Tampilkan postingan dengan label 1991. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1991. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Lemming Project - Extinction CD 1991



























Lemming Project - Extinction
Noise Records 1991

01 Injection 01:33
02 Hysteria 06:54    
03 Dust 06:31    
04 Experiments 05:50    
05 Zerfall 07:06
06 The Sperm of the New Generation 04:11    
07 Ovens 04:36    
08 Rejections 02:16


Thomas Jaschke - Bass
Torsten Zeifert - Drums
Michael Schmale - Guitars
Hendrik Vanegrow - Vocals
Volker Schmitz - Guitars


Menjadi begitu Fenomenal konsep musik Death Metal seperti ini di Scene Indonesia di era 90-an, Death Metal Old School dengan sentuhan Hitam karakter Black Metal tetap menjadi pilihan Terbanyak beberapa band Metal yang baru terbentuk untuk terpengaruh membawakannya diatas panggung dan aransemen lagunya. memang di era awal kebangkitan musik metal di Indonesia banyak yang ga bisa melepas nama2 terkenal seperti Blaspherion, Masacre ( kolombia ), Benediction hingga Lemming Project ini, selain dianggap memiliki Struktur musik yang mudah dicerna dan dipahami, konseptual seperti ini lebih memiliki Greget tersendiri dan memorable buat Band2 yang untuk pertama kalinya memulai Karir bermusiknya, Hayoo ngakuuu hahahaha ... nama Lemming Project bisa dikatakan sebagai salah satu Pioner perkembangan Death metal pertama di Jerman scene, band yang pernah bermarkas di Dortmund, North Rhine-Westphalia ini terbentuk tahun 1986 an sebagai Band Cover version hingga akhirnya Tahun 1990 baru mengeluarkan Demo pertama yang 1 tahun kemudian Dirilislah album pertama " Extinction " yang memang menarik perhatian Boss Perusahaan rekaman Metal terbesar Jerman saat itu, Noise records, Karl-U. Walterbach yang sudah membidani Banyak band Terkenal seperti Kreator, Gamma Ray, Celtic Frost, Coroner, Iron Saviour, Helloween, Kamelot, Rage, Messiah, Mordred dan masih banyak lagi. sebuah Kesempatan emas jika Karl-U. Walterbach menjadi Produser eksekutif untuk materi Perdana Lemming Project ini. Scratch just a little beyond the surface, though, and you will encounter business as usual, a smattering of influences from the usual suspects of the Floridian scene, with the local thrash of heroes Sodom, Destruction and Kreator almost inescapable. Masih menawarkan Konsep Old School Death metal dengan sentuhan elemen Kelam dan Hitam pada hampir setiap struktur Musiknya. Sentuhan kental elemen Kuat Atrocity era " Hallucinations ", Bolt Thrower, Asphyx, Grave hingga Death awal memang terasa padat dan tersusun rapi hampir disetiap celah progresi permainan Lemming Project dialbum pertama ini yang dimulai dengan Track " Injection " adalah sebuah Intro Horrific yang menampilkan solo epic Death Metal Vokal dari Volker Schmitz disertai dengan sayatan Hitam Riffing Gitaris Michael Schmale memberikan kesan Horror pembukanya track " Hysteria ", Punchy, rich distortion with just a fleck of grime upon it that lends a dark and gloomy overall aesthetic to the pummeling, low end focus of the guitars. In fact, they've got quite a thrash undercurrent as well. Hentakan Old School Death metal kental gaya Bolt Thrower dan Atrocity awal sepertinya menjadi hidangan pembuka awal disini, karakter death metal vokal Growl parau ala Martin Van Drunnen begitu kuat menancap pada style bernyanyi Hendrik Vanegrow, sementara struktur musiknya masih belum begitu kuat menampilkan greget selain Middown tempo untuk Headbang Party aja, lebih terdengar Old School banget ditambah dengan Deep Echo Character Vocals. dragging their knuckles in ominous, growls that linger just beyond the beat of the drums; and strangely the most effective in the creepy. yupz Partisi musik seperti inilah yang lebih mudah memang dicerna para metalhead era 90-an dengan karakter Klasiknya yang simple dan Catchy. lalu " Dust " tetap menawarkan Catchy Simple Riff yang maunya ngajakin adrenalin kita buat headbanging terus dengan beberapa Thrashing Riff Style-nya Sepultura era " Arise ", kadang Kesan Boring muncul, kadang tenggelam dengan sendirinya melalui beberapa Catchy Memorable Part. " Experiments " Part awalnya akan lebih mengingatkan kita dengan Stylenya Slayer banget ! it seems to continue improving into the somber, caveman thrash of the bleak historical mirror. mungkin selanjutnya " Zerfall " terlalu mengumbar karakter Membosankan dengan gaya Doomy Statis-nya, apalagi Track ini menjadi Track paling panjang di album ini yang harus menghabiskan durasi 7 menitan. meski ga banyak yang terlalu Istimewa buat Gw tuliskan disini, menjawab salah satu Fenomenalitas yang terjadi di semua scene termasuk Indonesia sendiri, mencerna bagian yang simple memang adalah hal pertama dilakukan untuk menggali lebih dalam dari sebuah kematangan dan kedewasaan bermusik. which are quite as resonant as anything found in the core release; the latter having some nice, trailing melodies to the slowy surging barbarian death/thrash rhythms. Sayang memang kalau Band ini harus berakhir karirnya Pasca Album Ke-2 " Hate and Despise " tahun 1992 ditambah dengan Meninggalnya Frontman Gitaris Michael Schmale pada 17 Februari 2005 karena Gagal Ginjal yang dideritanya. serious and obsessed with the overlap between science, civilization and mortality, with an inherent relevance that has not subsided in the 20 years since this album dropped. Extinction cannot be deemed a complete triumph, as the listener must excavate through a sizable share of dull riffing to get to the good bits. That aside, it's decent and effectively dark. might wanna give this a spin and disappear into its eroded bowels.







Add to Cart More Info

Senin, 16 Maret 2015

Helloween - The Best, The Rest, The Rare CD 1991



























Helloween - The Best, The Rest, The Rare
Noise Records 1991

01 I Want Out 04:38
02 Dr. Stein 05:02    
03 Future World 04:02    
04 Judas 04:40    
05 Walls of Jericho 00:48    
06 Ride the Sky 05:55    
07 Halloween 13:17    
08 Livin' Ain't No Crime 04:40    
09 Save Us 05:12    
10 Victim of Fate 06:58    
11 Savage 03:22    
12 Don't Run For Cover 04:43
13 Keeper of the Seven Keys 13:36


Markus Großkopf - Bass
Kai Hansen - Guitars, Vocals On Track 4 And 6
Michael Kiske - Vocals
Ingo Schwichtenberg - Drums
Michael Weikath - Guitars


Jika ada pertanyaan, Apa album paling terbaik sepanjang masa Helloween?? Pasti akan Gw jawab, Album Kompilasi " The Best, The Rest, The Rare " !, kenapa? Karena ya memang Kumpulan lagu2 terbaik dan Fenomenal sepanjang karir Helloween semuanya terdapat dalam 1 kemasan disini. salah satu Legendaris penting perkembangan genre Power/Speed Metal terbaik Jerman yang juga menjadi salah satu inspirator penting Perkembangan Populer Power/Speed Metal Internasional Helloween memang banyak mencetak Track2 Fenomenal sejak pertama terbentuk tahun 1983 di Hamburg, Jerman memulai debutnya adalah cikal bakal band dengan nama Gentry yang terbentuk tahun 1978 oleh Gitaris Kai Hansen bersama Vocalis/gitaris Piet Sielck, yang kemudian mengajak Drummer Ingo Schwichtenberg dan ga lama kemudian menarik pula Bassis Markus Grosskopf dan untuk pertama kalinya menulis Track2 terkenal sepanjang karir Helloween sendiri seperti " Murderer, Heading For Tomorrow, Iron Savior, Gorgar, Metal Invaders, Save Us, dan Victim Of Fate ". Tahun 1981, nama Gentry dirubah menjadi Second Hell yang 1 tahun kemudian berubah lagi menjadi Iron Fist in 1982, dan akhirnya pilihan mantap menggunakan nama Helloween tercapai pada tahun 1983 sebelum akhirnya Piet Sielck memilih mengundurkan diri kemudian diketahui membentuk Iron Savior dan Savage Circus dan digantikan oleh Michael Weikath, sementara Posisi Vokal akhirnya dirangkap oleh Kai Hansen sendiri, dan dengan lengkap masuknya Michael Kiske, menjadikan Formasi Helloween terbaik sepanjang masa oleh beberapa media. meski sebelumnya Helloween juga sudah merilis album kompilasi terbaik " Pumpkin Tracks " tahun 1989, namun " The Best, The Rest, The Rare " tetap menjadi album Kumpulan Terbaik karya2 Helloween ! sebut saja Track Momentum luar biasa dari band ini paling terkenal adalah " I Want Out, Dr. Stein, Future World, Halloween, kayaknya semuanya deh lagu2 Paling keren yang pernah diciptakan oleh Helloween hehehehe, dan ini adalah karya2 maha dasyat sejak album pertama " Walls of Jericho " tahun 1985 hingga tahun 1991. Best of albums are always a bit of a touchy subject, especially in the world of heavy metal. Most of these are met with disdain and seen as nothing but a sell out. Sometimes though, a band releases one like this. One that is a very good representation of the band as a whole and would make a great first impression for a new listener. Helloween pretty much falls into 3 separate eras, the Classic era, the experimental period, and the revival period. This release, which came at the very end of the classic era of Helloween, is essentially the prime rib of that particular era of Helloween. betapa gw ingat banget untuk pertama kalinya gw kenal rilisan kasetnya untuk pertama kali saat gw duduk di bangku SMP kelas 1, saat seorang teman gw meminjamkan kaset ini kepada gw, sebelumnya gw udah mendengarkan album Konser Helloween adalah " Live in the U.K. " tahun 1989, karena memang memuat lagu2 keren yang hampir setiap hari menemani Gw waktu belajar dan Tidur dikamar, ya setiap hari kaset kompilasi ini gw puter, dan akhirnya pernah sampai 3x gw pinjem balik ma sobat gw itu hehehehe, karena ingin beli sendiri sudah kehabisan stok akhirnya solusi terakhirnya adalah meng-kopi kaset ini, dan sialnya, durasi kaset ini sangatlah panjang ( pada saat itu Durasi Kaset kosong terlama adalah C-90 .ed ) karena memang membutuhkan Kaset Kosong yang C-120, sialnya memang di Blitar tidak ada yang menjual Type ini, yah terpaksa deh beberapa lagu harus ga kebagian Pita belakangnya hik .... itulah menjadi kenangan memorable Gw saat pertama mendapatkannya. " I Want Out " bisa secara jelas gw dengerin disini, bayangkan saja sebelumnya gw sering mendengar lagu ini dibawakan oleh Band2 Rock Metal kota gw yang era 90-an masih kerap Cover song " I Want Out " seperti bisa membangkitkan semangat belajar atau mengerjakan Pekerjaan Rumah saat itu loh hehehehe ... dan lagu ini sendiri dicomot dari Album Sekuel kedua " Keeper of the Seven Keys Part II " tahun 1988 termasuk membawa juga track lainnya seperti " Dr. Stein " dan Track Fenomenal dengan Durasi panjang 13:36 Menit !! yupzz siapa yang ga kenal Track keren seperti " Keeper of the Seven Keys "?? sayang track bagus kayak " Eagle Fly Free " ga masuk nominasi bagi Helloween hehehehe, sementara album " Keeper Of The Seven Keys Part I " tahun 1987 cuman diambil track " Future World " dan " Halloween " yang terlupakan adalah Lagu " A Little Time " dan " I'm Alive  " malahan. lalu Track paling Cadas " judas " diambil dari Single " Judas " Tahun 1986 dan masih kita rasakan sendiri Powerfully Vocal-nya Kai Hansen merangkap sebagai Gitaris, sebuah lagu Helloween yang masih terasa kental elemen Speed/Thrash era 80-an nya. dari album full pertama " Walls of Jericho " tahun 1985, terpilih track Instrumen " Walls of Jericho " yang mementum banget Atmosfirnya dengan " Ride the Sky " kembali lagi Kita masih rasakan Tarikan Kuat Pitch Vokal melengking Kai Hansen pada materi album pertama ini. Materi Single " Dr.Stein " tahun 1988 terpilih Lagu " Livin' Ain't No Crime " dan " Savage ". Single " I Want Out " tahun 1988 memilih " Save Us " dan " Don't Run For Cover " dan terakhir adalah Track " Victim of Fate " diambil masih dari Single " Dr. Stein " dalam format CD Version adalah versi terbaru lagu ini yang sudah memasukkan Karakter Vocalis Michael Kiske, dan sebelumnya " Victim of Fate " vokal masih di isi oleh Kai Hansen. dan yang lebih keren lagi adalah Proses remaster album kompilasi terbaik yang digarap oleh Enjiner terkenal, Bernd Steinwedel di Überspielstudio Nard, Bermen yang kepiawaiannya sudah dikenal menggarap beberapa Album band seperti Crack Up, Crematory, Edguy, Destruction, Rage dan masih banyak lagi menjadikan Kumpulan lagu2 Helloween seperti terasa kita mendengarkan 1 album saja, padahal gw tahu sendiri kalo setiap materi disini direkam pada 4 studio yang berbeda, sementara Karl-U. Walterbach, boss dan produser dari Noise International tetap duduk sebagai Executive Producer. sedangkan Frederick Moulaert, Seniman asal Diegen, Flemish Brabant, Belgia kebagian job mengurus artwork dengan tetap membawa Imej Khas Helloween. dan untuk menikmati keseluruhan lagu2 terbaik ini sisihkan durasi total waktu 01:16:53 untuk 13 Hit Track Helloween dengan formasi terbaiknya. Just wanting to consolidate your best of Helloween onto one cd, this is a pretty good place to start. Helloween has some great songs that aren't on here, but this album has what I feel and many others feel to be their best. Its definately worth the cash. You'll probably never find Michael Kiske singing some of Kai Hansen's songs on any other albums. sayang memang Jika Helloween harus turut kehilangan mendalam atas kepergian selamanya Drummer Ingo Schwichtenberg pada tahun 1995 karena Bunuh diri atas tekanan depresi kuat, penyakit schizophrenia dan pengaruh Obat Bius. dan debutan terakhirnya adalah materi album " Chameleon " tahun 1993, yang kemudian memasuki era album " Master of the Rings " Tahun 1994 posisinya digantikan oleh drummer Uli Kusch karena Ingo sendiri masih dalam taraf pengobatan Intensif kecanduan Obat Bius-nya hingga Meninggal, sebuah pukulan telak sebelum kepergian Ingo adalah hengkangnya Konseptor utama Kai Hansen sejak Tahun 1988 dan membentuk bandmath baru, Gamma Ray. dan Kompilasi the best track ini seperti menjadi awal kehancuran masa kejayaan Helloween sendiri yang terasa begitu tanpa kehadiran Kai Hansen era album " Pink Bubbles Go Ape " Tahun 1991 banyak mendapat Kritik dan Protes keras dari para fans atas warna yang banyak berubah dialbum tersebut walaupun Track " Number One " sempat menjadi Unggulan, yang kemudian album " Chameleon " tahun 1993 sempet melejitkan track " Windmill ", Helloween masih terus berusaha mengembalikan Kejayaan yang hilang bersama Nama penting Kai Hansen hingga masuk album " The Time of the Oath " tahun 1996, Helloween semakin berkibar dengan track populer " Power " dan " Forever and One (Neverland) " menjadi salah satu Heavy Metal Ballads track terbaik sepanjang masa pula. nah " The Time of the Oath " kembali menjadi Runtuhnya Dinasti Helloween untuk ke-2 kalinya karena banyak pergeseran konsep dan style bermusik Helloween sendiri yang kurang bisa diterima para Fans, padahal Vokalis pengganti Michael Kiske yang hengkang untuk bersolo karir, Andi Deris cukup tampil menyakinkan dengan karakternya. well " The Best, The Rest, The Rare " tetap siap terus menjadi sejarah Hidup kejayaan band ini.







Add to Cart More Info

General Surgery - Necrology CD 1991



























General Surgery - Necrology
Relapse Records EP 1991

01 Ominous Lamentation 03:11    
02 Slithering Maceration of Ulcerous Facial Tissue 01:12    
03 Grotesque Laceration of Mortified Flesh 01:30      
04 Severe Catatonia in Pathology 02:59    
05 Crimson Concerto 03:29      
06 The Succulent Aftermath of a Subdural Hemorrhage 02:44    
07 An Orgy of Flying Limbs and Gore 00:30


Grant McWilliams - Lead Vocals
Matti Kärki - Bass, Vocals
Mats Nordrup - Drums
Joachim "Jocke" Carlsson - Guitars


This obvious Carcass clone does for two reasons, one being I like to contradict myself, and two because they actually have something to offer as a study in clone bands. yupzz kendati menjadi salah satu Kloning era Kemegahan Materi Carcass era " Reek Of Putrefaction " dan " Symphonies Of Sickness " ini goyah dalam memulai Karirnya sebagai band Pathology Death Metal/Goregrind yang kental sounding swedish death metal in the vein-nya Dismember, Carnage dan Entombed tentunya. sejak terbentuk tahun 1988 bukan perjalanan yang singkat bagi Band bernama cukup gahar ini, General Surgery ! tetap eksis dan memikat penggemar Goregrind yang kental elemen death metalnya, walau ga se-Chaotic Carcass, General Surgery tetap memiliki Pola permainan catchy tersendiri walau terasa susah bagi mereka lepas dari Bayang2 besar Carcass. On this album more so then on their later work, they are a Carcass clone, pure and simple, their melodies, their rhythm patterns, the dual voices, the topics of the songs, the titles of the songs, everything. Even the intro to this album sounds like ‘Genital Grinder’ which brings me back to why I am writing this review. This is the only band I know of who so openly embrace the fact that they are a clone band. dan pertama kali gw mengenal band ini saat memiliki Kaset Kompilasi compilation 5 Years Nuclear Blast Metal tahun 1997-an ( Aslinya dirilis Tahun 1993 .ed ), dan sempat terkaget kaget juga dengan typical permainannya yang saat itu gw kira banget adalah Carcass dengan track memorable " The Succulent Aftermath of a Subdural Hemorrhage " hehehehe... menjadi salah satu band Goregrind besar yang dipimpin oleh mantan frontman vokalis Grant McWilliams yang cabut dari band ini sejak tahun 2007 dan tergantikan oleh vokalis Erik Sahlström meninggalkan Gitaris Joacim Carlsson sebagai member asli Band hingga detik ini selain masih terhitung sebagai gitaris band Face down. dimulai dengan instrument Track " Ominous Lamentation ", swedish Attending Sounding yang masih terasa khas banget sentuhannya mengingatkan langsung akan Karakternya Dismember, Carnage dan Entombed banget, dengan typical permainan yang kental sekali elemen death metal-nya, sentuhan Goregrind-nya memang hampir sama sekali tak terasakan, malah beberapa kekuatan Melodius-nya cukup kentara disini. lalu " Slithering Maceration of Ulcerous Facial Tissue " langsung memborbardir dengan serangan Carcass era " Reek Of Putrefaction " banget !! mulai dari Komposisi musik dan gaya Pathology lirik yang ditulis dalam bahasa medikal. pantas memang beberapa Media menyebut band ini sebagai " cloning "nya Carcass namun walau begitu Relapse Records tetap menempatkan Ep ini sebagai Masterpiece Klasik Kolektor yang masih terus dicari oleh para collector-nya. " Grotesque Laceration of Mortified Flesh " pernah juga sempat gw kenal pertama kali dibeberapa Kompilasi Nuclear Blast Records yang entah itu Bootleg Kompilasi ato official tahun 1997-an, masih tetap menggerus dengan Old Carcass banget, ga menggunakan Alat Bantu Vokal seperti Harmonizer, Vokalis Grant McWilliams rupanya cukup menciptakan Karakter Goregrind Vokal yang bagus. beberapa Sentuhan High Scream Pitch Bassis Matti Kärki kerap mengisi beberapa Pattern, dan tentunya nama Matti Kärki ini sudah ga asing lagi di penggemar Swedish Death Metal In The vein Carnage, Dismember, Murder Squad, Therion, dan Carbonized, cukup memberikan sentuhan dan Tranfusi berdarah karakter Carcass. waduh memang sulit deh kalau memberi komentar rilisan yang sampai saat ini masih memiliki Pengaruh Kuat carcass, bahkan Banyak media menyebut kata " Kloning ", seperti sebuah Ketetapan yang sifat hukumnya mutlak aja, ga bisa ngapa2in hahahaha ... namun Karya Perdana Ep General Surgery ini masih dinobatkan sebagai album Goregrind terbaik dan klasik sepanjang masa. unlike aforementioned bands, this band even though being an obvious clone retains more originality and more of that old school gore grind sound then the others. So this band, although I am not entirely sure why they are considered such legends, are still great and unique in their cloning practices. And later on they developed more of their own style, for better or worse who is to really say. At nay rate they started making music more like themselves and less like Carcass as time progressed. At this point they still wrote music that reeked of putrefaction, and it was good. This album is HIGHLY recommended to those into early Carcass, Impaled, and anybody who wants to hear what the early 90's gore/grind movement was all about.







Add to Cart More Info

Revenant - Prophecies of a Dying World CD 1991



























Revenant - Prophecies of a Dying World
Nuclear Blast Records 1991

01 Prophecy of a Dying World 06:14      
02 Spawn 05:21    
03 Ancestral Shadows 06:51      
04 The Unearthly (A Quest) 04:45    
05 Asphyxiated Time 07:55    
06 Distant Eyes 07:16    
07 Valedictions 07:30


Henry Veggian - Vocals, Guitars
Dave Jengo - Guitars
Tim Scott - Bass, Back. Vocals
Will Corcoran - Drums


Terhitung 10 band lebih menggunakan nama yang sama, REVENANT, rupanya sebuah kata yang begitu dinikmati sebagai nama gahar untuk band metal, dan di amerika scene sendiri terhitung ada 5 band yang menggunakan nama ini, walau apalah arti sebuah nama, namun sebuah Imej band selalu dikaitkan erat dengan yang namanya " Nama ", karena kesan risih tentu akan suatu saat menghampiri mereka, dan sejarah yang akan membedakannya hahaha .. memang beda kalo gw menyebut nama Revenant asal Bergenfield, New Jersey ini, yang sejak tahun 1986 terbentuk konsis memainkan Sentuhan Death/Thrash yang Intens. sekedar catatan aja deh kalau frontman Henry Veggian memang dikenal beberapa kali membantu band Speed/Thrash Metal Legendaris asal New Jersey, Whiplash pada beberapa kali penampilan dan Nama John McEntee, Frontman utama band Kenamaan Incantation juga pernah memperkuat barisan Mortician dan Immolation pada masa kebangkitannya. yup John McEntee dan Henry Veggian adalah pendiri awal formasi revenant ini. dan gw sendiri pertama kali mengenal band ini setelah membaca majalah Metal asal Perancis yang dipinjamkan salah seorang teman Gw, dan saat itu masih Gw ingat sekitar Tahun 1997-an, tertarik dengan konsep yang dimainkan oleh Revenant dan Jalinan hubungan yang erat antara Boss Nuclear Blast Records, Markus Staiger adalah awal kerjasama perilisan album pertama dan terakhir bagi band ini, yupz, Revenant sepanjang karirnya hanya memiliki 1 full album, 5 demo, 3 Ep dan 1 album kompilasi. dan materi full album pertama ini digarap cukup keren di Quantum Sound di New Jersey, dengan karakter sound yang terdengar lebih baik dan pola bermain yang Teknikal, susunan musik Revenant  sampai detik ini masih menyimpan kekuatan death/Thrash Klasik yang banyak mempengaruhi musikalitas generasi penerusnya. dengan gaya penulisan lirik yang banyak mengadopsi Karya Tulisan Howard Philip Lovecraft ( H.P.Lovecraft ) adalah penulis horor, fantasi dan fiksi ilmiah, khususnya subgenre yang dikenal sebagai fiksi aneh dengan Prinsip estetis dan filosofis dari Lovecraft adalah yang ia sebut "cosmicism" atau "horor kosmis", gagasan bahwa kehidupan tidak dapat dipahami oleh akal manusia dan alam semesta bermusuhan dengan kepentingan umat manusia. Lovecraft terkenal terluas dengan rangkaian ceritanya Mitos Cthulhu dan Necronomicon, buku fiksi tentang seremoni gaib dan pengetahuan yang dilarang sehingga ia sekarang dianggap sebagai salah satu penulis horor terpenting dari abad ke-20. Menurut Joyce Carol Oates, Lovecraft, seperti Edgar Allan Poe dalam abad ke-19, secara tak terhitung memengaruhi angkatan-angkatan penulis horor yang berikut. Stephen King menyebut Lovecraft "penulis cerita horor klasik yang terbesar dari abad ke-20" yang Sejumlah karya Lovecraft telah diadaptasi menjadi film dan mengilhami permainan peran yang memenangkan penghargaan. sementara nama Revenant sendiri adalah fantastis literatur kata yang mengandung banyak sejarah dan Legenda bagi John dan Henry pada saat pemilihan nama band-nya sebagai dasar terinspirasi oleh Tulisan seorang Friedrich Nietzsche ! dan yang kita tahu adalah seorang filsuf Jerman dan seorang ahli ilmu filologi yang meneliti teks-teks kuno dan merupakan salah seorang tokoh pertama dari eksistensialisme modern yang ateistis ga heran saja sebutan Gahar menghampiri tokoh penting ini sebagai " sang pembunuh Tuhan " yang dikenal lewat filsafat cara memandang 'kebenaran' atau dikenal dengan istilah filsafat perspektivisme. Walaupun demikian dengan kematian Tuhan berikut paradigma kehidupan setelah kematian tersebut, filosofi Nietzsche tidak menjadi sebuah filosofi nihilisme. Justru sebaliknya yaitu sebuah filosofi untuk menaklukan nihilisme1 (Überwindung der Nihilismus) dengan mencintai utuh kehidupan (Lebensbejahung), dan memposisikan manusia sebagai manusia purna Übermensch dengan kehendak untuk berkuasa (der Wille zur Macht). Selain itu Nietzsche dikenal sebagai filsuf seniman (Künstlerphilosoph) dan banyak mengilhami pelukis modern Eropa di awal abad ke-20, seperti Franz Marc, Francis Bacon,dan Giorgio de Chirico, juga para penulis seperti Robert Musil, dan Thomas Mann. Menurut Nietzsche kegiatan seni adalah kegiatan metafisik yang memiliki kemampuan untuk me-transformasi-kan tragedi hidup. dan kembali ke Musik Revenant ini memang banyak mengingatkan Juga dengan gaya bermain Era Death, Morbid Angel Awal, Immolation, Ripping Corpse dan Celtic Frost, yang kemudian karakternya mereka padukan menjadi sebuah Komposisi musik yang terbilang Teknikal dan Progresif pada setiap Lick musik yang diciptakannya. check track pertama " Prophecy of a Dying World " dirasa tepat ditaruh diurutan terdepan rilisan perdana ini. showcased shorter, more aggressive songs as well as one of the group's more Lovecraft songs ! cukuplah menggambarkan kualitas dan Dinamisme Skill Member Revenant semakin terasah matang melalui beberapa sentuhan klasik demo sebelumnya,  dengan aransemen musik yang Technikal dan Progressive, Revenant banyak sekali menaburkan elemen2 Kuat Death Metal dan Thrash metal menjadi sebuah Komposisi yang Fantastis di era 90-an. pengembangan dasar kuat bermusik era 80-an kemudian dipadukan dengan pengaruh era 90-an membawa sentuhan dan rasa baru dalam komposisi musik yang mereka mainkan ini. selanjutnya " Spawn " Aggressive element Technical part nya semakin memanas dengan track ini walau masih membawa beberapa ikatan kuat track pertama, dan semakin terasa menyala lagi dengan " Ancestral Shadows " elo bakalan mendengar kemampuan Skill Drummer Will Corcoran yang semakin mengagumkan dengan Talentanya. meskipun bukan drummer pertama di Revenat, rupanya Will Corcoran lebih memiliki kekuatan dan skill yang mumpuni bagi band ini. Extravaganza Pummeling Riffing Bombastic technical Death/Thrash Henry Veggian dan Dave jengo semakin menawarkan sentuhan lembut matematika disetiap aransemennya. Semakin memanas dengan " The Unearthly (A Quest) ", Revenant mulai menampilkan permainan death metal yang lebih cepat temponya dibanding beberapa lagu sebelumnya, terdengar sekali kualitas prima drummer Will Corcoran memang tidak dapat dipungkiri bakat dasyatnya. begitu juga dengan " Asphyxiated Time ", Thrash Riffing element membuka part awal yang cooling down sejenak dengan nuansa Headbanger, sebelum akhirnya kembali melebur dengan Gejolak Death Metal yang cepat kembali. fantastis memang jika kita rasakan secara cermat permainan riffing Gitarnya rasanya sesuai banget dengan karakter bermain seorang Chuck Schuldiner-nya Death ! " Distant Eyes " tetap Powerfully menghajar ! dan sejenak alihkan Konsentrasi elo dengan track " Valedictions ", karena memang track ini memainkan skill yang terasa luar biasa dasyat komposisi-nya. seperti juga Bonus Track " Degeneration " dan " In the Dark of a Physic Unknown ", Revenant semakin menguras skill kemampuannya untuk menciptakan elemen musik yang serba dinamis, dan sayang memang buat Revenant harus memeti es khan band ini sejak tahun 1995 karena kesibukan beberapa member-nya dan sempat kembali di tahun 2002 dengan merilis Ep " Overman " yang sebenarnya adalah materi demo lawas mereka dan beberapa unreleased track sepanjang karir mereka yang kemudian dikemas lagi setelah dimixing kembali oleh enjiner Rick Dierdorf setelah tahun 2001 dikerjakan oleh Erik Rutan. well sisakan pasti waktu elo untuk menikmati sajian spesial dari tahun 1991 yang adalah sebuah karya Death/Thrash Dinamis yang banyak mempersembahkan permainan yang serba Komplek dan teknikal.







Add to Cart More Info

Ripping Corpse - Dreaming with the Dead CD 1991



























Ripping Corpse - Dreaming with the Dead
Maze 1991

01 Sweetness 02:55    
02 Dreaming with the Dead 01:45      
03 Anti God 03:08    
04 Glorious Depravity 01:59      
05 Beyond Humanity 04:18      
06 Feeling Pleasure Through Pain 03:34      
07 Through the Skin to the Soul 02:26    
08 Rift of Hate 03:58      
09 Deeper Demons 01:51      
10 Sickness of Will 02:16      
11 Chugging Pus 02:24      
12 Seduction of the Innocent 03:38


Scott Ruth - Vocals
Brandon Thomas - Drums
Dave Bizzigotti - Bass
Erik Rutan - Guitars
Shaune Kelley - Guitars


Masih begitu mengagumi Artwork Band Logo keren pada awal pertama kali mengenal band Death/Thrash Veteran asal Red Bank, New Jersey yang eksis sejak 1987, nama RIPPING CORPSE tentu menyimpan Memorable tersendiri, khususnya dengan Logo band yang terkenal keren itu hehehe, yang dibuat oleh Frontman Gitaris Shaune Kelley. dan yang menambah poin tersendiri band ini adalah untuk pertama kalinya Seorang Eric Rutan dikenal mulai eksis bermain di Musik Metal, sosok Eric Rutan tentunya sangat tidak asing lagi di Scene Metal Internasional sebagai Mantan Gitaris band Morbid Angel dan kini dikenal sebagai Frontman Hate Eternal !, nah inilah Awal Kiprah Seorang Eric Rutan yang bergabung pertama kali dengan Ripping Corpse sejak Demo ke-3 band ini " Glorious Depravity " tahun 1990 yang kemudian berlanjut untuk penggarapan Full album pertama dan terakhir bagi band ini sebelum akhirnya membubarkan diri sekitar tahun 1995 saat Eric Rutan memutuskan bergabung dengan Morbid Angel untuk penggarapan album " Domination ", yang kemudian disusul oleh Bassis Scott Hornick yang memutuskan untuk mengajar musik di Berklee College Music di Boston, Massachusetts. sehingga menyisakan 3 orang ditubuh Ripping Corpse yang akhirnya memilih untuk menguburkan band ini untuk selamanya dan memulai band baru dengan nama Dim Mak  sejak tahun 1996 dengan Konsep Death Metal. Ok gw pengen cerita juga nih tentang album full pertama yang menjadi salah satu masterpiece klasik dalam perkembangan Musik Metal Internasional ini, hadir Kover dengan Layout sederhana, dan entah kenapa Band ini malah tidak memasang Logo Band yang terkenal keren itu lagi dan menggantinya dengan Font biasa. artwork-nya juga tidak begitu menarik hadew hehehehe .... memainkan konsep Death/Thrash yang Intense yang mengingatkan sekali dengan gaya bermainnya band seperti Dark Angel, Exhorder, Carnivore, ampe Sadus, Ripping Corpse masih menawarkan kekuatana elemen Death metal yang kuat disemua aransemen musiknya, walau kurang diimbangi kualitas rekaman yang balancing, CD ini lumayan menampilkan karakter sound yang begitu klasik terdengar. This band has enough speed and aggression to beat any other band from their period and beyond. And this is more than just death metal. This band is in fact Death/Thrash of the highest caliber in terms of speed, and complexity. With numerous tempo changes, and technical thrash riffs, you can see why the band was so dynamic. first off, let me try to describe the ferocity of this band, even though that is a nearly impossible feat, as this band occasionally plays at speeds that are beyond comprehension. Track pertama " Sweetness " melaju dengan Middle Standard beat Headbang, Sound Gitar yang Tipis jika dibandingkan dengan level Equipment yang lain, sepertinya Permainan duo Gitaris Eric Rutan bersama Shaune Kurang begitu menggigit karakternya hanya karena level kecil-nya. Raungan Vokalis Scott Ruth malah terdengar begitu powerfully dengan karakter Old School Thrash Metal era awal 90-an. banyak sayatan melodius cantik dan gelap memang sedikit mengingatkan konsep utama Morbid Angel. dan sebenarnya Progresi Riffing yang dimainkan disini tergolong keren dan dinamis dengan beberapa Lick yang fantastis, namun sayang kurang terdengar maksimal selain elemen Distorsif yang menonjol. permainan drummer Brandon Thomas pun semakin liar dan menonjol di materi kali ini. the guitar tone is quite a jarring thrashy oriented one, fitting the semi-technical music perfectly, allowing the riffs to be pushed to the forefront so every note can be heard clearly through the generally muddy production. transisi antara Thrash Metal menuju death metal sangat terasa menyentuh hampir disetiap lagunya, jelas Ripping Corpse Mulai semakin Signifikan bergeser konsep ke elemen Death Metal tidak seperti 3 demo sebelumnya. The shredding riff-work is interspersed with flailing solos, as well as melodic Rutan-esque echoing licks and intelligently arranged almost progressive compositions (progressive in the way that they don't follow the usual standard death metal song structures). kepiawaian Eric Rutan pun mulai dikembangkan karakter bermain gitarnya diband ini, managing to encompass just about every tempo, varied drumming, and cramming technical riffs into every available nanosecond. Thus, although making it nigh on impossible to bang your head to without looking like a special needs person, it still manages to flow perfectly well, stretching your metal boner to bursting point with its overwrought possessed sound. 12 lagu terkemas secara matang dalam durasi total 34:12 cukuplah untuk mewakili karakter bermain Ripping Corpse yang sebenarnya, sebuah masterpiece klasik penting dalam perkembangan Death/thrash generasi selanjutnya hadir terkemas dalam permainan member band yang diatas rata2 ini. While not being an immediate classic upon first listen, this is a definite grower which to this day still stands proudly on its own two feet in the annals of death metal history. Another 'must own' for your death metal collection. …and one important thing to remember: this album grows on you. If, like me, you don’t enjoy it at first, go on a thinly produced music binge and then come back to this. You might be pleasantly surprised that it kicks more ass than you originally thought.







Add to Cart More Info

Master - On The Seventh Day God Created Master CD 1991



























Master - On The Seventh Day God Created Master
Nuclear Blast Records 1991

01 What Kind of God 03:56    
02 Latitudinarian 03:21      
03 Heathen 04:48    
04 Used 03:38    
05 Demon 02:52    
06 Constant Quarrel 03:14    
07 Judgement of Will 02:54      
08 America the Pitiful 02:50    
09 Whose Left to Decide 04:13    
10 Submerged in Sin 04:09


Paul Speckmann - Vocals, Bass
Aaron Nickeas - Drums
Paul Masvidal - Guitars


Bagi Gw, inilah Album Death Metal kugiran asal Chicago, Illinois yang kini bermarkas di Czech Republic eksis sejak 1983, MASTER !! yang paling mengerikan secara Konsep dan Sounding sepanjang Karir Band Bentukan Paul Speckmann yang menjadi manusia paling sibuk di Industri Metal era 80-90an dengan banyak Proyek band-nya seperti Death Strike, Abomination, Martyr, Solutions, Speckmann Project, Walpurgisnacht, Funeral Bitch, War Cry, dan masih banyak lagi. dan perlu menjadi catatan penting disini adalah, Hadirnya Gitaris Terkenal dengan Gaya teknikalnya di Band CYNIC, Paul Masvidal yang memainkan semua Instrumen gitarnya disini. yup selain dikenal diband Cynic, Paul sendiri pernah juga bermain Gitar di album " Human " nya Death, kemudian di Portal dan Seaweed selain di Master ini. selain itu Poin penting lainnya lagi adalah Kehadiran Scott Burn sebagai Produser dan Enjiner di Morrisound Recording sementara Boss Nuclear Blast Records, Markus Staiger yang membiayai semua Produksi album keren ini. ga heran Album ini begitu diminati begitu dirilis mencapai Angka Sold Out Bahkan. dan kenapa gw bilang album ini menjadi album keren Master sepanjang karirnya? ya karena memang memainkan sesuatu dan sound yang berbeda dengan album2 master lainya. This...fucking...album...whoa. This just fucking rules. If you thought Master's self-titled release was the most brutal thing ever, then you were a fucking bitch, and need to check this one out too. While the previous album was a fun, evil thrashing monster, this one is a monstrous metal avenger descending from the holes in the beyond to erase all of mankind save for it's head-banging brethren!!! The riffs are now ten times more brutal, the vocals now ten times as deep, as well as more guttural, while the drums perform more complicated rhythms interspersed with furious blasts of rapid-fire double bass. If that doesn't sound good to you, neither do boobs! dengan Sound yang Distortif dan gaya Teknikal pada Riffing-nya walau tanpa diimbangi dengan permainan drum yang Skill full, Paul sepertinya memang sengaja memadukan konsep bermain semasa bersama Chuck di Death dengan Cynic dalam Gaya Beating Master yang banyak memasukkan elemen Punk/Old School Thrash Metal-nya sehingga alhasil Karya ini memiliki Perbedaan yang mencolok, apalagi Scott Burns telah menciptakan gaya Sounding Twin Pedals yang Keren and Cool abis disini ! album ini kedua ini semakin jelas berbeda dengan konsep sounding Album Master pertama dengan gaya bermain Riffing dan Sound Era Gitaris Chris Mittleburn. Raungan Gaya Vokill Paul Speckmann pun semakin terdengar liar dengan Konsepsional perpaduan gaya Paul Masvidal dan Permainan Drummer Aaron Nickeas yang juga berbeda gaya dengan drummer sebelumnya, Bill Schmidt, with this album Paul Speckmann changed his voice from a semi-stereotypical rasped growl, which was what he used on the "Master" album, to a more guttural bellow that is very distinct and almost completely unique to him. His voice sounds fucking stellar here, as well! Sure, his pronunciation in the chorus of "Submerged in Sin" may sound like a trashed Lars Ulrich shouting anti-establishment rabble at passersby on the streets of New York City, but goddamn it, who wouldn't want to see that?! Someone who hated fun, that's who! selain gempuran Fast part, Paul Masvidal juga kerap melancarkan Serangan Solo Gitar Melodius-nya yang menawan itu. as well as increase the overall brutality of the album by about ten. Let's not forget that fucking bass drum...FUCK! It sounds like a stampede of raging bulls headed for your mom's house! Look out!! dan Vokalis dengan gaya Khas seperti John Tardy dari Obituary pun semangat Menyumbangkan Backing Vokalnya di beberapa track bersama dengan Gitaris John Ortega dari band Death Metal Matricide dan pernah mengisi Bass di beberapa Demo Morbid Angel semakin menambah poin tersendiri untuk rilisan Master yang memang asli " BEDA " ini. As said, the production cannot compete with the aggressiveness of their earlier recordings, the slightly higher amount of mid paced moments tends to make one impatient and joke riffs such as on ‘America The Pitiful’ are completely unnecessary. But I have to admit as whole it was still a great follow up since it has some classic Master songs. Even the artwork for this album is damn brutal. Two old guys looking at...an anomaly of some sorts...holy fuck, IT'S THE CREATION OF MASTER!!!!! If you don't have this album, I pity you. Go out and get this CD and let this music run through your soul, because this is no doubt one of the greatest early 90's death metal CD's I've ever listened to, and it will be for you to, unless you suck!







Add to Cart More Info

Sepultura - Arise CD 1991



























Sepultura - Arise
Roadrunner Records 1991

01 Arise 03:18      
02 Dead Embryonic Cells 04:52    
03 Desperate Cry 06:41    
04 Murder 03:27      
05 Subtraction 04:48      
06 Altered State 06:34    
07 Under Siege (Regnum Irae) 04:54    
08 Meaningless Movements 04:40    
09 Infected Voice 03:19


Paulo Jr. - Bass
Igor Cavalera - Drums
Andreas Kisser - Guitars
Max Cavalera - Vocals, Guitars


Sebenarnya menjadi sesuatu yang " SULIT " untuk menulis Mahakarya Masterpiece terbaik seperti yang dimiliki oleh Thrash Metal legendaris dan Kugiran asal Brazil Seperti SEPULTURA ini, karena memang ada banyak hal meng-kontaminasi berbagai Pemikiran Gw dengan pemikiran Editor media lain, tapi yang jelas Gw tetap memiliki Kesan dan Memorable tersendiri tentang yang satu ini. THIS AMAZING MASTERPIECE EVERYTIME !!! menyusul sukses dasyat Album " Beneath the Remains " yang menjadi Full album ke-3, Sepultura kembali mengadu keberuntungannya kembali dengan Menggandeng Scott Burn Sebagai Produser dan Enjiner materi Full album Ke-4 " Arise " yang semakin Memiliki Kematangan Konsep Sepultura sebagai salah satu band Thrash Metal yang mengukir sukses dengan Menggelar Tour Dunia dan Indonesia sempat menjadi Tujuannya yang berhasil memukau Fans Beratnya di Jakarta dan Surabaya. tentunya disini gw tetap menulis sebuah memorable tentang bagaimana gw pertama kali mendapatkan Kaset " Arise " ini hehehe, dan masih ingat banget bagaimana untuk pertama kalinya gw ma abang Gw membeli kaset Sepultura ini. dan bisa dibilang nih kalau " Arise " adalah Kaset Sepultura Pertama gw loh ! setelah sempat mengenalnya pada beberapa Profil Sepultura yang terpampang di Koran dan Majalah disusul dengan Beredarnya " Hai Klip " edisi Sepultura yang mengupas Tuntas Band ini secara detail, nah dari situ gw ma abang gw langsung berburu kaset-nya ditoko terdekat yang kalo gw ingat2 jelas kaset " Arise " dan " beneath The Remains " sudah aja sejak lama, namun kerap terabaikan hehehehe, dan tanpa menunggu waktu yang lama album " Arise " langsung gw sabet en bawa pulang hehehe, dan benar2 memang tidak mengecewakan kalau konsep Thrash metal kental Album " Arise " ini sangat menghipnotis Gw ma abang2 gw lainnya, bahkan abang Gw yang satunya yang maniak Musik Dangdut aja sampai seneng dengan album ini loh hehehehe ... lalu Album " Arise " ini seperti menjadi kaset paling wajib diputer kalo menjelang sore2 oleh almarhum abang Gw, sampe2 Kondisinya Kusut dan bergelombang kaset Pitanya hahahaha .... ini lah bagi kebanyakan Kalangan menyebut sebagai Album " Perfect " Sepultura karena memiliki Konsep Matang dan Dewasa banget ! dikerjakan secara maksimal di Morrisound Recording, Tampa, FL. oleh Scott Burns dan dimixing di Quantum Sound Studios, Jersey City, NJ. oleh Andy Wallace yang kemudian dimastering di Masterdisk, New York, NY oleh Howie Weinberg menjadikan Album " Arise " sebagai Masterpiece dasyat memasuki Era 90-an ! mungkin materi " Beneath The Remains " adalah sesuatu yang meledak ledak konsepnya, tapi " Arise " jauh lebih bersahaja dan Kental Nuansa Thrash metal yang Easy Listening ! All in all, this is a fucking great album to me, with awesome songs that now are more focused on the catchy side than on the pure violence with a production that is finally adapt to this genre. Anyway an album that already showed us how would have been the band’s future. dan mungkin antara susunan Tracklist di versi kaset dan CD tidak sama, mungkin pihak PT. Indosemar Sakti sebagai distributor album ini dikawasan Indonesia menginginkan kemasan yang berbeda saja, memuat 9 Lagu Masterpiece yang semuanya menjadi Top Track sepanjang Masa ini memerlukan durasi selama 42:33 untuk kita nikmati keseluruhannya. ok lebih enaknya gw Menulis Urutan Tracklist sesuai Versi CD aja deh biar enak hehehe, yang langsung dimulai dengan Track Fenomenal " Arise " diawali dengan sebuah Synthesizer Effect yang dibuat oleh Henrique Portugal dan direkam oleh Kent Smith sebagai Sound Design & Effect-nya. Track Arise memang pantas diletakkan diurutan terdepan, padahal kalao versi kaset Track ini ada diurutan 4 pada Side A. permainan Drummer Igor Cavalera lebih terdengar stabil dan powerfully di Sounding yang lebih Clean lagi, sehingga karakternya sangat terdengar jelas, sound Gitar Andreas Kisser juga yang terbaik dialbum ini, pokoknya semua talenta Sepultura yang kian matang dihadirkan secara " Perfect " disini. As stated above, every minute of this album just feels like one massive riff, and it's a damn good one! Every song melts into the next one, and sometimes it feels like there's no end to the last one or a beginning to the next, which works phenomenally on this record. Max Cavalera and Andreas Kisser are thrash riff-masters to be worshiped. It's hard to hate a guy that "likes to write riffs on the big string." dan hampir setiap lagu memiliki karakter tersendiri sebagai hasil Inspirasi Full Sepultura yang sama sekali tidak diulang2 pada Track lain, pantas saja kalau Album Ini layak menjadi sebuah Masterpiece ! track2 mengerikan en top sepanjang masa seperti " Dead Embryonic Cells, Desperate Cry, Altered State adalah yang paling fenomenal bagi Fans dan Sepultura sendiri, buktinya track tersebut lagu " Anthemic " banget ! Every song on this album has a very hard-driving rhythm to it, and makes you wanna bang your head with regularity. To add to this amazing feeling, in every single song on this album, there's at least one riff that changes the pace notably, be it faster or slower (but always heavier) that gives me goosebumps every time I hear them. That isn't to say that the leadwork done by Kisser here isn't superb, because filling in between these amazing riffs that are found behind every vocal and beyond is some very impressive stuff. seperti biasa, gw sudah kehabisan Kata2 untuk memuji dan memberi gambaran dasyatnya album ini yang secara komersial berhasil menembus kesuksesan Luar biasa dan menobatkan Sepultura sebagai Band Thrash Metal paling Sukses dalam Industri Musik dengan banyak Award dan Platinum yang mereka sabet dari sukses album ini. dengan kemasan Yang Profesional dan artwork Kover tentang Lovecraft's Yog-Sothoth yang dibuat oleh seniman Michael Whelan, Sepultura pun berhasil menjajah Industri Musik Internasional dengan serangan Musik cadas-nya ! In the end, Arise maxed out Sepultura's then-current approach. Change was in the wind and as many fans fled as were gained. Depending on where you fall on the divide, Arise is either their last great gasp, a decent holdover before new inroads were made, or a moderately successful rehash of Beneath The Remains. Regardless, it has made a lasting impact and is a record I enjoy frequently despite whatever minor frustrations remain. Being caught between the bruising grooves of Chaos A.D. and the death perfection of Beneath The Remains is a dicey proposition for any record and Arise acquits itself admirably. BUY OR DIE !!!!!!!!!!







Add to Cart More Info

Jumat, 13 Maret 2015

Panic - Epidemic CD 1991



























Panic - Epidemic
Metal Blade Records 1991

Jeff Braimes - Vocals
Jack Coy - Drums, Shouts
George Hernandez - Bass, Shouts
Martin Chandler - Guitars, Shouts


01 Blackfeather Shake 4:20    
02 High Strung 3:43    
03 Hypochondriac 4:13    
04 Spider Desire 5:39    
05 Morbid Curiosities 4:23    
06 Hellfire Club 5:43    
07 911 4:12    
08 Devil's Night Out 5:38    
09 I Stole Your Love (with Steve Souza) ( KISS Cover ) 2:15    
10 Pile O' Bones 5:28  
  

Awalnya dari ketidak sengajaan Almarhum Abang Gw yang Saat beli kaset ini hanya bermodal liat Artwork Kover dan Label Tulisan kecil warna merah bertuliskan " Metal Series " saat Hunting Pesenan Gw ke Toko kaset di Kota malang, sama sekali ga ngerti band ini apa dan Gimana hehehehe, nah begitu dicoba dirumah agak kaget juga dibuatnya dengan konsep bermain yang Ciamik band Thrash Metal bergaya Rockin roll asal Seattle, Washington yang namanya di awal tahun 1990 cukup mengusik Perhatian Publik Metal Internasional, band Binaan Seorang Gary Holt-nya band Thrash Metal Kesohor, Exodus ! yang tertarik melejitkan band ini sebagai campur tangannya Gary Holt menjadi Produser bersama juga H-Team, The, Rick Hunolt. terkesima dengan permainan dan beberapa demo Panic sebelumnya di tahun 1988 hingga Single Tahun 1991 mengantarkan Band ini bisa teken Kontrak dengan label metal Besar seperti Metal Blade records atas rekomendasi penuh Seorang Gary Holt dan Rick Hunolt jika band ini memiliki Potensi yang luar biasa, bagaimana tidak, awal mula gw lebih dikenalkan dengan Karakter Riffing yang Speed dan Sound distortif yang saat sekarang banyak digunakan oleh beberapa death metal pertama kali Gw dengerin diband ini hehehehe ... dan jangan salah persepsi jika ini adalah Band lamanya Seorang Dave Mustaine sebelum Membentuk Megadeth itu loh. ini adalah 4 anak muda dengan bermusik yang liar dari Talenta sintingnya. Overall I think this is a great thrash album that is worth any thrash fan's attention. You wont regret picking up this record. permainan Riffing Gitaris Martin Chandler memang yang paling banyak menarik perhatian Gw sejak awal hingga sangat memorable hingga saat ini, bagaimana Gaya Thrashing with Death metal Sound brutal dipadukan dengan gaya Rockin Riffing roll yang liar !! simak track awal yang mengagumkan " Blackfeather Shake ", Gitaris Martin bersama Drummer Jack Coy menciptakan sentuhan Thrash metal garang dengan Gaya Liar Rockin Riff roll, hasilnya menjadi sebuah komposisi yang Unik sejak awal pertama Gw mendengarnya, sebuah Terobosan baru coba mereka padukan disini, Gaya Vokalis Jeff Braimes yang Rockin Punya berkoar Cerewet diimbangi dengan Backing Vokal all member sehingga menciptakan nuansa Bermusik yang semakin Riuh dan lagi ( lagi ) LIAR !! yeahhh memang beberapa karakter Exodus, Testment hingga Band2 Rock Era 80-an dikolaborasi menjadi senyawa Metal baru disini, sehingga memang akan terlalu Sulit untuk mengklaim Panic ini sebagai Band Thrash Metal Murni, mulai dari karakter lagu dan sound memang menjadi dominan adanya Eksperimen. dan menjadi Struktur musik yang sedikit berbeda di Track selanjutnya " High Strung ", mungkin sedikit sentuhan Gaya Death Metal Progresif bisa Gw rasakan ditrack ini pada awal part-nya sebelum kembali dilebur ke Gaya Thrash Metal intens In The Vein Exodus dan Testament. lalu Vokalis Jeff pun kembali bernyanyi liar bak Orang yang Ngomel2 marah. beberapa Lick Jeda Martin masih menorehkan sentuhan Gaya Rock N Roll padat dan memainkan solo yang konvensional dan menjadi amat Mengagetkan dengan Gaya ini, seperti Irama yang terhenti atau terputus, Martin memasukkan Solo Part-nya sangat " Ganjil " dilagu ini. " Hypochondriac " masih terus kental balutan Thrash Metal yang semakin kejam karakternya dipadu dengan gaya Vokal Rockin Jeff yang enerjik dan liar banget karakternya menjiwai setiap lirik lagu yang dia bikin. konsep band ini semakin matang dengan arahan Khusus Gary Holt jika kita bandingkan dengan beberapa demo serta single yang pernah mereka rekam sebelumnya. " Spider Desire ", kembali Panic mencoba bergaya Rockin Roll yang Unik disetiap aransemen melalui Catchy Part yang gw jamin siap bikin orang yang mendengarnya akan geleng2 kepala tapi bukan headbanger hehehehe .... " Morbid Curiosities " membuka Part awal dengan Part yang megah sebagai Opening section, dan track ini memang menampilkan permainan Riffing Martin yang dikocok dengan speed dan Rythym yang begitu kental dan terdengar Keren melalui Gaya Riffingnya yang bagi gw sangat mengagumkan ! " Hellfire Club " yang bercerita tentang sebuah klub yang sangat terkenal kerap menampilkan band2 cadas sehingga menjadi sebuah Parodi keinginan mereka untuk menamakan sebuah Kondisi Amrik ditahun itu yang lagi Penuh dengan segala Ketimpangan dan dituliskan menjadi Hellfire Club ! lalu " 911 " lebih menceritakan bagaimana perjuangan Tim Penyelamat 911 sangat Kuat membantu Segala bencana dan dan segala kejadian, sebuah bentuk cermin kepedulian sosial coba mereka angkat dilagu ini dengan begitu enerjik siap membakar semangat kemanusiaan tim 911 tersebut kayaknya hehehehe ... dan yang lebih keren, Panic bersama dengan Vokalis Steve Souza, yang kita kenal adalah mantan Vokalis Exodus era (1986-1992, 2002-2004), dan pernah jadi Vokalis pertama di Testament saat masih menggunakan nama awal LEGACY hingga era album " First Strike Still Deadly " dan sekarang masih ngeband dengan Chuck Billy-nya Testament di Dublin Death Patrol bernyanyi Bareng Vokalis Jeff untuk merusak lagu Klasik Milik Legendaris rock KISS " I Stole Your Love " menjadi lebih menjadi terdengar liar dan Thrash lagi, dibalut dengan Kontribusi Lead Solo Guitar dari Gary Holt dan Rick Hunolt, track ini menjadi seperti Jam session urakan dari Panic hahahaha dan Track pamungkas diakhiri dengan " Pile O' Bones " masih bergaya Thrash metal kental elemen Exodus dan Testament yang dipacu dengan Death Metal Sounding yang keren di era-nya. dan yang menjadi pukulan adalah album ke-2 mereka " Fact " Tahun 1993, kendati mengalami Perkembangan yang matang malah jauh meninggalkan konsep bermusik seperti dialbum pertama " Epidemic " ini, sehingga band ini didepak dari Roster Metal Blade Records karena angka penjualan album ke-2 jeblok dipasaran dan hal ini juga membuat Panic kemudian membubarkan diri, sayang memang,padahal album " Epidemic " bakalan selamanya menjadi Klasik Thrash Metal album yang bakalan memorable buat yang pernah menikmatinya di era 90-an. Little did I know that it would be down hill after that point on. The rest of the album is lifeless, derivative, third-rate thrash with riffs that were borrowed from far superior songs. The only reason I occasionally listen to this album is if I want to listen to the opening track - and trust me, that's IT'S MEMORABLE.








Add to Cart More Info

Pestilence - Testimony of the Ancients CD 1991



























Pestilence - Testimony of the Ancients
Roadrunner Records 1991

Marco Foddis - Drums
Tony Choy - Bass
Patrick Uterwijk - Lead Guitars
Patrick Mameli - Vocals, Lead Guitars


01 The Secrecies of Horror 04:56    
02 Bitterness 00:30    
03 Twisted Truth 04:02    
04 Darkening 00:30    
05 Lost Souls 03:40
06 Blood 00:29    
07 Land of Tears 04:47    
08 Free Us from Temptation 00:31    
09 Prophetic Revelations 05:21    
10 Impure 01:00      
11 Testimony 03:51      
12 Soulless 00:32    
13 Presence of the Dead 05:50
14 Mindwarp 00:25    
15 Stigmatized 05:23    
16 In Sorrow 01:11
        

Masih teringat Era 90-an dikejutkan oleh Gebrakan album Ke-3 Band death Metal Kugiran terbaik Belanda, Pestilence ! melalui album ke-3 " Testimony of the Ancients ", Pestilence yang menjadi legenda Terbaik Death Metal Movement Belanda semakin melambungkan nama mereka dikancah Metal internasional dengan materi yang lebih matang dibanding 2 album sebelumnya. Terlahir di Enschede, Overijssel, Netherlands Tahun 1986, inilah debutan Pertama Frontman dan Gitaris Patrick Mameli untuk pertama kalinya tampil dengan Posisi Gitar Vokal dan memang kita kenal sebelumnya 2 album pertama masih diisi oleh Vokalis dan Bassis legendaris Martin van Drunen yang turut andil terbentuknya band ini sepanjang Tahun 1986-1990, dan akhirnya Martin cabut lalu bergabung dengan Asphyx ! memang Vokalis Martin ini sangat dikenal discene Netherland sebagai sosok vokalis berpengaruh pernah memperkuat Bolt Thrower, juga Hail of Bullet bersama drummer Gorefest. Dengan Karakter Vokal yang Terasa Harsh Grunt Growl ala John Tardy of Death, Chuck Schuldiner of  juga Luc Lemay of Gorguts cukup berkembang di Era 90-an dengan banyaknya Vokalis menggunakan karakter ini. dengan permainan yang lebih Mantap dan Matang, Pestilence semakin berkibar melalui Album Klasik legend ini, Let's look at the individual components. Quality riffing. There's tons of heavy all over the place, a lot of it displaying a fair degree of Possessed worship, but it goes far beyond that. The melodic parts are fantasic, Track2 disini menjadi begitu fenomenal bagi perkembangan Death Metal generasi selanjutnya. dan Gw masih ingat banget kalo kaset pertama Pestilence gw ini dari Titip beli Alm. Abang Gw yang kuliah dimalang langsung pulang dibelikan kaset ini. dengan teknik bermain Harmonic Riffing, Pestilence semakin membius Gw dengan intensitas melodic Part gelap dan mencekam pada suasana yang lebih Horror, seperti Imej Death Metal baru lebih dibentuk pada album ke-3 ini bagi sejarah karir Pestilence ! album ini dimulai dengan Track " The Secrecies of Horror ", Pestilence sudah membuka Pertemuan awal yang Menegangkan dengan Part Intro-nya yang kemudian Disambut dengan Death Metal Attack gaya Death era " Leprosy " dimainkan lagi secara modern dan Enerjik Intensitas Aransemennya, Permainan Band ini juga lebih terasa Proggresive pada beberapa sentuhan Gitar dan Bass-nya, solo2 Gitar Cantik dimainkan bergantian dan saling gayuh bersambut nada Patrick Mameli dan Patrick Uterwijk yang Kompak mempesona ! album ini banyak sekali Terdapat Track Intro Instrumental-nya serasa cukup mewakili Gambaran Pesan dari Masa lalu. dan kemudian Track fenomenal " Twisted Truth " terasa nyaring dimainkan dengan Elemen yang Gelap, track fenomenal ini yang membuat band Sepopuler Dying Fetus sebagai salah satu Inspirator kebesaran Karir Musikalitasnya. dengan solo2 Maut dilahirkan pada Track ini, a very powerful track with a cool solo. Following this song is one of the things that this album trademarked: intermission tracks, ... Amazing !! " Darkening " masih Intro yang disambung " Lost Soul ", Pestilence coba bermain lebih cepat lagi dan elo bisa mendengar gaya Harmonic riffing keren ditrack ini seakan menjadi Irama Kematian dari Kegelapan Neraka ! kemudian " Land of Tears " Band ini kembali memainkan Teknikal dan progresive part pada komposisi lagunya, as well as the high-string riff !! semakin coba bereksperimen dengan Gaya Death Metal Riffing yang unik, pada lagu " Prophetic Revelations ", Pestilence mulai mengenalkan sentuhan2 baru pada karakternya dan tidak meninggalkan sentuhan khasnya untuk " Mengumbar " Harmonic Riffing sintetis kejamnya yang populer itu. lalu " Presence of the Dead ' dan " Stigmatized " semakin mempertajam Kematangan konsep Pestilence memasuki era ke-emasan Death Metal 90-an yang selalu sukses dilahirkan dari tangan dingin Produser dan Enjiner kenamaan era 90-an, Scott Burn memang 99% dipastikan menjadi Masterpiece Klasik di Morrisound studio, sehingga untuk memburu Karir Bersinarnya, Pestilence pun harus Terbang Ke Amrik untuk mengerjakan materi " Testimony of the Ancients ' untuk menambah sejarah panjang Masterpiece terbaik dari era 90-an. seiring berkembangnya Musikalitas band, Pestilence setelah album ke-4 " Spheres " Tahun 1993 memutuskan untuk bubar jalan ditahun 1995 ketika semua member band memutuskan lebih fokus keband lainnya. padahal seperti diketahui album " Spheres " juga mendapatkan Sukses ke-2 dengan kerja bareng Produser dan Enjiner Steve Fontano walau Kualitas sound memang sudah bukan menjadi harapan baru lagi ketika tidak melakukan Kerja bareng dengan Scott Burn, dan hal ini juga menjadi salah satu alasan Band ini membubarkan diri seperti yang dialami oleh Suffocation memasuki album " Breeding The Spawn ", Pihak label sudah tidak memiliki Banyak Budget untuk menggunakan Jasa Scott Burn. dan banyaknya permintaan Fans dan keinginan Pestilence untuk bangkit dan kembali dikancah metal membuat Frontman patrick mameli tahun 2008 untuk membangkitkan kembali Pestilence yang 1 tahun kemudian langsung memuntahkan album kembalinya pestilence " Resurrection Macabre " tahun 2009 yang Arah musik Pestilence pun mengalami Perubahan menjadi Progressive/Jazz Fusion masih dengan sentuhan Death Metal utamanya, hanya dikerjakan oleh Frontman Patrik dan Bassis Tony Choy, Pestilence pun dibantu oleh Drummer Peter Wildoer yang pernah memperkuat Band Proggresive Metal, Time Requiem ! pun menggarap materi baru ini dengan merangkul Produser dan Enjiner Jacob Hansen, Pria Asli Denmark ini lebih Kita kenal sebagai Vokalis dan Gitaris band Populer Denmark, Invocator ! telah mulai banyak melahirkan Masterpiece baru dari band terkenal seperti Blotted Science, Communic, Dawn of Demise, Delain, Destruction, Fear My Thoughts, Heaven Shall Burn, Heathen, Illdisposed, dan masih banyak lagi. dan selang 1 tahun kemudian pasca melengkapi Formasi-nya Pestilence pun memuntahkan kembali album barunya " Doctrine " Tahun 2011 yang kini gantian menggunakan Jasa Tangan dingin Enjiner Victor Bullok adalah Gitaris band Black Metal Dark Fortress dan Triptykon yang semakin piawai sebagai Produser dan Enjiner album2 Top generasi 2000-an kayak Obscura, Christian Muenzner, Thulcandra dan masih seabrek lagi, Pestilence pun mencoba lebih bereksperimen dengan permainannya yang semakin Kompleks melalui Masuknya 2 member baru yang banyak membawa Segi Perubahan Band secara musikalitas. dan yang paling keren dan banyak menarik perhatian Rilisan ini adalah artwork kover karya Marko Saarelainen, yang cukup membuat Umat Kristiani semakin berteriak lantang untuk melakukan Protes Keras-nya. Well, " Testimony Of The Ancients " ini sampai kapanpun menjadi album terbaik dan memorable bagi Kecintaan Gw pada Musik Death Metal ! All the songs are fun in their own separate right, but some actually stand out whilst others are more filler material and don’t necessarily work as being a ‘great’ song but they are all still fun to listen to. That’s probably the only drawbacks on Testimony of the Ancients, having some filler songs and some weird and a bit annoying symphonic type interludes that don’t fit the album. The symphonic and atmospheric elements work perfectly in the actual fast and structured songs, but in the end the short little interludes are just annoying and totally skipworthy. Overall though Pestilence has struck gold with a perfect blend of jazzy progressive as thrash influenced death metal. I strongly recommend this to any fans of earlier Pestilence, Death, Cynic, as well as traditional death metal; it’s just straight up solid heavy metal.








Add to Cart More Info

Death SS - Heavy Demons CD 1991



























Death SS - Heavy Demons
Contempo Records 1991

Steve Sylvester - Vocals
Ross Lukather - Drums
Andy Barrington - Bass
Al Priest - Guitars
Jason Minelli - Guitars


01 Walpurgisnacht 02:21      
02 Where Have You Gone? 03:32      
03 Heavy Demons 04:07      
04 Family Vault 05:24      
05 Lilith 04:26      
06 Peace of Mind 03:39    
07 Way to Power 05:09    
08 Baphomet 04:48      
09 Inquisitor 04:48    
10Templar's Revenge 04:49    
11 All Soul's Day 04:53    
12 Sorcerous Valley (Back to the Real) 04:02


Dan Masih Teringat sekali bagaimana Awal Gw mengenal dan Membeli Kaset Pertama gw dari DEATH SS, salah satu Legendaris Heavy/Speed Metal Terbaik yang dimiliki oleh Scene Metal Italy, terlahir sejak Tahun 1977 dengan Imej Band Berkostum dan Nick Name Horror banget !, seperti halnya GWAR dengan Kostum Monster-nya, Death SS dengan Kostum Hantu-nya hehehehe, ya awal mula gw tertarik dengan Kaset album ini saat Gw lagi Galau mesti bingung mo Beli kaset mana, yang berangkat dari Rumah Target-nya adalah Membeli Album " The Key " Nya Nocturnus, tapi begitu nyampai Toko Gw malah liat Kaset ini dengan Bonus Poster lagi seperti pada Artwork Kover-nya yang Horrific banget dan akhirnya Poster Kaset ini gw buat sebagai Cover Map Clipper yang gw bawa ke sekolah waktu kelas 1 SMP hehehehe, pada awal mendengar musiknya Gw sedikit kecewa kalau Musik Death SS ga seperti yang Gw harapkan sebagai band pengusung Death Metal, coz band ini lebih bergaya Heavy/Speed Metal yang Soft awal gw dengerin, tapi lama kelamaan koq gw jadi suka yah ?? dan memang almarhum abang Gw yang pertama kali demen dengan Kaset ini setiap sore pasti juga ga pernah absen muter kaset ini dan Kuping gw lama2 terbiasa dengan Konsep Heavy/Speed Metal Death SS yang keren ini hehehehe, apalagi saat mendengar Intro sangar yang hadir dengan Narasi aktor Inggris terkenal Oliver Reed dengan Imej Cowok Maco era 80-an dan Meninggal karena serangan Jantung pada tahun 1999 menyumbangkan Narasi yang berbunyi " When the wind blows through the trees / When daylight is too far gone / And nightime falls on thes desolate lands / When a thin fog drifts over houses and farms / When darkness rules the village streets / And dogs are howling with fear / When all the doors and / windows are locked / When in the distance strange lights / Illuminate ghostly figures / And devilish / shadows are flying high / Piercing with anguish the hearts of men / In this terrible night / A sinister echo resounds in the air: Walpurgisnacht! Walpurgisnacht! Walpurgisnacht! / S. Valpurga - Save us from evil! / S. Valpurga - Pray for our soul!, yang disertai dengan Permainan keyboard dari Gitaris Bulldozer, Andy Pagana semakin menambah Elemen Horrific pada Imej Band ini seperti awal mula terbentuk. dan setelah itu langsung disambung dengan Track Memorable banget sepanjang Mindset Gw dengan Gaya Catchy Riffing yang Intens ! " Where Have You Gone?  " meluncur dengan sangat sadis, bagaimana Gw teringat dengan gaya Riffing Amazing di awal Part dari Gitaris dengan Imej Zombie Al Priest berduet Kompak dengan Gitaris Jason Minelli menggunakan Imej Skull Bones ini menciptakan Karakter yang terasa Lebih " Metal " banget dibanding dengan Rilisan2 sebelumnya, dan permainan Drum Ross Lukather " WereWolf " memang menjadi Perhatian Gw penuh dengan Permainan Drum amazing-nya, lebih cepat Gaya Twin Pedal dengan Sounding Trigger-nya Death SS mengenalkan Gw Ritme dan sound metal yang semakin berkembang Perfect dan Tentunya Icon Band ini masih terletak pada sosok Vokalis Steve Sylvester dengan Imej Vampire-nya pernah dikenal Warga Italy sebagai Bintang Film TV " L'Ispettore Coliandro (Episode 666) " dan Tahun 1993-1998 pun sukses dengan Proyek solo album dengan menggunakan Namanya sendiri yang kemudian saat ini eksis diband barunya, Sancta Sanctorum ! Steve Sylvester masih konsis menggunakan Karakter Vokal Rock Glamor seperti awal dirinya membentuk band ini dan Proyek solonya, yup karakter Glamor Rock yang kemudian dipopulerkan lagi oleh King Diamond di Mercyfulfate menjadi lebih Scream nada2 Tinggi lagi, sangat Memorable banget deh hehehehe, dan liat bagaimana Steve Sylvester begitu enerjik dibagian Refrain Vokalnya " No! No! No! No! No! / This is not the way to go / The World needs your love! / Where have you gone?  " dan Hingga Kini gw masih remind banget dengan gaya bernyanyinya ini hehehehe ... Hmm sebuah Track yang terkesan Thrash/Death Metal Nuansanya pada " Where Have You Gone? " patut mendapat perhatian lebih. kemudian Track Hit Utama Album " Heavy Demons "lebih bergaya Hardrock dengan Gaya Bernyanyi Sing Along Glam Rock era 80-an dengan Refrain Utama " We're the Heavy Demons, Heavy Metal Demons You can't stop our Rock! / Join the Heavy Demons, music fighting Demons / 'cause we want your Soul! " sangat memancing Adrenalin Audience untuk Bernyanyi Bersama2, sebuah Karakter lagu yang begitu berbeda dengan Track sebelumnya namun tetep asyik dinikmati aja hehehe ... lalu " Family Vault " song is one of the most gloom ones here…the beginning is melodic, sad and extremely enchanting. The chorus in the refrain is awesome, supported by acoustic guitar and the beautiful Steve's voice can be so soft and, at the same time, extremely aggressive and scratchy. dengan Intensitas Nada Musik, Death SS lebih Tampil Kalem tapi tetep Metal ! dengan Refrain yang Memorable, Steve Sylverster Menyanyikan Bait " Money and success, you were my only reasons of life / Candles, tombstones, will be my company in this family vault .... " lagu yang menceritakan seorang Patriot yang Jika Mati nanti ingin dikuburkan ditempat yang layak sesuai dengan harapannya, disaat semua impian manusia semakin terkikis oleh Egoisme dan Merubah sesuatu yang Pada tempatnya menjadi terlupakan. sebuah Solo Gitar Ciamik dari Al Priest dan Jason Minelli saling Beradu gaya Melodius Part, sebuah elemen yang sempurna dengan segala konsep yang dimainkan band pada Track fenomenal ini. " Lilith ", Eksplorasi solo Bass Andy Barrington dengan Imej Mummy-nya memulai Part awal dengan Sedikit Eksibisi bersama Drummer Ross, sebuah Track yang kental elemen Gloom Dark Metal dan Atmosfir avant Garde bernuansa Hitam yang Horror ! dan " Peace of Mind " Cool track dengan karakter faster and “thrashy”. The solos are always well done, evocative and melodic. sangat memukai dengan gaya Chugging Cantik disetiap gaya Rythym-nya, sebuah Komposisi yang mengajak Gw untuk Keep Headbang !! permainan Drummer Ross pun semakin tertantang dengan Elemen Teknikalitas Riffing part. lalu seperti Track " lilith ", selanjutnya Band ini memainkan Track " Way To Power ", This song always gives me different emotions: sadness, gloom, desolation, damnation but with a romantic melody. lagu bernuansa Gloomy, slow dan penuh kepedihan disetiap penggal nada lagunya. dengan refrain yang begitu memorable banget " Searching the way to power you reach the light / You can learn the secret laws of your life / Spirit is the only pure and sure reality / Matter is only its inferior alteration " akan mengajak Audience stage untuk Menyalakan Lilin dan Mengayunkan diatas kepala bersama sama dengan yang lain sembari bernyanyi bareng pada Refrain Tersebut, hmmmm .... Nice Song For Memorable Part ! yang kemudian disambung lagi dengan Track Konvensional Intense Part " Baphomet ", dengan Intro Anthem berbahasa Latin " Veni, domine liberator / dona nobis potestatem / Te adoramus,veneramus / Dona nobis Scientiam " seperti menjadi sebuah Mantra sakti pemuja Kegelapan, Death SS kembali Tampil memukau dengan Enerjik song ! The clean chorus create a strange, ritualistic sound and the solos are always in the right place, with the same beautiful sound. gw mendengar Gaya Riffing yang Brilian dimainkan dengan gaya Speed Metal yang Agresif Ritmik-nya, apalagi beberapa Balutan Solo Gitar ciamik menambah balutan sempurna karakter Musik Death SS yang semakin matang dan dinamis. kemudian " Inquisitor " masih mengajak Kita untuk tetap posisi headbang dengan great riffs beratmosfir Hitam seakan semakin mencekam ruang dengar kita dengan Mantra2 Jahat Pasukan Horror dari Neraka ini, Speed and Thrash Riffing Hard Attacking sekali ! lalu " Templar's Revenge " yang diawali dengan sebuah Narasi Hitam penuh Kutukan Dewa Kegelapan " "I die innocent, but I summon within a year, To the Court of God, the Pope, The hired assassin and the King.The last King's descendant will die in torture, killed by a Templar!.................." mengawali Thrashin Part track ini, Sentuhan Thrash Metal dengan Gaya Speed Metal Riffing semakin dipamerkan pada aransemen lagu bergaya Vokal Glam Rock yang enerjik ! lalu Track akhir " All Soul's Day ", Death SS kembali sedikit bergaya Glam Hardrock melalui sentuhan Riffi yang lebihThrash lagi dan pada versi Kaset tentu saja ga sama dengan Versi CD-nya, kalo versi kaset cukup berakhir dengan Track  " All Soul's Day ", namun untuk Versi CD masih ada 1 Track lagi " Sorcerous Valley (Back to the Real) " yang mengakhiri track list CD-nya, seperti biasa kali, Pihak Distributor kaset harus mengkondisikan Kapasitas Kaset Pita-nya hehehehe, dan " Sorcerous Valley (Back to the Real)  " ini seperti Outro yang merupakan karakter lanjut dari Intro " Walpurgisnacht " sehingga Alur Album ini memang dibuat seperti sebuah Dinamika Film saja layaknya. dan karena banyaknya Fans yang masih mencari Rilisan kaset ini karena sudah beberapa kali Rilis dan Ludes dipasaran, tahun 1997, pihak Lucifer Rising merilis ulang Materi ini dengan tambahan 4 Track, seperti  Cover version milik Atomic Rooster " Death Walks Behind You " yang memang direkam secara bersamaan dengan materi " Heavy Demon " ini, tapi pihak Contempo Records sengaja tidak menyertakannya. kemudian juga Versi lain dari track " Where Have You Gone? " yang di Mixing ulang dan sentuhan yang tentu saja berbeda dengan versi sebelumnya, dengan sound yang lebih Clean, kita bisa mendengar karakter Riffing Guitar yang Jelas lagi disini, lalu Versi rekaman live Track " Horrible Eyes " dari Album ke-2 nya " Black Mass " tahun 1989, masih terasa gaya Death SS yang begitu Rockin dengan Gitaris Kurt Templar dan Kevin Reynolds serta drummer Boris Hunter, Konsep Band ini sangat berbeda dengan Formasi album " Heavy Demon " ini banget dan terakhir ada " Thrill Seeker " sebuah Epic Experiment Avant Garde Track yang sangat Horror dan Ambient Nuansanya, track ini belum pernah dipublikasikan sebelumnya oleh Pihak Band sendiri. well memang sebelumnya album Pertama " ...In Death of Steve Sylvester " tahun 1988 lebih dulu diperkenalkan kepada Kancah Metal Internasional dan melejitkan nama band ini, namun " Heavy Demon " tetap mendapat Pujian sebagai Album dan Formasi terbaik oleh beberapa kalangan. dan album yang menjadi album terakhir Gitaris berbakat Al Priest dan Jason Minelli membuat Populeritas Band ini banyak merosot pasca rilis album ke-4 " Do What Thou Wilt " tahun 1997. “Do What Thou Wilt”. First of all, we must say that in this album they have a keyboards player in the line up; this is a new thing, and already from the booklet we can see the new dresses utilized by the band: more modern/cyber style and less horror. 








Add to Cart More Info

Immortalis - Indicium De Mortuis CD 1991



























Immortalis - Indicium De Mortuis
Morbid Records 1991

Marco Gebert - Drums
Gregor Zelazny - Guitars
Tommy Scharm - Guitars
Sebastian Bielecki - Vocals
Ulrich Dammer - Bass


01 Burning Existence 05:42    
02 Intro 00:52    
03 Subordinate Gods 05:36    
04 Bleeding Inheritance 05:36    
05 Quo Vadis (Everlasting Life) 04:32    
06 Indicium De Mortuis 02:29    
07 My Requiem 04:33    
08 Voices of Forgotten Souls 04:29    
09 Blasphemous Process 03:50    
10 Countess Bathory (Venom cover) 04:07


Kali Pertama Mengenal band Death Metal yang era 90-an Kaset-nya masuk di Toko Kaset dan sebelumnya sempat terlewatkan dalam Target List Hunting Gw hehehe dan akhirnya seorang teman meminjamkannya dan akhirnya Gw copy hehehehe, sebelumnya memang Gw dah mengerti kalau nih maenin Konsep Musik Death Metal, Yeah Swedish Death Metal Sound Banget in the Vein Entombed dan Dismember, walau Kenyataannya yang eksis sejak Tahun 1991 langsung dikontrak Oleh Label sekampung Halamannya, Morbid Records, band ini lahir dari kawasan Gottingen, Lower Saxony, Jerman dan sepanjang karir hingga mengeluarkan album ini cuman 1 Gebrakan aja, sayang banget kalo konsep musik mereka ini tergolong keren tuh, Swedish Death Metal yang Kental banget elemen Melodius Riffing dan Kuat di dukung oleh Karakter Growl dan Middle Scream yang Dominan disetiap lagunya. If you want some dark, cryptic death metal with no mercy, then this is the stuff of kings ! ditangani oleh Produser dan Enjiner Andy Classen, yang namanya saat sekarang sudah ngetop menjadi Produser band2 besar seperti Belphegor, Burden of Grief, Callenish Circle, Crack Up, Dew-Scented, Die Apokalyptischen Reiter, Disbelief, Graveworm dan masih banyak lagi, mantan suami dari Vokalis Cewek Sabina Classen di satu band, Holy Moses sejak Tahun 1986 Hingga Saat ini. Nama Immortalis mungkin saat ini sangat menjadi sebuah nama yang tinggal kenangan, karena ga banyak info yang didapat dari band ini selain sosok Vocalis Sebastian Bielecki yang Pernah membentuk band Death Metal Baron sebagai Gitaris sejak tahun 1997 hingga 2003 band ini hanya menghasilkan 2 demo saja. dengan artwork kover yang era 90-an sangat diminati konsepnya, Immortalis memang bergaya Dark, Desperate dan Atmospheric, despondent music with no care in the world except for its own twisted, personal gain. One look at the cover art and you know you’ll never be the same – the curiosity will kill you if you aren’t prepared (hit: you won’t ever be). dan banyak Editor musik yang menyebut konsep musik mereka adalah pertemuan Karakter Album Awal Malevolent Creation dan Hypocrisy, namun bagi Gw sentuhan Riffing dan sound in the Vein, Dimulai langsung dengan " Burning Existence ", Konsonan Death Metal Enerjik sudah menyerang duluan dengan Headbang beat Intens ! Perpaduan antara Growl Vokal dengan Middle Scream semakin menambah panjang Kekuatan Swedish Sound Entombed dan Dismember semakin mengerikan ! Production is actually pretty damn good; no muffled drums, cowering bass, or rough vocals. For OSDM, it’s as special and haunting as they come, but with more doom as the special ingredients. kekuatan dasyat Enerji Hypocrisy era " penetralia " juga sangat kuat terasa pada beberapa Aransemen Musiknya. dan yang keren lagi adalah pada Track akhir, Immortalis bawain kembali " Countes Bathory " nya Venom  menjadi lebih Keren dan cantik, Headbanggggg !!!! Komposisi Musik dan Sound yang lebih terasa " Berkembang " Bisa Banget Gw rasakan didebutan ini, awal Perkembangan Swedish Death Metal memasuki Era 90-an, dimasa Masa ke emasan Death Metal sangat begitu besar kala itu, dan Gw sangat merindukan kembali masa masa seperti itu yang sama sekali Gw gw dapat di saat sekarang ini, dimana Konsep Musik sudah terlalu Komplek menciptakan Ruang Boring dengan segala " Ketidak Jujuran " antara Musisinya demi untuk mengejar Hasil yang maksimal. Death Metal keep Still Alive !!!







Add to Cart More Info

Blasphereion - Rest In Peace CD 1991



























Blasphereion - Rest In Peace
Osmose Productions 1991

Dan Vandenplas - Vocals, Bass
Eddy Satin - Guitars
Patrick Rosa - Guitars
Fabrice Depireux - Drums


01 Church of Lies 05:33    
02 Dells of Pain 04:02    
03 Demon's Blood 04:13    
04 Decadence Life 04:49    
05 Apocalyptic Visions 04:34    
06 It's Still There 04:30    
07 R.I.P. 04:47    
08 Inside My Eyes 05:21    
09 At the Bound of Madness 06:05    
10 Future Earth 05:07    
11 Listen to Their Cries 03:08


Album ini menjadi Bagian Penting banget pada perkembangan Musik metal di Indonesia Scene Era 90-an loh ! walau kurang begitu sukses dipasaran Musik Internasional, namun Konsep bermain mereka justru terkenal sekali di Scene Indonesia, saat Album pertama dan Terakhir kalinya Band Death Metal dengan sentuhan Kental Black Metal serta Terjangan Grindcore Part ini Kaset-nya masuk di Indonesia dan Mengilhami beberapa band untuk membentuk band metal dan awal masa penjajakan lagu2 Blasphereion inilah yang banyak menjadi Training dan pengaruhnya. kalau ga percaya silahkan tanya pada temen2 yang mulai nge-band era tahun 90-an, karena musiknya sudah dianggap mengerikan dengan karakter Vokal dan Konsep simple-nya cukup untuk para New Bie metal saat itu bikin band metal. Blasphereion are a perfect example of this. Rest in Peace is an album that despite its flaws has a strong sense of direction and meaning to it. The riffs are simplistic and primitive when compared to most of the band’s contemporaries, but it doesn’t detract from the music, which still has the same effect as that of their more technical peers. At times their ideas seem under-developed, but this is only to be expected of a band’s debut album, especially considering that they skipped the demo process. It’s not the kind of album that any death metal fan can pick up and enjoy, as it leans towards a doom-death metal hybrid and focuses on creating an atmosphere rather than a mosh pit. dan dari kaset inilah untuk pertama kalinya juga dikenalkan dengan karakter Vokal yang lebih mengerikan dari yang gw kenal sebelumnya, Guttural Style !! lebih tidak terbaca Pattern-nya, karena sang Vokalis lebih coba bernyanyi dengan sistem diafragma yang dikeluarkan lewat rongga tenggorokannya. Vocalis dan Bassis Dan Vandenplas telah menciptakan Konsep Vokal baru di Scene Belgia yang saat itu masih terlalu sangat buta menerima konsep band ini, namun sayang 6 tahun setelah album ini dilepas, Dan Vandenplas telah meninggal dunia dan kepedihan ini menjadi yang terakhir kalinya untuk Blasphereion berkarir dijalur metal dengan Rilisan terakhir tahun 1993 berupa demo. dengan konsep bermusik hasil perpaduan gaya bermain in the vein Immolation, Black Sabbath, Celtic Frost, Napalm Death hingga Morbid Angel Awal, Kwartet pemuda asal  area of Charleroi yang eksis membentuk band ini sejak tahun 1991 sudah memiliki keinginan Kuat memainkan Konsep yang lebih keras pada masanya, Selain Vocalis Dan Vandenplas menarik perhatian Gw, berikutnya adalah Penampilan Drummer Fabrice Depireux yang sudah ingin memainkan Gaya Hyperblast Snare, dan yang menjadi unik adalah, Blasphereion saat itu masih belum menggunakan Twin pedal, cuman hanya Single Pedal saja, Fabrice Depireux tetap berkeinginan Memainkan Pedal Bass Drum dengan Cepat, waw !! komposisi Musik yang cepat dan memang sering dibalut dengan gaya Doom Metal pada setiap jeda-nya, Kualitas sound yang masih Kurang balance dan terkesan kualitas demo saja, Band ini rupanya telah menjadikan rilisan ini sebagai Death/Grind Klasik dari era 90-an hehehehe, Track2 Fenomenal seperti " Demon's Blood, R.I.P., Decadence Life serta Church of Lies " sangat Memorable untuk terus diingat hingga detik ini begitu menyebut nama Blasphereion ! promising great music to come but never being given the chance to develop their sound. The same phenomenon could be witnessed in thrash metal and grindcore of the 1980s. tapi sayang banget, Kover kaset ini malah kena Corat corat Adik temen Gw yang Rada2 O'on Otak-nya begitu kaset ini dipinjam oleh Kakaknya, padahal Gw Sayangi banget nih kaset Koleksi Gw, Damn Shit Off deh !!








Add to Cart More Info