Kamis, 20 Agustus 2015

Kraanium - Chronicles of Perversion 2015



























Kraanium - Chronicles of Perversion
Comatose Music CD 2015

01 Rock Filled Orifice 04:15    
02 Human Skin Fuck Doll 03:15    
03 Hung by Your Entrails 03:10    
04 Destined for Surgical Defilement 03:44    
05 Evisceration of Pre-Teen Cadavers 04:09    
06 Chronicles of Perversion 03:11    
07 Acid Cumbustion 03:12    
08 Rusty Knife Defloration 03:18    
09 Fermented Uteral Mastication 03:16    
10 Sodomize Her Headless Corpse 03:38    
11 Revisitate to Mutilate 04:52

Norwegian sickos Kraanium team up once again for their next slab of bloody depravity. Yeahh Slam fiends rejoice !!! ... Setelah menunggu Jeda yang agak Panjang dari Produktifitas Rajin band sebelumnya yang berjarak hanya 1 tahun, " Chronicles of Perversion " akhirnya harus menunggu selama 3 tahun untuk mereka muntahkan karena terjadi Masalah dalam Formasi serta Manajemen band. " Chronicles of Perversion " is the new offering from these purveyors of the twisted and grotesque stomach wrenching, pure guttural brutality as you would expect, and only as they can deliver promises to be their most violent, pit stomping music to date in true Kraanium form ! Memang rasanya agak berbeda jika sejak tendangan pertama " Rock Filled Orifice ", gw merasakan " Perbedaan " yang ga gw temukan dimateri sebelumnya. yaitu Drumming Sound-nya terlalu Midi Digital Banget. rasanya lumayan mengurangi kenikmatan jika gw bedakan dengan Materi sebelumnya seperti " Post Mortal Coital Fixation, The Art of Female Sodomy " Apalagi " Ten Acts of Sickening Perversity ", rasanya mungkin kalian juga akan bakalan terkejut. tapi jangan kuatir jika Kraanium masih memiliki Komposisi Brutal Slamming Brutality dengan Vocal Guttural yang Mengerikan di kelas-nya ! This is some of the MORE heaviest, catchiest slam out there still with pig squeals, surprisingly understandable mid-range growls and his inhuman gutturals. Downtune Riffing yang sanggup menenggelamkan Fantasi kita dalam Aksi pembunuhan Musikal Sadis mereka begitu menikmati lautan Moshpit tak ubah-nya ladang berisi para Pembunuh Psikopat yang asyik menikmati pembantaian paling berdarah-nya ! Guttural Gurgling Vocalis Martin Funderud masih yang terbaik bersama Saudara kandung dan Mastemind Riffing Mats Funderud, adalah 2 Bersaudara yang menganut Faham Seorang Straight edge selama 20 tahun belakangan tetap menjadi Motor utama Kraanium Sejak tahun 2001. " Human Skin Fuck Doll " Menyiksa Jantung selanjutnya dengan Tancapan Belati berkarat yang siap Mengoyak burai Isi Perut, rasanya memang ingin muntah jika merasakan sendiri Tema Menjijikkan lagu yang tergambar sadis pada Cover artwork karya Seniman Marco Hasmann (Gitaris Band Brutal Asal Italy, Blasphemer) yang Famous banget menghiasi Puluhan band selama ini. Karakter Kraanium sendiri sebenarnya masih menjadi dasar perpaduan antara Devourment, Abominable Putridity dan Waking the Cadaver yang mereka buat lebih Berdarah lagi dengan Guttural Slamming Brutality memercikkan Obsesi Buas bak pembunuh paling Psikopat sedunia ! Distinguishing between a genuine museum of brutality and a group of guys banging out simple slam riffs, machine gun beats and gurgled gibberish is a bit of a task, but there is a small group of brutality steeped outfits that actually put together something that is consumable. Hampir secara keseluruhan 11 track berdurasi 40 Menitan akan mengharu biru klop dengan Penyiksaan kejam Kraanium mengkomposisi Aransemen yang melarutkan Audience dalam Pesona hipnotis Headbang , meski kadang stereotype Monoton tempo-nya harus menghadang kesan Boring kita. Rilisan yang nampak memiliki Tradisi berbeda pada sounding Materi rupanya akan membawa Anggapan tersendiri bagi Fans Kraanium sejak album pertama mereka. dan " Chronicles of Perversion " masih menjadi Ancaman Album slamming brutality yang keep Most Wanted playlist Collection banget. and this is an album that much of the current generation should get some enjoyment out of, particularly those who watch the Saw movies solely for the intricately grotesque death scenes !

ENGLISH VERSION (Sorry, use Google Translate)

Norwegian sickos Kraanium team up once again for the next slab of bloody Reviews their depravity. Yeahh Slam fiends rejoice !!! ... After waiting a rather long pause from the previous band Diligent productivity within just one year, "Chronicles of Perversion" finally had to wait for three years for them vomit due to a problem in the formation and management of the band. "Chronicles of Perversion" is the new offering from Reviews These purveyors of the twisted and Grotesque stomach wrenching, pure Guttural brutality as you would expect, and only as they can deliver promises to be Reviews their most violent, pit stomping music to date in true Kraanium form ! Indeed, it feels a little different if since the first kick "Rock Filled Orifice", i feel the "difference" gw ga find dimateri earlier. namely Drumming Sound is too Midi Digital Banget. it tolerable reduce pleasure if i confused with the previous material such as "Mortal Post Coital Fixation, The Art of Female Sodomy" Moreover "Ten Acts of Sickening Perversity", it may you also be going to be surprised. but do not worry if Kraanium still have compositions with Vocal Brutality Brutal Guttural Slamming the Terrible in his class! This is some of the heaviest MORE, catchiest slam out there still with pig squeals, surprisingly understandable mid-range growls and his Inhuman gutturals. Downtune riffing that could drown us in Action Fantasy Musical sadistic murder they so enjoy the ocean moshpit not change its fields contains the killer psychopath who was enjoying his bloodiest massacre! Guttural gurgling vocalist Martin Funderud still the best together siblings and Mastemind riffing Mats Funderud, are two brothers who embrace the Ideology A Straight edge for 20 years remains the main motor Kraanium Since 2001. "Fuck Doll Human Skin" Torturing heart next to tancapan rusty dagger ready Rend splatter Stomach Contents, it feels really want to feel his own vomit if Disgusting theme song that reflected on the Cover artwork sadistic work of artist Marco Hasmann (Brutal Bands Guitarist Origin Italy, Blasphemer) who really decorate Dozens Famous band over the years. Kraanium character itself is still a basic blend of Devourment, Abominable Putridity and Waking the cadaver they make more Bloody again with Guttural Slamming Brutality splashing obsession Blooded killer like most Psychopaths world! Distinguishing between a genuine museum of brutality and a group of guys banging out a simple slam riffs, machine gun beats and gurgled gibberish is a bit of a task, but there is a small group of brutality steeped outfits that actually put together something that is consumable. Nearly the whole 11 tracks duration 40 minutes would fit with the blue confuse cruel torture Kraanium rearrange Arrangement which dissolves audience in a hypnotic charm headbang, although sometimes stereotype Monotone his tempo we must confront the impression Boring. Releases that seem to have a different tradition in sounding material apparently will bring its own assumption for Fans Kraanium since their first album. and "Chronicles of Perversion" is still a threat of brutality that keep slamming album Most Wanted playlist Collection really. and this is an album that much of the current generation should get some enjoyment out of, par- ticularly Reviews those who watch the Saw movies solely for the intricately Grotesque death scenes!







Add to Cart More Info

Mongol Metal - Ego Fall / Tengger Cavalry / Nine Treasures ' Split 2015



























Mongol Metal -  Ego Fall / Tengger Cavalry / Nine Treasures ' Split
Mongol Metal 2015
http://www.mongol-metal.com
http://www.facebook.com/mongolmetal
https://www.youtube.com/channel/UCqrmQaHvRL3ug11rKTqT2vA

01 Ego Fall - Wind the Horn 03:54    
02 Tengger Cavalry - War Horse 04:33    
03 Nine Treasures - Tes River's Hymn 03:53    
04 Ego Fall - Back to the East 03:55    
05 Tengger Cavalry - Expedition 03:51    
06 Nine Treasures - Fables of Mangas 04:58    
07 Ego Fall - The Legend 05:07    
08 Tengger Cavalry - Horseman 03:20    
09 Nine Treasures - Sonsii 04:00    
10 Nine Treasures - Arvan Ald Guulin Honshoor 03:55    
11 Ego Fall - Soul Judgement 03:39    
12 Tengger Cavalry - Legend on Horseback 05:12


Mongol Metal, Adalah Organisasi Musik bergenre heavy metal dari daratan Etnis Mongolia, di China. yang saat ini sedang mempromosikan 3 band didalamnya, Ego Fall, Nine Treasures dan Tengger Cavalry, 3 band bergenre folk metal band yang intens serta jenius memadukan kombinasi Tradisi Mongolia folk music dengan warna heavy metal, Morin Khuur (atau lebih disebut sebagai Matouqin, adalah alat musik gesek khas Mongolia yang memakai 2 senar, dan telah ada sejak abad ke-12. Sesuai dengan namanya, ciri khas matouqin adalah ukiran kepala kuda pada bagian atas gagangnya, berbeda dengan keluarga huqin, ekor kuda penggesek tidak ditempatkan di antara kedua senar, cara memainkan matouqin ini mirip dengan cello.alat musik yang sangat penting bagi musik tradisional Mongol, sering pula disebut sebagai " Cello Padang Rumput " .ed) , Throat Singing (overtone chanting atau Karakte Vokal yang lebih memanipulasi resonansi nada .ed), Yatga (seperti sitar petik tradisional Mongolia, seperti juga dengan Guzheng Cina .ed) serta Elemen musik asli Mongol yang lebih luas yang kemudian lebih mereka kenal disini sebagai Konsep " Mongol Metal, Mongolian Folk Metal, atau Mongolian Nomadic Metal ". berangkat dari Organisasi inilah kemudian mengantar 3 band didalamnya semakin melebarkan reputasinya hingga kancah Musik Internasional dengan manajemen yang mereka kelola sendiri. memang Karakter musikal metal dengan memadukan Etnis khas tradisional sebuah Suku akan menjadi Daya Magnet tersendiri bagi penikmatnya untuk selalu penasaran dengan segala Pesona hebat akan nilai Tradisi. Mungkin Telinga kita sudah terbiasa dengan Etnis Timur tengah, kali ini dari Daratan Asia ga kalah rasanya lebih menonjok Kenikmatan kita. Split yang saat ini masih tersedia dalam format Digital sejak dirilis resmi pada 1 Juli 2015 lalu tetap mengundang decak kagum Fans-nya.

Ada total 12 Track berdurasi Total hampir 1 jam yang masing-masing band kebagian 4 lagu. yang pasti 3 band ini sudah memiliki Reputasi serta Karakter keren untuk Go Internasional, Well Gw mulai aja dengan EGO FALL, dari daerah Hailar, China lebih memiliki Konsep Melodic Death Metal/Metalcore tentu dengan sentuhan Folk Metal didalamnya. Karakteristik Sound Modern dengan Sentuhan Sampling dari seorang Disc Jokey kerap menaburkan Turntable Box, rasanya menambah Pesona " Unik " yang dimiliki Ego Fall. Ketika Slipknot dan Korn mencoba memperkosa Pesona Melodius In Flames serta Dark Tranquillity sekali. " Wind the Horn " menggerakkan Irama Dance trance dengan sentuhan Drum & Riff Metal yang Berat dikendalikan dengan Sentuhan matouqin. Easy Listening Harmonisasi-nya memang lebih mengajak Audience hanyut saat sedang melantai dibawah liar Lighting Trance. Yeah, mixed modern metalcore with Chinese folk elements and managed to create a quite balanced mixture of harder and softer passages. Nuansa Folk yang lebih Kental terasa pada Part awal " Back to the East ", seperti kita sedang Menikmati Tarian Folk liar-nya Korpiiklaani atau Folkearth, Ego Fall memang sangat menitik dasarkan pada komposisi yang " Having Fun " sekali terbukti hampir disetiap Aransemennya pendengar akan Terpacu Adrenalinnya untuk otomatis merespon. a very diverisfied tribal drumming that bring us back to mind where this band actually comes from. The fusion of these multiple genres sounds very coherent and is perfectly resumed in only five minutes. " Soul Judgement " kental sekali menyuguhkan Nilai tradisi Mongol yang begitu kuat pada part awal sebelum kita kembali diajak Headbanging, the pentatonic Eastern cast of the melodies, the folk elements and the high-calibre musicianship all serve ensure that the music retains an engaging atmosphere ! Ego Fall pun akhirnya menjadi Band Mongol Metal yang memiliki Komposisi yang lebih mudah dicerna lagi. it’s solid with These Inner Mongolian marauders may be worth paying attention to in the future. lalu NINE TREASURES,  Folk Metal asal Beijing ini sudah naik Pamor-nya ketika mereka telah menembus Line up Wacken Open Air Jerman Tahun 2013 telah membawa sukses karir band yang saat ini sudah memiliki 2 album, single serta Live Album sejak terbentuk tahun 2010. Karakter musikal yang akan mengingatkan kita dengan warna Folkearth, Equilibrium, Eluevitie atau Korpiklaani dengan balutan Khas kuat matouqin dan Yatga membawa kuat warna etnis Mongol-nya. " Tes River's Hymn " langsung menyajikan Beat headbang manis dengan Ketukan Standar. Karakter vokal yang lebih terdengar seperti Jonne Järvelä-nya Korpiklaani banget, sehingga lumayan membuat Persepsi Band ini sebagai salah Satu Copycat Terkuat Korpiklaani. hard-pressed to find any lack of doing so with this, although a bit more head-banging may end up in order during the fiercer riffs and movements. And let’s not forget those quieter moments, where at times the band really shines the brightest ! apalagi " Fables of Mangas ", with a influx of stronger songwriting and including some slightly Finland folk Tradition, yaa warna Etnis Finlandia begitu kental menyatu terpadu dengan Etnis Mongol rasanya.  It is just a little folk notch that was never outstanding, nor amazing, yet never felt flat or monotonous. Meski memiliki Komposisi serta Sound yang Cool, Rasanya 2 Band ini masih belum menandingi Reputasi TENGGER CAVALRY yang lebih menjadi Senior dalam Organisasi Mongol Metal karena mereka lebih memiliki Warna yang " Natural " lagi. ga heran jika Reputasi Tengger Cavalry sudah mampu menembus secara Internasional hingga mereka kerap muncul di Media Populer seperti MTV, Majalah Metal Hammer, Revolver, Noisey, Tangga Lagu Billboard dan Masih banyak lagi sehingga saat ini Band telah Hijrah Markas ke New York dari Asalnya, Beijing. Bermodal 5 Full Album nya, Tengger Cavalry tidak hanya Mengusung Etnis tradisi Mongol, namun juga Budaya Shamannisme dan Turki. Tengger Cavalry is most definitely the most popular folk metal band hailing from China to include Mongolian traditional instruments and combine it with throat singing. " War Horse ", pada beberapa Harmonisasi awal Yatga-nya kayak mengingatkan Gw dengan kemiripan lagu daerah Nusantara kita, Irian Jaya " Yamko Rambe Yamko ", yaaaa, Coba elo Nyanyikan pada Bridge-nya pas " Hee yamko rambe yamko aronawa kombe " hehehe ... Sentuhan kental nan kuat Instrumen matouqin dan yatga dengan Karakter vokal yang lebih Throat Singing mendekati Warna " Harsh " lumayan membedakan Konsep musikal-nya lebih sakti ! It feels as though the folk has been toned down to accent the metal, which is a little more prominent on this Track. " Expedition " kita seperti digiring kembali ke karakter Hura hura Folk-nya Korpiklaani, dengan Instrumen Akordian yang diganti dengan dominasi matouqin menjadi Perbedaannya. not feature song about drinking, But is about Attitude ! begitu juga dengan " Horseman " & " Legend on Horseback ", kita akan lebih duduk manis menikmati alunan indah sekali lagi Instrumen matouqin dan yatga yang begitu menembus Mood banget hehehe, which feel like continuations of ideas from last year's equally spectacular Ancient Call.

Mendengarkan Setiap Track yang membawa elemen etnis Tradisional memang memiliki kesan tersendiri banget tentang arti semua musik itu ternyata Beraneka ragam serta Universal bagi penikmatnya. tidak hanya melepas penat, hadirnya karakter berbeda ini seperti menjadi Ekpektasi " Unik " akan ekspresi musisi yang kreatif dan berani mengambil tantangannya. The reverb, balanced levels, and overall still create an experience that is wholly immersive Every instrument feels absolutely vibrant and alive. pengen menikmati Nuansa Metal dengan balutan elemen yang lebih menantang dan Natural ? Split 3 Band Kreatif ini siap menjadi Solusi Terindah kalian dengan Duduk manis sambil menikmati Indah-nya dunia meski tak seperti yang elo Bayangkan hehehe ... with an increased focus on throat-singing and instrumental compositions with Listening to this is a journey through time and a celebration of cultural heritage, So This is quality metal even your father & mother could appreciate.

ENGLISH VERSION (Sorry, use Google Translate)

Mongol Metal, is a genre of heavy metal music Organization of Ethnic mainland Mongolia, China. who is currently promoting three bands in it, Ego Fall, Nine Treasures and Tengger Cavalry, 3 band genre of folk metal band was intense and the genius of combining the combination of tradition Mongolian folk music with color heavy metal, Morin Khuur (or better known as the Morin Khuur, is a tool strings typical of Mongolia taking two strings, and has been around since the 12th century. As the name implies, the hallmark Morin Khuur is carved horse head at the top of the handle, in contrast to the family huqin, horsetail bow is not placed between the two strings, how Morin Khuur play is similar to music cello.alat very important for Mongolian traditional music, often referred to as "Cello Meadow" .ed), Throat Singing (overtone chanting or more manipulating Karakte vocal resonance tone .ed), Yatga (such as traditional Mongolian stringed zither, as well as Chinese Guzheng .ed) as well as original music elements Mongol broader then the more they are known here as the concept of "Mongol Metal, Mongolian Folk Metal, or Mongolian Nomadic Metal". departed from this organization then drove 3 further widen the band in which its reputation to the International music scene with management that they manage themselves. indeed metal musical character by combining traditional typical Ethnic Tribe will be a power of its own magnet for the audience to always intrigued by all the great charm of the value of tradition. Our ears may already be familiar with Ethnic Middle East, this time from Mainland Asia no losing feels more punch our pleasure. Split which is currently available in digital format since it was released officially on July 1, 2015 and still invites admiration of his fans.

There are a total of 12 Track duration total almost 1 hour each band gets 4 tracks. which would have been 3 band already has a reputation and a cool character to Go International, Well I started just with EGO FALL, from the Hailar, China has more concept of Melodic Death Metal / Metalcore course with a touch of Folk Metal therein. Modern Sound characteristic by Touch Sampling from a Disc Jokey often sprinkled Turntable Box, it adds charm "Unique" owned Ego Fall. When Slipknot and Korn tried to rape melodic charm of In Flames and Dark Tranquillity once. "Wind the Horn" Dance trance rhythm moves with the touch of Drum & Riff Heavy Metal which is controlled by touch Morin Khuur. Easy Listening Harmonization is more inviting his audience to drift while the floor under the wild Lighting Trance. Yeah, modern metalcore mixed with Chinese folk elements and managed to create a quite balanced mixture of harder and softer passages. Shades Folk more Condensed felt in Part beginning of "Back to the East", as we are being Enjoy Dance Folk wild its Korpiiklaani or Folkearth, Ego Fall is very drip is based on the composition of the "Having Fun" once proven almost every aransemennya listeners will be Encouraged adrenaline to automatically respond. a very diverisfied tribal drumming that bring us back to mind where this band actually comes from. The fusion of multiple genres Reviews These sounds very coherent and is perfectly resumed in only five minutes. "Soul Judgement" very thick deliver value Mongol tradition is so strong on the part early before we re-invited Headbanging, the pentatonic Eastern cast of the melodies, the folk elements and the high-caliber musicianship all serve Ensure that the music retains an engaging atmosphere! Ego Fall finally become Mongol Metal Band which has a composition that is more easily digested again. it's solid with Inner Mongolian marauders Reviews These may be worth paying attention to in the future. then NINE TREASURES, Folk Metal Beijing origin has been rising prestige of her when they have penetrated Line up Wacken Open Air Germany in 2013 has brought a successful career the band currently has two albums, singles and Live albums since forming in 2010. The character of the musical that will remind us the color Folkearth, Equilibrium, Eluevitie or Korpiklaani with a bandage Typical Morin Khuur strong and powerful color Yatga bring its ethnic Mongols. "Test River's Hymn" directly serves headbang sweet Beat the Rap Standards. Vocals that sound more like his Jonne Jarvela Korpiklaani buildup, thus making perception tolerable band as one of The Strongest Copycat Korpiklaani. hard-pressed to find any lack of doing so with this, Although a bit more head-banging may end up in the order during the fiercer riffs and movements. And let's not forget Reviews those quieter moments, where at times the band really shines the brightest! let alone the "Fables of Mangas', with a influx of stronger songwriting and Including some slightly Finnish folk Tradition, color yaa Ethnic Finland so thick with integrated unified Mongol Ethnic tastes. It is just a little folk notch that was never outstanding, nor amazing, yet never felt flat or monotonous. Despite having a composition as well as the Cool Sound, was 2 band is still not match the reputation of the Tengger Cavalry more to Senior in Metal Mongol Organisation because they have colors that "Natural" again. ga wonder if Reputation Tengger Cavalry has been able to penetrate internationally until they frequently appear in popular media such as MTV, magazine Metal Hammer, Revolver, Noisey, Charts Billboard and still more so when this band has Hijrah headquarters to New York from Origin, Beijing , Capitalized its 5 Full Album, not only Carrying Cavalry Tengger ethnic Mongol tradition, but also culture Shamannisme and Turkey. Tengger Cavalry is most definitely the most popular folk metal band hailing from China to include traditional Mongolian instruments and combine it with throat singing. "War Horse", in some Harmonization early Yatga his kayak remind Gw by the similarity of folk songs archipelago us, Irian Jaya "Yamko Rambe Yamko", okay, Try elo Sing the Bridge of his pas "Hee Yamko Rambe Yamko aronawa Kombe" hehehe. .. Touch viscous strong nan Instruments Morin Khuur and yatga with a more vocal character Throat Singing approaching Color "Harsh" tolerable differentiate his musical concept is more powerful! It feels as though the folk has been toned down to accent the metal, the which is a little more prominent on this Track. "Expedition" we like herded back to the character of its Korpiklaani Folk, Instrumental Akordian being replaced by the dominance Morin Khuur be a difference. not feature song about drinking, But is about Attitude! as well as the "Horseman" and "Legend on Horseback", we'll be sitting pretty enjoying the beautiful once again Instruments Morin Khuur and yatga were so penetrating Mood really hehehe, roomates feel like continuations of ideas from last year's equally spectacular Ancient Call.

Listening to Each Track which brings traditional ethnic elements indeed have a very distinct impression on the meaning of all the music that turns Diverse and Universal for the audience. not only off fatigue, the presence of different characters is like being Expectations "Unique" is the expression of a creative musician and dare to take the challenge. The reverb, balanced levels, and overall still create an experience that is wholly immersive Every instrument feels absolutely vibrant and alive. want to enjoy Nuance Metal with a bandage elements more challenging and Natural? Split 3 Creative Band is ready to be the solution you beautiful Sit with her while enjoying beautiful world although not as ell Imagine hehehe ... with an Increased focus on throat-singing and instrumental Compositions with Listening to this is a journey through time and a celebration of cultural heritage, So This is quality metal even your father and mother could appreciate.







Add to Cart More Info

Rabu, 19 Agustus 2015

Savagely Tortured - Promo 2015



























Savagely Tortured - Promo 2015
Pure Hate Management & Subterran Booking CD-R 2015

01 Remorseless (Unmastered) 02:39    
02 Subjugate (Unmastered) 02:26    
03 Diabolical Truth (Unmastered) 03:07

Wira Rastara - Vocals
Matnorh - Bass
Black - Drums
Esei - Guitars

Meski masih banyak Anggapan yang salah Kaprah untuk Membedakan Karakter Slamming BDM dengan Slam Groovy DM, karena memang Penikmat Genre Metal hanya melihat hanya dari Imej, logo band, dll, sebenarnya memang BBT (Beda Beda Tipis) aja jika kita coba Pahami Karakter masing-masingnya, apalagi setiap Individu pasti punya Persepsi tersendiri. Karena Ga banyak banget Band yang konsis untuk Memainkan Style " Slam Groovy DM ", karena meski terdengar sederhana, Konseptual Genre Nyentrik ini adalah perpaduan Match & Harmonisasi yang lebih enjoy, sehingga Typical-nya memang tidak asal Cepat, brutal, atau Berat, Slam Groovy DM banyak menekankan Struktur yang simple namun sanggup membakar lagi "Adrenalin " pendengar-nya untuk larut dalam Setiap beat dan Aransemennya. dengan permainan Musik yang lebih " Variatif " lagi, Komposisi inilah yang lebih secara pasti membedakan 2 Ungkapan diatas. When Total Fucking Slam Crush the Guttural Slam Chick Ass, Savagely Tortured Come !!! Scene Negeri Malasya ga nyangka kalo punya Band yang tergolong keren Konseptual-nya, Brutal Slam Groovy DM perpaduan enerjik antara Internal Bleeding, Dying Fetus, Entorturement Hingga Soils Of Fate ! Komposisi Nakal mereka dalam 3 Track yang Masih Belum pada Proses Mastering siap mematahkan Stigma Malasya Scene yang terlalu Minoritas untuk Genre Death Metal Berdarahnya. dan kebetulan banget gw bisa mendengar sendiri Komposisi " Natural " dari materi Promo ini, sehingga gw bener-bener menikmati sesungguhnya Skill bermain Band ini sebelum " Terlibas " Teknologi Digital, but, walau begitu Gw percaya juga jika Malasya Metal band lebih Jujur dengan Karakter musikal-nya. the drumming is almost inaudible at times, and the bass might as well not even be on the album. The production is simply awful, and comes damn near close to making the album unbearable to listen to. Well, Kita Cicipi Track Pertama " Remorseless ", Seperti singa kelaparan yang langsung terlepas dari Kandang-nya, memburu mangsa secara kejam menghantam, Riffing awal-nya sangat mengingatkan sekali dengan Cannibal Corpse Tradition, sayang hanya beberapa Detik saja sebelum Savagely Tortured mencincang-nya kemudian dengan Fast Part yang diakhiri dengan groovy slam part yang ciamik untuk menggoyang Badan kita lebih respectfully. Kerja keras team antara Gitaris dan Drummer untuk tetep konsis pada Karakter band lumayan berhasil melahirkan Pemicu Dramatis. The technical elements are still very much present, along with the varied mixture of indecipherable guttural vocalizations and semi-intelligible hard core barks, but there is a heavier emphasis on mid paced breakdowns and even a few dragging slow sections that give the album a slightly sludge-like character at times. " Subjugate " bahkan lebih liar menghajar lagi dengan Blastbeat, tidak dominan ketukan yang selalu Monoton cepat, Band ini masih punya Trik untuk terus memanjakan Mospit Area dengan Hentakan Breakdown beat yang Ajojing bawaannya. meski terdengar dinamis aransemennya, sebenarnya Lick dan Bar terdengar simple, cuman Band ini lebih berhasil menyusun sebuah Track yang Powerfully ! resist the temptation to blast, the songwriting is extremely strong and memorable. dan Menu penutupnya " Diabolical Truth ", masih bakalan terus menggoyang dengan Stamina enerjik mereka, Ya mendengarkan Materi dalam promo ini seakan kita mendengarkan sendiri mereka bermain " Sebenarnya " diatas Panggung. dengan beberapa kali ada tempo yang kurang Match juga break part yang kadang tidak terdengar clean, Persis performa Band On Stage Banget rasanya. Ketukan Drummer Black yang Up-Down Powernya serta Raungan Low Grunted vocalis Wira Rastara yang hampir kerap terdengar Kedodoran. meski begitu Gw sangat menikmati sekali Komposisi Musikal band yang " Cool " ini, ga sabar rasanya mendengar Materi " Clean " Savagely Tortured suatu hari nanti. Fans Fanatis Total Fucking Slam in the Vein Internal Bleeding, Dying Fetus, Entorturement hinggaSoils Of Fate, Gw rekomendasikan untuk mencicipi Hidangan Renyah berbisa ini ! scores major points for what might be the Material best Sonicblaster, just absolutely devastating work here and makes for a cool song overall.







CHECK TEASER VIDEO (By LICMEDIA)

Add to Cart More Info

Sabtu, 15 Agustus 2015

Chalera - Promo 2015



























Chalera - Promo 2015
Brute! Productions CD-R 2015

01 Molesting the False Decapitated Prophet 02:56    
02 The Ancestral Suffering 02:45

Yogi - Vocals
Van - Guitars
Joko - Guitars
Rory - Bass
Jagil - Drums

Busyeeett Dahhh !!! lama Banget gw ga disuguhi dengan Siksaan Mega Kejam Blastbeat Dominated gini ! Serasa Rontok Jantung ini mendengar Kerasnya Tendangan Maut Twin Pedal Drum. Well Semakin hari Bekasi Scene Melepas Kegilaan dengan bermunculan Band-band Mengerikannya, Syalutes banget buat Kota yang pernah 2 tahun gw Hidup disana hehehe (saat itu memang belum banyak muncul seperti ini). Mendengarkan Promo gress Chalera ini sound serta Style-nya mengingatkan banget dengan keganasan Beheaded era " Resurgence of Oblivion " banget, Unwavering Brutality !!! Mengawali Karir-nya sebagai Deathcore band, Chalera kemudian Bermetamorposis lebih mengerikan ketika menemukan Jatidiri sebenarnya dalam Berkarir Musik. And in my opinion is the best song ever written by Chalera and will never be surpassed Sound quality is great whilst the production is good too. Menggandeng Ateng-nya Panic Disorder, Chalera Berhasil mewujudkan mimpinya mengabadikan Masterpiece-nya yang kemudian Chalera dilirik oleh Brute! Productions (Thailand) untuk perilisan Full album-nya nanti. Sejak mendengar sekilas Track mereka Gw langsung penasaran aja untuk mendengar keseluruhan 2 track Materi dalam Promo 2015. New Talented with Horrific Intensity, Chalera siap elo masukin dalam Playlist paling Brutal kalian, Bekasi masterwork of murder impressive effort ! Okay kita Pecahkan Suasana Hening Malam dengan Track Pertama " Molesting the False Decapitated Prophet ", yang seketika memang Gempuran Mega Dasyat Blastbeat Snare yang menjadi Paling menonjol Karakter musikal-nya, dengan Tempo Ketukan rapat dan Tendangan Mantap Double Pedal-nya mengoyak Detak Irama jantung menjadi Mendadak tidak stabil ! Ibarat-nya Suffocation Lagi kesurupan memainkan Kembali Era " Effigy Of The Forgotten " dengan Stamina yang lebih Prima dan Powerfull lagi (so,kalian bisa Deskripsi-kan Sendiri maksud Gw ini hehehe), jelas ini ancaman mengerikan potensial baru yang sangat diwaspadai. Guttural Gurgling in the Vein Matti ways (Ex. Disgorge) adalah Performa Maksimal Vocalis Yogi menambah Gahar Komposisi Chalera. are fare more skillfully elevated The drumming tends to be a more complex, but instead of playing out like a wall of sound, they deliver a hectic and thin performance that seem to follow the lead of the guitars.Semenit aja mendengarkan siksaan Tempo Drum-nya, Jantung ini serasa mau copot deh, OMG ! Level Drumming bener-bener paling mendominasi Kekuatan Sadis Materi Chalera ini ditambah Vokal yang Low Guttural menambah Sempurna dan Duet Maut Fantastic Riffing-nya adalah Elemen penyempurna Komposisi. Masih dengan kekejaman tak Bertuan " The Ancestral Suffering ", Tempo Drum makin tidak memberi kesempatan Pendengar-nya untuk bernafas lega sedikitpun, karena siksaan yang Membabi buta bagi Chalera adalah Mutlak ! songwriting to acts like Beheaded, Putridity, Disgorge until  Deeds Of Flesh, Worthwhile only if you're one to get excited by anything brutal !!! Ending-nya sih Gw ga puas banget kalo cuman Mendengarkan 2 Track Sinting di promo ini en jadinya ga sabaran banget mendengarkan materi full mereka nanti. Bila kalian masih mengagumi Tempo Blastbeat yang Menggila dengan ledakan Krusial Musik yang sangat " Menghantam ", Chalera 666% sangat Gw Rekomendasikan sekali sebagai The Destroyer List baru kalian ! Chalera intricate skills do a lot to further Develop the Soundscapes create for the Brutal Moshpit Audience !!!







CHECK TEASER VIDEO (By LICMEDIA)

Add to Cart More Info

Goads - Jadikan Aku Ancaman EP 2015



























Goads - Jadikan Aku Ancaman
TRC Records EP 2015

01 Intro - The Passion
02 Dendam
03 Mental Pengecut
04 Jadikan Aku Ancaman
05 Ironi
06 We Just Are
07 Frenemies

Lyn - Vocals
Venny - Guitars
Novan - Drums

The New Indonesian Grindcore GOADS, Trio Grinding Ugal-ugalan yang menjadi New Comer Grindcore Scene digawangi oleh 2 Hawa Agresif-nya, Vocalis Lyn serta gitaris Venny menunjukkan Stigma wanita tetap mampu berkarya di Extreme Musick ini. sementara Posisi Drum diisi oleh Pemain lama yang sudah ga asing lagi Bagi Metalhead Ibukota, Novan lebih dikenal sebagai Drummer band Brutal Death Godzilla & Abhorred Despiser ! tentu jangan meremehkan sedikitpun tentang eksistensi Musikal Band karena dalam Karya Perdana Mini album ini mereka bakalan menyuguhkan Kejutan yang ga terpikirkan oleh kita sebelumnya. apalagi Materinya dikerjakan di Osiris Studio oleh Gitaris Amri-nya Panic Disorder, Invictus, & Marionette tentu bukan isapan jempol untuk tidak menghasilkan Masterpiece Grindcore yang dasyat ! Well, kayaknya segera menjawab Rasa penasaran ini, yuk kita Bedah Mini Album perdana " Jadikan Aku Ancaman ", sebuah Ungkapan Sarkatis yang mengingatkan gw dengan salah satu Lirik Fenomenal Death Metal Kugiran Bandung, Forgotten yang berbunyi " Hidup Adalah Kutukan - Jadikan Aku Ancaman " hehehe ... Let's Grinding Started Away from here ! ... " Intro - The Passion ", seperti biasa kita diajak untuk Berforeplay sebelum merasakan Hidangan Sesungguh-nya, pelemasan Otot yang Berguna banget agar tidak timbul Kram hingga salah Urat, sebuah Opening Track sederhana dengan beberapa Bridge yang diulang-ulang. Distortif sound Riffing gitar-nya nge-grind banget, apalagi Tendangan Mantap Drummer Novan masih tetap menyimpan Enerji Perkasa. It organized the chaotic grinding of their earlier Foreplay into the inti, sleeker, more punishing package. it's really pretty sweet headbang. Nah selanjutnya " Dendam " adalah Hidangan utama masih tersaji Catchy easy listening Komposisi-nya yang sejak awal mampu memecahkan Moshpit dengan Part Headbanging-nya. leading into guitar grooves that hit you with the force of a building collapsing still create an atmosphere of uncontrolled chaos from which there is no escape. Racikan Riffing Venny memang cucok dengan Matching struktur, sehingga Drummer Novan mampu menampilkan Skill impression-nya yang kemudian Mampu memprovokasi Vocalis Lyn meraung Liar dengan High Growl melengkapi Ledakan Bombastis ini. The blast beats and swirling tremolos create an atmosphere of grim depression and fear ! dan Masih menjadi sebuah Tradisi mungkin Karakter Grindcore yang Enjoy tetap memadukan Konsep Hardcore Beat dibeberapa Headbang part-nya. sayang belum seberapa mencermati, Durasi singkat menjadi penghalang-nya, disusul kemudian oleh " Mental Pengecut ", diantara Pummeling Grinding Riff, Gitaris Venny masih spontan menyelipkan Catchy Headbang part sekedar Variasi khas antara sentuhan Hardcore, crust hingga D-beat. Ga salah memang jika Ledakan dasyat Track " Jadikan aku Ancaman " menjadi Anthemic Rudes Goads disertai Penjiwaan Karakter track yang Melebur, Yeahh most compact and aggressive ! and the drums nail this tight syncopated beat is killer. over and over with its thick D-beat before becoming completely unhinged with blinding riffs and scintillating blastblasts. " Ironi " seakan tidak berhenti membakar bersama Raungan Enerjik Evy yang semakin menjiwai Karakter-nya. Ga melulu gempuran Grinding yang Cepat dan Singkat aja, " We Just Are " diawal part menawarkan Catchy Headbang sebelum kembali diseduh dengan Intensitas Grinding snare yang menghancurkan ! Track Frontal sebagai Pamungkas EP ini adalah " Frenemies " yang menjadi Anthemic Rude wajib Goads setelah " Jadikan Aku Ancaman ", dengan pembawaan yang mengganas, Goads masih sadis untuk menggilas ! is enough tremolo picking in itself you don't want to have the music muddled out with blast beats, tremolo pick, and Raw Growled vocals all at once. Meski Goads sendiri mengklaim Konsep musikalnya sebagai Old School Grindcore, namun menurut gw, penyajian Komposisi serta Sound yang Jauh lebih Modern lumayan menggagalkan persepsi-nya, meskipun begitu Ilustrasi Cadas Kemarahan mereka telah termobilisasi total pada leburan semua track-nya. It's a distorted, static-like fuzziness as a way of showing the more intelligent side of such hellish Distortion !!!







CHECK TEASER VIDEO (By LICMEDIA)

Add to Cart More Info

Unveiled - Endless Extreme Hate CD 2015



























Unveiled - Endless Extreme Hate
Grundar Production CD 2015

01 ... The Upcoming 01:01    
02 Doomed to Hellfire 04:18    
03 Curse of the Predator 05:10    
04 Inherited Decimation 05:25    
05 Human Synthetic Killer 04:29    
06 Cataclysmic Disease 05:44    
07 Cannibalistic Manglement 04:50    
08 Sadistic Annihilation 04:05    
09 Into Oblivion 01:36

Chal - Vocals
Jake - Guitar
Onesoul - Bass
Ah Fad - Drums

Sudah beberapa tahun sebelumnya gw mengenal nama UNVEILED, ketika salah satu Death Metal unggulan Scene Negeri Jiran, Malasya melakukan Split dengan Godfather Death Metal tanah air, Trauma ! yang ke-2 nya berbagi Pita rilis dalam Album split yang dirilis oleh Psychic Scream Entertainment pada tahun 2000. Unveiled sendiri memang menjadi Pioner Death Metal Genre sejak terbentuk tahun 1997, yang mana scene Negeri mereka saat itu (dan) sekarang masih didominasi oleh Genre Metal Lain, sehingga pertumbuhan Death Metal memang tidak terlalu subur untuk diamati dari waktu ke waktu. Meski menjadi sangat terlambat dalam ber-produksi, Akhirnya Unveiled berhasil juga memuntahkan Full album pertama-nya dalam jeda yang begitu panjang, ini sebagai pembuktian juga bagi Eksistensi band setelah hampir 15 tahun tidak Berkarya. Usia Bagi Mereka tentu sudah tidak Muda lagi untuk tetap menggebu dengan Emosi musikal yang menuntut enerji lebih powerfully seperti sebelumnya. sementara ada Proses Pergantian Formasi menyebabkan terjadi " pergeseran " Konsep band. meski tidak terlalu jauh keluar jalur, Unveiled masih kokoh berdiri digarda Terdepan Death Metal. mungkin disini gw akan lebih sedikit membandingkan aja dengan Karakter Materi era Split dengan Trauma, masih sentuhan Old School Death Metal era Avulsed, Fleshgrind, Cannibal Corpse serta Demolition Hammer tercium Mempesona hampir disetiap Komposisi-nya. giving them a crushing but not very heavy aesthetic songs stick to a formula of punishing riffs interspersed with lead breaks interspersed with barked vocals interspersed with gang shouts.

Dimulai seperti biasa dengan Intro " ... The Upcoming " yang lumayan memberikan Nuansa Horror Mencekam mungkin akan menambah penasaran kita tentang bagaimana sebenarnya materi terbaru mereka setelah 14 tahun absen, langsung terjawab dengan " Doomed to Hellfire ", However it works perfectly to compliment the infectiously catchy riffing and provide a headbang inducing listening experience. Masih Menggeram dengan Curious Pummeling Riffing mantap-nya yang diimbangi dengan Vokal Growl Ringan, gempuran Drumming yang masih klop dengan hampir lick Gitar mencoba tampil mengimbangi meski Intensitas-nya masih tergolong Ringan-ringan saja terdengar. there's plenty of relentless double bass work that helps propel the grooves forward. Rasanya Gw masih terlalu menikmati Powerfully drum style era Drummer Yusmira sekali dibandingkan dengan Ah Fad disini, kurang menampilkan pukulan yang " heavy ", meski Ah Fad sendiri mampu mengembangkan beberapa Skill Dimensional-nya membentuk Konseptual Track Unveiled Lebih Dinamis. Karakter Riffing Jake lagi lagi memang lebih Menyita Perhatian Gw, takes no prisoners and the speed and aggression department continuing with Touching thrash bite revival might possess. Sentuhan Old School Death/Grind nya kerap terdengar mengingatkan era " Eminence in Putrescence " dengan " Tortured Existence " nya Demolition Hammer dengan Death/Thrash yang lebih Enviromental. " Curse of the Predator ", seakan lebih memacu Adrenalin dengan mengoyak Gendang telinga kita. The riffs are sloppy on the rhythmic session, in order to be even more obscure and perverted. There are a lot of breaks in which some more melodic parts enter to create a great balance between the gore elements and the more accessible passages. Pengkomposisi Lagu dikerjakan dengan Attitude Musikal yang masih Idealis dengan Karakteristik era Band memulai karir-nya, terdengar Catchy serta Full Headbang Passion ! Serangan Death Metal Catchy yang cepat dan Harmonis terus melaju di " Inherited Decimation " tetap dengan aransemen dinamis. Breaking First Part Riffing " Human Synthetic Killer " mengejutkan memang Emosional-nya, ketika Track ini melaju garang mengingatkan dengan Cannibal Corpse era " Eaten Back To Life ", level audio-nya lebih " Up " lagi ketimbang sebelumnya, sehingga Warna Death Metal Liar tercium tajam. pushing that machine gun sounding guitar tone that since came to exemplify extreme thrash and death metal in the early 90s. raungan makin mencakar sekali kemudian adalah " Cataclysmic Disease " serta " Cannibalistic Manglement ", lebih melumuri suasana dengan Banjir darah segar pembantaian Musikal Unveiled. Level audio kembali " Down " saat " Sadistic Annihilation " dilepas seperti pada track 1 hingga 4, rasanya ini mengurangi Kenikmatan kita ketika lagi asyik Bernostalgia dengan Death Metal era 90-an, meskipun begitu terbakarnya adrenalin kita seakan tidak memperdulikan " kekurangan " Kecil ini. this time period will find this one wanting a tiny bit in terms of overall execution, thought that by no means diminishes the enjoyment factor here, Stay prepare to be crushed by another incredible mid-paced riff section which carries on throughout most of the song !

" Endless Extreme Hate " masih menjadi Artefak terpendam Unveiled selama Kurun waktu mereka tidak produktif merekam karya bertuah-nya, seperti sebuah Kebencian yang tidak pernah Berakhir, Inilah Eksistensi musikal yang masih mereka Pertahankan  selama 18 tahun berkarir. Secara Keseluruhan Materi disini sudah tersusun sangat rapi meski Intensitas Sound masih menjadi Kendala berarti yang tidak bisa diremehkan, Proses Mixing dan Mastering-nya menurut gw masih seada-nya, meski Terdengar Clean, namun Balance level beberapa Instrumen-nya masih memerlukan Polesan Maksimal lagi demi faktor perfect. Buat yang masih terlalu merindukan sekali dinamis-nya Death Metal era 90-an dengan tema lirik yang masih Berdarah-darah dan Beraroma Penuh Kematian, kayaknya gw rekomendasikan banget Karya Bagus dari Pioner Death Metal Unveiled ini. the well-written riffs in it to become a catchy and memorable release are spring-loaded with competent and comprehensive fist-balling belligerence respectable.







CHECK TEASER VIDEO (By LICMEDIA)

Add to Cart More Info

Chaos Fury - Promo 2015



























Chaos Fury - Promo 2015
Eastbreath Records CD-R 2015
https://www.facebook.com/pages/CHAOS-FURY/181367708639795
https://www.reverbnation.com/chaosfury2012
https://twitter.com/cf_chaosfury

01 Atahiktri Bencana Moral 04:11    
02 Melahap Ambisi dalam Dalil Tahta 03:30


1 lagi Eastbreath Records Menambah Anggota Roster baru-nya masih dengan Band-band Potensial, kali ini ada CHAOS FURY ! Band Technical Death Metal asal Tangerang Selatan yang ga kalah Bringas besutan Kejam ketika menebar Komposisi cepat serta Teknis-nya lewat Promo 2015. Perpaduan Brutal Death Metal dengan sayatan Gelap Harmonize Riffing lebih mengingatkan dengan Karakter Krusial Nile, Hate Eternal, Hingga Old Decapitated. Gempuran Membabi Buta yang sama sekali tidak mengenal ampun bakalan elo rasakan sendiri serangannya di 2 Track Promo 2015. yang dimulai dengan " Atahiktri Bencana Moral ", Sambutan Part Megah nan Gelap membuka Kemarahan Iblis Neraka dengan menjilatkan Api Panas-nya yang seketika langsung serangan Hyperblaster Beat menjadi Dominasi Part berikutnya meledak Hebat ! immense and equally technical pounding in act with every riff. Permainan Drum yang Lebih mengandalkan Power serta Speed-nya lebih memoles skill-nya dengan Karakter yang Dinamis sejalan dengan Request Fast Riff-nya, sehingga Match Composition adalah Ending ketika menikmati dengan seksama Setiap Alur Aransemennya meski dominasi Blastbeat terasa begitu mengganas gempurannya. Selain Fast Part, Chaos Fury juga sering mengulang Groovy Breakdown elemen sehingga kita memang diberi kesempatan untuk melepas nafas lega dengan warna Death Metal standard ketika sentuhan melodic Solo Gitar menyapa, The combination of the late-90s death metal grind approach to slow parts has always intersected with great melodic riffs that work like hooks and pull the listener into the song. kemudian " Melahap Ambisi dalam Dalil Tahta " serangan membabi buta tidak mereda, justru semakin Gila ! memang dapat gw rasakan konsentrasi-nya bener-bener memecahkan keheningan. Tradisi Egyptian themes rupanya saat ini memang lebih diminati beberapa Band untuk mengotak atik Harmonisasi Tradisional-nya yang terkenal memiliki elemen Mistis bernuansa kegelapan sekali, sehingga rasanya kita seperti sedang terjebak dalam Neraka penuh kebisingan saja, more aggressive form could have worked wonders. akhirnya menjadi catatan Gw adalah Kualitas Recording-nya yang Masih terdengar Nge-Depth, sehingga pada beberapa Kali Pergantian Bar kerap terjadi Low Tune Frekuensi, Audio-nya terdengar seperti sedang overload, dan Booping Level begitu mengganggu konsentrasi dasar gw ketika asyik Menikmati-nya, yaa Kualitas rekaman Promo ini mesti mendapat perhatian lagi ketika terjadi " Over " seperti ini. dan Gw menaruh Harapan untuk Materi Chaos Fury Mendatang Boleh gw prediksi sebagai Karya yang patut dinantikan sekali, Especially buat kalian Fans Ngebut dengan Balutan Melodius nan Gelap ! incredibly flashy, but it remains uncompromisingly fast and punishing !!!







CHECK TEASER VIDEO (By LICMEDIA)

Add to Cart More Info