Tampilkan postingan dengan label 1990. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1990. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2015

VA. Death... Is Just The Beginning I CD 1990



























VA. Death... Is Just The Beginning I
Nuclear Blast Records 1990

01 Defecation - Intro / Granted Wish 3:36    
02 Atrocity - Life Is A Long And Silent River 3:36    
03 Incubus - Massacre Of The Unborn 5:01    
04 Dismember - Defective Decay (Demo Version) 3:56    
05 Righteous Pigs - Overdose 4:28    
06 Disharmonic Orchestra - Disappeared With Hermaphrodite Choirs 2:24    
07 Master - Children Of The Grave 4:04    
08 Abomination - Impending Doom 3:36    
09 Pungent Stench - Suspended Animation (Remix) 4:21    
10 Benediction - Grizzled Finale (Remix) 4:00    
11 Revenant - Degeneration 4:23    
12 Death Strike - Mangled Dehumanization / Outro 2:24    
13 Righteous Pigs - Ruinous Dump 2:56    
14 Defecation - Side Effects 2:14    
15 Deathcore - Guerilla 3:32    
16 Toxic Shock - True Insanity 4:49    
17 Impulse Manslaughter - Sedation 1:54    
18 Messiah - Empire Of The Damned 3:04    
19 Disharmonic Orchestra - Interposition 1:55    
20 Dismember - Dismembered (Demo Version) 6:06


Sorry Coy agak terlupakan untuk kompilasi Pertama paling bersejarah Label Nuclear Blast Records yang berawal dari Independen Label kini menjadi label Internasional profesional dengan banyak Rilisan dan Band2 bagus dalam sepanjang sejarahnya. dan dari Kompilasi Jilid Perdana inilah, Markus Staiger sang Boss besar label ini memulai mengumpulkan beberapa band dalam rosternya yang kemudian Markus Rilis beberapa album klasik bersejarahnya. layout dan Booklet ini ga banyak menampilkan Informasi band seperti Kompilasi selanjutnya, karena pada edisi pertama ini, Death... Is Just The Beginning hanya menampilkan Photo & Kontak band saja, dan tahun 1990-an Kompilasi ini juga sempat diedarkan oleh Distributor Kaset Import untuk pasaran Indonesia, PT. Suara Sentral Sejati yang memperoleh Lisensi diasia melalui Valentine Music ( Malasya ) dan pemasaran Internasionalnya dipegang sepenuhnya oleh Boulevard International, dan beruntung gw bisa memiliki Versi kaset-nya yang Gw beli dari seorang teman dalam kondisi 70% masih enak didengerin hehehehe sampai akhirnya gw mendapat versi CD-nya. memang Kondisi Tahun 90-an awal sejak awal kemunculan dan Booming berkembangnya Genre Death Metal begitu komplek dan klasik dengan kondisi yang ada, artinya dari segi Musikal dan Sound, beberapa band masih mencari " Jati diri "nya masing2 hehehehe, yang pasti inilah sejarah pertama Nuclear Blast Records untuk berkiprah serius dikancah Industri Metal Internasional. dengan Durasi Total 01:12:16 menit, Kompilasi ini menampilkan 20 Track dari 16 Band. dimulai langsung dari DEFECATION, Death/grind Pioner pertama dari Amrik yang terbentuk tahun 1986 oleh Drummer Napalm Death Mick Harris bersama dengan Rekan Terbaik dari amrik, Mitch Harris yang juga menjadi Gitaris di Napalm Death. sempat membubarkan diri setelah merilis 1 CD " Purity Dilution " Tahun 1989, sebuah album penting Death/grind 2 negara, album yang diproduser oleh Frontman Brutal Truth, Danny Lilker lolos sebagai salah satu Masterpiece Klasik Death/grind yang menjadi bahan perbincangan banyak media. Actually, Napalm Death a bit down the road, when they incorporated more death metal, plus a little Terrorizer, but all in all, the Napalm Death influence is the biggest and most obvious point of reference. So, as you can see, there's very little point to this band being around at all; the only thing even moderately interesting about it is that it is a bit ahead of its time as far as a fusion of death and grind goes, and it is a bit heavier and more brutal than a lot of stuff around at the time. Heaviness and brutality alone, though, typically don't carry albums, and certainly not in this circumstance. The fact that it's somewhat ahead of it's time does nothing to diminish the fact that this release is entirely unnecessary and is probably not of interest to anyone but the most die-hard death/grind collectors. tapi dikompilasi ini, Defecation menyuguhkan track " Granted Wish " dari CD kedua " Intention Surpassed " tahun 2003, padahal materinya sendiri selesai dikerjakan tahun 2000-an, tanpa kehadiran Mick Harris, akhirnya memutuskan Mitch Harris menjadikan Album ke-2 ini sebagai Solo Albumnya, karena memang diketahui Mitch Harris sendiri yang memainkan Semua Instrumen musiknya, dengan sounding yang kental gaya Old School Swedish Sound, Defecation banyak bergeser ke gaya Death Metal klasik tanpa banyak serangan Bombardir Grinding Style ! .... kemudian ATROCITY, salah satu Pioner penting perkembangan Death Metal awal Jerman Scene ini melaju kencang dengan " Life Is A Long And Silent River ", masih meluncur manis dengan karakter technical Death Metal keren dari materi Album Pertama " Hallucinations " tahun 1990 yang masih berlanjut bertahan konsepnya pada album ke-2 " Todessehnsucht " tahun 1992, sebelum akhirnya band ini memutuskan dengan keputusan Kontroversial untuk menggeser Musiknya menjadi experiment tanpa sentuhan non-metal genre menuju konsep Electro Gothic/Ethno yang membosankan ! dan siapapun tetap akan akan mengenal album pertama " Hallucinations " adalah Produk Death Metal dasyat diawal karir Atrocity. It does take a while to get into this album properly due to the technicality of the music but when you do, you can’t but worship it. My only complaint is about the production, the snare drum is too loud and the guitars are a bit too low in the mix but this is a minor thing. .... INCUBUS meluncur cepat dengan " Massacre Of The Unborn ", salah satu Icon Death/Thrash Metal penting era 90-an asal New Orleans, Amrik yang mengharum namanya lewat CD ke-2 " Beyond the Unknown " tahun 1990, band bentukan 2 bersaudara M. Howard, Drummer Moyses M. Howard dan Vokalis Gitaris Francis M. Howard yang berkebangsaan Brazil kemudian Imigrasi ke New Orleans, namun sangat disayangkan kalau Band ini harus keduluan memakai Nama Incubus dengan band Amrik juga dengan genre Pop/Alternative yang lebih dulu populer menggunakan nama Incubus, sehingga tahun 1999 diputuskanlah jika Band asal New Orleans harus menggantinya menjadi nama baru sebagai Opprobrium! Bar far the most advanced Incubus release upon the time's of it's release, it was, and still is a true classic of early Death Metal, and one of the first technical death metal albums. ..... DISMEMBER, salah satu Pioner Swedish Death Metal Populer setelah Nama Entombed di era 90-an meraungkan track " Defective Decay " dari materi demo " Reborn in Blasphemy " tahun 1990 yang dirilis dalam format kaset oleh Nuclear Blast Records dalam format kaset dengan Profesional covers adalah awal ketertarikan Markus Staiger dengan band ini. The guitar leads are monumental and paint majestic landscapes in your mind as you listen to them. The demo version is played a tad slower than its album counterpart, but the rhythm guitars are much higher in the mix which gives a new dimension to this classic composition. The stream of captivating melodies eventually leads up ! sayang banget band ini sudah meninggalkan banyak kenangan setelah memutuskan secara resmi untuk bubar jalan pada Oktober tahun 2011 lalu. ...... RIGHTEOUS PIGS selanjutnya meluncur liar dengan " Overdose " dari materi album CD ke-2 " Stress Related " tahun 1990, band asal Las Vegas, Nevada yang eksis sejak 1987 dengan konsep Death/Grind ini adalah Band pertama kali Mitch Harris berkecimpung di Extreme metal dan setelah band ini bubar jalan tahun 1990, Mitch Harris kemudian masuk dalam Formasi Napalm Death. Righteous Pigs went in a different direction, a slower more death metal direction. On my first listen I immediately turned it off, because I was originally hoping for fast in your face grind. But to my surprise, after listening to it a couple of more times, or should I say giving it a chance, I loved it more and more. Oh Ya Khabarnya Formasi Lawas band ini akan segera melakukan Reuni kembali untuk penampilan perdana lagi di event Maryland Deathfest XI pada Bulan Mei 2013, dan semoga saja Righteous Pigs masih akan terus berkarya lagi. ..... DISHARMONIC ORCHESTRA dengan " Disappeared With Hermaphrodite Choirs ", melaju semakin cepat dengan beat Death Metal Enerjiknya, Trio Death Metal Kugiran Austria ini merupakan band seperjuangan dengan rekan band sekampungnya, Pungent Stench !, dari materi CD " Expositionsprophylaxe " menjadi Full album profesional pertama tahun 1990 band ini masih eksis mengusung konsep Death Metal/Grindcore sebelum akhirnya lebih bergeser ke konsep Progressive Death Metal sejak album ke-2 " Not to Be Undimensional Conscious " Tahun 1992. as if the bizarre song and riff structures weren't challanging enough for him. Every second of this album is perfectly augmented by this omnipresent drumming, but never is it drifting off into the absurd as so many of the modern jazzy bands do. On the contrary, with all its craziness it remains a rock solid backbone to the music, which is something so many other technical bands fail at. ..... lalu MASTER dengan " Children Of The Grave " adalah Cover version dari The Legend Band, Black Sabbath, terlihat masih enerjik mengusung Hentakan gaya Death Metal klasik dengan balutan Gaya Bermain Motorhead, Venom, Slayer lama dan sentuhan Crusty Punk-nya, Frontman Paul Speckmann mencomot track Anthemic dan Epic ini dari materi Album CD pertamanya " Master " tahun 1990. They're the perfect cross between the more aggressive thrash vocalists (think the Teutonic bands) and your typical death metal vocalist, which reflects the overall music quite well. The riffing creates a nice wall of noise, fast and chaotic, and composed wonderfully. .... kemudian ABOMINATION dengan " Impending Doom ", menjadi Manuver liar berikutnya dari Paul Speckmann lagi dengan Band Side Project lainnya ini lewat demo " Abomination " tahun 1989, Trio Death/Thrash Metal ini masih mengusung konsep bermusik yang ga jauh dengan Master dan Death Strike. Everything here is pretty much ideally perfect, but it seems sometimes the songs run together making it less of a listen individually; which is why I like to listen to this album as a whole making it all the better with the constant barrage of heavy fucking metal. ...... PUNGENT STENCH, salah satu Pioner Death Metal terbaik di scene Austria ini melaju dengan track " Suspended Animation ", masih terasa Permainan yang Lugu dan belum menjadi liar selanjutnya bagi Trio Death Metaller ini melalui album CD pertama " For God Your Soul... For Me Your Flesh " tahun 1990 akan semakin lebih liar konsep musik mereka memasuki era Ep " Shisyu " tahun 1991 dan album ke-2 " Been Caught Buttering " tahun 1991. dengan Artwork Kover Gory tentang Mutilasi, album mereka sering ditolak dibeberapa toko kaset/CD. is a really fun mix of death metal and early grindcore, basically sounding like a cross between Obituary and Terrorizer. kemudian BENEDICTION dengan " Grizzled Finale " meluncur dari selangkangan album pertama mereka " Subconscious Terror " tahun 1990 masih menampilkan sosok Godfather Grindcore Vokalis Mark "Barney" Greenway sebelum dirinya bergabung dalam formasi Napalm Death. Just good old school Death Metal. Unfortunately, this kind of Death Metal has almost no fans today, except for the people that grew up with this kind of music, who are today family guys, warking people, and they are dying out, just like the spirit of this music. ... selanjutnya dengan permainan skill memukau, REVENANT, Technical Death/Thrash Keren asal New Jersey ini mengambilnya dari materi Ep " Distant Eyes " yang dirilis oleh Thrash Records cukup menampilkan permainan Death/Thrash dinamis dari Aransemen Riff Teknikal Gitaris Dave Jengo telah membawa Kontrak Rekaman album pertama dengan Nuclear Blast Records. ... Paul Speckmann masih agresive dengan masih banyak side Project bandnya, kali ini giliran proyeknya lain, DEATH STRIKE dengan track " Mangled Dehumanization " muncrat kuat dari album full pertamanya "  Fuckin' Death " tahun 1991, Progres Musik yang ga begitu Jauh dengan Proyek band Master-nya, Paul Speckmann memang saat itu sedang gila2nya bikin band kayaknya. kemudian untuk kedua kalinya RIGHTEOUS PIGS selanjutnya mengamuk dengan Track Death/Grind Liar " Ruinous Dump " adalah dari masih materi CD kedua " Stress Related " tahun 1990. Compared to contemporary Raw grindcore pioneers Righteous Pigs were more on the hardcore punk side of the genre than thrash or death metal. This was mostly over all performance and structure of the songs as well. kemudian untuk kedua kalinya pula DEFECATION memuntahkan track " Side Effects " dari album pertama mereka " Purity Dilution " Tahun 1989 dan kemudian pula juga Track ini dapat masuk kembali di Jilid Ke-2 Kompilasi Death... Is Just The Beginning selanjutnya. kemudian salah satu Klasik Crossover/Death/Thrash dengan sentuhan Death Metal/Grindcore sana sini meluncur tajam dan brutal dari band DEATHCORE lewat track " Guerilla ", yang dicomot dari Full album klasik pertama " Spontaneous Underground " tahun 1990, sayang gw ga banyak tau tentang band yang memiliki nama seperti Genre " Metal " saat ini sedang booming hehehe. tapi info saja kalau Band asli Speyer, Rhineland-Palatinate, Jerman ini sudah eksis sejak 1987. a long time later I thought to myself "Wasn't there some old-school band that was named after a shitty new genre?" (then thinking it was "metalcore") and decided I'd search for it and check it out. .... setelah itu ada TOXIC SHOCK dengan " True Insanity ", Thrash Metal klasik asal Eislingen, Baden-Württemberg, Jerman ini tengah sedang mempromosikan album ke-2 " Welcome Home... Near Dark " tahun 1990 dengan menampilkan Track tersebut, Toxic Shock masih begitu menyakinkan dengan Gaya Old School Thrash Metal Melodiusnya. and the songwriting is catchy, with a belligerent melodic bluster that works rather well alongside the crude production. There are still heavy traces of Kreator and Destruction in some of the riffs, but there's also a street readiness about them that brings to mind a lot of US acts of their day. kemudian IMPULSE MANSLAUGHTER dengan " Sedation ", Band Crust punk/metal hybrid dari Chicago, IL. yang pertama kali bergabung dalam Roster Nuclear Blast records ini melepaskan salah satu materi album pertama " Logical End " tahun 1988, terbentuk tahun 1985 dan Bubar jalan kemudian tahun 1993 rupanya banyak meninggalkan kenangan yang mendalam untuk genre Crust punk/metal pada perkembangannya. MESSIAH selanjutnya memuncratkan Track " Empire Of The Damned ", Death/Thrash Legendaris terbaik Switzerland ini masih begitu terasa tampil klasik dengan gaya Old School Thrash Metal enerjik 80-an banget. dari materi Full album pertamanya " Hymn to Abramelin " tahun 1986 via Chainsaw Murder records, Messiah memang masih begitu kental memainkan elemen tersebut. It renders a withstanding riff-pattern alternation that frequently overpowers the vertiginousity of the abrupt rythmic structuralism in a then-oddly arranged manner. From the uncontrolled thrashing disorder to the harmonically rich twilighted slower power chord parts and from the texturally mighty figure-rich sweeps and tremolo cohesiveness to the Celtic Frost inspired tragic mid-paced melodic constructions and from the cathedratically delayed hoarse and high-pitched vocals to the highly evident bass roar and the rythmically enduring obstreperous drumming this album coheres itself in a impressive way. dan 2 Track selanjutnya masih menampilkan 2 Band sebelumnya, Disharmonic Orchestra dengan " Interposition " serta Dismember dengan " Dismembered " dari versi Demo " Reborn in Blasphemy ". memang cukuplah untuk mengguncang Industri Musik Internasional dengan hentakan Nada Keras yang mulai melakukan Invasinya memasuki era 90-an. sebuah Masterpiece Kompilasi klasik yang para Metalhead wajib Punya dan jangan cukup berbangga dengan Rilisan2 Tahun 2000-an, karena semuanya itu tidak akan terbentuk jika tidak melalui perjuangan era 90-an ! Kenali dulu para Kakek nenek mu sebelum elo kenal semuanya Cucu-cucunya hahahahaha.....







Add to Cart More Info

Selasa, 17 Maret 2015

VA. At Death's Door - A Collection Of Brutal Death Metal CD 1990



























VA. At Death's Door - A Collection Of Brutal Death Metal
Roadrunner Records 1990

01 Sepultura - Mass Hypnosis 4:23    
02 Pestilence - Out Of The Body 4:38    
03 Deicide - Dead By Dawn 3:53    
04 Morgoth - Burnt Identity 3:51    
05 Sadus - Last Abide 2:16    
06 Exhorder - Desecrator 6:09    
07 Death - Open Casket 4:53    
08 Obituary - Til Death 3:55    
09 Malevolent Creation - Decadence Within 4:21    
10 Believer - Not Even One 3:34    
11 Cerebral Fix - Culte Des Mortes 5:49    
12 Atrocity - Deep In Your Subconscious 5:23


Sebuah Invasi mengerikan harus kembali ditorehkan bagi Raksasa label Metal dengan Distribusi Internasional di Era-90an adalah masa Ke-emasannya. membuat sebuah album kompilasi adalah sebuah strategi dagang Industri Musik untuk lebih mengenalkan beberapa Roster band yang albumnya berada dibawah rilisannya. dan Monte Conner, salah satu Divisi Pemasarannya lebih meluangkan Konsentrasinya untuk merilis album kompilasi bertajuk At Death's Door pada Edisi pertamanya menggunakan tema " A Collection Of Brutal Death Metal " lebih sebagai Merk Dagang menariknya bagi para fans metal, dan kayaknya gw harus ga sependapat dengan Ide Monte Conner ini, karena Kompilasi ini lebih berisi berbagai Genre Metal dari Death Metal dan Thrash metal, dan karena mungkin pada era 90-an pas kompilasi ini dirilis, kekuatan dasyat dari Booming Keras Death Metal lebih di asumsikan dengan beat musik yang Brutal ! dan hal tersebut masih berlaku lah untuk beberapa band sadis disini. hmmm sebuah kompilasi Fenomenal begitu pertama kali dirilis, dengan artwork keren karya seniman Naturalis dan Plural Themes seperti Dan Sea Grave adalah langganan beberapa band di era 90-an dan menjadi pelukis artwork Lepas di Roadrunner records telah memberi kemasan yang Keren kompilasi ini dilirik Fans Musik Cadas. semua track disini telah mengalami Proses mastering ulang untuk mengejar Sound Balance di Fullersound, Miami, Florida. mayoritas disini adalah Rilisan Expose dari Roadrunner terkecuali 1 Band, Morgoth masih menjadi hak cipta Century Media Records. well sebuah serbuan Kejam dari Era 90-an siap membumi hanguskan Death Metal Fans ! dan meski pernah dirilis dalam format Kaset Pita, sepertinya Album Kompilasi ini tidak pernah didistribusikan di wilayah Indonesia, dan yang tersedia justru malah Jilid Ke-2 nya saja, atau gw salah mungkin ?? yang jelas ada banyak band Legendaris dan tangguh bertengger didalamnya yang dimulai oleh Track awal " Mass Hypnosis " nya SEPULTURA, yang saat itu memang sedang gencar mempromosikan album ke-3 nya " Beneath The Remains " tahun 1989, salah satu Band Thrash Metal Terbesar dan Populer masa itu masih terkenal dengan gaya Thrash Metal kental sadisnya, sepertinya sudah sesuai mendapat urutan terdepan Kompilasi ini mengingat Reputasi-nya yang luar biasa kala itu. Beneath the Remains boasts some of the fastest and most intense drumming since their '85-'86 period, easily exceeding, Slayer, and Dark Angel at the time. The Drums are also a huge improvement over Schizophrenia, being much faster, but much more clear and refined as well. While Sepultura were not the fastest of the time, with bands like Sadus, Necrodeath, and Merciless far exceeding them in the area of speed, they were sufficiently fast, and did not go overboard with speed. Just like Slayer on RIB, they were aiming for writing something that was not just mindless bashing, but controlled while still being intense and straight-forward, unlike Metallica’s overly restrained, semi-thrash, that actually had more traits of NWOBMH and traditional heavy metal than it did thrash. Sepultura basically took the formula of Slayer, and applied Metallica elements, with touches of death metal, and much more speed. ... Kemudian ada PESTILENCE dengan Track " Out Of The Body " yang dicomot dari album ke-2 " Consuming Impulse " Tahun 1989, Intense Death Metal asal Enschede, Overijssel, Netherland yang eksis sejak 1986 ini termasuk salah satu Pioner Penting perkembangan Death Metal dinegeri Kincir angin tersebut. a lingering thrash influence all over the place, mostly of the East Coast and German variety. It's just played with down tuned guitars. I'm not that nuts about solos on here; they lack the character that they had on Malleus Maleficarum and the finesse of Testimony of the Ancients. Not terrible, but not memorable. Marco Foddis' drumming sounds a hell of a lot like Voivod; very thrashy, a bit punk, and totally energetic. and I prefer it when he gets a little weirder with his compositions. It's still a mandatory purchase for any death metal fanatic, as it is hands down the heaviest riffing Pestilence has ever put down. sebuah komposisi Klasik Death Metal Pestilence dengan Vokalis Kharismatik Martin Van Drunen ini tetap menyimpan kekuatan tersendiri sebelum Pestilence banyak mengalami Perkembangan Secara Musikalitas... lalu " Dead By Dawn " Track Sadis Milik Lunatic Death Metal yang terkenal dengan Satanic Lyric-nya, DEICIDE dimuntahkan secara Brutal dari album Full perdana Mereka " Deicide " Tahun 1990 yang menjadi Debutan pertama sejak mereka bergabung dengan Roadrunner records pasca mengganti nama Amon menjadi Deicide juga menjadi salah satu band dengan rilisan yang memiliki angka penjualan fantastis. album pertama dengan konsep musik paling Brutal dan cepat diantara album2 berikutnya memang tetap menjadi salah satu Album Klasik Inspirator generasi selanjutnya. Despite its strengths, Deicide is not, alas, one of my favorite cult death metal albums. Not even close. The individual tracks are consistent enough as a template for about 12,000 unspirited brutal death metal discs to follow, and no effort was spared in their construction, but there are painfully few, if any moments of meticulously calculated evil. ... " Burnt Identity " nya MORGOTH, berikutnya menjadi persembahan Death metal Klasik menarik yang dicomot dari album " The Eternal Fall " yang sejarah masih mencatatnya sebagai salah satu album Klasik Death Metal terbaik sepanjang masa yang dirilis pertama kali tahun 1990 menjadi barometer sejarah perkembangan death metal penting. membawa sentuhan menarik dari Karakter Band Death era " Leprosy ", toh tetap membuat Ep pertama ini memiliki Nyali besar dalam sejarahnya. actually hear pretty well in the mix for once, his grungy, midrangey tone underlying the guitars just right. But his vocals were the star; wrenching, wretched screams and ugly growls that were indeed a cross section. .... Kemudian SADUS Meluncur dengan " Last Abide " dari materi " Swallowed In Black " yang menjadi Ke-2 band Death/Thrash Metal dengan Part dinamis asli Antioch, California, Amrik eksis sejak 1984 masih menjadi salah satu Pioner Death/thrash dengan gaya dinamis yang hingga sampai ini masih kokoh dimotori oleh Musisi Bertalenta dengan Reputasi Internasional, Fretless Bass Populer Steve DiGiorgio, Gitaris Vokalis Darren Travis dan drummer Jon Allen, memang secara fantastis tetap memiliki taring Tajam tersendiri dalam mengusung karakter musiknya. Probably the best example of Sadus's technical abilities is the epic song Arise, with numerous tempo changes, and mind boggling riffs at a Metallica-like song length of over 6 minutes in length. All these elements prove why Sadus was much more competent as musicians than any of the big four, providing far more advanced compositions, and complexity, although a bit less accessible. ... selanjutnya EXHORDER, Pioner Thrash/Groove Metal asal New Orleans, Louisiana, Amrik yang memulai Karir band-nya sejak tahun 1985,  dari Album " Slaughter In The Vatican " memuntahkan Track Fenomenal " Desecrator ", band yang di klaim sebagai salah satu pencipta pertama gaya Groove Thrash Metal dan kemudian lebih dipopulerkan oleh Pantera ini pernah Terlibat aksi sentimen jika Pantera telah mencuri Karakter style bermusik Bandnya. dan memang karakter Vokalis Kyle Thomas lebih coba ditirukan oleh Philp Anselmo dan beberapa Style serta Sound gitaris Vinnie LaBella & Jay Ceravolo menempel kuat di Karakter Pantera, hmmmm bagaimana ini??? They just aren't that original or memorable. This excels in speed and brutality but severely lacks any kind of creativity or intelligence. This is still primitive by nature. I could categorize this into a sea of millions of other mindless thrashers but this is actually a lot better than most of them. If this is a reign in blood clone, It's actually a pretty decent one. it blew my sorry ass away and still does. Unlike most other thrash releases of this era, when most bands were slowing down and/or being content to rewrite the classic Bay Area sound ad infinitum, Exhorder chose to rev up the engine and take us back to thrash's violent roots. Most of the songs here are just this side of being out of control speed-wise, balanced out with slower and mid paced riffing to rein the lot in, and that is the way good thrash ought to be--homicidal and vicious! ... dan " Open Casket " milik Legendaris Frontman Chuck Schuldinner dengan DEATH dimuntahkan dari materi album " Leprosy " tahun 1988 adalah Masterpiece penting perkembangan Death metal Simultan Internasional yang lebih mengalami kemajuan konsep dan sound sejak album pertama " Scream Bloody Gore " tahun 1987, semua death metal fans tetap akan bersembah sujud untuk kemegahan konsepsional Band Death Metal Legendaris Amrik dan Scene Internasional ini. Death metal, the refuge of all things brutal and horrific, the pillar of everything considered obscene and repulsive about the latter half of the sub-genre. In recent years, becoming something of a twisted parody of itself, losing any sense of connection to an essential humanizing element that it once carried. Like a blossoming plant with an extravagant array of colors and intricate flowers and branches, today's modern death outfit charges forth with an array of technological wonders and higher mathematical formulas for further mechanizing a once organic and flesh-bound art form. One could perhaps chalk this pretentious aside up to an old fogey looking to admonish the younger generation of their debaucherous abandonment of past dogmas, but this assumes that I was old enough to have comprehended the late 80s origins of the genre and that I consider all strains of modern death metal to be empty expressions !! ... OBITUARY selanjutnya melenggang Buas dengan " Til Death " dari materi full album pertama klasiknya " Slowly We Rot " adalah Perjalanan Mendasar dari konsep Celtic Frost menjadi lebih terdengar " Cadas " dan " Metal " lagi dibuatnya. Gitaris Trevor Peres dan Allen West telah mencoba menciptakan Kharakter Khas Sounding Obituary hingga seperti sekarang ini, salah satu Pioner Death Metal penting dalam Catur perkembangan death metal ini untuk pertama kalinya memuntahkan album pertama dengan nama Obituary, setelah sebelumnya menggunakan nama Xecutioner sejak terbentuk Tahun 1988 dan atas desakan Pihak Roadrunner Records, Xecutioner harus berubah nama menjadi Obituary sebelum album " Slowly We Rot " Tahun 1989 dilepas. This is an issue that was clearly addressed with its followup Cause of Death, which is superior and the best thing the band have released to this day. Yet Slowly We Rot is still well worth repeated visits due to its visceral, unforgiving aesthetics. I can recall many conversations in high school and at thrash gigs about how disgusting and extreme this new Florida band Obituary was, and certainly the debut does not disappoint, with brutal vocals and adequately nihilistic lyrics. But this initial 'shock' value aside, it does suffer from some mild redundancy where its successor does not. .... Lantas salah Satu Pioner Death Metal Florida scene, MALEVOLENT CREATION beraksi cukup sadis dengan Lagu " Decadence Within " yang dicomot dari Materi " Demo 1990 " cukup menarik perhatian pertama kalinya Label ini begitu merasakan permainan dasyat Death Metal " Baru " yang diusung band bermarkas di Fort Lauderdale, Florida dan eksis sejak tahun 1987 ini telah memberikan warna baru perkembangan death metal semakin lebih dinamis melalui Karakter-nya. dan demo inilah yang mengantar Kontrak pertama perilisan album Full perdana " The Ten Commandments " 1 tahun kemudian. Gaze into the crystal ball of this band's past, and you'll witness a familiar fable. A pissed off group of adolescent Floridians for whom the thrash metal genre was simply not excessive enough to vent its myriad frustrations. Admittedly, Malevolent Creation has never been numbered among the elite of the death metal genre, but they've nonetheless had a successful go of it, touring and releasing a large number of albums, sticking it out for the long run, a revolving door of members circling an axe slinging central figure: Phil Fasciana. But during those formative years of the scene, what exactly did this band have to offer those of us who were affixed on the conquests of their more highly regarded. ... Lalu BELIEVER meluncur dengan Track " Not Even One " dari materi album perdana " Extraction From Mortality ", Progressive/Technical Thrash Metal Populer asal Colebrook, Pennsylvania yang eksis sejak 1986 adalah catatan penting Perkembangan Genre Thrash Metal yang semakin Dinamis ! adalah perpaduan Karakter Slayer, Kreator, Metallica, hingga Dark Angel yang telah dikombinasikan melalui sentuhan mantap telah melahirkan karakter Dasyat band ini. I guess that being the topic of the song they wanted to des-stress from such run of speed and supposedly aggression but in the end it is all forgettable. The other problem appointed to mediocrity is the fact that although the amount of tempo changes and rhythm sections they don’t save the songs from sinking. They are too forced and too schematic and it definitely shows after a couple of spins. This is an album you can live without. I have it because I like Believer and I enjoy their albums but this is without any doubt the worst of all so far. Too bad they didn’t even have a logo, less points then! ....... CEREBRAL FIX, dedengkot Crossover/Thrash Metal asal Birmingham, UK yang sudah menancapkan Taringnya sejak tahun 1986 bukan isapan jempol jika karya mereka lewat track " Culte Des Mortes " dari album ke-2 " Tower of Spite " tahun 1990 memberi sentuhan mantap perkembangan genre Crossover/Thrash Metal ! The musicianship is simplistic with absolutely no flashiness. Track after track, the band churns out riff after riff of brutality. Stylistically, their sound can be compared to early Benediction, Bolt Thrower, Napalm Death, Nuclear Assault, Obituary, Heresy, Cryptic Slaughter..you get the idea. Their sound is heavily simplistic, but diverse throughout their playing with heavily contrasted riffs ranging from a mid paced death metal riffs in the style of Bolt Thrower or Obituary.. to speed metal like early Kreator....and then some UK hardcore thrown in the mix. dan Komposisi Track terakhir diserahkan kepada Salah satu Pioner Metal kenamaan Jerman Scene, ATROCITY dengan track " Deep In Your Subconscious " dicomot dari album pertamanya " Hallucinations " Band ini masih memberi pengaruh segar Perkembangan Simultan Death metal Impresif sebelum akhirnya band ini harus kehilangan arah konsep musiknya sekarang. materi album pertama " Hallucinations " masih tetap menduduki peringkat penting Album Death Metal klasik paling berpengaruh. namun apa kenyataan yang terjadi sebenarnya jika band ini harus berkianat merubah konsep Fenomenalnya menjadi band Electro Gothic/Ethno ???, It does take a while to get into this album properly due to the technicality of the music but when you do, you can’t but worship it. My only complaint is about the production, the snare drum is too loud and the guitars are a bit too low in the mix but this is a minor thing. is a must for all fans of frantic technical death metal. debutan Kompilasi Cadas ini kian berani bertarung dalam industri musik Internasional, namun memang pada era tersebut Label ini mempunyai Momen yang pas saja untuk terus mengekploitasi Genre Death/Thrash Metal menjadi pasar utama yang mendatangkan banyak Profit. sebuah kompilasi Yang sukses dalam berbagai Format dan kemudian beberapa kali dirilis ulang karena permintaan pasar semakin tinggi.







Add to Cart More Info

Messiah - Psychomorphia EP 1990



























Messiah - Psychomorphia
Noise Records EP 1990

01 Birth of a Second Individual 02:44    
02 Psychomorphia 08:05    
03 Right for Unright 05:45    
04 M.A.N.I.A.C. 01:57


R.B. Brögi - Guitar
Andy Kaina - Vocals
Patrick Hersche - Bass
Steve Karrer - Drums


Meskipun Album ke-3 " Choir of Horrors " lebih populer reputasinya di scene Kita pada era 90-an, namun feel gw lebih terpaku pada Ep " Psychomorphia " sebelum album " Choir of Horrors " dirilis, karena Ep ini adalah kaset pertama yang gw miliki dari legendaris Death/Thrash Metal Switzerland, MESSIAH ! yang namanya pertama kali Gw kenal pada sebuah Koran Mingguan S.K.M yang saat itu selalu memuat Profil2 band metal kemudian ditambah profil mereka yang termuat di Majalah remaja HAI cukup menjadi referensi gw hunting rilisannya, dan Ep ini Gw dapatkan setelah titip beli ma almarhum abang gw yang kuliah dimalang, kebetulan juga penasaran dengan band ini hehehehe, walau sempat terheran2, koq cuman memuat 4 lagu saja? karena memang saat itu Gw sama sekali belum mengerti format rilisan lain seperti EP, MCD, Split, atau apa hehehehe, band bentukan gitaris berbakat dengan Thrash Riffing-nya, R.B Brögi tahun 1985 di Baar, Zug, Switzerland sebelum merilis CD pertamanya lebih dulu memukau dengan 3 Demo-nya ini pernah ikut dalam Kompetisi bersama 3 band Non Metal pada sebuah Channel TV broadcasted Perancis berbahasa Swiss. dan memang menjadi bagian menarik di Ep ini adalah Artwork Kover-nya yang kontroversial dan begitu " Berani " pada masa itu menampilkan Konsep seperti ini ( Liat Cover .ed ), lukisan karya seniman Andreas Marshall ini memang begitu kerap dipakai oleh band2 rilisan Noise Records seperti halnya " Coma Of Soul " nya Kreator. pada versi Kaset yang beredar di Indonesia di Distribusikan oleh Polygram Indonesia dengan Kemasan Cover sederhana tanpa sensor, kaset ini beredar terbatas di toko2 kaset seluruh indonesia dan sekejab saja telah sold Out ! tentunya masih kita kenal banget karakter Khas Death/Thrash Metal Messiah yang Catchy dan memorable di 2 album pertamanya, Gitaris dan frontman Brogi memang masih menekankan kekuatan Pada Ritme Riffing Guitar yang padat dan Harmonius ! knowledge to put the theory in practice in the most paradoxical way. While most Thrash bands attempted to either follow the jolly Bay Area sound that generally came up being more so technically advanced and cocky or the German evil tremolo-centered abrupt sound that in some ways preceded the Black Metal genre, Messiah remained (voluntarily) excluded from both groups (although in some aspects, it would be stupid to deny it resembles German Thrash). This album is indeed malignant but not in the way Bathory and Sodom were, the previous bands incorporated satanic imagery and an overall more 'demonic' sound that was less reflective and crude in nature. terdengar lebih semakin makin matang saja karakter dan aransemen yang dipamerkan pada Ep yang dimulai dengan sebuah Intro Horror epic berdurasi 02:44 dengan titel sebagai " Birth of a Second Individual " yang jika denger pas suasana malam2 sendirian, gw jamin elo bakalan akan ketakutan sendiri mendengar Sampling Effect Sound pada Intro ini, sebuah Kontak bathin dengan penguasa kegelapan begitu menyeramkan ditampilkan disini lengkap dengan mantra2 setan Holy Bibbles ! Hiiiiii hehehehe ... namun semuanya akan lenyab dengan sendirinya seiring hadirnya Track " Psychomorphia " masih tersambung Intro sebelumnya selama 01: 17 Menit sebelum Lagu Mulai dimainkan Messiah, woww masih tampil sadis dengan karakter Death/Thrash Style yang mendapat sentuhan gaya Heavy metal Riff konstan dan dinamis pembawaannya! R.B Brogi tetap mengaransemen Memorable Part dengan sangat keren ! sementara Teriakan Growling Vokalis Andy Kaina lebih terkubur oleh dominasi Sound Gitar Brogi, sehingga makinh terdengar Powerfully walau ga maksimal level balance-nya. Crunchy, barrelling, riff-jammed death/thrash ensues. Sporting a crisp and potent guitar sound nearly unrivaled in the realm of death metal. Pyschomorphia is a juggernaut of a song and easily thier most impressive piece up to this point. Stylish, riff-intensive death metal with heavy thrash leanings. Highly recommended for fans of both death and thrash metal. beberapa karakter Melodius memang tetap menjadi Trademark tersendiri bagi Style Messiah sejak materi2 sebelumnya. permainan drummer mantap Steve Karrer menambah poin plus Konsep Messiah Kian matang. dengan durasi total lagu ini yang 8 menitan ( Aslinya tanpa Tambahan Intro & Outro Lagu, hanya memakan durasi 6 Menitan .ed ), Messiah mencoba lebih mengekplorasikan beberapa Ide Fresh R.B Brogi mengolah lebih dalam Karakter Riffing-nya menjadi semakin gelap. The excruciating omnipotent melodic structure of this album, is however, with no doubt the most treasurable thing that integrates within the whole work. All of each players affirm a commutative democratic songwriting where none of the instruments is overwhelmingly independent from the others, leading to a coefficiently executed monumentally ultra-violent scenario that doesn't cycle itself into a rythmical and choral self repetition. kemudian Track selanjutnya ada " Right for Unright ", yang mana Messiah semakin lebih kejam menanamkan struktur Death/Thrash sadis dengan beberapa hentakan terdengar megah dan Epic, so pastinya memorable banget beberapa Harmonisasi Riffing Brogi hehehehe. Aransemen track enerjik terdengar mantap saat Andy meneriakkan kata " Right for Unright ". Balutan Rythym Thrash Riffing semakin kuat ditekankan pada beat musik selain beberapa Sayatan Harmonisasi Pummeling Pull Off Riff matangnya. Over Breakdown laps pun ga lupa menjadi kekuatan tersendiri Track " Right for Unright " terdengar semakin Epic dan Cruelty Tunes ! dan bagian2 part musik mengejutkan pada kesan pertama memang tidak begitu familiar dengan susunan Nada yang ada, namun jika kita dengar berulang2, wew ini adalah sebuah Komposisi yang brilian abis deh ! dan Track terakhir " M.A.N.I.A.C. ", Messiah menampilkan drummer Pete Schuler yang bergabung dengan band ini hanya 1 Tahun aja yang kemudian digantikan oleh Steve Karrer. memainkan komposisi Death metal yang cepat dan Chaotic aransemennya selama 1:57, Vokalis Andy hanya Mempunya 1 Kata untuk bernyanyi " M.A.N.I.A.C. " yang di ulang2 pengucapannya, sementara beberapa tempo Headbang hanya dimainkan kurang dari 15 detik saja kemudian digempur lagi Fast part !, kayaknya nih lagu cuman iseng2 aja selama sesi rekaman Ep ini aja deh. This one though being kind of boring. With the title Total Maniac I would figure that it would be another really fast and more heavy track, but I guess you can’t judge by the title. Although it is kind of boring speed wise, it’s nothing to throw out. It is still a good track with the vocals being really fucking great and having a nice solo. Plus, they did add it on to the track list at just the right time in between the more speedy tracks, giving the listener a change. This is to say that even although the album is not that close to perfection, the low-points remain brutally outnumbered by the high-points. The interesting thing of hearing this album is that you can hear and analyze an embryonic version of sharply executed deconstructed part-atonal songwriting that became a generality on Death Metal (an exception become a rule). Don't let negative arguments foolish you. sebuah Masterpiece Death/Thrash penting dari era 90-an yang harus mesti elo coba kedasyatannya.







Add to Cart More Info

Senin, 16 Maret 2015

Massacra - Final Holocaust CD 1990



























Massacra - Final Holocaust
Shark Records 1990

01 Apocalyptic Warriors 05:24      
02 Researchers of Tortures 04:01    
03 Sentenced for Life 05:12    
04 War of Attrition 04:46    
05 Nearer to Death 05:33      
06 Final Holocaust 05:39    
07 Eternal Hate 03:24    
08 The Day of Massacra 05:46    
09 Trained to Kill 04:13    
10 Beyond the Prophecy (CD bonus track) 03:21


Pascal - Bass, Vocals
Fred "Death" Duval - Vocals, Guitars
Jean - Guitars
Chris - Drums


Historically-important as a transitional album from thrash to death, Massacra's Final Holocaust is definitely one of the most underappreciated albums in metal. Though its influence may have been minimal, there's no doubt these Frenchmen were very much in the thick of things, taking the example set by Slayer and Latin thrash and turning it up to eleven, urging along death metal like a midwife delivering the Son of Satan. MASSACRA bisa menjadi salah satu Band Legendaris untuk Scene Perancis, coz geliat band ini sudah terdeteksi sejak tahun 1986 di Franconville, Île-de-France oleh Almarhum Frontman Gitaris dan vokalis Fred "Death" Duval yang sebelumnya tahun 1995 an dikenal juga merupakan mantan member Zero Tolerance sebagai Vokalis, Massacra sendiri menghembuskan nafas terakhirnya pasca wafatnya Fred "Death" Duval pada tanggal 6 Juni 1997 karena Kanker Kulit yang diidapnya. memorable banget bagaimana era kejayaan band ini sangat mempengaruhi perkembangan metal di scene Perancis hingga saat ini. dengan konsep Death/Thrash pada awalnya yang kemudian sejak 1994 hingga band ini menutup karir-nya berkembang menjadi Groove Metal yang enerjik. album " Final Holocaust " sendiri menjadi Album pertama klasik Mereka yang oleh beberapa media Metal disebut sebagai salah satu album berpengaruh dalam perkembangan musik cadas, khususnya di Scene Perancis. setelah mengenalkan diri melalui 3 demo-nya sejak tahun 1987, nama Massacra secepat kilat melambung dan populer di Kancah metal Internasional, sehingga album perdana ini seperti menjadi Gong pertama mereka bergema di Industri Musik Metal yang mulai tumbuh pesat era 90-an awal. album yang materinya merupakan perbaikan dan pematangan beberapa materi demo sebelumnnya, Album pertama ini langsung di mulai dengan " Apocalyptic Warriors " termainkan Intro yang begitu kolosol tentang Upacara kebangsaan Negara selama 35 Detik, Massacra langsung tampil cepat dengan Gaya Death/Thrash dengan konsep yang masih Old School banget style-nya. dengan gaya bermain ala Merciless, Deadhead, Thanatos, Sadus hingga Necrophobic, Sentuhan kuat ala Slayer lama masih begitu melekat dalam aransemen lagunya. masih menggunakan sistem rekaman analog, kita benar2 akan merasakan skill dan talenta band ini yang sesungguhnya banget, elo bisa merasakan juga bagaimana permainan drummer Chris yang sudah lumayan tampil enerjik walau level Double Bass-nya terasa kurang begitu powerfully sehingga tendangannya terasa ringan dan Adem ayem aja deh :) , Serangan Thrash Riffing yang mulai terkontaminasi dengan gaya Death Metal style digeber dengan cukup ganas oleh Frontman Fred "Death" Duval sambil cuap cuap dibantu oleh bassis Pascal rupanya cukup mewakili Karakter Death/thrash Massacra. " Researchers of Tortures " Masih terus mendera dengan siksaannya, starts off with mass blast beats and traditional death metal like guitars. After about 40 seconds the death metal style guitars mutate into a thrash symphony which is very, very well executed. The brilliancy about this band is that they somehow manage to integrate so many riffs into one song while somehow managing to always find it back to their central motif. For every point one guitarist makes the other guitarist integrates a counterpoint to technical perfection. While this album is extremely technical it almost seems as though it comes naturally and with little effort. The power chord riffing on this song is absolutely awe-inspiring. dengan gaya Sound yang masih " Miskin " kadar Metal-nya, ini sudah menjadi langkah maksimal mereka menciptakan elemen distorsi yang kental, dan bisa kita maklumi perkembangan sound era 90-an awal tentu ga se sempurna saat sekarang, tapi tentunya kita juga salut aja kalau di era tersebut banyak band metal saling berlomba menciptakan sound metal yang lebih mengerikan lagi. Karakter Vokal Death Metal klasik ala Pestilence, Gorguts ampe Martin Van Drunen memang menjadi trend Vokal Death metal yang berkembang pesat kala itu. penulisan lirik yang bagus terekflesikan pada setiap bait-nya dengan cukup cerdas pada masa itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Massacra untuk bisa menciptakannya. walaupun masih terus mencari konsep yang tepat di album ini Massacra lebih banyak melakukan beberapa aransemen yang dinamis sehingga beberapa media menilai karya pertama ini lebih terdengar sebagai teknikal album, yah memang butuh beberapa kali dengar untuk bisa mencerna konsep yang ditawarkan dengan sebenarnya. " Sentenced for Life " biarpun lebih terdengar keras pada beat-nya, namun beberapa kali masih bisa kita rasakan Headbanger Riffing ciamik yang mengingatkan banget gw ma kemegahan Era album " Agent Orange "nya Sodom ! ditangani semuanya oleh Produser dan enjiner Uli Pösselt, Sepertinya rekaman Raw klasik Death/Thrash ini akan sangat dirindukan di era sekarang ini, bagaimana proses perjalanan Perkembangan sound itu berawal hehehehe ... dan sampai kapanpun Sejarah Scene perancis akan tetap mencatat " Final Holocaust " Massacra ini sebagai salah satu Masterpiece Museum dalam Musik Metal Movemen negeri Fashion ini. tersaji dalam durasi total 47:19, Massacra mempersembahkan Hingar bingar awal Perjalanan Musik Death/Thrash metal yang inovatif dan meninggalkan banyak kenangan setelah membubarkan diri tahun 1997 semenjak kepergian tak tergantikan Vokalis/Gitaris Fred "Death" Duval . It seems to me that they utilize more death metal elements than thrash, but the thrash is definitely present on every song. But they do slow the tempo down sometimes to great effect with the classical soloing. While all of the songs are similar, Massacra is talented enough at creating a dynamic song structure to keep the songs interesting. Overall, there are no complaints that can be made about this masterpiece. Massacra blends the best of death metal and thrash on "Final Holocaust" flawlessly, and it shows. So, if you have not yet experienced the brilliance of France's finest, Massacra, then you need to remedy that ASAP. After you have listened to this, it will eventually become a constant staple of your regular listening !!







Add to Cart More Info

Jumat, 13 Maret 2015

Deicide - Deicide CD 1990



























Deicide - Deicide
Roadrunner Records 1990

Glen Benton - Bass, Vocals
Steve Asheim - Drums
Brian Hoffman - Guitars
Eric Hoffman - Guitars


01 Lunatic of God's Creation 02:39    
02 Sacrificial Suicide 02:49    
03 Oblivious to Evil 02:38    
04 Dead by Dawn 03:53      
05 Blaspherereion 04:13      
06 Deicide 03:59      
07 Carnage in the Temple of the Damned 03:31    
08 Mephistopheles 03:33    
09 Day of Darkness 02:03    
10 Crucifixation 03:55


Banyak Juga yang menyebut, jika album Ke-2 " Legion " Milik Lunatic Death Metal terbaik Tampa, Florida yang eksis sejak tahun 1989 sebagai album Inspiratif bagi perkembangan Death Metal Internasional, namun seperti nya beda pula dengan pandangan Pribadi gw yang masih tetap menempatkan " Deicide " sebagai album pertama dan terbaik bagi Deicide yang barusan mengganti namanya dari AMON menjadi Deicide begitu band ini mendapatkan kontrak album dengan Roadrunner Records akhir tahun 1989 setelah Pihak label merasa keberatan saat Deicide menggunakan Titel album Pertama ini sebagai " Amon - Feasting The Beast " karena band King Diamond lebih dulu menggunakannya pada materi album " Conspiracy "nya. sebelumnya memang Deicide sudah memiliki 2 demo dengan nama AMON sebelum Vokalis Karismatik dengan Imej Satanic-nya, Glen Benton masuk dalam formasi band ini. nama Nama DEICIDE ini adalah bentuk penggambaran baku tentang Kematian tuhan Kristus. debut awal ini memang sempat menggemparkan scene death Metal diera 90-an, dimana Deicide yang Konstruktif dan Intens mengusung tema tentang Satanisme dalam lirik2 lagunya, apalagi Deicide memang sangat terkenal dengan Imej seorang Glen Benton yang memiliki Gambar salip terbalik di Jidat-nya, yang terbuat dari Tatto permanen yang dibakar dan membuat luka dan Lubang berbentuk salip terbalik, memang fenomenal sosok Glen Benton yang sempat dimusuhi oleh umat Kristiani karena aksi panggungnya kerap membuat Berang jemaat Gereja dengan membakar Kitap Injil. dialbum perdana ini, Deicide langsung menggandeng Scott Burns sebagai Produser dan Enjiner di Morrisound Studio, yang Deicide anggap sebagai Tempat terbaik menanamkan Populeritas band. From the very name of the band itself to the crude and blasphemous content of the lyrics, they feel as if they were built from the ground up to piss off the clergy, the censorship committee, and most importantly your Mom. To that extent, I've ever deigned to associate a 'bully' characteristic to their career, because I find a lot more muscle than merit through their sound. Deicide is like that tough and smelly kid from your neighborhood, that none of your friends invited to the picnic at the playground, but showed up anyway. You offer him a sandwich and a cola, because if you don't he'll kick your ass six ways to Satan, but he's not one for innocent games or quality conversation. Track " Lunatic of God's Creation " yang memorable itu dimainkan pada Urutan awal album pertama ini, Deicide mulai mengenalkan Gaya " Deicide Sounds " yang memang dikenalkan oleh Typical bermain duo Gitaris bersaudara Hoffman yang menggeber Riffing-nya diatas rata2 dengan harmoni penuh dengan nuansa yang Hitam gelap ! yang adalah perpaduan karakter dasar bermain Slayer dan Venom ! Karakter Vokal Glen Benton pun masih terlalu ringan jika kita bandingkan dengan karakter berat suaranya sekarang ini, masih terlalu ringan ala Band2 Old School Death Metal gayanya yang diselingi dengan scream Insane Vokal dasyat. Dentuman Drummer Steve Asheim masih lebih terasa Powerfully dan Enerjik memainkan Fast Part ! gaya Sounding Gitarnya kadang memang masih terdengar Tipis, namun cukuplah mengenalkan karakter Sound Deicide yang terkena itu. in addition to the chugging crunch of the Hoffman's that mark this debut as more influential than it might have had any right to be. kemudian " Sacrificial Suicide " semakin melenggang cepat dan Brutal Komposisinya, make for a compelling one-two punch sequence, carnal brutality overflowing the steady drum battery through the sloven hostility of the vocals ! lalu " Oblivious to Evil " memang menjadi karakter Memorable bagi Deicide, has a curious swagger to its mid-paced verses, once again the lyrics following very closely to the pattern of the drums and guitar. Other standouts include the compressed, volatile thrashing force, tentu ingat khan bagaimana karakter tersebut ? hehehehe .... " Dead by Dawn " semakin menggempur cepat dan tanpa ampun, Track Anthemic disetiap Performance Deicide ini memang tetap wajib hafalan untuk Deicide Diehard Fans forever-nya. " Blasphererion " sebuah track Egyptian death magic given a wink through banget pada beberapa Lick Pummeling Riffing-nya Duo bersaudara Hoffman. gempuran Steve memang semakin Liar dan Cepat saja karakter-nya dialbum pertama ini. dan akan terasa berbeda jika kita bisa bandingkan dengan materi2 selanjutnya Deicide, rekaman album pertama ini masih mengetengahkan " Sounding " yang tipis untuk ukuran band Death Metal yang Brutal Drumming, Deicide is an album of variation, mute-juggernaut mosh hymns enshrouded in blast work and frenetic if empty headed leads. Asheim was one of the better skinbashers of the scene, with strength of joints comparable to Pete Sandoval, if not the same unbridled speed. He's all over this album, and it is this performance, in addition to the chugging crunch of the Hoffman's that mark this debut as more influential than it might have had any right to be. dimana Death Metal Era 90-an mulai digeber dengan part2 yang super cepat aja karena enerji mereka yang masih terhitung muda  sangat meledak ledak disini hahahaha. Album Inspiratif bagi perkembangan Death Metal yang dikenalkan dengan Enerji meletup letup kencang mengguncang ini tetap akan menjadi Masterpiece klasik yang pernah dirilis oleh DEICIDE ! memang selama durasi total 33:13 menit, telinga dan Irama detak Jantung kita akan dibikin tidak stabil oleh tempo musik yang Deicide mainkan. rasakan sendiri sensasi berbeda di album perdana ini.Deicide constructed a sheer masterpiece! Explosive riffing and leads, demonic vocals, fast tempos, uncompromising style and reigning drum efforts. This remains to be a masterpiece because there's no laziness or lack of creativity in their songwriting style. Vocal backups reveal a demonic plague. If you're looking for something within death metal that's extreme, pick this one up-it's a true gem that doesn't lack innovation by any means!








Add to Cart More Info

Atrocity - Hallucinations CD 1990



























Atrocity - Hallucinations
Nuclear Blast Records 1990

Alex Krull - Vocals
Michael Schwarz - Drums
Richard Scharf - Guitars
Mathias Röderer - Guitars
Oliver Klasen - Bass


01 Deep in Your Subsconscious 05:25      
02 Life Is a Long and Silent River 03:36    
03 Fatal Step 02:48    
04 Hallucinations 04:28    
05 Defeated Intellect 05:26    
06 Abyss of Addiction 03:39    
07 Hold Out (To the End) 05:15    
08 Last Temptation 05:17


Sebelum jauh menjadi band Electro Gothic/Ethno yang sangat Membosankan Bin Mengecewakan bagi Gw, salah satu Dedengkot Death Metal terbaik di era 90-an ini memang memiliki Masterpiece album yang mengagumkan diawal karirnya. mungkin saat ini Electro Gothic/Ethno sedang menggerogoti habis naluri death metal band asal Ludwigsburg, Baden-Württemberg, Jerman yang sudah eksis sejak Tahun 1985 dengan nama Instigator masih memainkan Konsep Musik Grindcore ! 2 album terbaik Atrocity " Hallucinations ( 1990 ) dan Todessehnsucht ( 1992 ) " selalu bakalan menjadi album Inspiratif Death Metal terbaik dengan Gaya Teknikal pada beberapa aransemennya, band yang sampai detik ini masih dikomandani oleh Vokalis Alex Krull ( Alexander Krull .ed ) adalah kita kenal juga sebagai suami dari Mantan Vokalis band Gothic Metal Populer Belanda, Theatre Of Tragedy, Liv Kristine. dan memang entah mengapa memasuki album ke-3 " Blut ", Alex Krull sebagai Motor Band mencoba lebih bereksperimen dengan Musik Non Metal, seperti halnya album " Werk 80 " Atrocity memang lebih banyak meng-Cover lagu2 Pop diera 80-an dengan gaya musik yang Electro Gothic/Ethno yang bagi gw amat sangat bikin BORING !! walaupun pada album " Atlantis ( 2004 ) " Atrocity kembali memainkan Konsep Extreme Metal, toh bagi gw Atrocity memang gagal memanggil Fans 2 album pertamanya. tapi kali ini Gw pengen cerita nih tentang awal sukses karir Atrocity dikancah Extreme metal yang dimulai dengan Demo " Instigators " tahun 1988, saat Atrocity masih memainkan Konsep yang boleh dibilang Grindcore, cukup untuk menarik perhatian publik metal setelah itu dengan single " Blue Blood " ( 1989 ) yang menjadi pertemuan awalnya mereka dengan Nuclear Blast Records yang tertarik dengan Konsep Musik Atrocity yang kala itu mulai berubah Menjadi Teknikal Death Metal dinamis lewat 3 lagu berdurasi 10:47 menjadi kunci awal sukses Atrocity mulai menembus Pasaran Internasional lewat full album pertama " Hallucinations " Tahun 1990 dengan menggandeng Scott Burns dan Tom Morris untuk mengerjakan materi ini dengan terbang langsung ke Amrik ditangani seluruh Finansialnya oleh Boss Nuclear Blast records selaku Executive Produser album ini, karena bagi Markus ini akan menjadi sebuah debutan Death Metal album dasyat tahun 1990. memang bagi Gw sangat Mengerikan bagi Atrocity menciptakan Musik yang Brutal dan berisik di era 90-an ini, yang album ini dinyalakan Pijar berisiknya dengan track " Deep in Your Subsconscious " diawali dengan sebuah Intro pendek 15 detik, barulah kita disuguhi oleh dentuman dasyat drummer Michael Schwarz yang mantap mengiringi Fast Dark Riffing Richard Scharf dan Mathias Röderer dengan harmonisasi bernuansa hitam dan gelap ! The sound remains firmly rooted in the death metal camp for the whole album and a gloomy, decadent atmosphere shrouds every song despite the dynamic song structures. gaya Teknikal Riffing kerap sekali membuat Adrenalin sang drummer untuk mengimbangi tampil lincah duo gitarisnya, dan masih bisa kita rasakan Vokalis Alex Krull bernyanyi dengan Gaya Harsh Growl di imbangi dengan scream insane Vokal yang saling mengisi. The vocals are a mix between the average Floridian growl and a more traditional Teutonic /Scandinavian styling. konsep bermain musiknya bisa Gw bilang adalah perpaduan antara gaya bermain Atheist " Piece Of Time " dengan Malevolent Creation awal. sentuhan gaya Old School death metal memang dikemas dengan Sound Death Metal Klasik ala Scott Burns yang mulai terus menimba kemampuan Memanajemen Sounding Mixer-nya untuk menemukan " karakter " death Metal yang lebih menggigit dari Experimen sebelumnya. " Life Is a Long and Silent River " dimulai solo bassis Oliver Klasen yang bergaya Sedikit Nge-Jazz mengawali Permainan Atrocity yang mulai kerap memamerkan ketukan Hyperblast Snare Konstan. memang karakter Proggressive musiknya sedikit mengingatkan dengan gaya Bermain Death dan Cynic, beberapa Elemen Jazzy memang menjadi salah satu Faktor penciptaan musik Atrocity disini. Sepertinya Peran Alex Krull disini terasa kurang mewakili member yang lain, disaat semua terlalu sibuk " Perang Ego " dalam Menciptakan musik, Alex lebih tampak sebagai Pelengkap Hidangan Akhir saja. " Fatal Step " rupanya sedikit bergaya lain dengan Sentuhan Crusty Punk pada beat death Metal yang dimainkan, seperti sedang mendengarkan Lagu2nya Death Strike " Fuckin Death " saja hehehehe, bertolak belakang memang dengan 2 lagu sebelumnya yang meledak-ledak gaya Bermusiknya. " Fatal Step " adalah lagu yang paling simple teransemen disini kayaknya. dan  " Hallucinations " pantas memang jika mereka andalkan, karena track ini lebih banyak mewakili beberapa karakter member yang ingin lebih bereksplorasi dengan permainan yang lebih rumit ! The music is really well played and in general the songs are brutal, technical and even progressive with tons of tempo changes, unpredictable arrangements and at times weird and off-the-wall guitar riffs. pokoknya menyita banget perhatian gw untuk mencerna konsep musik sebenarnya yang terciptakan disini. " Defeated Intellect " beberapa Sludging Death Metal Riffing-nya mengingatkan dengan gaya Autopsy era " Mental Funeral ", bahkan terasa Cenderung Doomy banget ! " Abyss of Addiction " lebih tampil dengan segala Powerly dan Speedly member, where the same kind of schizophrenic feeling is present in the music. kemudian " Hold Out (To the End) " kembali seperti track " Fatal Step " beberapa Tempo Down Crusty Punk terdapat disini. dan track Penghabisan diakhiri oleh " Last Temptation " terasa kembali Sayatan Rumit Duo Gitarisnya memainkan Teknikal Part bersama sang Drummer secara lebih dinamis dan dilengkapi dengan elemen Keyboard yang Horrific, track ini pun terasa tampil Epic dan Darkness !. memang secara keseluruhan materi ini penuh dengan permainan yang eksperimen, sehingga beberapa Elemen Musik di blend menjadi satu disini. Album ini sendiri berlatar belakang Konsep Imaji seorang Alex Krull dalam menggambarkan halusinasinya, yang terlalu rumit untuk dimengerti gaya bahasa yang hanya dimengerti maksudnya oleh Alex Krull sendiri. dan album ini adalah sebuah pembuktian luar biasa bagi eksistensi Atrocity yang menuai respon bagus begitu album ini dirilis. dan cuman selang 2 tahun saja Kebersamaan Atrocity bersama Nuclear Blast Records setelah Atrocity dipinang oleh label besar Roadrunner Records untuk album ke-2 " Todessehnsucht " tahun 1992. masih dengan Formasi yang sama, Pihak Label ( Roadrunner Records .ed ) tidak menggunakan jasa Scott Burns sebagai Enjiner album ke-2 ini, melainkan kepada Falk Gruber, Florian Brugger dan Atrocity sendiri di Mainstreet Studio karena alasan Finansial label yang menganggap terlalu mahal menggunakan jasa Scott Burn, dan yang mencengangkan adalah hasil mixing album ini di Daylight Studios oleh banyak kalangan bilang terlalu Meng-kloning karakter sound sebelumnya ( album " Hallucinations " .ed ) dengan alasan Kuat ini adalah sebagai Sound utama Atrocity, ya memang kalau elo dengerin sendiri album " Todessehnsucht " adalah Album part -2 " Hallucinations ". sekali lagi sejarah tetap menuliskan jikalau 2 album pertama Atrocity ini adalah " A classic death metal album " terbaik sepanjang masa sebelum akhirnya Atrocity berubah menjadi membosankan dengan gaya eksperimen " Aneh "-nya terhadap Publik Death Metal yang kompeten. It sits well amongst the baffling yet ingenious musicianship and is one of the more attractive elements of their music to unfamiliar listeners.








Add to Cart More Info

Lethal - Programmed CD 1990



























Lethal - Programmed
Metal Blade Records 1990

Tom Mallicoat - Lead Vocals
Jerry Hartman - Drums
Glen Cook - Bass
Dell Hull - Guitars
Eric Cook - Guitars


01 Fire in Your Skin 05:40    
02 Programmed 03:59      
03 Plan of Peace 02:57    
04 Another Day 06:16      
05 Arrival 04:20    
06 What They've Done 05:42      
07 Obscure the Sky 03:58    
08 Immune 04:58      
09 Pray for Me 03:07      
10 Killing Machine 05:36
       

Comparative late 80s progressive metal acts Queensrÿche, Fates Warning and Dream Theater veer too far in the progressive territory itself, and most of the other quality traditional US power metal acts of the day seem more like NWOBHM upgrades, some of whom spit thrash into the formula ! Yeahhh !! Untuk pertama kali mengenal dan mendengar debutan Ampuh band Progressive Power Metal Asal Hebron, Kentucky, Amrik ini begitu sangat memorable dalam ingatan gw bagaimana pertama kali Gw mendapatkan kaset ini. awalnya " Salah " membeli keinginan Gw gara2 melihat label kecil bulat warna merah dengan tulisan " METAL SERIES " di Segel Kaset-nya, berharap nih band adalah band Metal cadas, eh ga taunya Koq Heavy Metal yaw? kecewa seh ga sesuai dengan namanya keinginan, tapi koq lama2 Gw bisa mencerna Musik yang ditawarkan band yang sudah eksis sejak 1982 ini dengan komposisi musik yang Bagus. bagaimana jika Gaya Bernyanyi Queensrÿche dipadukan dengan karakter Bruce Dickinson-nya Iron maiden dinyanyikan oleh vokalis berbakat band ini, Tom Mallicoat, sangat enerjik dengan nada2 lengkingan tinggi yang ga semua orang bisa menirukannya hehehe ... "Fire in Your Skin" begins with unassuming, ringing clean guitar tones that feel quite similar to the intro of Lizzy Borden's "Me Against the World", with the same ride on the hi hat and build into climactic chords. track awal yang terasa Epic nuansanya, menjadi sebuah Opening Track yang sudah terasa Progresive gaya bermainnya melalui sentuhan gaya Iron Maiden Riffing dan sounding megah, they are elegant within their musical shell, and I feel like we've all had moments like this in our lives. pertarungan skill antar member mulai dirasakan pada awal ini, bagaimana Gitaris Dell Hull dan Eric Cook saling Unjuk Pamer skill mereka menebarkan Harmonisasi yang bikin mindset Gw yakin kalo Lethal ini adalah band berbakat sejak mengenal demo " The Arrival " tahun 1987 Metal Blade records berani meminang mereka dalam Roster-nya untuk menelorkan album paling Klasik dan bersejarah bagi perkembangan Heavy Metal yang era 90-an masih terasa geliat perkembangannya. dan Vokalis Tom Mallicoat melalui tarikan Vokal Melankolis yang menghipnotis pendengaran gw ngomong kalo nih jelas bukanlah vokalis bagus saja, tapi asli Keren karakter suaranya, sangat mengingatkan banget dengan karakter seorang Geoff Tate -nya Queensrÿche, Michael Kiske-nya Ex. Helloween hingga Bruce Dickinson-nya Iron Maiden ! pukulan Mantap Drummer Muda Jerry Hartman pun membentuk sebuah labirin permainan Dinamis bagi aransemen musik Lethal yang sesungguhnya disini. dan gw masih begitu memorable untuk menyanyikan Refrain Track ini " I found out you've fallen in the shadows / The morning will find you in your sorrow / And I know how it feels " dan pertarungan Lead solo Cantik yang begitu menyatu dengan suasana lagu ini memang pas banget dalam Feel gw hehehehehe, kereeeennn !! lalu " Programmed " menjadi track unggulan yang pasti memiliki kekuatan tersendiri dialbum ini yang lagi2 reminded banget dengan saat Gw masih duduk dibangku kelas 1 SMP dulu hehehe, masa2 gw masih begitu Grogi en salting kalo dideketin cewek wkwkwkwkwkwk, lagu2 dialbum ini juga kerap menemani istirahat malam Gw hehehehehe ... dan sangat paling gw suka adalah track " Another Day ", sebuah Ballad Track yang bagus dimana gw bisa lebih merasakan lagi bagaimana Vokalis Tom Mallicoat memperlihatkan Karakter Vokal bagusnya menyanyikan Refrain track ini " I waited on the morning / The sun did rise / Another day is lost in time / Now my direction wanders / I've lost my way / Oh God, I need someone / To help me through another day / Is this real " dan jika Gw menyanyikan lagu ini gw sangat Galaw Banget wkwkwkwkwk .... you must hear this Cool Song ! kemudian " Arrival " dari demo mereka sebelumnya coba di Rekam ulang dengan Konsep yang lebih matang lagi disini. dan 10 lagu berdurasi 46:33 siap menjadi Momentum mengenal kembali era kejayaan Musik Metal memasuki era 90-an. Kompisisi musik yang dewasa dan matang banyak tertuang di album ini, sehingga ga heran album ini tetap menjadi album terbaik sepanjang kariri Lethal hingga ep " Your Favorite God " ( 1995 ) dan album ke-2 " Poison Seed ( 1996 ) " kurang memberi Greget lagi bagi Musikalitas Lethal sendiri sejak Cabutnya Gitaris Dell Hull mengundurkan diri pasca album " Programmed " ini dilepas yang lalu posisinya digantikan oleh David McElfresh, yang mantan Gitaris band Simple Aggression. gw berani jamin lagu2 Lethal ini bisa diterima oleh semua Metalhead fan yang ga melupakan Karakter dan Talenta bermain Band yang bagus. meskipun sudah tidak terdengar lagi Produktifitas band ditahun2 ini, Gw tetap yakin " Programmed " sebagai album klasik Metal terbaik sepanjang masa dari tahun 90-an !! Though competently executed with a good number of memorable hooks and heavy, soaring atmosphere, I've actually found Programmed to possess a rather calming effect when I listen through it. Perhaps this is due to its seeming complacency in a period where metal was beginning to grow darker through its more extreme forms (death, black, grind), or at the least complex as thrash completed its maturity cycle. Perhaps it's that some part of me was simply soothed by the fact that a band was still making metal like this.








Add to Cart More Info

Benediction - Subconscious Terror CD 1990



























Benediction - Subconscious Terror
Nuclear Blast Records 1990

Mark "Barney" Greenway - Vocals
Peter Rew - Lead Guitars
Darren Brookes - Guitars
Paul Adams - Bass
Ian Treacy - Drums


01 Intro - Portal to Your Phobias 02:28      
02 Subconscious Terror 03:42    
03 Artefacted Irreligion 03:20      
04 Grizzled Finale 04:02    
05 Eternal Eclipse 03:41    
06 Experimental Stage 03:41      
07 Suspended Animation 03:36    
08 Divine Ultimatum 04:58      
09 Spit Forth the Dead 04:45


Sangat Klasik banget Ketika gw mendengar kembali Rilisan Album Kaset pertama yang Gw punyai pertama kali dari band Death metal Legendaris Birmingham, England yang eksis sejak 1989, BENEDICTION, seperti kita tahun era akhir 80-an dan awal 90-an menjadi pertumbuhan Death Metal yang subur di kawasan Eropa khususnya mengimbangi perkembangan pesat daratan Amrik, band yang menampilkan pertama kalinya Vokalis Grindcore Karismatik, Mark "Barney" Greenway yang mengawali karirnya diband ini sebelum akhirnya ditarik ke Napalm Death, cuman selang 3 Tahun Mark "Barney" Greenway menimba Pengalaman diband ini. sebelum terakhir kalinya ikutan rekaman pada Album pertama ini, Mark juga terlibat di demo awal band ini " The Dreams You Dread " tahun 1989, masih dengan karakter vokal Gahar dan Khas-nya Mark tentu sangat memorable for all Death Metal & Grindcore fans. membentuk Band ini bersama Drummer Ian Treacy dan duo Gitaris Darren Brookes serta Peter Rew, Benediction memang semakin dikenal sejak album pertama ini dirilis oleh Nuclear Blast Records, padahal saat itu Earache Records memang sangat Getol mencari band2 Metal dalam Roster-nya, entah kenapa Band ini lebih memilih jalan bareng Nuclear Blast Records. Masih menampilkan Style dan Sound yang Terasa " Klasik " sekali, rekaman ini bisa menjadi Influence penting band2 Death Metal generasi penerusnya. dengan mengembangkan gaya bermain ala Bolt Thrower, Venom dan Possessed dengan Sentuhan Khas sendiri, Benediction pun semakin melaju kencang begitu Album pertama ini sukses dan diterima dengan Hangat di Fans Death Metal Freak. Album pertama yang diproduseri oleh Drummer Napalm Death, Mick Harris dikerjakan oleh Enjiner Pete "Sonic" Gault menciptakan Karya Klasik Band ini diawal karirnya, dengan pukulan pertama " Subconscious Terror " langsung meluncur setelah Intro " Portal to Your Phobias ", dengan Standard Death Metal yang Easy Listening Plus Cathy, tentunya sangat kita kenal banget Sebagai Konsep Kuat Benediction ini, Sound Gitar Distortif namun terdengar Depth dan level Drumming yang " Mentah " begitu terdengar Keras menjadi karakter sound diera awal 90-an ini. raungan Growling Mark pun masih ringan terdengar jika gw bandingkan dengan kekuatannya saat pertama kali gabung dengan Napalm Death Era " Harmony Corruption ", Luckily, things improve. Kicking off the title track with a rumbling bass drone, Benediction prove very quickly they do things a little differently to the average Death Metal band. For one thing, they show an excellent understanding of dynamics. dan menjadi sesuatu yang mengagetkan jika elo sudah terlanjur telat menikmati rilisan akhir 90-an, pasti mendengar rilisan ini akan berkata lain dan membosankan, tapi jangan salah sangka, evolusi death metal saat ini harus tetap melewati fase seperti konsep yang dimiliki Benediction di album pertama, yes step By step for Evolution make than better ! beberapa Sentuhan style yang rada Crusty Punk beat dipadukan dengan Death metal yang kuat adalah elemen yang terasakan menusuk disini. While most bands were trying to go faster/heavier/more brutal, Benediction were one of the first to reign in the speed and add thunderous mid–paced passages to songs. Slowing down the tempo ups the effectiveness of the drumming on this album in particular. 8 lagu berdurasi 34:13 siap mengenang kembali era kejayaan Benediction di karir awalnya, Klasik dan Death Metal banget ! lumayan untuk sedikit bernostalgia dengan salah satu Legendaris Death Metal Asal England yang saat ini masih stay active !, setelah album pertama ini edar, Mark memutuskan untuk keluar dari band ini dan memilih bergabung dengan Napalm Death, sementara Posisi Mark langsung tergantikan oleh Vokalis Dave Ingram, mantan vokalis Bolt Thrower yang memiliki Karakter yang hampir sama dengan Mark sendiri, Low Growl Heavyness ! dan kemudian melalui 2 album selanjutnya " The Grand Leveller ( 1991 ) dan " Transcend the Rubicon ( 1993 ) " nama Benediction semakin Meroket dan menjual banyak Merchandise di Nuclear Blast Records. dan album terakhirnya " Killing Music " tahun 2008 tetap bisa diterima oleh Fans Fanatik band karena hingga saat ini Benediction masih tetap mempertahankan Konsep Awalnya walau dengan beberapa sentuhan sound yang lebih Modern seiring perkembangan jaman. To be brutally honest, this album does sound dated, but as a period piece, it is an excellent example of a band already looking to the future of Death Metal while it was still on the rise. This is also on blood and gore splattered vinyl, which is a nice visual touch. Only a few new bands keep up the spirit of this kind of bands, and it's due to those bands, that Death Metal hasn't ceased to be a totally forgotten genre in Metal music.








Add to Cart More Info

Xentrix - For Whose Advantage? CD 1990



























Xentrix - For Whose Advantage?
Roadracer Records 1990

Chris Astley - Vocals, Guitars
Dennis Gasser - Drums
Paul "Macka" MacKenzie - Bass
Kristian "Stan" Havard - Lead Guitars


01 Questions 05:09      
02 For Whose Advantage? 06:21    
03 The Human Condition 03:37      
04 False Ideals 05:49    
05 The Bitter End 05:18    
06 New Beginnings 01:16    
07 Desperate Remedies 04:50    
08 Kept in the Dark 04:13    
09 Black Embrace 03:51    
10 Running White Faced City Boy 02:47


Salah satu Pionier penting Thrash/Speed Metal terbaik yang pernah dimiliki oleh UK Scene, XENTRIX ( Baca " Zen-Trick ) yang memulai karirnya sejak tahun 1986 sebagai Sweet Vengeance, Band yang bawain Cover Version lagu2nya Metallica dan Megadeth, ketika mulai serius menulis lagu2 sendiri kwartet Christ, Dennis, Paul dan Kristian pun mulai membawakan lagu2 sendiri yang konsep bermainnya masih terkontaminasi Kuat oleh Band2 cover version yang kerap mereka mainkan, sehingga menjadi Perkawinan Haram antara Metallica dengan Megadeth melahirkan Konsep " Khas " yang mereka racik sendiri, lewat sebuah majalah ( Majalah HAI .ed ) kerap menampilkan Profil band2 metal berdasarkan request para penggemarnya, nah dari sini gw mengantongi nama Xentrix sebagai album Buruan Gw selanjutnya, perkenalan band ini pertama kali adalah demo " Hunger for Demo " tahun 1987 yang akhirnya mempertemukan mereka dengan Label anak cabang dari Roadrunner Records, Roadracer records yang era 90-an pun banyak getol merilis Band2 metal Underdog berpotensi besar yang nantinya akan di Tranfer ke Roadrunner Records. dan bermodalkan rekaman demo itu, Xentrix teken kontrak kerjasama untuk merilis album pertama " Shattered Existence " tahun 1989 yang mendapat respon bagus ketika pertama kali di launching dan banyak yang menyebutkan Xentrix adalah " The Next Metallica " dari UK ! Though they were considered little more than average in their day, Xentrix were easily one of England's more consistent thrash metal acts. dengan Masih terpengaruh berat Gaya bermain Testament, Metallica dan Megadeth, Xentrix terus melaju kencang dengan beberapa penampilannya sekaligus mematangkan Konsep Orisinilnya yang mungkin baru terealisasi pada album Ke-2 " For Whose Advantage? " yang pertama kali Gw dapat dari Titip beli ke abang Gw di Malang, yang memang Saat itu menjadi Toko Kaset terlengkap dan terbesar ke-2 setelah Surabaya, karena pada saat itu gw ga berani berangkat sendirian, akhirnya cuman bisa titip Alm. Abang Gw yang kuliah dimalang dan menunggu selama seminggu loh, hadewwww !! dan begitu mendapatkan kaset ke-2 Xentrix ini, " Questions " langsung menggebrak jumpa awal dengan Thrashin Part Ciamik ! It fades in, followed by crisp technical riffing !, mungkin menjadi semakin matang dalam berkonsep, Xentrix mulai lebih menampilkan Karakter matang bermainnya walau masih Imej Metallica dan Testament kuat menancap dalam Gaya Bermusiknya, Xentrix tetap menawarkan Gaya tersendiri dengan part2 yang Catchy Headbang Banget ! gaya bernyanyi Vokalis dan Gitaris Chris Astley sangat mengingatkan sekali dengan Gaya bernyanyinya James Hetfield-nya Metallica banget, inilah yang mungkin oleh beberapa kalangan kalau Xentrix = Metallica !, tapi bagi Gw Xentrix masih memamerkan skill2 Brilian dari seorang Gitaris Christian yang kerap melahirkan solo dan Great Amazing Riffing !! The riffs are catchy, the song progresses, and although lyrical content here is fairly familiar territory, a song like this will have trouble being outdone. lalu " For Whose Advantage? " melaju terus dengan Melodius Riffing di awal part yang cantik banget ! with a mellow bass intro and an almost melancholy sense of desperation to the open, simple riffs. track Cerdas yang memang patut menjadi unggulan Populeritas Xentrix mulai diperhitungkan sebagai Band Thrash Metal yang Bagus ! denger sendiri dengan beberapa Gaya Rythym Riffing Amazing track ini dimainkan ! begitu juga Track " The Human Condition " masih menjadi Sambungan Lanjut Track sebelumnya, kali ini gantian bassis Paul tampil menonjol dengan Karakter Bass-nya. " False Ideals " pun semakin Cepat temponya masih meluncur dengan Great Riffing headbanging ! seperti mendengar " Master Of Puppet "nya Metallica nih hehehehe ... masih terus dimuntahkan Track bagus seperti " The Bitter End " There are a few tunes here which don't deliver quite the same level of thrills, dengan gaya sound yang lumayan Unik diera 90-an Xentrix memang cerdas mengusung Konsep Thrash Metal yang sangat kental dengan Great Riffing ! " New Beginnings " adalah sebuah Instrumental Acoustik yang Indah saat Xentrix mungkin terlalu Gahar dengan Gaya Distorsinya, yang kemudian disambung oleh " Desperate Remedies " Speed Thrashin Riffing mulai dimunculkan pada awal track ini dan disambut dengan Headbang Riff part yang mantap ! lalu Untuk Kedua kalinya Bassis Paul Pun solo permainan diawal lagu " Kept in the Dark " yang kemudian digabungkan dengan elemen Gitar menjadi semakin Liar lagi lagi gaya Catchy Riffing-nya. dan Track akhir " Running White Faced City Boy " yang begitu banget untuk diusung diatas panggung dengan karakter Bernyanyi yang anthemic ! ya Track terakhir ini adalah Cover version milik British rock, IAN GILLAN, yang dibentuk oleh Ian Gillan yang sangat Populer kita kenal sebagai Vocalis Deep Purple serta Black Sabbath dan Pencipta lagu ini adalah Keyboardis Colin Towns yang ternama dengan Mask Orchestra-nya ! dengan Versi Xentrix ini diharapkan semua Fans akan sangat mengenal Track keren ini telah didaur ulang lagi untuk dinyanyikan bareng2 hehehehe. en jangan lupa juga kalao Xentrix juga pernah mengisi Soundtrack Film Horror Humor tentang Para Pemburu Hantu " Ghost Busters " untuk versi UK sendiri. kemudian tahun 1992 album " Kin " dirilis namun sepi Komentar hingga album terakhirnya " Scourge " Tahun 1996, band ini semakin menghilang dari Reputasinya yang melambung saat album " For Whose Advantage? " dilepas, dan kesibukan Kerja dan Keluarga memutuskan band ini untuk bubar jalan walau kerap sebelumnya bubar-jalan hingga Tahun 2006 Xentrix asli memutuskan untuk BUBAR JALAN !, sayang memang Gw yang menjadi salah satu Fans Freak Riffing Kerennya itu. this is not a complaint since I have a real soft spot for the eighties Bay Area sound but Xentrix were onto concerning a British thrash touch on their debut which now seems totally lost. This album could definitely have done with more of those great harmonies or catchy choruses.The album does not feature any real standout tracks but as a whole it’s a nice laid back thrash experience with some excesses. Nothing bad about ‘For Whose Advantage? Nor anything even remotely classic. Just decent.







Add to Cart More Info

Meliah Rage - Solitary Solitude CD 1990



























Meliah Rage - Solitary Solitude
Epic 1990

Mike Munro - Vocals
Anthony Nichols - Guitars
Jim Koury - Guitars
Jesse Johnson - Bass
Stuart Dowie - Drums


01 Solitary Solitude 06:27      
02 No Mind 02:49      
03 Decline of Rule 05:06      
04 Retaliation 05:07      
05 Deliver Me 03:06      
06 The Witching 04:37    
07 Lost Life 06:05      
08 Swallow Your Soul 05:16      
09 Razor Ribbon 07:46
   

SANGAT MEMORABLE banget Nih Rilisan Album Ke-2 Power/Thrash Metal Populer Kenamaan Amrik, Meliah Rage setelah mendulang sukses Album pertama " Kill to Survive " 1988, Band yang bermarkas di Boston, Massachusetts ini kembali memamerkan materi matangnya memasuki era kejayaan Metal 90-an dengan melempar "  Solitary Solitude " sebagai album penuh ke-2nya, which is apparently a synonym for RIFF FUCKING ONSLAUGHT !! yup Masih memainkan Thrash headbang Riff yang Catchy easy listening dihampir setiap Aransemen lagunya. memang seperti ide awal membentuk band ini, Meliah Rage lebih mencoba menciptakan suasana Headbang anthem pada setiap penampilan panggungnya. dan Gw masih ingat betul kala Pertama kali membeli kaset ini adalah misi mencari album Pertamanya " Kill To Survive ", Gw malah menemukan album ini hehehehe, langsung tanpa banyak cing cong, album ini Gw beli, dan benar gw ma abang dan alm. Abang Gw satunya langsung sangat menyukai Konsep Yang dimainkan dialbum yang semakin memainkan karakter simple thrash Metal untuk melakukan Headbang ! bagaimana tidak, sejak Track awal, Anthony Nichols Cs pada " Solitary Solitude " langsung memainkan Moshly Headbang Part dengan Riffing Fantastic-nya. Above average speed, but really not all that fast - definite thrash metal to be found here. Some nice riffs in the middle provide a great contrast to the introduction riff. Be warned - do NOT play this album in a country where headbanging is forbidden, Gitaris Anthony Nichols dan Jim Koury memang kerap menciptakan Riff beken untuk ajang Geleng Kepala aja deh hehehehe, Gaya Bernyanyi Mike Munro pun semakin enerjik mengikuti Progresi member lainnya yang kepengen lebih enjoy menggeber musiknya ini. yang kemudian " No Mind " semakin menjadi jadi Catchy Beat Headbang dimainkan Oleh Meliah Rage. except it has the most crushing thrash break this side dan agak sedikit bernafas enjoy masuk Track " Decline of Rule ", you want thrash, you've got it. lalu " Retaliation " which is apparently a synonym for RIFF FUCKING ONSLAUGHT !!!. kemudian " Deliver Me " adalah Akustik Track yang Mike Munro lebih sekedar seperti membaca Puisi dan Narasi Kelam yang disertai dengan Gaya Grunt Vokal-nya, Hard To Mind For Acoustic Part Inside on this Track !, " The Witching " kembali nuansa Headbang Berkumandang di track ini, memorable bagaimana seorang Mike Munro bernyanyi dengan nada yang lebih Rilex dan Enjoy, track ini seperti menjadi Bius yang mematikan bagi Gw setiap waktunya untuk Remind banget dengan Karakter bernyanyinya yang anthemic banget ! " Lost Life " tampil lebih ballad beat-nya, " Swallow Your Soul " ekstensi Thrash Metal-nya semakin berkobar dengan Gaya yang lebih Speed Metal in The Vein Megadeth or Metallica Banget ! kemudian track Pamungkas diisi oleh " Razor Ribbon " yang Intro awalnya, seorang Mike Munro menjadi karakter Gambaran " Pesakitan " yang menghadapi Ketok Palu Akhir Putusan pengadilan yang menjebloskannya dalam Terali besi atas segala Dakwaan Kesalahannya, kemudian Akustik Gitar seperti membawa segala Penyesalannya ketika sudah berada dalam Bilik Jeruji besi, Mike Munro Seperti sedang melakukan Narasi saat Akustik Gitar mengiringinya, sebuah Skrip Alur Lagu yang Impresif dan Menyatu dengan Jalan Cerita lirik lagu, dan dimenit ke 01:55 pun mulai terdengar lagi Anthony Nichols Memainkan Riffing Headbanging-nya ! dan inilah Album Paling Memorable lagi bagi Gw untuk saat sekarang coba mengingat kembali era Kejayaan Meliah Rage sebelum akhirnya album2 berikutnya banyak mengalami Progresi seiring pergantian Formasi dalam band, namun juga tidak banyak menggeser karakter utama Band yang senang menciptakan Headbanging Thrash Part dengan sound yang keren ini. Okay so this one isn't as variant as the first album - for the most part this is straight-up thrash, without nearly as many speed metal moments. Nonetheless, it is quite excellent and worth getting.THRASH!!!







Add to Cart More Info