankan.It is Epica's most complex work to date, but every second of it is accessible, instantly appreciable, Highly recommended for any Epica fan, recommended too for new fans who can enjoy an all out master work on first listen.






Add to Cart More Info

Kamis, 26 Maret 2015

Mystica Girls - Metal Rose EP 2011



























Mystica Girls - Metal Rose
Indiependent CD 2011
http://www.myspace.com/mysticalband
http://www.facebook.com/pages/Mystica-Girls/119403914765027

Red Jane Bass - Bass
Alice - Drums
Blackcat - Guitars
Sofia Renie - Vocals, Violin


01 My Dinner 03:57      
02 Rabia 03:45    
03 Mi Sangre 05:23      
04 Metal Rose 04:10    
05 Tortura 04:57      
06 Diluvio 03:13   
 

Tentunya tetap ada sesuatu yang menarik disimak dari band Heavy Fuckin Rock Metal Perempuan dari Mexico City yang terbentuk sejak tahun 2005 kerap mengcover version lagu2 Iron Maiden, yang menarik perhatian gw banget adalah penampilan Gitaris Cantik, sexy dan Killer dari Nickname Blackcat ini, gw pertama kali kenal band ini saat Surfing di Youtube, Gw liat Band ini mengcover lagu " The Trooper "nya Iron Maiden pada sebuah Penampilan mereka dengan sangat Bagus, dan sangat menarik Gw adalah Penampilan Gitaris Blackcat yang secara Intens dan sempurna memainkan Riff sekaligus Solo-nya secara 99.99 % Perfect hehehehe, bisa dipastikan kalo Iron Maiden Bakalan Tersenyum dan kasih aplous untuk permainannya ini, lalu Gw ketemu dengan Video Clip Official " Metal Rose " semakin menambah penasaran saja untuk browsing tentang band ini, termasuk Blackcat sendiri hehehehe, sebelum melepas Album " Metal Rose " tahun 2011 ini secara Indiependent, lebih dulu band ini melepas Ep " Diluvio " tahun 2009 yang banyak menggunakan Bahasa Latin Mexico dalam seluruh lagunya, dan ingin berkiprah secara Internasional " Metal Rose " pun dilepaskan dengan menggunakan Lirik Berbahasa Inggris. dimulai dengan Track " My Dinner " Mystica Girls langsung tampil Melodius dengan sentuhan gaya bermain Iron Maiden Juga, permainan Gitar Blackcat memang menjadi Pattern Utama penciptaan Struktur lagu band, beberapa Lick Gitar Riff cantik kerap dipamerkannya dengan Powerfully, beberapa Solo Guitar ga luput dari Sentuhannya. Pattern Vokalis Sofia Renie masih belum seberapa Fasih dalam Intonasi dan Pengejaannya dan juga Gape memainkan Instrumen Violin di Album ini, hmm sebuah lagu yang banyak dihiasi Solo solo Cantik dan Harmonius. lalu " Rabia " kembali band ini masih menggunakan bahasa Mexico ditrack ini, sebuah lagu anthemic yang bisa bikin gw headbang terus nih .... karakter kuat Iron Maiden sepertinya sudah menjadi sesuatu yang mendarah daging bagi band ini, sehingga setiap lekuk struktur musiknya sangat terasakan aroma Iron maiden -nya. dan lagu " Metal Rose " memang Track yang paling gw suka, karena beberapa aransemennya cukup easy listening telah mewakili Talenta band ini tampil Optimal, liat bagaimana beberapa Guratan Tajam Riff Memorable terselip ditrack ini dari awal hingga akhir hehehehe. untuk kesekian kalinya dunia harus semakin menambah waspada The Next female Metal generation, cukup memuat 6 lagu berdurasi kurang dari setengah jam lebih pantas menjadi Mini CD ketimbang full album menurut aturan baku yang berlaku hehehe, tapi yang pasti inilah Bukti Eksistensi para Cewek di sarang Extreme metal.







Add to Cart More Info