Tampilkan postingan dengan label 1996. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1996. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Altar - Ego Art CD 1996



























Altar - Ego Art
Displeased Records 1996

01 Eidolon 01:49    
02 I Take 03:22      
03 Ego Art 04:58      
04 C.C.C. 04:51      
05 Truly Untrue 04:07      
06 Pathetic Priest 05:26    
07 Destructive Selection 03:41      
08 Egovernment 05:19      
09 Follow Me 03:02    
10 Tonight This Country Will Die 04:58


Marcel Verdurmen - Guitars
Bert Huisjes - Guitars
Edwin Kelder - Vocals
Nils Vos - Bass
Marco Arends - Drums


Era 90-an adalah memang perkembangan pesat Genre Death Metal yang berlaku secara Internasional. setiap scene berlomba dengan karya2 terbaiknya plus membawa pengaruh tersendiri dan kemudian menjadi pengaruh kuat generasi selanjutnya. maka lahirlah istilah Gothenburn Sound, New York Sound, Germany Sound, Netherland Sound, dan sebagainya yang diusung oleh beberapa band Pioner, rupanya memberi kontribusi penting perjalanan musik itu sendiri secara ga langsung. seperti halnya Netherlands scene memang boleh berbangga punya band Sinister dan Gorefest diera 90-an dengan kekuatan dasyatnya untuk melalukan pertarungan konsep. namun jangan lupa kalau negeri kincir angin ini juga punya nama ALTAR sebagai salah satu pengusung Death Metal sadis di era tersebut. nama Altar sendiri memang dipakai oleh beberapa band dalam catatan gw, namun Altar dari Hardenberg, Overijssel ini terbentuk sejak tahun 1988 dengan nama Manticore yang tahun 1990 pun berubah menjadi Altar ini menyimpan banyak kenangan tersendiri bagi gw saat pertama kali mengenalnya sampai band ini memutuskan untuk mengakhiri karir bermusiknya tahun 2001 dan sempat terbentuk kembali tapi tahun 2007 terpecah kembali. hmmm apa yang menjadi " sesuatu " untuk nama Altar yang satu ini?, selain memiliki Konsep Death Metal keren, Gw masih terpesona dengan Sounding band yang Excellent ! sayatan sound Gitar yang tajam mengiris memang menjadi daya tarik tersendiri, soundingnya memang mengingatkan banget dengan karakter album pertama Sinister.  heard blast beats abused and so pointlessly to this extent. dan pertama kali track " Egovernment " pada sebuah kaset kompilasi di era 90-an, sayang gw lupa apa nama kompilasi itu hehehehe, sehingga dari situlah menjadi rekomendasi gw buat mencari album2nya Altar, dan album ke-2 " Ego Art " ini tetap menawarkan sentuhan dasyat tersendiri dengan materi yang lebih matang dari album pertama " Youth Against Christ " tahun 1994. dengan tema lirik anti tuhan, band ini masih konsis menebarkan skema ateis hampir disetiap lekuk baris kata lirik lagu. dan hal ini adalah sebuah bentuk argumentasi sifat manusia yang terimplementasi terhadap sikap melupakan tuhan-nya. memainkan konsep Death Metal yang merupakan perpaduan konsep Sinister dan Deicide, Altar membuat komposisi aransemen musik menarik yang terbaca pada track pertama album ke-2 ini " I Take " setelah melalui sebuah Intro, Altar langsung memamerkan serangan blastbeat-nya yang seketika langsung memang mengingatkan dengan konsepsional materi Sinister era " Cross the Styx " banget. sharpness pummeling Death Metal Riffing yang mantap adalah komponen mantap dengan karakter Growl Death Metal emosional vokalis Edwin Kelder sedikit memiliki sentuhan yang berbeda dengan Sinister tentunya. pukulan mantap drummer Marco Arends juga memberikan Kekuatan dasyat karakter musik Altar yang semakin matang dan dinamis yang kemudian di baptis kuat dengan Riffing Style elegan gitaris Marcel Verdurmen dan Bert Huisjes telah melahirkan komposisi Death Metal yang begitu liar terasa. The music is the other equally horrendous feature of this album which has two horrendous features, vocals and music. memang karakter berat Vokal Edwin terkadang lebih bergaya Band Hardcore metal agresif ! penanaman karakter bermain Death Metal komplek lebih open minded dengan segala perkembangan genre musik menjadikan lagu2 Altar kali ini memang semakin terdengar brilian. menembus batasan yang ada menjadi sebuah tantangan tersendiri aja bagi Altar demi menciptakan skema musik yang berbeda. " Ego Art " tetap menjadi Powerfully track berbahaya selanjutnya. Gitaris band setongkrongan, Nembrionic, Berthus Westerhuys mungkin bisa gw sebut sebagai salah satu faktor lahirnya sounding Netherland Death Metal band, Berthus Westerhuys sudah banyak menggarap dan menjadi produser band2 Death Metal dari negeri Kincir angin tersebut, seperti Callenish Circle, Severe Torture, God Dethroned, Inhume, Centurian serta masih banyak lagi memang lebih mengarahkan karakter sound seperti ini sebagai sebuah Trademark, the unleashing of more experimental and daring scapes is quite obvious and is something they probably had a good time concocting. lalu " C.C.C " adalah kepanjangan kata " Christian Cop Convicted " semakin memperjelas Konsep Anti Tuhan terbaca pada penggalan lirik " Fuck your law and order / I pity your frustration / You think you're always right / Fuck your christian orders ", dan tentunya menarik perhatian gw adalah track " Egovernment ", terdengar bagaimana Karakter Riff gitaris nya begitu memorable dengan skill unik-nya, perpaduan karakter kuat Death Metal dengan beberapa sentuhan Thrash metal semakin melengkapi perjalanan musikalitas dinamis bermusik Altar sendiri. So, this is a nice and clever record to listen to, an obviously underrated underground treasure that deserves the opportunity I guess it didn’t have back in 1995, when it was released.








Add to Cart More Info

Senin, 16 Maret 2015

Deeds Of Flesh - Trading Pieces CD 1996



























Deeds Of Flesh - Trading Pieces
Repulse Records 1996

01 Carnivorous Ways 03:42      
02 Born Then Torn Apart 02:09      
03 Trading Pieces 02:50      
04 Hunting Humans 02:44      
05 Impious Offerings 03:00      
06 Acid Troops 03:41      
07 Deeds of Flesh 02:57      
08 Erected on Stakes 01:59    
09 Chunks in the Shower 02:29    
10 Blasted 02:17    
11 Outro 02:33
   

Erik Lindmark - Vocals, Guitars
Joey Heaslet - Drums
Jacoby Kingston - Bass, Vocals


3 Onggok Daging Mengerikan ini sejak pertama kali kemunculannya melalui Ep " Gradually Melted " tahun 1995 memang sangat Menggemparkan juga dengan Style Brutal Death Metal Mengerikannya yang mulai banyak melakukan Invansi dalam Death Metal Scene Internasional melalui Konsep dan Style yang sama sekali tidak terfikirkan oleh Musisi Death Metal lain. sebagai bagian dari bentuk perkembangan Death Metal, Trio asal Los Osos, California yang sejak tahun 1993 mulai meng-eksiskan diri dengan tema tema yang lebih Berat dari Konsepsional Theme lirik dari Kematian dengan Hal2 yang berdarah dan lebih gelap lagi pembawaannya. sehingga Deeds Of Flesh Kerap disebut sebagai Pengusung Californian Brutal Death Metal yang semakin berbahaya setelah New York Death Metal atau Florida Death Metal. dengan Formasi trio Fenomenal sepanjang Karir Deeds Of Flesh ( DOF ), Erik Lindmark, Joey Heaslet dan Jacoby Kingston, DOF pun meraung dasyat lewat Konsep Death metal yang lebih mengerikan dari sebelumnya. Mengandalkan Konsep Musik yang Teknikal, Blastbeat dan Konvensional Riffing serta Multiple Vokal, Ep " Gradually Melted " sangat menghebohkan Scene Death Metal era 90-an dengan permainan yang Sinting Abis !! yang kemudian mengundang Minat besar label asal Spanyol, Repulse Records yang dikomandani oleh Vokalus band death Metal Veteran, Avulsed, yup Dave Rotten yang kini telah memulai Kembali Reinkarnasi Label Repulse records dengan nama baru sebagai Xtreem Music setelah Repulse records mengalami Masalah Finansial. Full album pertama ini dikerjakan di Moon Productions Studio cuman selama 4 hari saja pada Bulan Maret 1996 telah melahirkan Sound dan Kualitas Bermain DOF yang sebenarnya, kendati bukan sebuah Kualitas yang mengerikan untuk konsep yang mereka usung, Rekaman ini tetap diakui sebagai Masterpiece Kualitas Sounding DOF yang sebenarnya ! dan tentunya gw masih ingat banget bagaimana pertama kali gw mengenal Kedasyatan Trio DOF ini untuk pertama kalinya. adalah Kompilasi " Brutally Sickness " Keluaran Extreme Soul Production, Bandung yang pada edisi pertamanya banyak mulai mengenalkan Serentetan Band2 Brutal Berbahaya dalam Track List-nya, salah satunya ya dari DOF ini. dengan Track " Carnivorous Ways " Gw untuk pertama kalinya dibuat Bengong dengan Konsep Brutal yang ditawarkannya, karena gw lebih dulu menikmati Karakter Brutal Suffocation dan Cannibal Corpse, harus Garuk kepala untuk mencerna Konsep Brutal yang mereka mainkan, Gilaaaaa ... apakah ini dimainkan oleh Manusia ? Pikir gw dalam benak saat pertama kali berkomentar, dan untungnya, lagi2 majalah Metal Lawas yang banyak mengulas Band2 Metal baru sekaligus menambah Banyak referensi Gw, EFA Magazine, yang walau formatnya cuman Foto copyan, namun sangat Berjasa banyak mengenalkan nama2 Band Baru yang berkualitas. dan kaget juga awalnya begitu tau kalau DOF ini cuman digawangi oleh Formasi Trio ! Indera Dengar Gw masih terhipnotis oleh kedasyatan permainan Drummer Sinting Joey Heaslet yang Powerfully untuk mengembangkan Konsep DOF menjadi lebih mengerikan ! Deeds of Flesh aren't exactly reinventing the wheel, but that was never their goal. They have, however, managed to carve their own little niche of twisted, pummeling, blasting savagery within the brutal death metal field, and I would definitely place this among the best in the genre. memuntahkan 10 Track berbahaya dalam Durasi Total 30:21, DOF tampil begitu sangat mencengangkan disini yang dimulai dengan lagu " Carnivorous Ways " seperti menjadi Anthem Track Mengerikan di full album pertama ini dengan sebuah Intro Berdarah darahnya, seperti mendengarkan Jerit Manusia termutilasi Organ Tubuh-nya dan kemudian menjadi Pesta Kanibal dan Uarrggghhh !!! dentuman Mematikan fast Blastbeat dibarengi Deep Guttural Gurgling Bleeding Vokal yang diimbangi dengan Screaming Insane Vokills menjadi sebuah Kesatuan yang semakin mengerikan saja ! struktur musik yang Unik bagi Gw pada awalnya saat harus mencerna gaya bermain DOF ini, Far as individual elements, it's quite well put together. The guitar tone is low and bassy, the bass is lower and bassier, and the drums pound along driving things along nicely. The dual vocals aren't made much use of, and there are some sortof questionable sounding bits, particularly in add to the music rather then simply grunting along. gempuran Drummer Joey memang Paling Mengundang Perhatian bagi DOF musik sejak awalnya. Try not to smash things that aren't expendable !!! konsep bermain DOF bahkan lebih terdengar teratur di album ini, walau bagi gw masih tetap menyukai karakter Sound di Materi Ep " Gradually .. " yang bahkan Beberapa kalangan masih memuji Sound tersebut, namun album ini DOF ingin lebih tampil Clean lagi dari segi kualitasnya. there's a catchiness to the sonic chaos - these are death metal songs that can actually get stuck in one's head. Hell, you might even catch yourself singing 'em once in a while when the time is right Regardless, the brutalness must come OUT !!! dan 2 Rilisan DOF inilah yang tetap diperhitungkan dan menjadi Cikal Bakal perkembangan Brutal Death Metal khususnya yang identik dengan Californian Scene seperti Disgorge, Severed Savior, Deprecated, etc. Trading Pieces is a collection of ten nasty, brutal and short tracks to smash your skull, consume the contents, and run away laughing and dripping chunks. But it isn't just a one-shot-and-it's-blown.. while it's straightforward musically speaking like everything of this genre! sayang Kebersamaan Dengan Drummer Joey Harus berakhir begitu album ini dirilis, sehingga dalam beberapa Tour album digantikan oleh Drummer berbakat seperti Brad Palmer dari band Scythe hingga proses penggarapan album Fenomenal DOF ke-2 " Inbreeding the Anthropophagi " tahun 1998 yang kemudian Brad langsung cabut dari tubuh DOF beberapa Bulan Penggarapan album ini, dan akhirnya Drummer andalan DOF Joey pun kembali lagi dalam tubuh DOF untuk pengerjaan materi " Promo 1999 " disusul oleh album Full ke-3 " Path of the Weakening " tahun 1999, DOF pun mulai Banyak mengalami Pergeseran konsep signifikan yang terbawa hingga saat ini bagi Musikalitas DOF ! dan sejarah tetap menulis " Trading Pieces " sebagai Tonggak Sejarah penting bagi perkembangan Brutal Death Metal sadis daratan Amrik yang begitu membahana bagi Scene Internasional. Don't get me wrong; this debut has pretty much all the ingredients that would later define their sound: sinister, often atonal tremolo-picked riffing, sudden time and meter changes, and relentless blast beats with double bass footwork that never seems to let up (including that "triplet blast" beat they make frequent use of, found here on "Blasted"). But there are small differences. The guitar tone is perhaps a bit tinnier (probably because the mids are scooped as much as possible, in keeping with the traditions of brutal death metal), yet they compliment the music and definitely accentuates this disc's other unique traits.







Add to Cart More Info

Cryptopsy - None So Vile CD 1996



























Cryptopsy - None So Vile
Wrong Again Records 1996

01 Crown of Horns 03:57      
02 Slit Your Guts 04:02      
03 Graves of the Fathers 04:11      
04 Dead and Dripping 03:53    
05 Benedictine Convulsions 04:00      
06 Phobophile 04:38    
07 Lichmistress 02:31
08 Orgiastic Disembowelment


Lord Worm - Vocals
Flo Mounier - Drums, Backing Vocals
Éric Langlois - Bass
Jon Levasseur - Guitars


Cryptopsy are a ferociously technical act at times, but that’s not to say that the album is just endless fret masturbation, no, the riffs are memorable and chunky, you can practically feel them launching offal into your face. Also, the riffs are above all original. No one sounds like Cryptopsy do here, and that’s vital. I mean the greatest respect to slayer, but being as virtually every metal band under the sun rips them off, how many times can you heard the same recycled riffs before you get bored? The technicality isn’t relegated to just the guitars either, the bass here is a vital component to the music. MAHA KARYA TERDASYAT CRYPTOPSY SEPANJANG KARIR !! yess itulah kata2 yang kerap diucapkan oleh hampir semua Editor Musik Metal Se-Jagad !! dan semua Fans Fanatik Cryptopsy akan Menyebut " None So Vile " tetap sebagai Album Terbaik Cryptopsy begitu Juga Gw menyebutnya ! sejak kemunculannya pertama kali tahun 1992, band ini langsung merilis demo " Ungentle Exhumation " tahun 1993 dan mencengangkan Publik Metal dan mendapat Respon Luar biasa dengan konsep dasyat Death Metal yang mereka kenalkan Lebih Brutal lagi dari Pendahulunya seperti Suffocation, Kataklysm juga Cannibal Corpse, terlebih sejak dirilisnya album Full pertama mereka 1 tahun kemudian " Blasphemy Made Flesh " tahun 1994, yang perhatian dunia langsung tertuju fokus terhadap band asli Montreal, Quebec, Kanada yang mulai terkenal memiliki Konsep Bermain Brutal Death Metal yang lebih cepat dan LIAR lagi !! yess, Cryptopsy memang disebut2 sebagai band yang menularkan pertama kali pengaruh permainan Brutal Death Metal yang lebih cepat lagi. dan Gw masih sangat Ingat banget bagaimana pertama kali gw kenal nama CRYPTOPSY ini, awalnya gw mengenal nama band ini dari seorang temen gw yang ada dimalang ( yang banyak mengenalkan Gw dengan band2 Brutal Dasyat ... Hello Mas Gatot ! .ed ) dan ga beberapa lama setelah itu, ada seorang temen Gw yang make Long Sleeve album " None So Vile " ini kemudian lebih Detail lagi Gw membaca artikel dan Interview band ini disebuah Majalah Metal lawas asal Klaten, N.F.A, yang secara Eksklusif mengulas tentang band ini dan menyebutnya sebagai Salah satu " Band Brutal Tercepat Didunia ", semakin timbul rasa penasaran gw untuk kepengen mendengarkan musiknya secara langsung dengan berburu diberbagai Lapak Metal yang mulai banyak menyediakan beberapa Produk Bootleg Kaset di era 90-an, dan saat itu gw ma temen2 sedang nonton Event Jogja Brebeg ( dan Gw lupa itu yang Jogja Brebeg Yang keberapa hehehe .ed ) saat itu tahun 1998 an bertempat di Hall Kridoshono, Jogja dan yang maen ada Bloody Gore ( jakarta ) dan Injected Sufferage ( Bandung ), begitu dilapak ada Kaset " None So Vile " langsung saja Gw beli dan mesti harus nunggu sekitar 2 hari-an begitu gw balik lagi kerumah hehehe, maklum saat itu masih menggunakan Tape Player untuk menikmati semua Rilisan era 90-an hehehhee, dan memang Surprise banget begitu kaset ini gw puter, bagaimana pertama kali gw dikenalkan dengan permainan Death Metal yang lebih dasyat dari yang Gw kenal pada Nama Suffocation, Cannibal Corpse juga Kataklysm, Cryptopsy memang bener2 band yang ULTRA SINTING !! dimulai dengan sebuah Intro yang diambil dari sample Movie " The Exorcist III: Legion ", kemudian " Crown of Horns " adalah Gempuran mematikan awal dialbum ini yang gw sampai terpental ke tembok kamar hehehe, Gile cing, bagaimana pertama kali gw dikenalkan dengan permainan Drum yang Gila dari seorang Drummer sinting berbakat Flo Mounier yang mengkomposisi permainan dasyat dan Konvensional di era 90-an, bagaimana juga Flo juga mulai mengenalkan permainan yang asli Powerfully tanpa banyak mendapat sentuhan digitalism, sehingga memang permainannya kadang terdengar tidak terkonsep namun sangat teratur dalam Ritme yang dimainkan dengan Beat yang serba cepat, Mengagumkan banget deh !! ga heran saja beberapa band di Scene Indonesia pun mulai semakin berlomba lomba meng-cover lagu2nya Cryptopsy hanya cuman ingin mendapat Kesan " WAH " saja, walau kenyataannya banyak sekali yang belepotan saat mengusung Lagu Cryptopsy hahahaha, itulah fenomena yang terjadi pada era Kebangkitan Musik Death Metal Brutal di Indonesia. fantastic due to the overall sound and production and the way it conveyed it's brutality, whereas None So Vile is memorable and dare I say catchy every step of the way. It's strengths come from the impeccable songwriting and mindblowing musicianship that have yet to be matched anywhere in the death metal scene. bagaimana Gitaris Jon Levasseur harus mengimbangi Permainan Gila Drummer Flo dengan Lick Bermain Gitar yang Gila gilaan, Fast, Pummeling and Chugging Hammerstroke Riffing Konvensional dengan karakter Sound yang terdengar Tipis namun cukup mencengkeram dengan Lick2 yang mematikan dan belum terpikirkan oleh musisi death Metal untuk memainkannya sehingga Klop memang menjadi sebuah Sinergi yang mematikan Pula ! selain mengandalkan Speed dan Kocokan yang menakjupkan Jon juga kerap menebar solo2 Gitar Cantik ditengah kekacauan yang tercipta disemua struktur musiknya. " Slit Your Guts " rasanya Fenomenal banget dengan Lick2 bermain gitar sinting semakin dimuntahkan disini. TECHNICALITY. Once again, no one can deny this record is technical. In fact, this is one of the most technical albums I have ever heard that continues to stay consistant rather than sounding like a huge mess of notes. While the guitars don't focus much on this outside of the solos, the drums and bass are where this is best displayed. dan terus terang gw tidak bisa membandingkannya secara musikalitas, karena mungkin ini adalah " Konsep Pertama " yang dipopulerkan oleh Band Legend Death Metal Kanada Scene setelah nama Kataklysm hehehehe .... dan sekali lagi gw terlalu sulit untuk menuliskan betapa Dasyat konsep yang diusung di album Ke-2 ini. apalagi karakter Vokal Lord Worm yang sekilas terdengar Ga memiliki Sebuah Pattern yang Murni bernyanyi, tapi ini menjadi sebuah karakter Luar Biasa yang diusung oleh Cryptopsy ! It takes a bit of examination to notice this factor of the album, displayed mostly by vocalist Lord Worm. While many vocalists simply grunt and growl lyrics without really adding anything to the music overral, Lord Worm is different. His indecipherable zombie growls, high pitched shrieks, and virtually unexplainable gurgle-squeals !! dan memang Hampir semua lagu2 di album ini adalah " TOP HIT ARCHIVE SONG !! ", karena hingga sekarang Cryptopsy masih terus memainkannya diatas panggung sekaligus menjadi High Demand for all Mosher pit. dan track yang paling populer dan kerap menjadi Kover version adalah " Dead and Dripping " dan " Phobophile " dimainkan oleh beberapa band Death Metal di Scene Indonesia ( Ga maksimal seh, tapi salut aja untuk kerja keras mereka memainkan track ini .ed ) 8 lagu berdurasi 32:03 menjadi momen paling fenomenal lahirnya Brutal Death Metal teknikal liar yang banyak membawa pengaruh kuat perkembangan generasi Death metal hingga sekarang. dengan Kualitas Rekaman " Manusiawi ", jelas ini dimainkan oleh talenta2 yang benar benar berbahaya untuk memainkan konsep yang mungkin hampir mustahil dimainkan di era 90-an, en ga henti2nya Gw juga Semua kalangan Media memuji Kedasyatan Konsep album Cryptopsy yang menjadi awal populer dan Konsep Mengerikan ini. dengan Konsep yang lebih " Blasphemic " dengan persembahan Anyir darah Gore menjadi salah satu konsep yang diusung dialbum yang beberapa kali dirilis ulang oleh beberapa label termasuk oleh Century Media records dan Displeased records atas dasar permintaan Fans, dan hingga saat ini masih terus diproduksi Jutaan Copy dengan Artwork Cover yang Kontroversial pada Perilisan awalnya, Elisabetta Sirani (1638-1665): "Herodias, with head of John the Baptist" cukup untuk mengusik Umat Kristiani saat itu yang menentang gambar cover ini sebagai salah satu bentuk " pelecehan ", namun album ini tetap menjadi album Death Metal Brutal Klasik Terbaik sepanjang masa. Kerja keras Produser dan Enjiner Pierre Rémillard yang kita kenal sebagai Gitaris band Metal kanada legendaris Obliveon memang membuahkan hasil yang luar biasa untuk masterpiece ini di Victor Studio dari Bulan Desember 1995 hingga Januari 1996. hadew sekali lagi gw sudah kehabisan kata2 untuk mengatakan kalau Album ini adalah YANG TERBAIK SEPANJANG PERKEMBANGAN BRUTAL DEATH METAL TEKNIKAL !! All in all, None So Vile is about as close to perfect as any death metal album can be. Even the work's short running time is perfect for the nature of the music and helps to give each song its own feel and identity. Basically, this album has everything anybody could ask for in extreme metal: amazing, creative songwriting, brilliant musicianship, and a vocalist who sounds like the personification of all things dark and evil. Simply put, None So Vile stands tall as the best death metal album of all time, and a classic in every sense. With that, I think I'll let Lord Worm have the last word, as I think it sums up this album pretty damn well !! BUY OR DIE !!!!!!!!!!!!!!







Add to Cart More Info

Jumat, 13 Maret 2015

Monstrosity - Millennium CD 1996



























Monstrosity - Millenium
Conquest Music 1996

George "Corpsegrinder" Fisher - Vocals
Jason "Tux" Morgan - Guitars
Kelly Conlon - Bass
Lee Harrison - Drums


01 Fatal Millennium 04:35    
02 Devious Instinct 04:02    
03 Manic 03:30      
04. Dream Messiah 04:25    
05 Fragments of Resolution 05:08    
06 Manipulation Strain 04:02      
07 Slaves and Masters 03:13    
08 Mirrors of Reason 03:34    
09 Stormwinds 04:59      
10 Seize of Change 02:46


Full Album Ke-2 milik Jagoan Teknikal Death Metal Veteran terbaik Florida ini menjadi " Sesuatu " yang terbaik untuk kita nikmati  ! Perpaduan dasyat sebenarnya elemen Teknikal dengan Gaya Progresive memang sangat kita rasakan dalam album ini jika kita " jauh " membandingkannya dengan Rilisan debut pertama mereka " Imperial Doom ", kenapa ? memang di album " Millenium " ini Monstrosity jelas mengalami kemajuan dan Kematangan yang begitu pesat sekali dan akan sangat " Berbeda " dengan album2 Monstrosity Berikutnya. Sangat Menguras enerji dan Talenta komposisi Mengerikan dalam materi album " Millenium ", sangat menonjolkan skill antara Member-nya, dan elo bisa liat lick2 mengerikan dari sang Maestro Gitaris berbakat seperti Jason "Tux" Morgan, yang pernah kita kenal sebagai mantan rekan bersama Eric Rutan di Band Operatic Progressive Metal, ALAS ! dan kini lebih bersemayam dalam band Death metal Florida, Wynjara dan Burner. kehadirannya memang memiliki Momen yang tepat disaat Monstrosity harus kehilangan 2 Gitarisnya Jon Rubin dan Jason Gobel pasca album " Imperial Doom ", yang disusul kemudian oleh bassis Mark van Erp yang cuman sempat dan terakhir dalam Formasi band ini ketika merilis " Slaves and Masters " tahun 1994 secara Independen pasca Monstrosity Memutuskan Kontrak dengan pihak Nuclear Blast Records, kehadiran Jason Morgan untuk pertama kalinya ya di Demo tersebut yang menjadi cikal bakal Album Ke-2 " Millenium " ini. demo tersebut cuman dirilis dalam format kaset yang dimaksud untuk mencari label untuk materi album ke-2, karena tidak menemukan sebuah kerjasama yang bagus, akhirnya diputuskan untuk membuat Label sendiri dengan nama Conquest Music, Monstrosity bisa lebih mengontrol keinginan mereka yang selama ini kurang terjalin pada Nuclear Blast Records, namun walau begitu Conquest Music Memberikan Lisensi Penjualan CD ini untuk Pasaran Eropa kepada Nuclear Blast Records. masih ingin menjadikan sebuah masterpiece hebat, Monstrosity merogoh Kocek besar untuk menggandeng Produser dan Enjiner Handal Scott Burns dan mengerjakan materi ini di Morrisound Studio yang saat itu mulai memasang Tarif yang tinggi. namun Fantastis memang jika Hasil produksi album ke-2 ini memang jauh menjadi lebih baik sesuai dengan keinginan Monstrosity. banyak kalangan menyebutkan kita materi album ini jauh lebih Dasyat dan Teknikal dibanding musikalitas band ini sebelumnya. dimulai langsung oleh " Fatal Millenium ", Telinga Gw sudah di suguhi oleh permainan Riffing dan Drumming Teknikal Killer !! its mind-bending technicality - an element that's since gone missing from the band's repertoire. permainan Drummer Lee Harrison yang berkembang begitu pesat menciptakan beberapa Lick Drum yang gila-gilaan sangat memukau Indera Dengar Gw, dilawan dengan Teknikal Riffing Gitaris Jason Morgan semakin menambah Sinting Kolaborasi dasyat yang serba mengagumkan untuk pecinta Musik Death Metal Dinamis ! The songwriting tandem of drummer Lee Harrison and guitarist Jason Morgan put together ten songs full of the kind of arcane rhythm structuring and acrobatic fretwork !! Struktur dan aransemen Musik yang rumit memang terkadang sulit ditebak arah Progresi-nya, sehingga memang menciptakan Komposisi musik yang luar Biasa ! Raungan Growling George "Corpsegrinder" Fisher semakin lebih Powerfully lagi kala memuntahkan Lirik2 Kematian, kekejaman dan Kebencian mereka. " Devious Instinct " semakin menunjukkan bagaimana Jason Morgan menciptakan Teknikal Riffing yang semakin mengerikan diimbangi dengan Permainan drummer lee Harrison yang kian mantap aja !, gaya Sounding Modern yang Ciamik menjadi sebuah Inovasi Perubahan Karakter seorang Scott Burn yang disinipun coba menunjukkan kematangannya dibantu oleh 2 Enjiner Mixing Keith Rose yang pernah menggarap materi albumnya Yngwie J. Malmsteen " Unleash the Fury " dan Scott Kieklak telah membantu memberi sentuhan " Modern " soundnya. This adventurousness becomes evident within the Second few, which throws the listener for a pretzel loop over the first handful of bars, shifting effortlessly from a classic thrash riff to a flurry of blasting mayhem, then a nasty fill, before settling into one of the more memorable grooves in all of death metal history. jelas ini bukan sebuah Komponen musik yang asal2 an, memasuki Track " manic ", Monstrosity semakin lebih terdengar tampil ganas dan Brutal ! Gaya Drummer Kidal, Lee Harrison tetap enerjik memainkan Hyperblasting-nya lengkap dengan kejutan Roffle Skill edan-nya. " Dream Messiah " adalah sebuah Track yang banyak mendapat Pujian oleh beberapa media, karena memang memainkan Komposisi yang serba dasyat, which features one of the catchiest intro riffs ever - a barrage of staccato alternate picking that also resurfaces after the chorus and at the end of the song. tarian lincah jari jemari Jason Morgan lagi2 telah menciptakan struktur musik dinamis yang mungkin menjadi perkembangan dan perpaduan antara gaya bermain sebelumnya dari Suffocation, Atheist hingga Cynic dan Monstrosity hadirkan kembali dalam Enerji yang lebih liar lagi ! jelas ini memang pantas menjadi album Barometer penting semakin berkembangnya Teknikal Death metal Musik yang sebenarnya oleh generasi penerusnya ! agak sedikit mengendorkan tempo bermainnya manakala memasuki Track " Fragments of Resolution ", dipart awal beberapa medio sludging beat dihadirkan selama 5:07, mungkin track ini dimaksudkan sebagai fase Pendinginan dari 4 Track sebelumnya yang terdengar meledak-ledak ! sempet merasa Boring sih Gw, namun juga sedikit terhibur dengan solo2 Melankolis Jason Morgan hehehehe .... lanjut ! " Manipulation Strain " Monstrosity kembali Menggelegar lagi, dengan Headbang dipart awal, Band ini memainkan komposisi yang Catchy namun cukup matematika aransemen selanjutnya ! dan mengerikan kembali saat memasuki Track " Slaves and Masters ", yang memang disempurnakan lagi dari materi Demo Tahun 1994 menjadi sebuah Komposisi yang paling terdengar matang dengan segala Skill gila2an ! these musicians are trying to test their artistic creativeness by incorporating a lot of different techniques. The riffs are layered out progressively, although at times usually never reach a climax, preferring to staying at an intense comfort zone helped by the incredibly powerful singing of the now sellout George Fisher !! ga heran jika Boss Nuclear Blast Records masih sangat memuji kedasyatan Monstrosity di album ini dan memasukkan track ini dalam beberapa Proyek Kompilasi-nya, denger sendiri bagaimana Drummer Lee dan Jason Morgan semakin bereksperimen dengan teknik2 yang terdengar unik di era-nya, Crunchy dan Intense Skill Awesome ! displays a stunning level of versatility, often missing from technical death metal, offering up riff after meaty riff in a wide variety of picking patterns, often with wild, asymmetrical rhythms. But what's most impressive might be the hookiness. Lee coba sedikit melakukan Drum Solo di Part awal pada Track " Mirrors of Reason " dengan gaya bermain yang sedikit Nge-Jazzy abis karakternya, sebuah track yang kembali sedikit memberi nuansa Cooling Down Suasana dengan Headbang Part ! begitu juga dengan 2 Track selanjutnya " Stormwinds dan Seize Of Change ", Intensitas gaya Old School Death metal lama Monstrosity era " Imperial Doom " kembali dihadirkan lagi melalui Enerji Fresh mereka memasuki Tahun 1995 dengan segala permainan yang Prima ! Akhir kata, tidak ada Kesan Kurang dialbum ini selain Penampilan dasyat mematikan  dari Jawara Teknikal Death Metal terbaik Florida ini. didukung dengan Hasil Kualitas Rekaman yang Sempurna, pantaslah memang album Ke-2 Monstrosity ini menjadi salah satu album Penting dan Inspiratif bagi perkembangan Genre Technical Death Metal, dan menjadi catatan penting jika album ini menjadi Akhir kebersamaan seorang Vokalis Sadis George "Corpsegrinder" Fisher untuk bersama Monstrosity dan memulai Karir barunya bersama Cannibal Corpse setelah dirinya ditunjuk sebagai Kandidat Kuat Pengganti Vokalis Karismatik Chris Barnes yang memberi Figur penting bagi perkembangan Death Metal awal. Tahun 1995 menjadi awal yang sulit bagi Monstrosity harus kehilangan Vokalisnya ini, George "Corpsegrinder" Fisher sendiri langsung ditempa oleh Cannibal Corpse lewat single " Devoured by Vermin " tahun 1996 yang menjadi materi " Foreplay "nya menjelang album pertamanya bersama Cannibal Corpse " Vile " tahun 1996, yang kehadirannya sangat diterima oleh Para Fans Fanatik dan menjadi Pilihan yang tepat memasukkan George dalam Formasi Cannibal Corpse. sebagai pengganti sosok george di Monstrosity, akhirnya pilihan tertuju pada Vokalis band Eulogy, Jason Avery untuk mengisi tempat Kosong Monstrosity memasuki album ke-3 " In Dark Purity " tahun 1999, dan dalam perkembangan selanjutnya, band bentukan Lee Harrison bersama Vokalis George tahun 1990 ini memang banyak mengalami Bongkar pasang formasi sehingga otomatis juga banyak membawa perubahan pada Konsep Musik Monstrosity yang signifikan dari materi2 sebelumnya. dan tetaplah Pantas band ini dianggap sebagai salah satu Pelopor perkembangan teknikal death Metal terbaik Florida scene. sebuah album WAJIB untuk Fans Teknikal death Metal yang ingin mengenal Teknik2 bermain mengagumkan untuk keindahan Genre Death Metal yang enerjik !!! As brutal and punchy as any album released at the time, Millennium also stands head and shoulders above the rest of Monstrosity's discography for its mind-bending technicality Whether it was the fact that they've never been able to hold together a consistent lineup, or their decision to release their albums domestically !!! BUY OR DIE !!!









Add to Cart More Info

Kataklysm - Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III) CD 1996



























Kataklysm - Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III)
Nuclear Blast Records 1996

Maurizio Iacono - Bass/Back. Vocal
Nick Miller - Drums
Jean-François Dagenais - Guitar
Sylvain Houde - Vocals


01 The Unholy Signature (Segment I - Utterly Significant) 06:19      
02 Beckoning of the Xul (Segment II - In the Midst of the Azonei's Dominion) 05:53      
03 Point of Evanescence (Segment III - Of Sheer Perseverance) 03:41      
04 Fathers From the Suns (Act I - The Occurred Barrier) 04:23      
05 Enhanced by the Lore (Act II - Scholarship Ordained) 03:41      
06 In Parallel Horizons (Act III - Spontaneous Aura Projection) 04:01    
07 The Awakener (Epoch I - Summon the Legends) 04:05      
08 Maelstrom 2010 (Epoch II - Omens About the Great Infernos) 03:21      
09 Exode of Evils (Epoch III - Ladder of Thousand Parsecs) 04:06      
10 L'Odyssée... (bonus track) 03:15

       
Sejak Kemunculannya Tahun 1991, Band salah satu Pencetus Genre Baru yang lebih Brutal dan cadas lagi Datang dari Montreal, Quebec, Canada, Kataklysm ! yang langsung menyebut Konsep Musik mereka adalah NOTHERN HYPERBLAST, Yahh pertama kali Gw mendengar materi album Pertama mereka " Sorcery " Tahun 1995 yang sebelumnya lebih dulu mencekam lewat Ep Dasyat pertama " The Mystical Gate of Reincarnation " tahun 1993 Kataklysm untuk pertama kalinya memperkenalkan permainan Death Metal yang lebih Gila dan Ganas lagi dari Scene Amrik ataupun Eropa, dengan Gaya Bermain yang lebih Kacau lagi, Kataklysm mulai memperkenalkan Gempuran Snare Hyperblast yang enerjik era 90-an yang kemudian disusul oleh Band sekampungnya, sapa lagi kalo Bukan Cryptopsy !, dan Track Katalysm yang pertama kali Gw denger adalah " Shrine of Life " dari Kompilasi Keluaran Nuclear Blast Records kala itu ( wah Sorry Banget Gw lupa Kompilasi apa itu hehehehe, soalnya era 90-an banyak sekali Kompilasi2 metal yang beredar, entah itu Official atau Bentuk baru untuk Lisensi pasaran Indonesia saja .ed ), bagaimana Gw mengenal Karakter Vocal yang lebih Liar lagi dari seorang Sylvain Houde yang berkarakter Bak Singa Mengamuk itu, dengan dentuman Drummer pertama Kataklysm, Ariel Saied yang memperkenalkan Ketukan Snare Drum buas dan Serba cepat, Kataklysm rupanya membuat Gw terbius untuk menyukai-nya, dan ga lama setelah itu gw kembali lagi mendengar Track lain dari sebuah Kompilasi " The Orb of Uncreation " dan Kecintaan Gw pun semakin menjadi pada Kataklysm dengan  segala Beast Performance, namun sayang, kesana kemari gw mencari Kaset-nya susahnya minta ampun, sampai2 Gw Berburu ke teman yang ada di Kota Malang, dan kalau ga salah itu gw baru lulus Bangku SMA tahun 1997, gw kerap Hunting Kaset ke temen2 di malang pokoknya, dan orang yang paling banyak mengenalkan kaset2 Brutal adalah  Mas Gatot, dari band Horrid Truth. dan untuk pertama kalinya gw mendapatkan kaset full Kataklysm adalah album full ke-2 Kataklysm ini " Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III) " Tahun 1996, walau cuman mendapat Format Kopi Kaset doang, gw menjadi tergila gila dengan Album Kataklysm ini, sebuah debut paling Keren dan mengerikan yang pernah dirilis oleh Kataklysm yang saat sekarang berganti konsep musik menjadi semakin membosankan, dan memang kalau Gw tanya, album Kataklysm Mana yang paling sinting?? Pasti 90% akan menjawab " Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III) " !!!, yeahh ... sebuah album dimana kematangan dan Keganasan Kataklysm Mulai ditampilkan secara nyata menjadi awal terkenalnya nama Kataklysm di kancah Extreme Metal Internasional, Semenjak bergabungnya Nick Miller tahun 1996 yang menggantikan Drummer Max Duhammel yang cabut pasca album " Sorcery " rupanya Membawa Perubahan Musik Kataklysm Drastis menjadi lebih Liar dan Kejam dengan gaya Hyperblast snare mantap Nick Miller ! Karakter vocalis Sylvain Houde memang gila abis! dengan Tanpa banyak menggunakan Pattern yang tepat, seperti mencoba menciptakan karakter sendiri dan lepas dari Batasan Yang sudah ada, dibantu dengan Backing Scream Vocal Maurizio Iacono yang Tahun 1991 hingga 1998 menjadi seorang Bassis dan sejak 1998 hingga sekarang menjadi Lead Vocal setelah kepergian Sylvain Houde. dimulai dengan " The Unholy Signature (Segment I - Utterly Significant) " yang memang sejak awal banyak mengangkat tema lirik tentang Mistis, Abstract dan Sejarah masa lalu, Sylvain Houde memang langsung menggebrak dengan serangan Intense Hyperblast Konsep yang Dasyat, Harmonisasi Riffing Jean-François Dagenais memang melahirkan komposisi yang Sesuai dengan Segala Kekacauan Aransemen Brutal Musik Nick Miller yang memang Udah Sinting dari sononya hehehehe, ditambah dengan Raungan Singa Buas Sylvain Houde dan Maurizio Iacono seperti sedang memperebutkan Mangsa, konsep Kataklysm di album ini sangat mengejutkan kalo langsung dibandingkan dengan materi2 sebelumnya, bagaimana elo denger sendiri era pertengahan 90-an sudah terusik dengan hadirnya Genre musik sadis ini, Nothern Hyperblast Awesome !! " Beckoning of the Xul (Segment II - In the Midst of the Azonei's Dominion) " kemudian Meraung keras Sylvain Houde diawal Track seperti Singa yang sedang mengamuk dan menerkam mangsa-nya, gileeee !!! gaya Dark Riffing yang begitu Harmonic gitaris Jean-François Dagenais menjadi bagian Paling penting pada perkembangan Death metal generasi selanjutnya ini patut elo simak sendiri Karakter riffing-nya yang hitam dan gelap ! dan Tak terlupakan juga Track dengan aroma Paling Kejam " Fathers From the Suns (Act I - The Occurred Barrier) " menggerinda Irama detak Jantung Gw dengan Tidak mengenal Batasan Kemanusiaan, semua Menggerinda !!!! dan siapapun Katalysm Fans juga tidak akan pernah melupakan, dimana Bassis Maurizio Iacono menciptakan Intro Bass Epic yang Fenomenal pada " The Awakener (Epoch I - Summon the Legends) " dan menjadi lagu paling wajib buat Kataklysm hingga saat ini pada setiap Performance Stage-nya ! sebuah Track Sadis " The Awakener (Epoch I - Summon the Legends) " yang dibikinkan Video Clip kerennya ini sangat memorable banget menambah Tranfusi adiktif attitude metal pada diri Gw. 10 lagu berdurasi total 42:45 menitan memang siap mencabik cabik tanpa ampun ! sebuah Fenomena Brutal album terbaik sepanjang masa bagi Death Metal Movement dan karir Kataklysm ! namun sayang sekali keganasan album Kataklysm cuman dilanjut oleh Rilisan Live album " Northern Hyperblast Live " tahun 1998 oleh Label mereka sendiri Hypnotic Records, sebuah album perpisahan bagi Inspirator penting Vocalis Sylvain Houde dan Drummer Nick Miller ! dan Masuknya kembali Drummer semula, Max Duhamel dan Berpindahnya Posisi Maurizio Iacono dari Bassis ke Vocalis serta menambah Masuknya member baru Stéphane Barbe sebagai Bassis, perubahan yang mendasar pun terasakan sekali pada album Ke-3 " Victims of this Fallen World " Tahun 1998 dimana Kataklysm sudah seperti Kehilangan Taring tajamnya untuk kembali mempesona seperti pada era album " Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III) ", album ke-3 ini Kataklysm berpisah sementara dengan Nuclear Blast Records untuk memulai mengelola sendiri Label Independen, Hypnotic Records. dan awal tahun 2000 Kataklysm mulai digandeng lagi Oleh Nuclear Blast Records untuk album ke-4 " The Prophecy (Stigmata of the Immaculate) " dimana Katalysm mulai berbenah diri atas kegagalan album ke-3 yang kurang begitu diterima Fans, dengan Konsep yang membawa kembali aroma Era album Pertama " Sorcery ", Kataklysm kembali tampil cadas lagi walau kurang se " Cadas " Album " Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III) ", Konsep Baru dengan sound yang lebih baik lagi, Kataklysm yakin akan siap menggetarkan Kancah metal ! dengan gaya Bermain Hyperblast Drummer Max Duhammel, yang terkenal Memiliki Type bermain " Beda ", dimana saat melancarkan Serangan Hyperblast Snare, tapi tidak diikuti oleh dentuman Twin pedal yang cepat pula, namun hanya 1 Hentakan Pedal Bass Drum secara Periodik dan Teratur ... Deg .. deg .. deg ... saja, karakter Vocalis Maurizio Iacono yang lebih Stabil dan teratur mencoba menorehkan warna lain pada Musik Kataklysm, dan permainan Riffing J.F Dagenais pun semakin Melodius dan Tertata lagi strukturnya, namun sayang Gw masih kurang begitu menyukai Konsep Kataklysm " Baru " ini yang gw rasa Sama sekali Kurang menendang dan Liar, apalagi era album " Prevail " ( 2008 ) hingga " Heaven's Venom " ( 2010 ) Konsep Kataklysm malah cenderung menjadi Melodic Death Metal saja, Hadewwww !! sehingga Gw merasa sangat kecewa dan meninggalkan album2 baru Kataklysm, kenyataan pahit bagi gw fans album kejam " Temple Of Knowledge (Kataklysm Part III) " yang rata2 memiliki Titel yang panjang dan susah dihafalin hahahaha, sebuah album dari masa lalu Kejayaan Kataklysm yang coba membuka mata dunia, bagaimana Gempuran Hyperblasting Konsep itu mulai tercipta !! sebuah album yang paling banyak mendapat respon luar biasa ini berulang kali dirilis oleh Nuclear Blast Records dalam beberapa Kemasan yang berbeda menjadi Kunci awal Sukses Kataklysm sepanjang Karir-nya. I suppose this album will cater to people who are satisfied as long as the music is “fucking brutal”, without caring about whether there’s any substance at all in the music or not. You know the saying “it takes a while for it to grow on you”? Well, “The Temple of Knowledge” grew right off me! This album stands as a monument to how death/grind sounds at its worst. THIS FUCKIN KATAKLYSM HIGH RECOMMEND THE BEST HYPERBLASTING MASTERPIECE ALBUMS !!!!








Add to Cart More Info