Tampilkan postingan dengan label [CLASSIX MOST WANTED]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label [CLASSIX MOST WANTED]. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

Resurrection - Embalmed Existence CD 1993



























Resurrection - Embalmed Existence
Nuclear Blast Records 1993

Paul Degoyler - Vocals
John Astl - Guitars
Charles Haines - Guitars
Dave Scott - Bass
Alex Marquez - Drums


01 Disembodied 03:20    
02 Rage Within 04:01    
03 Embalmed Existence 04:30      
04 Smell of Blood 03:53    
05 Torture Chamber 03:53    
06 Eyes of Blind 05:05    
07 Test of Fate 04:11    
08 Pure Be Damned 05:13      
09 War Machine (Kiss Cover) 04:37


Begitu banyak sekali nama RESURRECTION di kancah Metal Internasional yang mencatat kesamaan nama ini, bayangkan aja kalo ada bahkan 4 nama di Daratan Amrik ! namun beda lagi kalo gw review Resurrection asli Tampa, Florida yang eksis sejak tahun 1990 ini. Band Death Metal dengan Elemen Teknikal pada Struktur dan aransemen musiknya pertama kali gw kenal pada album kompilasi " Death Just Beginning End II ", yang seketika waktu itu gw kenal langsung jatuh cintrong ma nih band, namun sayang Kaset-nya diera 90-an tidak pernah sampai Ke Kota Gw, Hadewww !! hingga seorang teman Gw dari Surabaya Meminjamkan dan Berhasil Gw copy sebagai Koleksi hehehehe sampai gw berhasil mendapatkan CD aslinya dari Negoisasi Alot pada seorang temen Gw di Malang, Gw ingat waktu itu gw udah Lulus SMA begitu mendapatkan CD ini, band yang sampai saat ini hanya menyisakan Frontman Gitaris John Astl setelah band ini memutuskan kembali reunian pada tahun 2006 setelah memutuskan untuk membubarkan diri tahun 1996 pasca Merilis Album pertama " Embalmed Existence " ini. Ok sedikit mengenang kesadisan band ini yang pertama kali track gw denger adalah " Rage Within " sangat memukau Perhatian Gw dengan aransemen musik yang serba dinamis en so pasti Technical Style banget awalnya bagi gw kenal musik Death Metal yang jauh dari kesan monoton ! setelah cukup dikenal reputasinya pada 2 Demo yang digarap di Morrisound Studio oleh Scott Burns hingga langsung mengangkat nama mereka dan dikenal pertama oleh Nuclear Blast Records tertarik untuk membuat Rilisan Split " Nuclear Blast Promo EP " tahun 1992 bersama dengan Hypocrisy, Afflicted, dan Sinister untuk pertama kalinya. dengan pengaruh kuat gaya bermain Band2 Death Metal Florida Sound, sentuhan Mantap Ala Death, Deicide, Pestilence dan Obituary lumayan terasa dalam struktur permainan yang mereka ciptakan. langsung saja 1 tahun Pasca Rilis Album split itu, Resurrection mendapatkan Kontrak dengan Nuclear Blast Records, Band yang barusan Kehilangan Drummer Dave Scott, langsung menggandeng drummer berbakat Alex Marques untuk mengisi Posisi Drum selama Proses rekaman berlangsung di Morrisound Studio dan menggaet kembali Scott Burn sebagai Produser dan Enjiner untuk album klasik Fenomenal ini. In other words, Embalmed Existence is not afraid to take a risk or two, and while this is my no means a legendary, top shelf ordeal, I have no hesitation in naming it one of the better Florida death records of 1993, with more durability than even heavyweights like Morbid Angel and Atheist were able to muster that year. dan memang semua lagu disini selalu dimulai dengan sebuah Intro yang diambil dari " Mark the Storyteller " mungkin menambah Kesan Unik diera 90-an, manakala Track pertama " Disembodied " dimuntahkan ! masih terasakan gempuran dasyat Alex Marques era Malevolent Creation " Retribution " begitupula dengan karakter Sounding-nya " Scott Burns " memang sangat kental Kematangannya tahun 1992an. permainan yang dinamis memang kerap selalu dipenuhi dengan Slicing Pummel Riffing atraktif dari tempo cepat sedang dan Slow dimainkan kompak oleh gitaris John Astl dan Charles Haines juga kerap melepas beberapa Lead Solo Cantik yang sedikit mengingatkan dengan karakter Solo Trademark Obituary banget ! gaya Vokalis Paul Degoyler yang memang sudah nge-death banget, Harsh dan Middle Dark Growling ! with a nice contrast of hammering rhythms and leads. The frontal image whisks the listener to phallic catacombs of obscurity, which seems to suit the music wonderfully. lalu " Rage Within " menghantam dengan Lick2 Dasyat dan sangat memorable bagaimana Kualitas Produksi sound ini memang menunjang Florida Death Metal Sounding yang begitu dasyat era tersebut. lihat bagaimana Drummer Alex Marques lebih semakin atraktif memainkan Skill Drumming-nya disini. skilled musicianship into primal patterns of gorgeous evil that alternate between massive chord schemes and chugging morbidity. Even better, the band has an unusual knack for writing an almost 'uplifting' bridge element into an otherwise brutal piece. " Embalmed Existence " tetap meluncur ganas di awal partnya, with strong, memorable riffs and just a hint of menace lebih mengingatkan dengan Era Bermain Death Album " Leprosy juga Spiritual Healing ", teknik2 unik memang sedikit mengurangi beberapa gaya Khas seorang Alex yang selalu dikenal Permainannya di Malevolent Creation juga Solstice, sehingga memang tidak begitu menyangka saja kalau Album ini menghadirkan permainan Drum seorang Alex Marquest ! " Smell of Blood " tetap memegang Citra Style Resurrection yang memiliki Sounding Jam Riffing yang Heavy Sound as Fuck banget !! , " Torture Chamber " mungkin karakter Malevolent Creation yang bertarung dengan Deicide Konsep berada pada Track ini, Perhaps the best songs arrive near the end of the record with its writhing slugfest of guitars ! its concrete lead and bridge sequence and cheap, effective breakdown !! dan mengakhiri Track album ini Resurrection coba meng-cover Track Klasik Milik Legendaris Rock KISS " War Machine " menjadi lebih terasa unik dibawakan kembali dengan konsep bermain Resurrection sendiri, walau kadang terdengar Rockin, namun Band ini mengaransemen beberapa Typical asli lagu ini semakin lebih terasa terdengar Death Metal lagi, bisa bikin Gene Simon dan Stanley ikutan nyanyi pada track ini hehehe, groovy power as the original, but it's a curious choice for a death metal band if it lacks some of the same low-end thunder. Overall, though, this debut does deserve the status of a minor cult classic. It's not complex, dan entah kenapa Resurrection lebih memilih track ini untuk diaransemen ulang. bagi gw, Album Ini tetap mempunyai kekuatan dasyat yang ikut memberi Kontribusi penting bagi perkembangan Death Metal Internasional, Kurang begitu Produktif membuat lagu dan Jadwal yang sering bertabrakan membuat band ini beberapa kali Bongkar Pasang formasi dan hingga akhirnya memutuskan bubar jalan tahun 1996 dan beberapa tahun setelah itu banyak Fans yang masih mengagumi Kedasyatan materi " Embalmed Existence " mulai menginginkan band ini segera kembali diatas panggung dan membuat lagu2 baru, dan hal ini baru terwujud tahun 2006 saat Frontman tersisa, John Astl membangun formasi baru Resurrection dan selang 1 tahun merilis " Demo 2007 " dengan menggandeng James Murphy sebagai Produsernya, demo yang memuat 4 lagu baru ini hanya dirilis dalam format CD-R sebagai bukti eksistensi band ini tetap bernafas, dan kemudian respon langsung datang dari Massacre Records yang tertarik untuk merilis Album Kembalinya band ini pada tahun 2008 " Mistaken for Dead " namun perubahan formasi signifikan terjadi pada tubuh band ini banyak menggeser karakter utama Resurrection, dengan kata lain John Astl tidak berhasil mengulang sukses " Embalmed Existence ", yang memang banyak kalangan bilang album ke-2 tersebut terlalu bergaya " Modern " setelah menggandeng Kerjasama dengan Mark Lewis ( yang menggarap albumnya Trivium, Black Dahlia Murder, Chimera, hingga Bury Your Dead ) karena Scott Burn sendiri Sejak Tahun 2005 memutuskan untuk Berhenti total dari Dunia Musik Metal. ironis memang kenyataan akhir yang Band ini terima. Masih mengagumi Karya Seniman Hebat Dan Seagrave yang tetap digunakan karyanya di album Pertama dan kedua. "Embalmed Existence" would have been very good had it not been for two major flaws... One is that there are these extremely annoying spoken word intros by a doofus that sounds a lot like the Crypt Keeper off of "Tales From the Crypt." This may have worked had they not been included in EVERY FUCKING SONG!!! (well, except the one where it fades out as the other slithers in) After I got a few songs in I thought to myself "This is going to get annoying fast," and it did. What a terrible idea. The other thing that kills this album is that almost every song is the same. It starts out fast, slows down at the verse and then picks up again. Once you've heard one, you've heard them all.






Add to Cart More Info

Rabu, 18 Maret 2015

Cannibal Corpse - The Bleeding CD 1994



























Cannibal Corpse - The Bleeding
Metal Blade Records 1994

01 Staring Through the Eyes of the Dead 03:30      
02 Fucked with a Knife 02:15      
03 Stripped, Raped and Strangled 03:27      
04 Pulverized 03:35    
05 Return to Flesh 04:21    
06 The Pick-Axe Murders 03:03      
07 She Was Asking for It 04:33    
08 The Bleeding 04:20    
09 Force Fed Broken Glass 05:02    
10 An Experiment in Homicide 02:36


Chris Barnes - Vocals
Paul Mazurkiewicz - Drums
Alex Webster - Bass
Rob Barrett - Guitars
Jack Owen - Guitars  
  

Salah Satu Figur Penting Perkembangan Death Metal Movement Masih dipegang Kuat oleh Karisma the Mighty CANNIBAL CORPSE ! Icon Penting Death Metal band asli Buffalo, New York yang eksis sejak tahun 1988, telah mencatat sejarah penting lewat 4 album Pertamanya masih dengan Formasi terbaik sepanjang karir band dan mungkin album Ke-4 " The Bleeding " ini menjadi Karya Memorable bagi CC bersama Vokalis Karismatik, Chris Barnes yang memutuskan Cabut pasca Rilis album ini dan karena adanya problem Intern seperti member CC lain merasa kurang Sreg dengan Sosok Chris Sendiri yang kurang memiliki Aksi Panggung enerjik sebagai Frontman terdepan band dan akhirnya Chris pun membangun band lain sebagai Six Feet Under ! dan memang oleh Banyak kalangan dan Metalfans Diehard CC tetap mengakui 4 Album pertama CC adalah yang terbaik dalam Sejarah Death Metal Movement !  " Eaten Back to Life (1990), Butchered at Birth (1991), Tomb of the Mutilated (1992) dan The Bleeding (1994) ", sebagai Band Kesayangan Roster Label Setia Mereka, Metal Blade Records, CC hampir dipastikan setiap Tahunnya selalu merilis Album Terbaru meski masih menyisakan member orisinilnya, Alex Webster ( Bass ) dan Drummer Paul Mazurkiewicz, CC masih terus ingin tampil perkasa bersama perubahan bongkar pasang Formasi Nama2 Populer di Scene Metal ! memang album pertama " Eaten Back to Life " masuk dipasaran Kaset Pita Indonesia beberapa Tahun lalu, namun tidak demikian untuk album ke-2 dan selanjutnya dari CC, karena Indonesia saat itu sendiri pun mengalami Gejala Krisis Moneter yang berdampak juga pada Industri Kaset Musik, sehingga untuk mendapatkan album2 CC gw harus melakukan perburuan dibeberapa Temen luar kota dan akhirnya malah cuman dapat versi Kaset Bootleg-nya dan yang penting gw bisa mendengar karya2 baru CC saat itu hahahaha ....dan sampai akhirnya gw berhasil mendapatkan versi CD-nya setelah membeli harga Bekas dengan harga selangit karena CD ini memang banyak dicari dan sukai, otomatis menaikkan pasarannya, Shit ! Album Ke-4 ini juga dibuatkan sebuah Video Clip untuk lagu " Staring Through the Eyes of the Dead " yang untuk pertama kalinya gw menonton sendiri sebuah Video Clip dari CC saat Rumah Gw memasang Antena Parabola dan bisa menjangkau siaran Channel V dan setiap minggu malam jam 12 menyiarkan program MTV Headbanger Balls ! Ok untuk mengobati Kenangan Paling memorable dengan Rilisan terhebat CC yang semakin dewasa dan mengerikan untuk album " The Bleeding " Hmm....what to say about Cannibal Corpse. Even though they played a crucial role in establishing the death metal genre, they never really were that great at it. Though much of the band displayed a fair degree of technical prowess, they were constantly hindered by a shitty vocalist, repetitive and monotonous song structures, and the lack of memorable riffs. And then come 1994, they give us The Bleeding. Adopting a more acceptable groove death sound (prefered among the 'modern' death acts of the 90's) as opposed to their earlier, grind-ier material, CC exchanged some of their brutality for a lot of much-needed coherency. This is the style of death metal that the band would prove themselves to be most proficient at and it is during this period that they would release their best work. langsung dimulai dengan Track andalan terbaik " Staring Through the Eyes of the Dead " tampil begitu membuat Indera Dengar Metalhead terkesima dengan Progresi permainan yang lebih matang dan mantap !! masih menggandeng Produser dan Enjiner Scott Burn di Morrisound Recording Tampa, FL dari Tanggal 13 November hingga 3 Desember 1993, Scott burn tetap membuat Masterpiece penting sepanjang sejarah Death Metal dan CC sendiri ! permainan Gitaris Jack Owen dan Rob Barrett  yang baru pertama kali bergabung dengan CC memang memberikan sentuhan berarti pada karakteristik CC menjadi lebih Garang ! The Bleeding gets a lot of flak for not being "true" to the Cannibal Corpse formula. What people detect is atmosphere, albeit a gory and disturbing one. Each song is like a soundtrack to a brutal triple homicide rape arson. The real horror, though, here, is the realism. Unlike their cartoonish efforts of the past that they quickly resumed after the induction of Corpsegrinder, these songs have a habit of sounding like real life fucked up shit. The music is twisted and delusional, claustrophobic and violent, much like the brutal crimes depicted in these songs. kekuatan dan Karisma Vokal Chris Barnes memang tetap menjadi Icon Penting CC dengan gaya bernyanyinya yang lebih Deep dibanding pada album pertama dan mulai banyak mengalami perubahan di album " Tomb of the Mutilated " yang sepertinya masih menjadi Karakter Vokal utama dominan beberapa Death Metal generasi selanjutnya. Barnes making a more versatile affair of shredding his vocal chords, and the overall production being given a good deal more depth, there is a clear and precise picture being painted here, and its one of violence with a clear purpose. The provocative levels of gore-informed lyrics ! lalu " Fucked with a Knife ", serangan berdarah selanjutnya tetap menawarkan porsi dasyat dengan konsep Death metal Modern dan cabikan Bass Alex pada part awal diberi kesempatan untuk Memamerkan Cabikan Berdarah 4 Dawai Bass-nya secara Fenomenal. selain Deep growl Konvensional, Barnes juga beberapa kali membalutnya dengan Screamin Insane Vokill yang Menendang ! unintelligible grunts of Tomb of the Mutilated for a more forceful and discernable growl. The upshot of this is that the horrifying content of the lyrics is brutally broadcast into your head, raping your synapses. The lyrics are often written from the point of the various monsters societies have created, such as serial killers, serial rapists, and serial immolation. Barnes does a good job of portraying these people, much like a skilled actor. dan ini nih track paling fenonemal selama gw mengenal CC " Stripped, Raped and Strangled " !!, Apalagi Saat gw melihat salah satu Band Brutal Death Metal terkenal Malang Scene, Rotten Corpse Sangat begitu Prima Meng-cover Track ini ! is a solid tune which exhibits the guitars' flair for wavering patterns that create a tremolo-like effect, a low end trilling morass that always stands out among the palm muting corpsescape. Cannibal were certainly not the first band to practice such a technique, but their constant use of it to craft catchy moments into their songs would translate into a million impersonator bands, who are even today trying to come up with the perfect re-write to this very album !! bagaimana CC membuat Komposisi Musik dengan beberapa Part yang Memorable dan sanggup memancing Adrenalin Metalhead untuk merespon Gila2 an Lagu " Stripped, Raped and Strangled " ini. The mix does not feel so razor fine as the previous album, there is a much more weighted, bludgeoning tone, like the band decided to shift from the chainsaw to the ballpeen hammer as their choice weapon for clobbering fans and foes alike. Barrett and Owen are as tight as a pair of testicles in a vice, and this album is the best yet in terms of its guitar output, with busy, technical rhythms simmering over the low end hammering of Alex Webster, who is arguably the best bass player in death metal. kemudian " Pulverized " semakin menawarkan Fast Part yang memang Membawa sedikit Ingatan gw dengan karakter Malevolent Creation dan Solstice dibawa oleh Rob Barret coba dipadukan dengan karakteristik CC sebenarnya dan jadilah komposisi yang semakin mengerikan lagi ! is frenetic and fun, though it may not leave quite the impression of its fellows, whereas the creeping horror of offers a more memorable distinction. The ability to plod forward while the guitars emit streams of paranoid horror is one of the true core strengths of Cannibal Corpse ! dan part awal " Return to Flesh " masih menjadi Begitu Dominan karakter CC menyerang, is indeed one of the band's best and most underrated songs !!! lalu " The Pick-Axe Murders " boleh jadi adalah Hipnotis selanjutnya dari the Mighty CC, follows with a dense, thrashing rhythm, and when it unleashes into blinding speed over the extended bridge, Barnes alternates between his decent grunt voice and rather annoying snarls. selanjutnya " She Was Asking for It " seperti tiada puasnya CC melakukan pembunuhan berantai berdarahnya, Konvensional Part Riffing pada part awalnya tentunya lagi2 menjadi sebuah Memorable Imej CC. uses a pair of percussive guitar rhythms, one of chords and the other of screaming higher notes, to build a velocity over Webster's pumping, excellent bass line, before the whole track twists into a brickhouse groove in the verse. This is yet another of those great C.C. tracks that you don't hear much about, in particular the excellent breakdown! dan Track " The Bleeding " menjadi Anthemic song selanjutnya bagi CC yang menjadi Ritual wajib bagi CC pada beberapa Penampilan panggung semata2 CC Diehard Freak sangat Terbius dengan Track ini menjadi sosok zombie liar yang melakukan Headbang dibibir panggung. offers charnel grooves and a woven mystique through the subtle lead melodies that hang at the edge of perception, until it explodes with surgical mass genocide through its bridge, a series of curving and eerie palpitations that were sure to please the tech death fan of the day, bagaimana All Metal guitarist pasti akan sangat tertantang untuk mencoba skill riff pada track awal ini.  " Force Fed Broken Glass " semakin lebih menendang dengan Fast energic part-nya. is likewise incredibly, with an intense battery of guitar riffs and basslines that rise above and beyond the call of duty for the average death metal band. The breakdown into the verse loses a little steam, but it is recaptured through the spooked old school death rhythm of the bridge. dan menjadi Akhir pamungkas pembantaian sadis CC dipercayakan pada track " An Experiment in Homicide ", pembunuhan keji masih terus berlangsung membabi buta. sebuah Komposisi yang semakin mengerikan terlahirkan dari Talenta2 berbahaya bereinkarnasi dalam 10 Track berdarah untuk album Terbaik Gw sepanjang masa, " The Bleeding " tetap yang terbaik !! karena memang 10 lagu bermuatan komposisi Fantastis memang terbaik dalam aransemennya. dan album ini memang wajib menjadi referensi penting perkembangan death metal movement ! The Bleeding was the end of an era, and although it was the swan song for Barnes, he left us with a positive impression here (though the snarls could be weak at times). It is a credit to this album that, despite its age, it still sounds fresh and inventive even by 2010 standards, and that's having been copied a countless number of times. The formula worked, and it's the same formula Cannibal Corpse is still using today: tight, technical songs that balance a mosh pit aesthetic with blistering spurts of jugular blood, delivered through a near endless reservoir of memorable riffs. I actually enjoy this album more today than I did when it released, though there are 2-3 songs here that I could live without and so it's a ways from perfect. As the best Chris Barnes fronted death metal album in history, it deserves a listen and a spot on the meat rack of any young masochist. So how is this album overall? Well, it clearly states in the rules of metal that metal songs must have riffs. And here, we have riffs. Memorable riffs, catchy riffs, fun to play riffs; but also, we have the obligatory boring, forgetful riffs. It seems that this album is somewhat of a weighing scale. For every crap thing that goes off, we have a great riff. While I will always be preferential to the conservative thrash tendencies of "Eaten Back To Life", this is very easily Cannibal Corpse's 2nd best offering, and probably the most recommended amongst younger death metal fans who know the band through their current line up. It's varied and technical enough to placate the rabid fervor for more notes jammed into every single second of sonic mayhem, yet still very much in the consistent grain that the band is known for. But more so than anything else, it knows when to keep things brief and to the point. BUY OR DIE !!!!!!!!!!!!!







Add to Cart More Info

VA. Death... Is Just The Beginning Classic VHS 1995





















VA. Death... Is Just The Beginning Classic VHS
Nuclear Blast Records 1995 VHS

* Original Content Before
01 Gorefest - Confessions Of A Serial Killer        
02 Amorphis - Black Winter Day        
03 Hypocrisy - Pleasure Of Molestation        
04 Hypocrisy - Inferior Devoties        
05 Pungent Stench - Viva La Muerte        
06 Konkhra - Daybreak        
07 Dead World - The Machine        
08 Dismember - Dreaming In Red        
09 Dismember - Skinfather        
10 Sinister - Leviathan        
11 Therion - A Black Rose        
12 Benediction - The Grotesque        
13 Benediction - Ashen Epitaph        
14 Mortification - Scrolls Of The Meggilloth        
15 Gorefest - Erase


* Re-Release After

01 Amorphis - Black winter day
02 Amorphis - Against widows
03 Benediction - The grotesque
04 Benediction - Ashen epitaph
05 Benediction - Down on whores
06 Dismember - Casket garden
07 Dismember - Dreaming in red
08 Dismember - Skinfather
09 Gorefest - Freedom
10 Gorefest - Erase
11 Gorefest - Fear
12 Hypocrisy - Pleasure Of Molestation
13 Hypocrisy - Inferior Devoties
14 Hypocrisy - Roswell 47
15 Kataklysm - The Awakener
16 Meshuggah - Terminal illusions ( totally insane chaos!!!!)
17 Meshuggah - Transfixion
18 Mortification - Scrolls of the Megilloth
19 Mortification - Noah was a knower
21 Pungent Stench - Viva la muerte
22 Sinister - Leviathan
23 Therion - A Black Rose
24 Therion - the Beauty in Black


Kayaknya Rugi banget kalo Gw harus melewatkan Rilisan Kompilasi Berbentuk Video Pita VHS untuk Kompilasi yang dirilis bersama sama 1 Digipack dengan Album Kompilasi Double Disk Death... Is Just The Beginning III ini. karena ini untuk pertama kalinya Gw langsung menonton beberapa Video Clip Keren Cooy tahun 1995 ! dan mulai Gw liat sendiri pada Tahun 1999 setelah melakukan Hunting atas beredarnya Rekaman Video Clip band2 di Kompilasi Death... Is Just The Beginning III, karena pada Tahun itu adalah masa Transisi antara Format Kaset Pita VHS ke Video Compact Disk, dan Gw mendapatkannya dalam Versi VCD dari seorang teman. VHS = Video Home System merupakan format film paling laris dan paling bertahan lama untuk kelas kaset (pake pita magnetik) dan Kehadiran format Betamax dengan versi kaset yang lebih kecil pun tak bisa menyurutkan popularitasnya sampai kemudian ia dilindas oleh kehadiran digitalisasi video dalam format keping cakram padat (Compact Disc). VHS yang pita-nya bisa kusut, pitanya bisa berjamur, nontonnya harus sequensial, butuh peralatan khusus dan mahal untuk proses editing akhirnya harus mengalah pada jaman akan kepunahannya dengan resolusi 352×240 pixel (NTSC) dan 352×288 (PAL/SECAM) menjadi Ciri Khas Utamanya. iya banget gw sempat merasakan Format ini pada era 90-an, bagaimana harus beli Peralatan Pemutar/Player-nya aja Mahal-nya Minta ampun dan masih menjadi barang mewah waktu itu bagi yang memilikinya. dan belum lagi Ribet-nya memelihara Format VHS ini hadewww, beruntung ga lama setelah itu mulai tergantikan posisinya dengan VCD ! VCD = Video Compact Disc adalah salah satu penemuan paling spektakuler di bidang media setelah era pita bertahan cukup lama, kehadiran Compact Disc (CD) memulai era baru di dunia digitalisasi media. VCD berbasis format kompresi MPEG1 dengan bitrate yang konstan (1150kbit) pada resolusi yang sama dgn VHS yakni 352×240 pixel (NTSC) dan 352×288 (PAL/SECAM) karena penemuan ini memang ditujukan untuk menyamai kualitas video VHS. Namun karena kualitas kompresi yang belum begitu baik, kualitas gambar VCD bisa dibilang buruk. Kalo pada VHS gangguan gambar bisa berupa noise atau stripping akibat kerusakan pada pita, maka pada VCD gangguannya berupa artifact (gambar ngadat dan gambar-nya kotak-kotak) dengan satuan ukuran pada era VCD familiar dengan waktu (menit) bukan kapasitas (MB). dan dengan hanya resolusi 352×288/240 (250 lines at low-definition): Video CD (PAL/NTSC) Video Kompilasi ini Death... Is Just The Beginning Classic VHS ( yang sudah ditranfer ke format VCD ) tetap membawa kualitas yang sama, dan gw sadari banget kalo Resolusi Gambarnya tentu ga secemerlang sekarang hahahaha karena memang begitulah Kualitas Video di Era 90-an, tapi tetap dapat gw nikmati sajian Band2 Metal Keren !! lalu Kompulasi Death... Is Just The Beginning Classic VHS ini muncul dalam berbagai Konten yang berbeda, aslinya hanya 15 Track ( Original Content Before ), kemudian Pihak Nuclear Blast Records merilisnya kembali dengan Konten 24 Track ( Re-Release After ) dengan Isi yang sama dan beberapa Penambahan pada edisi sebelumnya, kayaknya Gw mesti cerita nih satu persatu biar Ga galau hahaha ..... sekedar menjadi Catatan awal saja, kalau Pemilik Nuclear Blast Records, Markus Staiger bertindak sendiri sebagai Host di Video ini sebelum melihat Klip, yang narasinya dibuat oleh penulis Kristian Wahlin dengan Grammar of The Edit yang simple dan sederhana hehehehe. dan untuk melengkapi Konten yang panjang, sengaja Gw pilih yang versi Re-release After saja hehehe .. AMORPHIS memulai dengan Klip " Black winter day " yang diambil dari Publikasi Album ke-2 " Tales from the Thousand Lakes " tahun 1994 oleh Spinefarm Records yang kemudian Nuclear Blast records mendapat lisensi resmi rilis kawasan Eropa kemudian dengan Ep " Black Winter Day ". sebuah Video Simple Amorphis yang terasa Klasik Art Editingnya banyak menampilkan Ide Cerita pada Model Video yang diselingi dengan Penampilan Band diambil disebuah Lorong Kastil gelap lengkap dengan Effect Cloud dengan Karakter effect Slow Motion-nya. mengambil Tema Abad Pertengahan yang dipadukan dengan Era kehidupan Fashion 90-an, aksi band kurang begitu ditonjolkan dalam alur cerita. cukup Atraktif dan Abstract deh yang kemudian Video Clip " Against widows " selanjutnya AMORPHIS banyak mengambil setting penampilan Stage dan Footage yang di edit secara Continuity dengan Komposisi Angle Shoot yang Dinamis Pula Transisinya. diambil dari Materi Album " Elegy " Tahun 1995 via Relapse Records ini, menampilkan Vokalis utama baru Pasi Koskinen dengan karakter Clean Vokal tetap mengiringi Growling Gitaris Vokalis Tomi Koivusaari, jelas Kualitas Video editing track " Against widows " sudah mengalami sebuah Kemajuan art editing seiring pergeseran Musik Amorphis sendiri. sementara pada edisi Original Content Before-nya, Track awal VHS ini malah di awali oleh penampilan GOREFEST dengan " Confessions Of A Serial Killer " yang diambil waktu penampilan panggung mereka di Dynamo Open Air pada 30 mei 1993 yang kemudian akhirnya oleh Nuclear Blast Records Rilis dalam Album Live " The Eindhoven Insanity " Pada Tahun 1993, sebuah penampilan enerjik Salah satu Pioner Penting Death Metal Netherland diawal kejayaannya, gw masih teringat banget bagaimana Karakter growling sangar Vokalis bassis Jan-Chris de Koeijer yang Telanjang kaki tetap begitu Powerfully, sayang rekaman Panggung-nya jauh lebih buruk dari Album Live " Eindhoven Insanity ", beberapa Instrument musik kurang Balance keluar dari Mixer panggung. kemudian BENEDICTION secara Eksklusif pula mempublikasikan materi Ep " The Grotesque / Ashen Epitaph " dengan membuatkan 2 Video Clip sekaligus untuk 2 lagu terbaru mereka yang kian matang, pertama adalah Clip " The Grotesque ", dengan Black White Konsep, Benediction asli tampil menawan dengan Performance Act studio yang digabungkan pula dengan beberapa scene aksi Panggung Plus Cameraworks mengambil setiap angle variatif sehingga kita bisa melihat penampilan jelas setiap member band masih dengan fashion metal Klasik-nya, kita juga dapat Melihat permainan atraktif drummer Paul Brookes dengan Jacket Kulitnya lincah menghajar set Drummingnya. Excellent Clip on 1993 ! kemudian Clip " Ashen Epitaph " lebih banyak diambilkan pada beberapa Footage Scene di belakang Panggung dan beberapa perjalanan Tour Band yang bagi Benediction Sayang untuk dibuang hehehe, liat saja betapa antusias dan Liar Audience yang naik panggung kemudian melakukan Beberapa Moshing dan Stage Diving dengan pengambilan Gambar edit rancak, lumayanlah cukup untuk menggambarkan bagaimana suasana Metalhead Pada waktu itu. ga itu saja, Benediction juga menampilkan Video Clip " Down on Whores (Leave Them All for Dead) " yang menjadi media Promosi album ke-4 " The Dreams You Dread " Tahun 1995, Konsepnya semakin matang dalam Skenario Video dan diedit lebih profesional dengan alur cerita seperti mengambil tema Pembunuh Misterius Sepanjang Masa Jack The Ripper mengejar Korban Wanitanya di sebuah Lorong gelap, yang sebelum menghabisinya, Jack Melakukan beberapa rangkaian Ilustrasi Berdarah hingga Bagaimana ia Menancapkan Pisau tajam dan menulis sebuah pesan setelah menghabisi Korbannya, sebuah Metode Misterius-nya yang tak terpecahkan hingga sekarang, sementara Performance band setting-nya lebih diambil disebuah ruangan tak terpakai dibawah basement memperlihatkan Perform act keren Benediction member sekaligus melihat penampilan drummer baru mereka, Neil Hutton yang bergabung sejak tahun 1994 menggantikan posisi Paul Brookes. setelah itu gw untuk pertama kalinya pula menikmati Penampilan Keren DISMEMBER yang sebelumnya Gw penasaran bayangkan penampilan Video-nya hehehe, pertama tama Clip " Casket Garden " Pioner Swedish Death Metal populer ini menampilkan setting perform band di sebiah Studio yang digabungkan dengan beberapa alur gambar sebuah area Pemakaman yang diambil dari beberapa Angle sebagai pelengkap Alur Clip untuk Materi Ep " Casket Garden " agar lebih Match seperti tema " Taman Kuburan ", masih menampilkan Formasi Kuat Era Kejayaan Dismember, lengkap dengan Dandanan Old School Death Metal yang menggunakan aksesoris Spike ! kemudian Clip " Dreaming In Red " yang paling Fenomenal Partisi Intro Bass dan Beberapa Konvensional Death Riffing dari album ke-2 " Indecent & Obscene " tahun 1993, Dismember memang menjagokan Track yang sebelumnya Gw kenal lewat album Kompilasi Nuclear Blast Records, " Death... Is Just the Beginning IV " tahun 1996, dengan konsep Clip yang Ga jauh beda dengan " Casket Garden ", kali ini Dismember lebih menyorot Obyek Abstract dengan beberapa Multiple Effect Digital mengambil setting dikegelapan, kemudian beberapa Effect Transisi yang Transparan coba menggabungkan 2 obyek walau masih terlihat Kaku , beberapa setting Artistik tentang penyiksaan divisualkan cukup dinamis, sementara All Member Dismember hanya diambil dengan teknik Zooming dan Close Up Pose, Dominasi Resolusi Warna Merah menjadi tema Clip ini kayaknya. abis itu Dismember juga Menampilkan Video clip Berikutnya " Skinfather " masih dari Album ke-2 " Indecent & Obscene " ini menampilkan Konsep Video penampilan panggung lengkap dengan suasana Audience yang antusias pada Stage Act Dismember yang garang, Gw melihat penampilan Drummer Fred Estby yang melumuri Tubuhnya dengan Darah kemudian melemparnya kearah audience sehingga turut berlumuran darah, sebuah performa stage yang enerjik dan Komunikatif antara Band dengan Fans Audience ! lalu GOREFEST pada urutan selanjutnya menyuguhkan Clip lagu " Freedom " dari album " Soul Survivor " tahun 1996 dimana Konsep Gorefest sendiri lebih cenderung ke Death N Roll pasca terlihat dialbum sebelumnya " Erase ", sebuah Video clip dengan setting colour dominan warna Yellow semakin terlihat Modern Tema dari sebelumnya kebanyakan band death metal dengan tema Darah dan kematian, di Video " Freedom " ini Gorefest mengambil setting disebuah Basement Kosong garasi rumah lengkap dengan Audience yang didatangkan untuk menjadi Supporter suasana panggung yang kronologinya tergambarkan jelas mulai dari luar pintu, kemudian masuk bersama dan Headbang dibibir setting panggung kecil Stage Act Gorefest, pengambilan Gambar Penampilan Vokalis Jan Christ lebih banyak dengan Metode Close Up Fishing Eye Camera. meski dengan setting panggung kecil sederhana, penggunaan Lighting Dinamis menambah menarik Visual antara Supporter dengan Band yang aktraktif ! keliatan banget juga drummer Ed Warby masih begitu tampak " Muda " imejnya dengan Memakai Topi Terbalik menghajar Perangkat Drumnya. setelah itu Clip " Erase " dari Album " Erase menjadi Track Unggulan dibuatkan pula Video Clip Profesional dengan setting lebih banyak diambil di studio lengkap menampilkan All member band dan beberapa Model figuran disamping dan belakang setting Band Act yang banyak menggunakan beberapa Rantai sebagai Properti-nya. kualitas gambar yang dihasilkannya juga lebih baik lagi walau hanya menggunakan single Color cenderung ke Magenta. Performa band ini memang keren abis tongkrongannya apalagi pengambilan Angle Obyek dinamis semakin menambah Nilai Art dan Video Editing yang simple tapi jelas menggambarkan apa yang mereka sodorkan dalam lagu " Erase ", kemudian dari materi Ep " Fear " selanjutnya, Gorefest juga membuat Video untuk track " Fear " dengan konsep penggabungan beberapa penampilan Panggung lengkap dengan suasana Antusias Audience disetiap penampilan panggung yang dirangkum dalam Konsep Video Clip ini dengan proses editing yang proposial. kemudian HYPOCRISY dengan garang menyuguhkan Penampilan Video clip lagu " Pleasure Of Molestation " dari materi Ep " Pleasure Of Molestation " tahun 1993, masih tergambar jelas salah satu Pioner Death Metal Swedia ini masih begitu Kental memainkan Elemen Death Metal yang begitu kental ! dimulai dengan sebuah Intro yang digambarkan seorang gadis kecil duduk didepan Piano sambil merunduk memainkan Jemari di Tuts piano dan kemudian setting diarahkan ke beberapa Penampilan Panggung Hypocrisy yang beberapa diantaranya diselipi dengan Footage abstract untuk pengambilan angle-nya. kita bisa menyaksikan penampilan Vokalis Masse Broberg tampil garang dan beberapa Stage Perform Act Hypocrisy dipanggung yang lumayan luas lengkap dengan lightingnya, sebuah album Death Metal paling Keras Hypocrisy sebelum band ini akhirnya mengubahnya menjadi Melodic Death Metal dengan aroma Doom Metal sana sini, Meski di edit cukup simple, kita bisa melihat penampilan panggung enerjik Old Hypocrisy ini. selanjutnya kita saksikan Video clip " Inferior Devoties " dari album ke-2 " Osculum Obscenum " tahun 1993 dimana Hypocrisy masih memainkan gaya Death Metal dengan Sounding Distortif dan Cool abis, dan menjadi bagian unik pada Video setting band ini lebih diambil di studio lengkap dengan panggung luasnya, Hypocrisy hanya tampil Trio saja, dikarenakan Vokalis Masse Broberg mengundurkan diri pasca rilis album ini, sehingga posisinya divideo ini dirangkap oleh Gitaris dan frontman Peter Tägtgren, yup dengan colour vido dominan Black and White ini Hypocrisy tampil dengan formasi Trio, konsepnya masih sederhana hanya menitik fokus pada 3 pemainnya saja. dan selanjutnya Hypocrisy menyertakan juga video clip album " The Fourth Dimension " Tahun 1994, dimana band ini sudah memutuskan mengubah konsep musiknya menjadi Melodic Death Metal. Track " Roswell 47 " menjadi pilihan band ini menjadikan sebuah Video clip yang setting nya diambil disebuah Studio Rekaman dimana band ini seperti sedang mengerjakan Materi album ini, masih dominan Colour Black and White simple editing mendominasi Visualnya. dan beberapa aksi Panggung dan Footage menjadi Pelengkap Timeline-nya, sayang memang bagi Hypocrisy harus kehilangan Fans Lawasnya dengan Konsep ini. dan yang paling keren adalah Video clip selanjutnya milik KATAKLYSM dari album spektakuler sepanjang karirnya " Temple of Knowledge (Kataklysm Part III) " tahun 1996 dengan mengunggulkan Track fenomenal " The Awakener " sebagai Video Clip album ini. pada bagian pertama intro bass Pengambilan Setting Video cukup menggunakan Properti Penampilan Setan lengkap dengan Topeng Latex membuka Mantra Jahat yang terlihat juga gambar Logo Menawan Kataklysm, kemudian beberapa Alur Cerita Video ini menjadi tidak menyambung untuk diikuti saat beberapa Figuran menjadi pengisinya, sehingga gw malah lebih menikmati Perform act Band ini saja, lihat bagaimana Vokalis sangar Sylvain Houde mengaum dengan Lion Growling-nya, kemudian Penampilan Lugu Bassis Maurizio Iacono yang sekarang lebih kita kenal sebagai Vokalis Utama Band ini setelah Sylvain Houde memutuskan untuk cabut, penampilan Drummer Nick Miller yang rupanya terlalu Konsentrasi dengan Perangkat drum tanpa banyak melakukan Styling Act dan Gitaris Jean-François Dagenais juga tampil kaku dan lugu dengan Celana pendek-nya, bener2 Klasik Imej yang tertanam dalam Video Clip ini hahahaha .... segi artistik nya memang bagus sayang kurang diaransemen menjadi alur hidup untuk menggambarkan konsep band sebenarnya, sehingga hanya mengandalkan Proses Flash Transisi untuk menyesuaikan Ritme lagu band. dan sayangnya lagi, Kataklysm cuman menyajikan 1 Video clip aja hahahahaha ... kemudian MESHUGGAH menyuguhkan Video Clip " Terminal illusions ( totally insane chaos!!!!) ", band yang mengambil nama dari bahasa Hebrew dan Yiddish berarti " Crazy " ini mencomotnya dari CD ke-2 " Destroy Erase Improve " tahun 1995 lebih menampilkan Video Editing dari kamera Non Profesional, bagaimana Band ini bisa tampil lebih liar dengan Perform act-nya, bahkan Ini benar2 setting Totally Insane Chaos ! jadi pusing sendiri untuk melihatnya nih ! entah ini dibuat oleh band sendiri atau fans. kemudian agak sedikit terobati dengan sajian Clip selanjutnya " Transfixion " masih dari CD " Destroy Erase Improve ", yang kali ini adalah penggabungan Studio setting dengan Stage Performance yang di tampilkan lebih Continuety, sehingga gw bisa melihat jelas perform art band ini walau memang terkadang masih dihadirkan dengan Proses Transisi yang cepat dan acak2an dengan kualitas gambar seadanya, lumayan Gw bisa melihat penampilan enerjik drummer Tomas Haake yang diambil dari 3 Sudut angle. MORTIFICATION selanjutnya tampil membabi buta dengan " Scrolls of the Megilloth " yang juga dicomot dari album " Scrolls of the Megilloth " Tahun 1992 lebih memiliki Komposisi Gambar yang simple selain cuman memfokuskan pada angle Perform Trio Australian Death/grind sadis diawal2 Albumnya yang mengejutkan ini. kita bisa lebih jelas melihat penampilan drummer kidal Jayson Sherlock dan Gitaris Kidal Michael Carlisle mengambil Setting Shoot disebuah kaki Bukit, colouring simple memang begitu diminati band2 metal era 90-an untuk menyembunyikan kurang match gambar. beberapa effect yang mereka ambil secara Blue screen alami warna Biru Langit, editor video ini menambahkan beberapa effect pergerakan awan langit secara lebih cepat. setelah itu Video Clip " Noah was a knower " dari album ke-6 " EnVision EvAngelene " Tahun 1996, Konsep band ini mulai banyak bergeser lebih simple ke Death/Thrash enerjik, dengan pengambilan setting gambar yang di titik beratkan pada suasana penampilan panggung saja, trio ini tampil atraktif dengan beberapa Audience yang liar. The first era is of course the one which appeals to heaviest fans since all the albums go from thrash to death metal to even grind core. The second era appeals to more commercial metal with power metal, hardcore, punk, and new death metal influences. So this was a standpoint in their career due to the epic title track that clocks at 19min. This is such a theme both musically and lyrically that it would focus on it later on. its innovative direction and combining of such different styles this album marked what I would say the pre Mortification and post Mortification totally opposite eras. PUNGENT STENCH selanjutnya menawarkan track " Viva la muerte " untuk sajian Video Clip. Trio Death N Roll Dinamis ini memang tetap kontroversial di masa karirnya. dicomot dari materi Video VHS " Video La Muerte " tahun 1993, adalah band yang produktif untuk mendokumentasikan semua Videonya. sajian video ini sudah melakukan banyak effect gambar variatif dan Swirl tapi tetap jelas kita nikmati Perform act Trio ini. walau direkam hanya disebuah kamar kosong, Pungent stench seperti sudah menguasai segala Chaotic act-nya dengan kesan Fun dan Rilex. dan yang sadis berikutnya adalah penampilan video clip Netherland Death Metal Pioner SINISTER dengan " Leviathan "nya dari album ke-2 " Diabolical Summoning " tahun 1993, Sinister cukup tampil mempesona dengan Perform act-nya cuman dengan setting sederhana disebuah Ruangan yang cukup luas dan beberapa Figuran, perpaduan ganas Cannibal Corpse dan Suffocation adalah sebuah bentuk nyata untuk sinister tampil mengerikan, terlihat jelas Perform act vokalis Mike van Mastrigt, Headbang enerjik Gitaris Andre Tolhuizen dan Gempuran Drummer mantap Aad Kloosterwaard. kualitas Color Visual masih utuh dengan bantuan lighting minimalis memberikan effect pencahayaan yang variatif walau kurang melakukan Proses Transisi gambar yang cepat, sehingga kadang Timeline antara audio dan Video menjadi ga sinkron. dan 2 Video terakhir adalah persembahan Band Death Metal Swedia yang kini lebih menjadi Band Symphonic Operatic Metal, THERION meluncurkan Clip " A Black Rose ", dari Album " Symphony Masses: Ho Drakon Ho Megas ", Therion sudah mulai menunjukkan banyak progresi musiknya dari Death Metal menjadi Lebih Eksperimental, Penggabungan Komposisi gambar dari beberapa penampilan panggung dan Footage Session recording band bagaimana saat mereka tengah berdiskusi dengan enjiner rekaman untuk materi rekamannya. simple tapi cukup apik editing transisinya lebih sinkron dengan karakter musik Therion sendiri. dan Clip " the Beauty in Black " adalah materi Publikasi album " Lepaca Kliffoth " tahun 1995 mencoba lebih menekankan gaya Artistik tentang alur Lagu yang dibuat lebih hidup, dan memang inilah sejak awal Therion lebih terdengar memainkan elemen Symphonic Operatic Metal, beberapa setting figuran diambil dari Abad pertengahan rupanya ga banyak menampilkan Perform band. bagus memang Kronologi yang diterapkan disini. sepertinya memang ada banyak yang kita dapatkan sensasi Video berformat VHS dengan resolusi gambar 352×288/240 (250 lines at low-definition): Video CD (PAL/NTSC) waktu itu sudah cukup mewakili era yang ada. wajib banget kalian simak deh suguhan menarik Video Jaman Pita Magnetik ini hehehehe, sangat memorable banget for all metalhead 90-an !! so jangan pernah lagi memuji kualitas DVD sebagai yang terbaik, tapi ingatlah perjalanan Teknologi visual itu sendiri dulu, bagaimana tidak ada Format VHS so tentu ga bakalan elo nikmati DVD saat ini.







Add to Cart More Info

VA. Death... Is Just The Beginning III CD 1995



























VA. Death... Is Just The Beginning III
Nuclear Blast Records 1995

CD 1
01 Benediction - The Grotesque 3:27    
02 Amorphis - Forgotten Sunrise 4:51    
03 Brutality - Race Defects 4:48    
04 Hypocrisy - The Abyss 4:35    
05 Gorefest - Fear 4:34    
06 Meshuggah - Vanished 5:34    
07 Sinister - Diabolical Summoning 3:51    
08 Pyogenesis - Son Of Fate 4:23    
09 Pungent Stench - Tony 4:05    
10 Mortification - Live By The Sword 3:25    
11 Kataklysm - Eternal, I Reach Infinity 4:31    
12 Dissection - Night's Blood (1994 Version) 7:10    
13 Exit 13 - Ethos Musick 1:42    
14 Incantation - Nocturnal Dominium 5:42    
15 Therion - Black (1994 Version) 5:07    
16 The Abyss - Psychomantum 2:55    
17 Incubus - The Battle Of Armageddon 5:55


CD 2   
01 Convulse - Years Of Decay 5:36    
02 Divine Eve - Velvet Of The Godless 3:29    
03 Horde - Invert The Inverted Cross 3:10    
04 Celestial Season - Above Azure Oceans 7:15    
05 Meatlocker - Oi Hate 1:16    
06 Eminenz - Dark Millenium 3:13    
07 Phobia - Degrading Humanity 4:27    
08 Septic Flesh - Return To Carthage 3:39    
09 Mortician - Blown To Pieces 1:01    
10 Belphegor - In Remembrance Of Hate And Sorrow 4:56    
11 Acheron - Slaughterization For Satan 5:08    
12 Deceased - The Triangle 5:54    
13 Cradle Of Filth - To Eve The Art Of Witchcraft 5:27    
14 Macabre - Fishtales 1:47    
15 Candiru - Stained    4:37    
16 Konkhra - Chaos To Climb 2:57    
17 Illdisposed - Whithering Teardrops 5:09    
18 Winter - Eternal Frost 5:42    
19 Disrupt - Unrest 1:42


Memang seperti tidak akan pernah ada habisnya Gw menulis tentang album2 kompilasi Rilisan Nuclear Blast Records di awal Perkembangan Musik cadas era 90-an, karena Label ini seperti memanfaatkan kondisi yang ada disaat era keemasan Music Cadas sedang melaju keras dalam Industri Musik Internasional. dan strategi rilisan seperti ini kayaknya juga sudah bukan rahasia umum lagi untuk dilakukan oleh sebuah label dalam mempromosikan Rilisannya. melanjutkan seri berikutnya, Kompilasi Populer yang banyak pula mendongkrak Label dalam hal pemasaran ini, Nuclear Blast Records masih mempercayakan sepenuhnya pada Kompilasi Legendarisnya " Death... Is Just The Beginning ", dan sudah Gw review untuk Seri Pertama dan Kedua-nya, kini saatnya pula ga bakalan gw lewatkan untuk seri Ke-3 nya, semakin terus berkembang dari segi kemasan dan konten dari sebelumnya, Kini Label Metal Raksasa dengan distribusi Internasional yang bermarkas di Jerman pimpinan seorang Markus Staiger ini melanjutkan edisi ke-3 nya memasuki Tahun 1995, dimana tahun itu juga, Label ini punya banyak rilisan yang dirilis secara masal. dan semakin menambah Reputasi Kompilasi dihadirkan dalam kemasan Spesial Dobel CD ! ga cuman itu saja, Versi Video VHS-nya atau Video Home System merupakan format film paling laris dan paling bertahan lama untuk kelas kaset (pake pita magnetik) dan Kehadiran format Betamax dengan versi kaset yang lebih kecil pun tak bisa menyurutkan popularitasnya sampai kemudian ia dilindas oleh kehadiran digitalisasi video dalam format keping cakram padat (Compact Disc). VHS yang pita-nya bisa kusut, pitanya bisa berjamur, nontonnya harus sequensial, butuh peralatan khusus dan mahal untuk proses editing akhirnya harus mengalah pada jaman dan kemudian perlahan punah dengan sendirinya memiliki Format Resolusi gambar 352×240 pixel (NTSC) dan 352×288 (PAL/SECAM) well itu sedikit gambaran aja hehehehe, sebuah Video VHS yang memuat 15 lagu 12 Band melalui seleksi materi sebelumnya yang berjumlah 15 Lagu. dan untuk kesempatan ini lebih dulu gw akan menulis untuk Format Double CD yang memuat total 34 lagu ! memang menjadi sesuatu yang wajib gw jabarkan satu persatu lagunya biar Kita semua akan sedikit nostalgia dengan Rilisan Kompilasi Ke-3 " Death... Is Just The Beginning " ini yang era 90-an Versi Kaset Pita-nya masuk pasaran Asia termasuk Indonesia menjadi 2 Part. well memorable deh kalau menceritakan semua materi disini, karena gw akan sedikit memutar otak untuk mengingat memori masa silam bagaimana untuk pertama kalinya gw mengenal ini hehehehe .. Lets Go ! ..

CD 1
memuat beberapa materi CD band Rilisan dan Kolega-nya termasuk beberapa Track yang belum pernah dirilis atau di Publikasikan sebelumnya. pada CD pertama Track awal dimulai oleh BENEDICTION dengan " The Grotesque " nya yang diambil dari Materi Ep ke-2 " The Grotesque / Ashen Epitaph " tahun 1994, salah satu Pioner death metal terbesar asal Birmingham, England terbentuk sejak tahun 1989 semakin mantap setelah mempunyai 3 album penting di label ini. disini kualitas bermain Musik Benediction lebih terdengar matang dengann ciri khas death metal keren pada soundingnya, karakter vokalis Dave Ingram memang Powerfully abis bahkan lebih baik dari Karakter Vokalis pertamanya, Mark Barney Greenway yang lebih Match dengan Konsep Genre Grindcore. dan di Ep ini Benediction mencoba memperkenalka Progresi matangnya dengan 2 lagu terbaiknya ( yang Juga secara Ekslusif dibuatkan Official Video Clip-nya yang dikenalkan di Kompilasi Video Band Versi VHS-nya .ed ) " The Grotesque " dan " Ashen Epitaph " sementara 3 lagu berikutnya hanya lagu lama yang direkam pada salah satu Penampilan Panggung Benediction. sebuah Track yang menampilkan permainan Death Metal Catchy Headbanging dengan straightforward Death Metal with a hefty helping of Thrash Touching ! The crowd doesn't really seem to be that excited to be there, though. ....AMORPHIS dengan " Forgotten Sunrise " tetap menebarkan Gaya Melodic Death/doom Yang masih kental sebagai konsep Utama band Terbesar di Finlandia Scene sejak terbentuk tahun 1990, dan tentunya elo masih menyimpan album terbaik awal mereka " The Karelian Isthmus ( 1992 ) " khan? kini ditahun 1994, Band Melodic Death dengan sentuhan kental Doom Metal Dinamis ini mencoba memperkenalkan materi CD ke-2 Nya " Tales from the Thousand Lakes " yang akhirnya disebut2 sebagai karya terbaik ke-2 Amorphis sepanjang karir bermusik, dengan lirik lagu banyak mengangkat Tradisi Legenda Finlandia, Kalevala, Amorphis masih menampilkan Gaya Progressive/Death/Doom Metal yang fantastis ! album garapan Enjiner dan produser Tomas Skogsberg, pemilik studio rekaman terkenal Sunlight Studio yang ngetop mencetak beberapa masterpiece klasik album dari Dismember, Entombed, Grave, Nirvana 2002, Aflicted serta banyak lagi masih menjadi faktor andalan Amorphis merekam kembali Materinya menyusul sukses album Fenomenal pertama mereka " The Karelian Isthmus ". untuk Media promosi lanjutannya, Pihak Label membuatkan Video Clip untuk Lagu terbaik memorability " Black Winter Day ", Powerful and memorable riffs drive these songs, which most often find comfort in a steady, moderate pace and simplistic rhythmic constructions, in which the deep growling vocals blend as a shade of mood, while the drums maintain a fairly straightforward tempo without much in the way of stylistic variation, yet tastefully performed with an ear for rhythmic transition and timing, as each song discovers melodic harmony which carefully guides the way to resolution, either in the form of climactic punctuation, or gentle fade-out. The music transitions seamlessly, maintaining a gliding affect even when convergence occurs abruptly, attributable to the skillfully composed and executed riffs, which, while no longer truly speaking the language of death metal, remain firmly grounded in the spirit of metal, driving songs towards animated conclusions, with the sheen of melancholy common to Finnish metal, yet which is here more closely associated with the enlivened melancholy of Finnish folk music as expressed through the voice of classic metal. ... BRUTALITY dengan " Race Defects ", Pioner Death Metal Brutal asal Tampa, Florida yang eksis sejak Tahun 1986 ini memang saat sekarang meninggalkan banyak kenangan manis dengan konsep signifikannya dan pernah beberapa kali mencoba untuk reuni namun akhirnya Jim Cooker Cs ini harus merelakan salah satu Legend Death Metal terbaik ini harus terkubur selamanya dengan Karya2 Indahnya !, dari materi album ke-2 nya  " When the Sky Turns Black " tahun 1994, Brutality masih membawa Kembali Konsep Dinamis gelapnya era album perdana " Screams of Anguish " tahun 1993, Anyone familiar with the debut will recognize many of the same strengths: a clear and powerful Morrisound mix courtesy of Jim Morris, tightly executed musicianship on par with most of the Florida peers, forceful songwriting cognizant of fluctuating dynamics. If there was one minor evolution of note, it seemed that Brutality had become more focused on the incorporation of melody directly into their hammering rhythms and tremolo guitar lines. tetap menawarkan partisi Death Metal sadis yang didominasi dengan Harmonisasi Hitam mencekam dan Progresi Musik yang dinamis, masih kita nikmati permainan Gitaris handal Bryan Hipp yang tewas tahun 2006 karena Overdosis Narkoba, Bryan Hipp ini pernah memperkuat beberapa barisan Band Populer seperti Cradle Of Filth, Acheron, Diabolic, Blastmaster, etc. There are still some barriers restraining it from the status of a masterpiece, primarily the fact that the majority of its guitar riffs are not individually distinct or masterful enough to scale that height, and the vocals don't have a ton of character to them. However, in every other department, this band soared. Memorable, iconic cover art, good lyrics, potent musicianship, varied songwriting that never numbs the listener. This one ranks just below the debut album, yet it is still much better than many of the better known Death Metal albums from this period. HYPOCRISY dengan " The Abyss " untuk pertama kali secara mengejutkan menampilkan konsep Musik barunya yang jauh berbeda dengan sebelumnya menjauh dari Hingar bingarnya beat cepat Death Metal, en mencoba menggesernya menjadi Melodic Death Metal dengan sentuhan Doom Metal yang kental  setelah Frontman Peter Tägtgren Hijrah dari Negeri paman sam untuk kembali ke Negara asalnya Swedia, dari materi album perubahan " The Fourth Dimension " tahun 1994, Hypocrisy lebih cenderung menawarkan permainan serba Pelan dan Santai dengan sentuhan Melodic Death/Doom Metal, sebuah fakta mengejutkan memang untuk Fans 2 album pertama mereka " Penetralia ( 1992 ) dan Osculum Obscenum ( 1993 ) ", dimana kita sudah tidak akan merasakan gaya Sadis Death Metal Intensif mereka di album ke-3 ini. This album is the classic example of unexpected, surprising, astonishing and unpredictable musical change by a band. When you leave the band to someone competent this is what you get. A great album. Actually, the new efforts by this band are a bit beyond for me and too strange for my tastes but if you want to enjoy the Hypocrisy’s essence, take this one and Abducted. The previous albums were Okay but with these two the things got really yummy. dan Lagu " The Abyss " yang tersedia pada Bonus Track Rilisan Versi Jepang ini kemudian membuat Motivasi Bagi Frontman Peter Tägtgren yang pernah memperkuat barisan Malevolent Creation saat dirinya masih di Amrik dulu, menjadi Inspirasinya Membuat Side project Band Black Metal, The Abyss !! dan telah merilis 2 album sebelum akhirnya membubarkan diri serta Keinginannya untuk membangun studio rekaman bernama The Abyss juga. well Inspiratif ! In these cases the tremolo picking is the most utilized technique while during the other, more melodic, songs the open chords long noted are required to give the right atmosphere. Anyway, it is good to notice that also during the fastest compositions they never abandoned that burden of darkness and occultism..... GOREFEST dengan " Fear ", Goes, Zeeland, Netherland Death metal yang eksis dari tahun 1989 juga telah meninggalkan banyak kenangan pada Penampilan terakhir mereka yang lebih bergaya musik Death'n'Roll jauh dari Konsep Death Metal garang sebelumnya, " Fear " ini dicomot dari materi CD -3 Nya " Erase " yang kemudian juga dirilis dalam Ep " Fear ", monstrous and powerful riffs, groovy drums, fantastic rhythms, solos from a dream, vocal straight from hell, simple and intelligent lyrics and unique arrangements and production. Everything is in the right position - Erase has perfect balance of songs; every song have ideal structure; every drum beat, or guitar tone, or vocal roar is making insane pleasure for a listener. Karakter Growling Garang Alami Vokalis Bassis Jan-Chris de Koeijer tetap Gw idolakan karakternya ! sebuah album yang selanjutnya mengantar kepergeseran Konsep Death Metal awal mereka menjadi Lebih Catchy dan Easy Listening, Duo Gitaris Boudewijn Bonebakker dan Frank Harthoorn mulai lebih mencetuskan elemen pergeseran tersebut. namun walau begitu, secara Komersial album ini sukses secara Komersial. The production was horrid this time. It was extremely polished and utterly dry. Not a single instrument sounds human enough anymore here. Secondly Jan Chris started grunting in the least dynamic way possible. His vocals had become very monotone and straight forward. Almost computerised. as it combines the best of the two worlds. Therefore it could be interesting for Death Metal fans and Metal fans in general alike. However, the band doesn’t seem to belong to this group: “It is - looking back - a typical in between stages album. The music is perfect. Only the power is lacking. It is a musician’s album: too complex and too complicated.” seperti yang dikatakan oleh Gitaris Boudewijn Bonebakker. MESHUGGAH dengan " Vanished " nya adalah sebuah Track yang sebelumnya belum pernah dirilis, Technical Post-Thrash Metal yang akhirnya menjadi salah satu Pioner Pencetus Genre Djent asal Umeå, Swedia sejak terbentuk 1988. " Vanished " ini akhirnya di rilis dalam Ep " Selfcaged " Tahun 1995. Ketangguhan Frontman Tomas Haake Cs ini tetap begitu kuat terasakan Era 90-an dengan Typical Technical Post-Thrash Metal yang Inovatif ! mostly mid-tempo, try out strange but not overtly technical grooves, remain pretty thrashy and are about to change their lyrical themes. Every song is very tight, though unusually composed in the sense that repetition is minimal. It's just a groovy riff after another, with changing dynamics and verses, assorted in an order that will seem pretty unfulfilling first. Slow progression through mechanized emotions is the core of this music. Countless of subtleties make the soundscape rich in its agonizing sterility. Meshuggah portray an impossible state of mind too nasty to touch with mere words. SINISTER Mengaum keras dengan " Diabolical Summoning " yang dicomot dari materi CD terbaru " Diabolical Summoning " tahun 1993. Pioner Death Metal Populer asal Schiedam, South Holland, Netherland yang eksis sejak Tahun 1988 memang mempesona dengan Gaya Death Metal Brutal album pertama " Cross the Styx " tahun 1992, Frontman Aad Kloosterwaard ( Masih Sebagai Drummer .ed ) mampu mengkomposisi Death Metal dengan sounding Keren dari perpaduan ganas konsep Cannibal Corpse dan Suffocation telah menjadi salah satu Sounding Band2 daratan Eropa. Permainan Tremolo Riffing Sadis Andre Tolhuizen memang banyak menyita Perhatian Gw. The best aspect of Sinister's music on "Diabolical Summoning" would definitely be their ability to create music that is heavy and brutal without overdoing it and sounding like a Cannibal Corpse or Suffocation clone, but rather a more extreme version of Malevolent Creation, especially during the song "Magnified Wrath" which comes complete with palm-muted power chords that crush oh so similarly to songs from the masterpiece This record doesn't depend on being evil to get its point across and aside from the intro to "Leviathan," there is never a need for any melody to set a tone or create an atmosphere. Only violent and repulsive riffs are needed for this. Diabolical Summoning is sick, sick enough that any fan of brutal death metal, whether past or ultramodern, should own it and relish its insanity. The riffs are consistently entertaining, and leads sear and the drumming should hold the attention of the more ADD brutes who demand it. I would say this still ranks as my favorite Sinister album. Kemudian Nuclear Blast Records lebih mulai membuka diri untuk lahirnya Genre Metal Baru yang Unik, Death/Doom Metal dengan sentuhan Ambient, Alternative, hard rock/punk rock Dan Jazz dari Band asal Hamburg, Jerman PYOGENESIS meluncur dengan Unreleased Track " Son Of Fate " yang akhirnya disertakan dalam rilisan ulang Ep " Waves of Erotasia " tahun 1996. It's quite rare to find nature-inspired death metal (although it occasionally manages to pop up) and when it does pop up, it usually lacks of the important values: i.e., good production, catchy riffs, nice vocals, etc. Pyogenesis - however; has managed to spark a new flame amongst the almost dead, pissed out fire that is: nature-inspired deathy gothic metal - minus the symphonic sequences. PUNGENT STENCH Selanjutnya melaju Catchy Headbang dengan Track " Tony " yang juga merupakan Unreleased track dari Trio Death Metal Roll Keren asal Vienna, Australia yang eksis sejak 1988 dengan nama Carnage. This is by far their most groove/rock'n'roll influenced album, the vocals remain extreme but the music is almost devoid of actual death metal. band Yang paling Kontroversial Imej-nya era 90-an ini memang terkenal dengan gaya bermain Death Metal Catchy Straightforward terhadap sentuhan Anarko Crusty Punk pada beberapa beat musiknya. dan akhirnya Unreleased Track hanya direkam spesial untuk Kompilasi Label ini " Tony " disertakan dalam album Kompilasi track terbaik mereka tahun 1997 " Praise the Names of the Musical Assassins ". It's a unique take on the morbid insanity that the monster of Pungent Stench is, and it works in creating a whole different way of viewing their subject matter, an example of what the band would sound like had they grown up with EBM and other dark electronics rather than extreme metal and groovy rock'n'roll. MORTIFICATION selanjutnya melesat cepat dengan track " Live By The Sword ", Australian Death Metal Kugiran era 90-an dengan Gaya Bermusik Dinamis plus Lirik2 White Metal ini mengadopsinya dari album CD ke-3 " Blood World ", Vokalis bassis Steve Rowe tidak lagi menunjukkan karakter Growling berat mantapnya, dengan komposisi musik yang cepat, Steve Rowe lebih menggunakan karakter Vokal Old School Death/Thrash-nya dan ini menjadi penampilan perdana dan terakhir kalinya drummer Phil Curlis-Gibson yang disebut2 membawa pengaruh Liar progresi album ke-3 ini. I don’t think this is the first huge shift in musical direction, since from ‘Mortification’ to ‘Scrolls…’ we already had a huge jump to their heaviest, faster most brutal record and then including even industrial elements on Post M.A. clearly states they will always be changing their sound, and I am writing this in 09 when they have evolved since early 90s. and the vocals are no longer death metal alike but more commercial metal and thrash-hardcore elements. Steve has stated that power metal elements are present but honestly, I cannot find anything from power metal anywhere, not in the riffs, or the solos, or drumming. kemudian Pioner Nothern Hyperblast KATAKLYSM tampil garang dengan " Eternal, I Reach Infinity " adalah sebuah Unreleased Track dari era penggarapan materi Ep " The Mystical Gate of Reincarnation " tahun 1993, namun akhirnya disertakan rilisan ulang Ep " The Mystical Gate of Reincarnation " tersebut, ya memang Kataklysm kerap menulis lagu2 spesial yang hanya dihadirkan pada beberapa kompilasi Death... Is Just The Beginning ini. a fan of metal that will escort your spirit through an endless meadow of grinding, sludgy riffs, a haunting vocal display, AND in the same album get you on your feet thrashing about and headbanging in a mad frenzy, brother, this album is for you. Believe me, it is a rarity to find death metal that is this well thought out and executed as brilliantly as a classic piece of literature, not just in today’s ever-growing sludge pile of diluted death metal, but even back in the earlier days of death metal. Owning this album isn’t just owning a rare piece of metal history, it is owning a gateway to an astral dimension of brilliant mysticism and unending rumination. DISSECTION lalu dengan " Night's Blood (1994 Version) " meluncur dengan Melodic Black/Death Metal menawannya ! sebelum ditinggal pergi selamanya ke alam baqa oleh Frontman Jon Nödtveidt pada Insiden Bunuh diri karena keterlibatannya pada ajaran setan, band ini memang memiliki Komposisi Musik yang Menarik sepanjang sejarah-nya. materi lagu " Night's Blood " sendiri diambil dari Demo " Storm of the Light's Bane Rough Mix " yang dirilis oleh Nuclear Blast Records pada tahun 1995 yang akhirnya menjadi awal pula rekaman ulang CD fantastis ke-2 " Storm of the Light's Bane " tahun 1995. opens with a decent thrash riff, only to morph into a blistering melodic tremolo section followed by some brilliant midpaced riffage. While on the subject of riffs, there aren't many on this album, well in the traditional sense. The majority of the rhythms on "Storm of the Light's Bane" are your typical black metal tremolo patterns and the occasional thrashy riff, but for the most part the bulk of this record centers around the melodies that are so perfectly intertwined with the frenzied drumming and Nodtveit's tremendous vocals. sayang banget band potensial asal Stockholm, Swedia yang terbentuk sejak 1989 harus ikut terkubur selamanya dengan Jasad kelam Frontman Jon Nödtveidt dialam Baqa setelah album terakhirnya " REINKAOS " tahun 2006 dirilis oleh     Black Horizon. Re-listening to Dissection reminded me that every album is a singular phenomenon, and you can never go into a listening experience simply hoping for the music to conform to your ideas of what it should be. Great music always confounds expectations and complicates assumptions. When I heard this for the first time, I was so wrapped up in my (newly formed) ideas about what black metal should be that I forgot to hear Dissection telling me what it is. lalu EXIT 13 dengan " Ethos Musick " dari album penting Perkembangan Grindcore dengan sentuhan Death/Thrash Unik asal Millersville, Pennsylvania, Amrik dimotori oleh salah satu Pemilik Label Relapse Records, William J. Yurkiewicz Jr dan Bassis Dan Lilker yang punya band Grind sangar, Brutal Truth ! dengan memadukan elemen Sampling dan Power Electronics. diambil dari materi album ke-2 Nya " Ethos Musick " tahun 1994 rilisan Relapse records dan Nuclear Blast records sendiri adalah salah satu Distributor terbesar-nya. Think of a slightly slower, exponentially heavier, rougher around the edges, more grinding Brutal Truth and you won't be far off the mark. Indeed, the prodigious use of blast beats sound very 'Truth–like. To the casual listener, the bands are similar, but look a little deeper and the differences are obvious. While BT were at the time were generally fairly straight forward musically, some of the songs here will occasionally drop out of full on grindcore fury into an old time rock 'n roll beat, an acoustic guitar passage or a prog rock improvised guitar solo. INCANTATION dengan " Nocturnal Dominium " mencoba mengenalkan materi album ke-2 nya " Mortal Throne of Nazarene " Tahun 1994 dibawah bendera Relapse Records, Frontman Gitaris John McEntee membawa Pengaruh Bermusik Mortician dan Immolation untuk menciptakan Elemen Occultisme gelap Incantation. melanjutkan konsep Hitam album pertama " Onward to Golgotha ", Vokalis gitaris Craig Pillard membawa karakter Vokal Horrific untuk mendominasi Struktur musik yang kerap diselimuti dengan Kegelapan. Imagine all the furnaces of hell devouring the earth through a wind tunnel of eternal hatred. This immeasurable hate, so pure and uncompromising, is fueled by the omniscient fury of blast beats, tremolo picking, and the evilest, lowest vocals To enter this scorched and vitriolic realm is to at once pass the point of no return. Incantation manifests its bestial malignancy in the form of devastatingly brutal death metal, complete with some of the most dismal, diabolical doom ever recorded. If ever there was a death/doom album, this is the end-all be-all. Swedish Death Metal yang kini Lebih bergeser ke elemen Symphonic/Operatic Metal, THERION dengan " Black (1994 Version) " juga sebelumnya belum pernah dirilis. sudah mulai memadukan gaya Oriental musik ketimbang tampil Pure Death Metal seperti sejak awal band ini terbentuk tahun 1987 di Stockholm. kemudian Track " Black " ini direkam kembali untuk materi full album Ke-4 " Lepaca Kliffoth " tahun 1995 via Megarock Records yang kemudian dirilis ulang dalam format digipack ditahun 1996. masih tampil Trio, Therion mencoba memainkan Eksperimen Musiknya dengan nada2 Unik. A transitional phase between the band's death metal roots and the hybrid of symphonic, gothic metal they would carry forward for the rest of their years. This is an extremely dark album. The band retains their fascination with obscure occult magicks and prophecies within the lyrics, and the music revolves around very simple mid-paced metal riffs drenched in the vocal libations of Christofer Johnsson. Kelar itu, Suasana dibikin Chaos dengan Track Ganas Milik THE ABYSS " Psychomantum ", side Project Hypocrisy member ini memang 100% bukan Memainkan Konsep Death Metal, namun lebih ke sentuhan Brutal Black Metal Intensif ! lihat bagaimana Kepiawaian Hypocrisy member berubah Kulit sejenak menjadi Band Black Metal yang cepat. dari materi album pertama " The Other Side " tahun 1995, ada yang unik dari formasinya, Peter Tägtgren yang kita kenal sebagai Gitaris di band proyek ini malah memainkan Instrumen Drum dan Bass, sementara Drummer Lars Szöke malah menjadi Gitaris dan Vokalis, tranformasi yang unik memang untuk membuat kesan yang berbeda hehehe .. Great blastbeats with some thrashy and doom metal beats contain enough variety to keep you interested. I was also surprised that Lars took over guitar duties and does so quite well. is a great Swedish black metal album with great melodic ideas splattered throughout. I recommend this to all fans of early Marduk and similar Swedish acts, as well as to those who are simply curious about how Hypocrisy would sound if they were black metal. tapi sayang band ini cuman memiliki 2 album saja sebelum akhirnya membubarkan diri karena kesibukan utama mereka sendiri di Hypocrisy. dan INCUBUS selanjutnya mengakhiri Konten CD pertama ini dengan Track " The Battle Of Armageddon ", seperti yang kita tahu band Death/Thrash Pionir asal Metairie, Louisiana, Amrik ini mulai merasa Risih Jika nama mereka kalah Keduluan secara Komersial dengan Band Alternative pop rock amrik dan memutuskan menggantinya menjadi Opprobrium. diambil dari materi Unreleased Track yang kemudian ditampilkan kembali dalam Album ke-3 mereka sebelum berubah nama " Serpent Temptation (1996 version) ", dengan komposisi Rekaman Ulang pada Vokal. The vocals are a nice median between thrash shouts and grunted death metal growls which suits the music quite well since the style is a hybrid of death and thrash metal. are filled with fast vicious riffing and double bass lines without losing focus on songstructures. There is also a lot of powerfull mid tempo riffing accompanied by a ferious shouter spitting out mankind threatening issues. Incubus somehow manages, this also goes for their prevoius effort, to create their own sound of sonic violence combined with a crushing dark atmosphere. mengakhiri pada Pertemuan di CD pertama yang mayoritas didominasi oleh beberapa Rilisan Nuclear Blast Records sendiri.

CD 2
Agak sedikit berbeda dengan CD pertama, pada CD ke 2, karena di CD ini lebih banyak menampilkan Band2 yang Bukan Rilisan Nuclear Blast Records, melainkan beberapa Distributor records lainnya yang ingin berpromosi secara bersama sama dalam album kompilasi, sebuah Strategi dagang menarik dilakukan oleh Nuclear Blast Menjual semua Rilisan dan beberapa Distribusi Partner-nya, simbiosis mutualisme-lah hehehe ... CONVULSE dengan Track " Years Of Decay " menjadi Track pertama di CD ke-2 ini. Death 'n' Roll kenamaan asal Nokia, Finlandia yang terbentuk dari Tahun 1990 dengan nama S.D.S. adalah sebuah band dengan genre Speed Metal. mengambil materi dari Album Ke-2 Mereka " Reflections " Tahun 1994 Via Relapse Records, band ini menyuguhkan permainan Death N Roll kental dengan Karakter Swedish Sound In The Vein Dismember atau Entombed merekam materinya di Sunlight Studios, Swedia. dengan typical bermain yang mengingatkan Gw dengan Pungent Stench Atau Gorefest era " Erase ", Convulse lebih banyak menawarkan aransemen musik yang Catchy dan Roll. Convulse’s second album expecting to hear good ol’ fashioned death metal that you were raised on since you were a wee lad, you might be returning to your local record store a Very unhappy camper; unless you listen to the album, keeping an open mind and not expecting anything in particular. I may have convinced you that this is a shit album, or some sort of sell-out not worth your time, but it’s quite the opposite. Any fan of metal who hasn’t heard any Death N roll material should definitely give this album a spin, for it is quite the refreshing experience. While most of the album has been fairly light hearted and increasingly cheesy, “Years of Decay” is a call back to Convulse’s good old death metal days, with a riff sounding like a rock band covering a death metal song. This is the closest thing to a real death metal song as you’re going to get folks, so enjoy it. DIVINE EVE melalui " Velvet Of The Godless " dari album , masih kental mengusung gaya Old School Death metal dengan Raw Sounding cukup mengingatkan dengan beberapa demo lawas Swedish Death Metal Dismember, Entombed, Carnage hingga Grave banget. Doom/Death Metal Dengan sentuhan Grindcore asal Plano, Texas, Amrik ini eksis sejak 1992 dengan nama Catharsis, hingga saat ini band ini masih belum memiliki Full album selain Demo, Ep, Spli dan Kompilasi album pernah menampilkan drummer Kyle Severn dari Incantation. materi " Velvet Of The Godless " diambil dari Demo Promo 1994 yang khabarnya akan pernah dirilis Oleh Nuclear Blast Records dan Candlelight Records dalam format Vynil namun sayang tidak terealisasi, padahal band ini pertama kali Gw kenal adalah lewat Ep " As the Angels Weep " tahun 1993 dilepas oleh Nuclear Blast Records. All the right things within this genre are done right; there's some brilliantly executed tempo changes, competent and passionate musicianship, and one hell of a production job that matches rawness, thickness (the guitar tones!) and clarity with disturbing ease. A really excellent release and it's a shame Divine Eve never really followed this up. lalu HORDE dengan " Invert The Inverted Cross", Black Metal band Melbourne, Victoria, Australia adalah One Man Project serius dari Anonymous alias Jayson Sherlock yang merupakan mantan Member Mortification, terbentuk sejak tahun 1994, band ini hanya mempunyai 1 member, sedangkan untuk urusan Penampilan panggung hanya melibatkan Musisi pendukung saja. namun begitu Boss Nuclear Blast, Markus Staiger sangat menyukai Typical bermain band ini yang Pure Black Metal Tradisional dan sanggup menjadi Executive Produser untuk album pertama ini. There is the familiar hissing in the background, the crackling static of the guitars as they blend together in storms of white noise, and Anonymous' vocals shrieking and snarling in the background with tons of echo. But there is also some heavy bass presence to the sound as well, and it somehow sidesteps that thin, half-alive coldness that Darkthrone. The kick drum can actually be heard on this record, and it really gives the roaring music some extra power. The drums are performed in typical black metal fashion and not technical at all, although Jayson is very skilled and he provides interesting patterns to keep you throughout the album. The rhythm guitars sound fussy, purposely and are not intended to provide any other thing but this cold atmosphere typical to early black metal. CELESTIAL SEASON selanjutnya memperkenalkan Track " Above Azure Oceans " , Doom/Death Metal asal Nijmegen, Gelderland, Netherlands yang terinspirasi dengan Konsep bermain band2 Inggris. mencomot dari materi Demo " Promo 1994 ", konsep band ini lebih banyak mengingatkan dengan in the Vein My Dying Bride dan Paradise Lost, that bellow-barrage of Tyrannosaurus vocals stomping all over insatiable dirge rhythms charged with the cheer of the homeless, the foundation for the atmospheric style that had mostly a love-hate relationship with fans. Cries of boredom were common. So were salutes to the obscure. Also similar was the literary connotation - duskish and transcendent in its beauty, the stuff that makes budding writers pick up a pencil and wax on poetic, we could only assume the group's appreciation for lyrics from the titles and assimilating them to other bands whose league they were working their way into. MEATLOCKER selanjut melaju beda dengan Lagu " Oi Hate ", Crossover/Thrash asal Florida Amrik bentukan dari mantan Gitaris band Intruder, Rotten Ron Hanisco ! dengan Kualitas sounding yang Keren digarap di Morrisound Studios, menyuguhkan gaya Crossover/Thrash dengan sentuhan Punk Rock yang kental, sayang banget Gw kurang begitu menikmati sajian genre ini, I'm Sorry. EMINENZ lalu meluncur dengan " Dark Millenium ", Black/Death Metal band pertama di Scene Jerman yang eksis sejak Tahun 1989 dan pernah membuka Konser Mayhem dijerman tahun 1990. mencomot track tersebut dari materi album pertama " Exorial " via Lethal Records setelah merilis 5 Demo-nya. dengan Komposisi Pure Black Metal yang Tradisional banget melalui Raw Sounding, Not that either the band or the music on this album is bad by default, quite on the contrary, their unique style is quite charming in itself. It could be best described as old-school atmospheric Death Metal, a bit similar to Thou Shalt Suffer or the Darkthrone debut in aesthetic, but more simplistic instrumentally, and more epically arranged (songs average above six minutes), and with a solid touch of blackened atmosphere that carries a slight Samael or Rotting Christ note with a bit more dramatic pomp in the keyboards (perhaps comparable to a way darker version of the more epic outfits of traditional Heavy Metal - Maiden and Manowar come to mind). kemudian PHOBIA, Grindcore Pioner andalan Orange County, California yang eksis sejak Tahun 1990 pimpinan frontman Vokalis Shane Mclachlan meraung dengan Track " Degrading Humanity " Meluncur cepat dan ganas dari materi Ep " Return to Desolation " Tahun 1993 yang dirilis oleh Relapse Records, masih dengan gaya Raw Sounding dan sentuhan kental elemen death Metal, terlalu Naif bila Phobia ini Gw sebut sebagai " Pure " grindcore band ! It's filled with some very catchy riffing from beginning to end that varies from mid-tempo to all out blasting. This is a great way to start everything off. Next up is the title track. It begins with a series of headbanging thrash riffs and even has a nifty guitar solo at the end, but the rest of the song consists of boring snare blastbeats with very little depth. The same lifeless grind blasting continues is a slightly above average release of thrashy death/grind ! lalu SEPTICFLESH dengan " Return To Carthage " dari materi Album perdana mereka " Mystic Places of Dawn " tahun 1994 via Holy Records, dedengkot Pioner Metal asli Athens, Attica, Greece sejak tahun 1990 tetap mencoba konsis dengan konsep Atmospheric/Symphonic Death Metal, beberapa sentuhan Sampling Keyboard memang lebih menambah elemen Atmospheric/Symphonic pada komposisi musik yang mereka tawarkan sejak pertama. tampil Trio bukan menjadi Halangan Bagi band ini untuk melaju Unik kencang dengan Full album pertama ini. Mystic Places of Dawn sports a fitting name, representing both the dawning of a new, suffocating vision along with the mind-bending mystery surrounding it. It's an album cloaked in melancholic beauty, churning deep with macabre doom riffs and a crestfallen atmosphere so penetrating that it breathes life into its own murky corridors. Almost nowhere to be found are the potent symphonic elements so prevalent on later albums like Communion; this is a pure ritual founded on the flesh and blood of ancient gods. a crushing wonder of a song that features impeccable violin accompaniment during a whimsical midsection. symphonic ambiance, and it never gets boring for a second. This arrangement is absolutely genius and must be heard to be believed. pernah membubarkan diri tahun 2003 karena masalah Intern band namun reunian kembali pada Tahun 2007. MORTICIAN, Grindhorror Populer asal Yonkers, New York / Long Pond, Pennsylvania yang sudah eksis dari 1989 menyerang dengan Intensitas Death/grind sangar dan singkat dari album full perdananya " Hacked Up for Barbecue " Tahun 1996 via Relapse records, sebagai salah satu band Populer dirosternya Matthew F. Jacobson, Mortician akhirnya lebih populer sebagai band pengusung tema2 Film Horror. The music itself has a very minimalistic approach to song-writing, with songs often featuring only 2-3 riffs which take after the likes of Celtic Frost, Morbid Angel, and Obituary. While simple, the riffs are catchy all at the same time. Other songs show off a slower, doomier sound similar to what Bolt Thrower and Incantation were doing at the time, most notably the brooding insanity. The typical song on this album is some lame sound byte of a guy getting chopped up (for like half the song’s length), a few seconds of super-distorted bass, then the song. BELPHEGOR dengan " In Remembrance Of Hate And Sorrow ", Salzburg, Austria Black/Death memperkenalkan Materi Full album pertamanya " The Last Supper " via Lethal Records yang fenomenal sebagai awal kemunculan Belphegor dengan typical kejam Death/Black Metal dengan Lirik2 Anti tuhan ! The Last Supper is full of ominous black metal riffing supported by a ton of fast and unrelenting drumming and two different vocals used interchangeably. Very energetic. BUT it would get pretty old after a while if that’s all there was. Behold, drawn-out melodic sections, rhythmic and variable drumming, a few atmospheric intermissions, even guitar solos that could’ve easily been snagged from some 80’s thrash anthem. The diverse vocal styles also help make this album more exciting. Constantly shifting between death metal growls and black metal shrieks is almost always a great touch (see: Arkhon Infaustus) and let’s you know: yes this band is crazy. Don’t fuck with Belphegor; they will not only torture you in the name of satan but probably devour your mangled carcass afterwards. ACHERON dengan " Slaughterization For Satan " dari album full ke-2nya " Lex Talionis " Via Lethal Records. band yang sebelumnya bermarkas di Tampa, Florida ini memang menjadi Kontroversial pada materi album pertama mereka " Rites of the Black Mass " Tahun 1992 yang lyric lagunya banyak di sadur dari Buku Satanic Bibble setelah Frontman Gitaris Vincent Crowley menjadi Pengikut Gereja Setan Pimpinan Dr. Anton Szandor LaVey's ! memang fenomenal banget Reputasinya pada era 90-an. Once again Acheron present straightforward, aggressive and pretty simple, yet very hard-hitting and effective Satanic old-school death metal. Just like on the debut, Acheron don’t use any blast beats at all here, “Lex Talionis” is a good choice for those of you who like death metal but don’t care for blast beats. Many times you can understand the lyrics without reading them at the same time and Vince also sounds like he means what he says. The lyrics are very direct, no hard to understand metaphors used here! Mr Crowley simply rams his message down your throat totally unapologetically. dan Lethal Records sendiri menjadi rekanan Dekat dengan Nuclear Blast records, label yang bermarkas di Austria milik Michael Piesch Vokalis band Totennacht dan Werwolf ini memang banyak merilis Band dengan genre Black/Death sebelum akhirnya menutup selamanya label ini. DECEASED melaju dengan " The Triangle ", Pioner Death/Thrash Arlington, Virginia yang dikenal sebagai Band pertama bergabung dengan Roster Relapse records ini mencoba memperkenalkan materi album Full Ke-2nya " The Blueprints for Madness " Tahun 1995 via Relapse records masih kental memainkan Genre Death/Thrash yang Khas Deceased banget ! For while its riffing variation and the horror-borne atmosphere through the album are nearly as potent as its successor Fearless Undead Machines, the production here pretty much kills the deal, holding it back from that plateau of greatness they've since achieved and, in my humble opinion, never stepped down from. It isn't that this album lacks charisma, but the guitar tracking in particular leaves much to desire, and I'd almost love to hear a remix of Blueprints. Keep the music, toss in better leads, and certainly keep the incredible with the lyrics and concepts behind the songs here are classic sci-fi weird/horror which Deceased have proven one of the best at translating into the medium. As with the later albums, Fowley really gets into character, and each piece feels like a 'story', often told from a first person perspective, which draws my imagination back to late nights watching films on the TV horror block which were morbid and memorable despite a lack of budget. kelar itu giliran Symphonic Black Metal Populer terbaik UK yang penuh dengan Kontroversinya, CRADLE OF FILTH mengagumkan indera dengar dengan Track " To Eve The Art Of Witchcraft " yang dicomot dari full album perdana sukses mereka " The Principle of Evil Made Flesh " Tahun 1994 via Cacophonous Records. Dani Filth Cs ini masih tampil dengan Formasi terbaik mereka untuk menciptakan Masterpiece Symphonic Black Metal Fantastis di era 90-an sekaligus melambungkan nama mereka jadi Sukses secara Komersial pada setiap Rilisannya. The symphonic approach is evident: orchestral strings and pizzicato strings create the most beautiful instrumental melody Cradle of Filth ever had in its history, and they just make you wish for more black metal Cradle. Sadly, the song fades away, and thus finishes the album. this is the best Cradle of Filth album. Its melodies are catchy and atmospheric, the rawness of the recording brings a great black metal feel and Dani's screeches aren't as annoying as on Vempire or Dusk and Her Embrace. If only Cradle would've recorded Vempire, Dusk, Cruelty and Midian with the same quality as Principle, not only would they be a little more respected in black metal circles, but probably they might be able to dethrone Dimmu Borgir from being my favorite ex-black metal band. Murder Metal MACABRE kemudian tampil memukau dengan " Fishtales " dari Ep " Behind the Wall of Sleep " tahun 1994 via Nuclear Blast records yang awalnya adalah rekaman materi Demo yang direkam oleh enjiner Vance Campbell of EyeGouger. Trio Asal Downers Grove, Illinois yang eksis sejak 1984 yang khabarnya adalah band Death Metal pertama yang memadukan elemen Grindcore elemen. masih dengan Karakteristik khas Vokal Unik, Blastbeated Drumming Rapat dan Dinamic Bassist, Macabre selalu mengusung Konsep bermusik yang Unik pula tanpa melepas ikatan kuat Attitude Death/grind killer-nya ! as Macabre often does, death metal with some folk songs. Since, as I mentioned before, the theme is sailor songs, is a mid tempo, but undeniable heavy tune. Corporate Death alternates his high pitched death metal growl with the lower one, showing Macabre’s unique style. Too bad the production makes it sound as an illegible ball of sound. CANDIRU berikutnya menawarkan konsep Industrial metal dengan pengaruh Kuat In The Vein Godflesh ! meski hanya menggunakan Eksperimen Drum Machine dan beberapa Sampling, Band asli Camp Hill, California yang eksis sejak 1991 ini adalah bentukan Frontman Pat McCahan dari Exit 13. Track " Stained " ini sendiri sebelumnya belum pernah dirilis dan akhirnya oleh D-Trash Records dimasukkan dalam materi album Ke-2 nya " Unreleased and Dug Out " menyusul Sukses Penampilan Album perdana mereka " Unloved and Weeded Out " tahun 1993 via Relapse Records. The band was highly experimental; more of an experimentation with drum machines and samples than actual metal. Some songs were repeated samples over drum beats, some were guitar driven songs with random sampling. KONKHRA dengan " Chaos To Climb " selanjutnya mencoba memborbardir dengan sentuhan Intens Death Metal enerjik attitude-nya ! salah satu Pioner Death Metal Kebanggaan Denmark Scene ini tentu reputasinya begitu Populer di Era 90-an sejak terbentuk tahun 1989 memiliki Karakter Sounding yang Ciamik ! dari materi album perdana " Sexual Affective Disorder " via Progress Records, Band ini cukup tampil fantastis mengagumkan dengan Konsep yang premier Death/Thrash Dinamis abis ! walau direkam di Sunlight Studio, band ini malah tidak tampil familiar dengan sounding yang dibuat oleh Enjiner Tomas Skogsberg yang selalu terkenal dengan karakter Swedish Sound-nya. Lebih terasa Tajam Mengiris dengan Komposisi Musik enerjik dan Dinamis menjadi Kekuatan ampuh menancapkan taring tajam pertamanya di kancah Extreme Metal ! Gitaris Legendaris Death Metal populer seperti James Murphy saja pernah tertarik dengan Konsepsional Konkhra sehigga memutuskan pernah memperkuat Formasinya pada Tahun 1997-1999, dan 2009. dan masih dari Scene Denmark, Giliran ILLDISPOSED, band yang awalnya selalu tampil kontroversial dengan beberapa aksi Vandalisme-nya ini melaju garang dengan " Whithering Teardrops " yang dicomot dari Ep " Return from Tomorrow " tahun 1994 via Nuclear Blast Records, dan aslinya Ep ini punya Titel asli panjang sebagai "Return from Tomorrow - Attitudes and Long Term Adjustment of Patients Surviving Cardiac Arrest" ini Illdisposed masih sangat sadis menawarkan Karakteristik Death Metal gahar ! sementara waktu itu Gw sendiri sangat suka dengan album pertama mereka " Four Depressive Seasons " tahun 1993 di Progress Records. all the riffing is super predictable, with mercilessly overused chord progressions that you've heard in every melodeath song ever, but they're just SO DAMNED GOOD that you can't help but love them. On another note, the lyrics are borderline incoherent with a lot of cool stanzas which have no relation to each other at all. But then again, it just adds to the attitude, as if the entire band just walked into a bar without pants and you're afraid to point it out because you'll be struck repeatedly. agak mendinginkan suasana adalah penampilan berikutnya dari Doom/Death Metal inovatif asal New York City WINTER yang eksis mulai Tahun 1988, Trio Doom/Death Metal ini mencoba memperkenalkan Ep " Eternal Frost " Tahun 1994 setelah sukses dikenal lewat album pertamanya " Into Darkness " tahun 1994 masih bersama Nuclear Blast Records. Ep ini sendiri mulai memasukkan elemen instrumental / ambient track semakin menambah Imej Desperatif dan Sorrow-nya. a band that gleefully combined Celtic Frost obsessed death metal with crusty punk noises and a generally ecological lyrical outlook. If you’re already a fan of bands like Amebix or Hellbastard, you’ll be well informed to dive right in here, but if you ain’t let me explain. If you take the generally raw and bristled sound of most hardcore punk and combine it with growling, grunting vocals and an eye towards writing slow and syrupy riffs with tempos that are mid-tempo at their speediest, you’ll have a notion of the “crust” sound at it’s core. one mother of a doomy feel, truly lumbering and painful riffing !! dan penampilan Terakhir CD ke-2 ini di akhiri oleh Track " Unrest "nya milik American grindcore/crust punk Legendaris, DISRUPT dari album Full Pertama secara Mainstream " Unrest " Tahun 1994 via Relapse Records setelah sebelumnya lebih banyak merilis Rilisan Independen. menambah Nilai Jual lagi, Nuclear Blast Records pada Kompilasi Andalan Jilid ke 3 ini menambahkan Bonus Poster Ukuran 12x12 pada box Kemasan digipak dan VHS Terbatas hanya 3000 Kopi. Semua materinya dimastering di TTM Mastering, Berlin. sementara Kristian Wahlin yang banyak menulis Informasi terkait lagu dalam Booklet CDnya. menjawab banyaknya permintaan Konsuman, Jilid Ke-3 kompilasi ini pun mengalami beberapa kali Rilisan Ulang dalam Berbagai Format. menjadi sebuah Rilisan Memorable deh untuk semua rilisan kompilasi Death... Is Just The Beginning ini, awal mula gw banyak dikenalkan dengan Band2 Metal dalam konten-nya. hmmmmmm .....







Add to Cart More Info