Sabtu, 05 Desember 2015

Terror - The 25th Hour (Asia Pressing) Digipack 2015



























Terror - The 25th Hour (Asia Pressing)
Samstrong Records Digipack 2015
http://www.terrorlahc.com
https://www.facebook.com/terrorhardcore
http://www.instagram.com/terrorhardcore
http://twitter.com/terrorhardcore
http://www.youtube.com/terrorvevo

01 The 25th Hour 01:23
02 No Time For Fools 01:35
03 Bad Signs 01:13
04 Feed The Rats 01:10
05 The Solution 01:53
06 Blinded By The Lights 02:29
07 Trust No Face 01:06
08 Why? 01:39
09 Mind At War 01:32
10 Snap 01:16
11 Sick And Tired 01:10
12 Life Goes On 02:24
13 Both Of You 02:09
14 Deep Rooted 02:05


Scott Vogel - Vocals
Jordan Posner - Guitar
Martin Stewart - Guitar
David Wood - Bass
Nick Jett - Drums


Los Angeles Hardcore Outfit TERROR bentukan sejak tahun 2002 kembali meng-injeksi Gairah baru-nya dengan Album ke-6 Via Victory Records dan didistrubusikan lebih luas oleh Rekanan label, Century Media Records yang sebelumnya juga telah 2 kali merilis album Terror. Ini akan menambah Gairah panas lagi buat Band yang ingin membawa sukses kembali Materi-materi awal seperti era " One with the Underdogs " serta " Always the Hard Way ", Yupz Terror semangat baru siap sekali menyuntikkan darah segar. Their sound is as Bruising as the genre offers and their Nihilistic attitude Oozes Hard Truths and Grim Reality and wanted to return to their Roots. Sebuah momen yang tepat banget ketika " The 25th Hour " menjadi Solusi paling dinanti Hardcore Kidz yang kepingin menikmati kembali Onfire Hardcore mereka dari era 90-an. The 25th Hour is one Generally expects from the genre, you aren’t getting anything here which they haven’t given you before. This is a Continuation of their Indubitably Uncompromising Melee of Juggernaut Riffs, Crushing Breakdowns and Furious barking vocals, and if you’ve already Decided they aren’t up your Street then nothing here will Change your mind. Yeahh, This is more the Manifesto they set for themselves The whole thing feels Urgent and Powerful !!! ... memang Menjadi Debut yang paling dinantikan, dan band sendiri mengerjakan materi yang telah 2 tahun dipersiapkan dengan matang sejak Bulan Januari 2015 di Buzzbomb Soundlabs dengan Menggandeng Enjiner Paul Miner, sementara proses mixingnya oleh Tom Soares di Reel 4 Reel dan Masteringnya oleh Drew Lavyne. Menikmati Rude Awakening Hardcore with Positive Crew Terror, Beruntung Banget Samstrong Records kemudian merilis Pressing Khusus untuk kawasan Asia dengan Eksklusif Lisensi Century Media Records. ... And the band leaves you with very little time to catch your breath, let's Check the New Pride !!!

The Twenty Filth Hour Strike With " The 25th Hour ", Little Anthemic Song yang bener-bener akan menjebak kuat Attitude Hardcore Kidz kedalam Moshpit Circle untuk tak sedikitpun beranjak dalam pesta liar enerjik ini. TERROR still Reticent to Compromise their Approach, but unlike so many others they manage to keep within their style Guide without ever sounding worn out or Irrelevant. 5 Bait Lirik untuk Ber-sing a long Foreplay cukuplah sekedar melemaskan otot, karena Track-track berikutnya siap menjerat hebat Audience pasti dalam lautan peluh dan keringat ! " No Time For Fools ", As infamously unpredictable vocalist Scott Vogel puts it on the second track in, “No time, no time for fools, ain’t got no time, no time for you”. Komposisi Dramatis yang masih perkasa Menghipnotis hampir pada setiap Lick serta Beat-nya tetap enjoy sekali, Seperti merasakan kembali bagaimana jerat perkasa gaya Madball. Vocalis Scott Vogel masih menjadi Icon penting paling provokatif, Karena idealisme yang masih menjaga Konsep Terror dengan Hardcore yang " Pure " serta " Fun " untuk cintanya kepada Stagedives dengan Style khas seperti Mengolok-ngolok, bertingkah aneh dan lucu, yang kemudian Moshpiter menyebutnya sebagai " Vogelisms ". Sehingga memang Gw lebih menikmati tidak hampir setiap Komposisi lagu, namun juga Instrumennya yang terus memprovokasi dalam Suasana " Just Enjoy " secara Kontinyu. This keeps the album moving right along, but there are also plenty of breakdowns to change things up. At times the transitions between the fast parts and breakdowns feel a little rushed ! Masih menjadi Konsep, jika durasi Track Terror tidak akan membuat Audience Kepayahan dalam merespon, setidak-nya menjaga terus Perasaan " Hangat " ketika menikmati aransemennya. " Bad Signs ", Hardcore Punk beat kental yang renyah dan Enerjik, where they shift on a sixpence from a Mid-paced Breakdown into an Absolute Freight train of a verse which simply Bowls you over. Memutar terus komposisi yang easy listening banget menjadi Komunikasi intens dengan Moshpit Stagedives dari tempo dinamis perlahan siap mencapai Klimaks seperti pada Lagu " Feed The Rats ". kemudian " The Solution " tak lelah mengantar Unity yang Indah ini masih dengan Peluh keringat bercucuran. karena menikmati semua ini tidak dengan telinga saja, namun dengan fisik yang bergerak kuat mengikuti terus Adrenalin yang bergejolak hebat ketika Aransemen berhasil memprovokasi. Siap terjebak dalam Anthemic " Blinded By The Lights ", bagaimana Tradisi Style seperti ini menambah pecah pesta liar antara band dengan Stagedives. Secara Berabab tempo Terror naik turun demi menjadi Power Kebersamaan ini tidak langsung mengantar pada titik Klimaks-nya saat " Trust No Face " agak sedikit mengendurkan Otot yang kaku, karena " Why? " sudah siap kembali menenggelamkan Kegembiraan selanjutnya. Bringing a hard as nails Attitude and Mentality to the table, while Sounding Cohesive, Progressive within their own right, and just as angry as ever. Sometimes, a second helping of the same thing isn’t the worst thing in the world, but maybe just the thing you need from a band like Terror. Terror Juga membuat Video clip untuk Promo Album ini dengan Track " Mind At War " seperti prediksi Gw sebelumnya, jika Suasana akan lebih pecah kembali dengan Tempo yang Terus membakar ! begitu juga dengan " Snap ". While recording, they said that if something was too long, it would be trimmed down, and if it was too slow, it would be speed up. dan lagu " Sick And Tired " menulis tentang seorang posers yang memakai kekerasan seperti style fashion dan mengharapkan pujian sekali untuk berada di sebuah band hardcore, baca liriknya " Your record sales and all that nonsense, you wanna be a rockstar go do it someplace else ", sebuah Pukulan Telak bagi sebuah Integritas dan Nilai Etika rasanya. " Life Goes On " di mana semua transisi ini dijalani dengan sempurna, dan kalian akan berhenti ketika mempertanyakan mereka. Komposisi breakdowns tempo sederhana cukuplah untuk terus memanggang kita dengan Belenggu dan tetap bersama-sama. ga terasa memang jika kita terlalu menikmati sekali setiap Komposisi emosionalnya Hampir selama 24 menit ini dengan 14 lagu yang tersusun sekali (lagi) lebih Provokatif. All is " The Most High " sets the pace of the record with a Mid-Tempo Groove and Head Bobbing Riffs instead of the Assaulting, Circle pit Influencing style of Hardcore that Terror has done quite well.

Meskipun Terror sendiri tidak benar-benar melakukan apa-apa secara drastis ataupun berbeda pada Album Ke-6 ini, Terror telah berhasil mengevaluasi kembali segala sesuatu yang mereka lakukan sejauh ini, tetap berbaur bersama-sama, dan mengeluarkan yang terbaik dari apa yang mereka punya. dipastikan sekali Jika Kalian adalah Fans Terror, you probably already picked this one up ! Tapi sebagai seseorang yang mungkin tidak terbiasa Menyukai Konsep Hardcore yang berat, Gw masih Optimis meninggalkan kesan dengan apa yang Gw dengar, Karena Terror masih layak mendapat kehormatan menjadi salah satu " The Top Hardcore Acts of the Day " !!! album ke-6 ini juga menjadi Dedikasi untuk Mendiang Raymond Barbieri Aka " Raybeez ", Frontman New York hardcore punk WARZONE, Scenester Hardcore yang banyak memberi Kontribusi terhadap Evolusinya. Samstrong Records tentu masih dikenal Package Bombastis rilisnya tetap begitu sangat menggoda jiwa Kolektor, apalagi untuk rilisan keren ini hadir dengan Digipack Exclusive lengkap dengan Bonus Poster jumbo-nya, tidak semata untuk memanjakan, namun ini adalah bentuk penghargaan terbaiknya. Terror fans would be disappointed by anything else, thus this is Terror true to form is a great continuation of the music that Terror makes a Philosophy that never lets up and one that will never fade away, very much what this record is, a Testament to their love of Hardcore. AND NEVER TIRED TO PLAY MOSH HARDCORE !!!

ENGLISH VERSION (Sorry, for use Google Translate here)

Los Angeles Hardcore TERROR Outfit formation since 2002 came back to his new passion injection with the Sixth Album Via Victory Records and wider dispensed by Partner label, Century Media Records has previously released the album Terror 2 times. This will add more hot passion for the band who wants to bring success back materials early as the era of "One with the Underdogs" and "Always the Hard Way", Yupz Terror ready once inject a new spirit of fresh blood. Their sound is as bruising as the genre offers and their Nihilistic attitude oozes Hard Truths and Grim Reality and wanted to return to Reviews their Roots. A very precise moment when "The 25th Hour" became the most anticipated Solutions Hardcore Kidz who want to enjoy their Hardcore OnFire back from the 90s. The 25th Hour is Generally one expects from the genre, you are not getting anything here the which they have not given you before. This is a Continuation of Reviews their Indubitably Uncompromising Melee of Juggernaut riffs, Crushing Breakdowns and Furious barking vocals, and if you've already Decided they are not up your Street then nothing will Change your mind here. Yeahh, This is more the Manifesto they set for Themselves The whole thing feels Urgent and Powerful !!! ... Indeed become the most anticipated debut, and the band's own work on material that has been 2 years prepared carefully since January 2015 in Buzzbomb Soundlabs with Holding Engineer Paul Miner, while the process mixing by Tom Soares in Reel 4 Reel and Mastering by Drew Lavyne , Rude Awakening enjoy with Positive Hardcore Terror Crew, Lucky Banget Samstrong Pressing Records then released Especially for the Asian region with Exclusive License Century Media Records. ... And the band leaves you with very little time to catch your breath, let's check the New Pride !!!

The Twenty Filth Hour Strike With "The 25th Hour", Little anthemic Song that was really going to trap powerful Hardcore Attitude Kidz into the moshpit Circle for not the slightest move in this energetic wild party. TERROR still Reticent to Compromise Reviews their approach, but unlike so many others they manage to keep within Guide Reviews their style without ever sounding worn out or Irrelevant. 5 Bait Lyrics for sing a long foreplay just enough muscle relaxes, as Track-next track ready to ensnare the great Audience definitely in a sea of ??sweat and sweat! "No Time For Fools", As infamously unpredictable vocalist Scott Vogel puts it on the second track in, "No time, no time for fools, is not got no time, no time for you". Dramatic composition is still mighty Hypnotize almost every Lick and his Beat still enjoy all, like to feel again how powerful style meshes Madball. Vocalist Scott Vogel still the Icon important most provocative, because idealism that still maintain the concept of Terror with Hardcore that "Pure" and "Fun" for his love for Stagedives with Style typical as mocked, acting weird and funny, which then Moshpiter called it " Vogelisms ". I more so does not enjoy nearly every song composition, but also The instrument which continues to provoke in a Atmosphere "Just Enjoy" is Continuous. This keeps the album moving right along, but there are Also plenty of breakdowns to change things up. At times the transitions between the fast parts and breakdowns feel a little rushed! Is still a concept, if the duration of the Track Terror will not make the Audience difficulty in responding, at his guard constantly feeling "warm" when enjoying the arrangements. "Bad Signs", Hardcore Punk beat creamy crisp and energetic, where they shift on a sixpence from a Mid-paced Breakdown into an Absolute Freight train of a verse roomates simply Bowls you over. Rotate continuously compositions easy listening really become intense communication with moshpit Stagedives of dynamic tempo slowly ready to reach climax as in the song "Feed The Rats". then "The Solution" relentlessly drove Beautiful Unity is still with sweat pouring sweat. for enjoying all of this not with the ear alone, but with a strong physical moves follow the continued turbulent Adrenalin great when Lineup successfully provoke. Ready to get caught up in the anthemic "Blinded By The Lights", how Tradition Style like this adds a wild party broke out between band with Stagedives. Terror in Berabab tempo up and down in order to become Power of Togetherness is not directly lead to the climax of his point when the "Trust No Face" slightly loosen stiff muscles, because the "Why?" Is ready to re-submerging the next excitement. Bringing a hard as nails Attitude and Mentality to the table, while Sounding cohesive, Progressive within Reviews their own right, and just as angry as ever. Sometimes, a second helping of the same thing is not the worst thing in the world, but maybe just the thing you need from a band like Terror. Terror also make video clip for this Track Promo Album "Mind At War" as predicted earlier Gw, if the atmosphere will be broken again with Tempo Continues to burn! as well as the "Snap". While recording, they said that if something was too long, it would be trimmed down, and if it was too slow, it would be speed up. and the song "Sick And Tired" wrote about the posers who use violence as style fashion and expect praise once to be in a hardcore band, read the lyrics "Your record sales and all that nonsense, you wanna be a rockstar go do it someplace else" , a blow for an Integrity and Ethical Values ??taste. "Life Goes On" in which all these transitions lived perfectly, and you will stop when questioning them. Komposis tempo breakdowns modest enough to keep on toasting us with shackles and stick together. No feels indeed if we too enjoy once every Composition emotional Nearly for 24 minutes with 14 songs composed once (again) more provocative. All is "The Most High" sets the pace of the record with a Mid-Tempo Groove and Head Bobbing riffs instead of the assaulting, Circle pit Influencing style of Hardcore Terror that has done quite well.

Although the Terror itself was not really doing anything drastic or different on the album All 6's, Terror has managed to re-evaluate everything they have done so far, still blend together, and bring out the best of what they've got , certainly all If You are a Fan Terror, you probably already picked this one up! But as someone who might not be familiar concept Liking heavy Hardcore, Gw still Optimistic leave an impression with what Gw heard, Because Terror still deserves the honor of being one of "The Top Hardcore Acts of the Day" !!! 6th album is also a dedication to late Raymond Barbieri aka "Raybeez", frontman New York hardcore punk Warzone, Hardcore Scenester lot to give contribution to evolution. Samstrong Records certainly still known Package bombastic release remains so very tempting soul collector, especially for this release comes with a cool digipack complete with Bonus Poster Exclusive jumbo her, not merely to indulge, but this is the best form of appreciation. Terror fans would be disappointed by anything else, Thus this is Terror true to form is a great continuation of the music that Terror makes a Philosophy that never lets up and one that will never fade away, very much what this record is, a Testament to Reviews their love of hardcore. AND NEVER TIRED TO PLAY MOSH HARDCORE !!!













CHECK TERROR Official Video Clip " Mind At War "

Add to Cart More Info

Nature Depravity - Ripping, Mangling The Fresh Cadaver ' Demo 2015



























Nature Depravity - Ripping, Mangling The Fresh Cadaver
Dismembered Records ' Demo 2015
https://www.facebook.com/Nature-Depravity-836763723076452/
https://www.reverbnation.com/naturedepravity

01 Gerbang 01:30    
02 Mentari Belati 02:46    
03 Neraka Belantara 02:50


Dismembered Records tidak akan pernah berhenti melumuri singgasana-nya dengan Darah segar pembantaian Musikal. Roster yang masih dipenuhi dengan The Mega Blaster tempo, masih menjadi Acuan Referensi Produk tersendiri ketika Irama Detak jantung harus terpompa lebih cepat dengan sajian nada berat. Apalagi Package Produksi yang dikerjakan tidak asal asalan memang akan memberi kepuasan titik terbaik for the True BDM Kolektor tanah air. Nama NATURE DEPRAVITY telah menjadi Katalog fresh yang siap meluluh lantakkan Indera Dengar fans musik berisik dengan Gempuran Dominasi Blastbeat dari Kota Palangkaraya, Kalimantan tengah, Especially for fans Liturgy, Cinerary, Disgorge, Orchidectomy hingga Warna Bombardir Brodequin diblend menjadi Amunisi perdana Berdarah yang mereka goreskan secara Kejam lewat Debut Demo Profesional dengan 3 track didalamnya. Celestial Excruciations and a Prelate Attrition are a Slicing example. Also add the Raw Sound and the loud bell Cymbal sound and you have a Chaotic Atmosphere going on. Sebuah sajian yang akan mengiris perlahan denyut nadi dengan Sound tajam. Aransemen yang lebih Kompleks serta dinamis kayaknya sedikit banyak akan membikin Adem Kuping meski terjangan Puting beliung beat-nya seperti akan memecahkan gendang telinga. Konspirasi kental gaya riffing Disgorge dengan Dentum hyperblast snare ala Brodequin memancar cukup signifikan pada karakter Role-nya. Achieving massive amounts of brutality with heavy as fuck riffs and catchy melodies, adding some insane note bending once in a while and adding Hundreds of Characteristic guitar Screeches that keep you listening all the time, Intense High and Crunchy ! mencici hidangan pembuka adalah " Gerbang ", Intensitas Blastbeat yang kemudian meledak hebat secara langsung tanpa ba-bi-bu seperti kekuatan hebat sang eksekutor dari Neraka Jahanam. Pummeling and Chugging Riffing tertata apik berjalan kompak dengan Kombinasi drumming yang tepat, meski Level Heavy-nya sendiri kurang tertunjang pada Level Bass drum yang tenggelam dan kering, sehingga Gw lebih hanya mendengar Bunyi Snare Drum dan Cymbal saja, padahal Sound style Riffing andalan banget Komposisi-nya. Absolutely Definitely Brutal and Punishing to the Ears. pada Part akhirnya (Pada detik ke 53), Band memadukan Permainan alat petik musik Tradisional Etnis Suku Dayak yang kental. dan " Mentari Belati " adalah track selanjutnya yang pecah hebat membabi buta dan sangat menyiksa. masih dominasi Blastbeat tempo, Slicing Riffing Tajam dan Deep Guttural Gurgling Vokill-nya cukup berbahaya untuk terlewatkan. dengan Pattern Vokal yang rapat, seperti Mengikuti terus Skema Riffing serta Beat-nya, jelas Karakternya ini Powerfully dan ber-stamina banget. Kind of nearly Improvising some Crushing Brutal riffs in between other Catchier and more Rhytmically Structured Sections. memang secara detail gw mendengar Aransemen Band yang tersusun adalah Partisi BDM Guttural yang Berat, Matang dan Berbahaya ! terutama ketika gw mencermati banget Draft Riff Sophisticate dengan sound yang Crunchy sekali mencoba berpadu kompak dengan Drum Skill yang selalu memberikan tempo tepat dan cepat. dan Track " Neraka Belantara " kemudian mau tak mau harus menyudahi Demo BDM Bagus ini. Progres mengerikan memang yang ditawarkan band asal Palangkara ini jika kita menengok perkembangan BDM 10 Tahun yang lalu, ternyata ga salah jika perkembangan Indonesian BDM menjadi Incaran Aktifitas Produksi hingga mancanegara. Meski sayang, Gw cuman bisa mencicipi 3 track yang tidak sampai menelan Durasi 8 menit, Sample produk berbahaya untuk Fans BDM dengan Guttural Vokill untuk tidak melewatkannya. it's Definitely a Good Starting place for the Genre, along with Heaps of Awesome Riffs. Artwork Gory Karya Aghy R. Purakusuma masih menambah Poin Keren rilisan demo yang dengan Package Profesional with CD Pro-nya. Well, rasakan sendiri Instrumen Penyiksa Intens Trio Pembantai Harmonisasi akan sekejab Melumat hancur lewat Distorsi sangat Memekakkan. This Constant Barrage of Fast and Aggressive playing makes listening to Ripping, Mangling The Fresh Cadaver a very Intense and Brutal Experience and I'd Describe it as a Deeply Primal, Testosterone Drenched Adrenaline thrill Ride. Urrrrghhhhhhhh !!!!!!!!!!!!!!!

ENGLISH VERSION (Sorry, for use Google Translate here)

Dismembered Records will never stop smearing his throne with fresh blood Musical slaughter. Roster is still filled with the Mega Blaster tempo, still the Reference Product Reference heartbeat rhythm of its own when it should be pumped more quickly with a dish heavy tone. Moreover Package Production is done not random origin will indeed give satisfaction for the best point BDM Collector True homeland. Name NATURE Depravity has been a catalog of fresh ready devastated Sense Hearing music fans noisy with strikes Dominance Blastbeat from Palangkaraya, Central Kalimantan, Especially for fans Liturgy, cinerary, Disgorge, Orchidectomy until hives bombardment Brodequin blend be Ammunition prime Dengue they scratched in Cruel passing Debut Demo Professionals with 3 tracks therein. Celestial Excruciations and a Prelate Attrition are a Slicing example. Also add the Raw Sound and the loud bell cymbal sound and you have a Chaotic Atmosphere going on. A dish that will slice slowly pulse with a sharp sound. Arrangements are more complex and dynamic seems a bit much will make cooling Ear although lunge Putting pickaxe beat her like will break the eardrum. Disgorge conspiracy thick riffing style with boom-style snare hyperblast Brodequin radiate significantly in character Role her. Achieving massive amounts of brutality with heavy as fuck riffs and catchy melodies, adding some insane note bending once in a while and adding Hundreds of Characteristic guitar screeches that keep you listening all the time, Intense High and Crunchy! mencici appetizer is the " Gerbang ", which later exploded Intensity great Blastbeat directly without ba-bi-bu as the executor of the great powers of Hell Hell. Pummeling and chugging riffing arranged beautifully run compact with the combination of drumming right, although Level Heavy its own less indigrement at Level Bass drum sunken and dry, so that I only heard sounds Snare Drum and Cymbal alone, whereas Sound style riffing mainstay really Composition -his. Definitely Absolutely brutal and punishing to the Ears. in Part eventually (In seconds to 53), Band combines traditional musical string instrument Dayak Ethnic thick. and "Mentari Belati " is the next track great who broke blindly and excruciating. domination still Blastbeat tempo, Slicing sharp riffing and Deep Guttural its gurgling Vokill dangerous enough to be missed. with Vocal Pattern dense, such as continued Scheme Following riffing and Beat her, this character is obviously Powerfully and air-stamina buildup. Kind of nearly improvising some Brutal Crushing riffs in between other catchier and more Rhytmically Structured Sections. indeed in detail gw hear Arrangement Band is composed Partition Guttural the weight BDM, Mature and Dangerous! especially when i look really Draft Riff Sophisticate with sound Crunchy once tried to chime compact with Drum Skill always provide precise and fast tempo. and Track " Neraka Belantara " then inevitably have to finish this Good BDM Demo. Progress terrible indeed offered Palangkara band from this if we look at the development BDM 10 Years ago, it was not wrong if the Indonesian development BDM be Coveted production activity to foreign countries. Although unfortunately, I can only taste the 3 tracks that were not up to swallow Duration 8 minutes, Sample harmful products for Fans BDM with Guttural Vokill to not miss it. it's Definitely a Good Starting place for the genre, along with Heaps of Awesome riffs. Artwork Gory work Aghy R. Purakusuma still add so cool points to release a demo CD Pro Package Professional with her. Well, feel yourself Intense Torture Instruments Trio Butchers Harmonization will instantly crushed destroyed through distortion is deafening. This Constant Barrage of Fast and Aggressive playing makes listening to Ripping, mangling The Fresh cadaver a very Intense and Brutal Experience and I'd Describe it as a Deeply Primal, Testosterone Drenched Ride Adrenaline thrill. Urrrrghhhhhhhh !!!!!!!!!!!!!!!













CHECK VIDEO TEASER MADE by LICMEDIA

Add to Cart More Info

Rabu, 02 Desember 2015

Altarscream - Merah Putih CD 2015



























Altarscream - Merah Putih
Radeath Kingdom CD 2015
htttp://www.altarscream.com
https://www.facebook.com/ALTARSCREAM6666
https://twitter.com/ALTARSCREAM
https://www.reverbnation.com/altarscream

01 Merah Putih 04:10
02 Kemerdekaan Semu 03:57
03 Badut Tua 03:53
04 Amarah Terpendam 04:46
05 Total Rusuh 03:42
06 Halusinasi 04:50
07 Pesta Trash 03:43
08 Revolusi 04:25


Nakem - Guitar/Vocal
Accho - Lead Guitar
Jaya - Bass
Alvay - Drums


Mempertahankan Eksistensi hampir selama 20 Tahun adalah sesuatu yang berat dan berarti dalam sebuah kebersamaan keluarga kecil menjaga idealisme bermusik. pasang surut serta bongkar pasang formasi adalah fenomena umum yang terjadi ketika 4 pemuda dari pinggiran timur jakarta sama sama memiliki Hobby dan Keinginan Memainkan lagu-lagunya Metallica, Sepultura serta Kreator menjadi motivasi terbesar mengapa Altarscream bisa dilahirkan sejak tahun 1996 dan mulai menjajah beberapa panggung, saat dimana Genre musik Cadas mulai berkembang pesat di era hangat-nya. Melalui Perjalanan yang pelik dan rumit telah mengantar eksistensi Altar Scream teruji hingga saat ini, ketika band dari Generasi mereka harus mulai Bertumbangan 1 per 1 karena sikon yang memaksa mereka berubah fikiran. Menjadi salah satu Pioner Thrash Metal, Altarscream akhirnya berhasil Menjemput mimpi panjang selama ini dalam Perjalanan karir band. Setelah tertunda dari tahun 2003, materi " Merah Putih " ini menyimpan sejuta Memori yang akan berbicara lewat Musikal mereka. sehingga apa yang kita nikmati disini adalah Diorama " Nyata " ketika Tangis, Tawa dan Canda menjadi sebuah cerita. kemudian inilah juga yang mereka tuliskan secara lengkap dengan Booklet Biografi Tambahan yang diselipkan pada Booklet Cover utama. tidak selalu sepakat dengan perkembangan Musik, ini seperti bagaimana Idealisme yang kuat hampir selama 20 tahun itu. The Enthusiastic band had too much Potential to Deliver a Penetrative Power to Shock the Audience at all costs with Uncompromising debut Appealing Manner. Gw seperti mendengar kembali apa yang Menjadi warna awal menampar dari Betrayer era " Grand Voice Society ", Sarcastic, dengan bentuk simple Old Kreator, Old Sepultura hingga Old Slayer. ya, Thrash Metal Easy Listening dengan Sentuhan Melodic Element pada beberapa Riffing, warna Thrash Metal yang masih " Indonesia " banget di telinga Penikmatnya. " Merah Putih " akan sedikit mengajak kita Flashback jauh sebelum Invasi Old School Thrash Bay Area Thrash menjadi Epidemi saat ini dan dimana Patriotisme Feel adalah Spirit Thema yang mendominasi penulisan lirik. the song Delivered Violent Straight guitars as well as a Haunting Guitar line during the Harsh Overall Appearance of the song. This is Delivered a Big portion of Customary Thrash Metal !

The Constantly Aggressive Barking Create any kind of Suspense on " Merah Putih ", dimulai dengan Hymne Kebangsaan wajib " Padamu Negeri " mengawali tendangan sistematis awal lewat sentuhan kental Melodic Riffing. Aransemen yang lebih menonjolkan Karakter Easy listening tersusun secara rapi dengan kematangan Materi yang mengalami Progres beberapa tahun belakang. is well Reflected in the music, because you can feel madness, Despair and Hate in these songs: Schizophrenic Melodic riffs, Harsh Emotion vocals and Intense Violent drums. memang aransemennya ga akan terlalu banyak menyita Konsentrasi selain menawarkan part yang lebih mudah tercerna dan Sangat Ternikmati meski baru pertama kali mendengarnya. mengingatkan bagaimana pada awal Betrayer Sukses menawarkan Booming materi " Grand Voice Society " dapat sedikit menjadi deskripsi Gw disini. Karakter Vocalis/Gitaris Nakem antara Harsh dengan Middle Growl menampilkan Faktor emosional tersendiri meneriakkan Lirik tentang Protes dan Ketidak Puasannya dengan Sikon nyata Masyarakat. Ketukan Beat yang tersusun teratur Naik turun tetap mengantarkan pada Klimak Otomatis dengan Tune Harmonisasi yang memang tepat Altarscream Komposisi. Begitu pula untuk track " Kemerdekaan Semu ", akan lebih banyak menawarkan Partisi Beat yang seketika melebur Adrenalin pendengar untuk Keep Headbang ! secara Komposisi memang apa yang ditawarkan oleh Altar scream adalah : Catchy, Melodic serta Powerfully, sehingga ketika mendengar sendiri materi keseluruhan, kesan 3 kata tersebut menjadi begitu kental ketika menjawabnya. Sentuhan Solo Ciamik dengan Tune listenable Melodius dari Accho beberapa kali membuat lebih lembut pergesekan Rythym Tune pada " Badut Tua ". sementara " Amarah Terpendam " menggambarkan sekali Pembawaan Lagu secara Emosional menjadi Alur yang menyatu, More searching for a Great Violent Schizophrenic Assault ! dan " Total Rusuh " telah mencapai Titik Maksimalnya sebuah karya yang menjadi Momentum sejak Tahun 2000 dan lebih dikenal sejak dikontribusikan untuk Kompilasi Metallik Klinik # 4. telah melalui proses penyempurnaan matang dan berulang, Puncaknya telah menjadi Anthemic Altarscream Song. Complexity to get something Complicated, Avoiding Simplicity and Mediocrity Deserves some Recognition and credits for that Great job. solo melodius Accho akan sering menjebak Imaji kita dalam Dimensi alam sadar bagaimana Indahnya menikmati Harmonisasi ketika Distorsi Beat kerap memecahkan. Sepertinya Lagu " Halusinasi " akan lebih Menyita lagi konsentrasi Komposisi yang lebih Dalam dan menonjok. jelas ini bukan Karya yang Instan, karena lebih meninggalkan kesan memorable sekali meski Perkembangan era terus menghadang. Pengemasan Sound yang lebih Generik menampilkan Kelas nyata Band dengan menikmati setiap Nafas dan tetesan Keringat kerja keras. " Pesta Trash " menunjukkan sisi Enerjik sebuah Lagu yang sanggup membakar Persepsi, jika adrenalin mulai menyatu dengan Harmonisasi. still very Crushing Moments, has more Notable Catchy Riffs including some Killer filler Moments. dan " Revolusi " kemudian harus menyudahi Agresi Destruktif ini tetap dengan Komposisi Thrash Metal Generik yang menjadi Pangkal Dominasi bagaimana leher kepala ini ga akan pernah berhenti berputar ketika Jerat aransemennya terus menjadi Bius yang mematikan. Spikes of Unexpected, Clinical Melody before the Trampling of the Actual Chorus.

Patut mendapat Aplaus tersendiri ketika mendengarkan hampir keseluruhan aransemen 8 track-nya tidak pernah berlari jauh ke karakter atau Konsep lain, adalah bukti Idealisme Altarscream mampu mempertahankan Konseptual band hampir selama 20 tahun. Harmonisasi Komposisi yang tetap memprovokasi dengan Lick serta Bar enerjik, seperti mendengarkan kembali Gairah panas dari Vulkanik Obsesi ketika Genre ini berkembang subur dan memulai Era-nya di Scene Tanah air. Sementara Kualitas rekaman ditunjang dengan Poin Plus dari Gitaris Band Rock Populer Iram-nya U'Camp yang menggarap materi ini telah banyak mewujudkan Idealisme Band tidak terlepas dari pakem kuat-nya mempertahankan Warna Historik Altarscream terjaga sampai hari ini. ada kalanya kita akan menjadi terlalu bosan dengan Nuansa yang mengalami Stereotype konsep, sehingga menuntut otomatis Feel Konsumtif kita menikmati kembali Roots Genre menjadi Refresh yang Menyegarkan ! Represents the Perfect Dynamic Bridge Surgical Precision and High-Technology Torture Devices calculated to Inflict the Maximum Amount of Thrash Metal Touching to Bang Your Head !!!












CHECK VIDEO TEASER MADE BY

Add to Cart More Info

Jumat, 27 November 2015

Rust Phantom - Comadosed CD 2015 (Re-Issue)



























Rust Phantom - Comadosed
Genesis Productions CD 2015

01 Selfless Gears 02:38    
02 Abandon 04:01    
03 Common Enemy 03:53    
04 Pendulum 02:39    
05 Weight of Falling 04:39    
06 Religious Nightmare and Born to Race (Religious Nightmare cover)        
07 Pendulum (EZ on Half the Battle on Vox) 02:39     
08 Canceverse (Demo 2012)02:48

Allan Diaz - Vocals
Romel Enriquez - Guitars
Ginger - Bass
Gil Santos - Drums

Movement Extreme Musikal semakin hari telah menjalani Esensi-nya sebagai bentuk luapan Rasional harmoni, Ritme, dan tempo sebagai sarana mengekspresikan perasaan atau emosi Pemain Musik, semakin kompleks dengan Realita serta Perkembangan yang ada memaksa Pelaku untuk mengkombinasikan menjadi komposisi yang menarik juga unik. akan sangat panjang jika Gw membahas yang satu ini. secara kontinyu musik berkembang dari waktu ke waktu sesuai masa-nya meski pada akhirnya akan mengalami putaran balik pada titik klimaks-nya. sebagai penikmat Genre musik berat (baca : METAL !) Gw selalu menghadapi Progres musikal yang terus berbeda ketika Dinamika-nya berbicara, sehingga akan sangat Rancu untuk Gw dapat secara tepat mengkategorikan karakter-nya. Underground music Movement Asia masih menjadi salah satu Lahan paling subur untuk menikmati geliat-nya, karena hampir setiap Scene memunculkan Potensi. Paranaque City adalah kota besar di Metropolitan Manila, yang memiliki empat kali luas Metro Manila, Well dari Kota di Negara Philipina ini Gw akan mengenalkan 1 band Technical Death Metal/Grindcore Bagus, RUST PHANTOM ! band bentukan drummer Enerjik dan Talented, Gil Santos yang kini juga menjadi Penggebuk Drum Brutal Death Metal band kenamaan Scene-nya, Down From The Wound, Band Death/Grind Religious Nightmare, dan pernah bergabung dengan Brutal Death Metal Sadis Brutore. menurut Gw, Gil Santos ini adalah seorang Drummer dengan Skill yang Enerjik pada ketukan serba cepat dan tepat. tahun 2009 Gil Santos memulai Obsesi baru-nya dengan membentuk Rust Phantom untuk mencoba membawakan Konsep yang serba meledak merupakan perpaduan antara Gaya Death/Grind yang cepat dan Teknikal, mungkin gw sedikit dapat menggambarkan jika Rust Phantom ini seperti perpaduan antara Pig Destroyer, Burnt by the Sun, Serta Old Wormed ketika mendengarkan materi pertama yang berhasil Rust Phantom rekam dengan formasi pertama, ya akan sangat berbeda jika kita coba mendengarkan style band saat ini. Gw yakin Ini adalah band yang cepat dan rapat yang pernah Gw denger dari Scene ini. dengan Konsep rekaman yang Natural sekali, sehingga gw bener-bener sangat menikmati hampir setiap aransemennya memang tersusun begitu tepat. This album abounds with technical wizardy that could give most technical Death Metal perhaps thats for the best, in order to keep the offerings fresh. Other than those minor quibbles its a truly valiant effort and definately a band to keep your eye! Jelas ini adalah Komposisi yang menarik untuk disimak.

Serangan langsung tidak dapat terbendung ketika Distorsi pencabik Harmonisasi " Selfless Gears " menjadi Opening yang seketika meledak cepat ! boasts a great instantly into the song and then a first class Blasterbeat preventing boredom and pointlessness from prevailing. Seperti sedang kesurupan memang jika Gw mendengar Skill bermain Gil Santos dengan teknik bermain cepat dan rapat namun mampu menempatkan ketukan tempo yang cepat dan mengejutkan pula bareng gitaris Romel Enriquez, seperti nya memang menjadi Konspirasi Kegilaan dominan. Masih mencium banget aroma Style recording dari era-nya, dimana Kegilaannya asli tergambarkan secara lebih jelas dan Nyata jika gw bayangkan untuk saat ini. Pergeseran Lick serta bar serba cepat kadang membutuhkan konsentrasi penuh untuk menentukan Progres band susun selain terdengar sekilas Kecepatan yang menghajar. en persepsi Gw, seperti sedang mendengarkan mereka perform didepan panggung. TOTALLY holds back his ability here, which for some strange reason makes this release just that more something special. Sedikit memberi nafas lega pada Part awal " Abandon " perlahan akan menghipnotis kita tetap menuju ke prosesi Pembantaian liar berikutnya. Emosional Growling vocalis Allan Diaz pun mengimbangi dengan Pattern vokal yang cepat dan tepat pula, alhasil Kombinasi Chaotic music makin merajalela menyiksa Gendang telinga. seperti tak habis terkesimanya gw dengan Kompleksitas tempo ketika " Common Enemy " masih menampilkan Sajian super gila. Energetic and simplistic are the best words to describe this release. " Pendulum ", pertemuan Chaotic Grinding dengan Teknik skill bermain yang serba menuntut kecepatan Extra mempesona. Tiada mengenal kata lelah serta tempo yang melambat pada setiap ketukan " Natural " untuk Drummer Gil yang berhasil membuat Gw terhipnotis dengan Spontanisme. They're more experimental in nature and range The unrelenting and pummelling power together! Ada rasa penasaran untuk menikmati Skill bermain Gil dalam tempo yang melambat dan jelas ketika Track " Weight of Falling " menjadi yang gw tunggu. dengan Tempo yang Nge-Sludge, Gill tetap memamerkan Pukulan ampuhnya serta beberapa teknik yang Nge-Jazzy Eksperimental banget sebelum pada durasi 01:30, Blasteringbeat kembali menguasai Aransemennya lagi dan 02:18 adalah dimulainya Ledakan Hebat lagi. kemudian track selanjutnya, Gil ingin mencoba " Religious Nightmare and Born to Race " nya Religious Nightmare Cover dalam rasa Rust Phantom, jelas semakin Liar dan Kompleks Ending-nya. there are fast tempo-changes as well as tight overrunning parts and they are implemented in every song with complex and artful structures. dan Track " Pendulum " kembali diusung dengan penampilan Vokal lain yang Middle Scream Insanity-nya EZ, lebih terkesan banget ketika mendengarkan kembali materinya Burnt By The Sun era " S/T " sekali, beberapa Sentuhannya makin terdengar ke Chaotic Metallic Hardcore-nya The Dillinger Escape Plan yang tampil lebih Nge-Grind !!! dan seperti Statemen gw sebelumnya, ketika Rust Phantom mengalami perubahan Formasi, track dari Demo 2012 " Canceverse ", penampilan Vocalis Jerome Flores makin terdengar berat dan Guttural Gurgling banget, sementara Gitaris Mike Ko membawa Progres Musikal-nya lebih ke Konsep BDM yang Dinamis in the Vein Defeated Sanity sekali. meski perubahan Dramatis, tetep gw suka adalah Konsep Rekamannya masih dipertahankan untuk " Natural ".

Meski bukan rilisan baru, beruntung banget jika Genesis Production me-reissue kembali dari tahun 2009 dengan Kemasan artcover yang berbeda dari sebelumnya (Bvll Metal Art yang melanjutkan konsep Gani Simpliciano .ed) dalam Kuantitas terbatas hanya 250 Kopi Hand Numbered Copy. Masih terkagum dengan Sound Rekamannya yang simple & raw namun ada pukulan yang bener-bener ga terlupakan sekali, so Ga bisa membayangkan jika Suatu hari nanti gw akan mendengar band scene kita juga akan melakukan konsep rekaman seperti ini kembali hehehe ... tidak selamanya komposisi yang serba cepat tidak akan ternikmati secara indah, karena Musik sendiri terdengar menarik ketika didengar lewat hati bukan Perasaan. penyusunan Tempo serta lick yang tidak asal-asalan, penuh dengan Skill yang siap bikin terpesona Mood meski harus terganggu dengan level distorsi Raw, sebenarnya malah menjadi Keunikan tersendiri. it is Straight to the Point. This bands are so Good Musicians, not Exactly Pushing the Envelope in Extreme Musicianship, but seriously Testing my Ability to Resist Bobbing my head and Breaking the Moshpit Area with the Music Savagely, Especially for the drumming is Fucking Awesome once Again !!!













CHECK VIDEO TEASER MADE by LICMEDIA

Add to Cart More Info

Imperial - Promo CD 2015























Imperial - Promo CD 2015
Genesis Productions 2015

01 Agression 03:26    
02 Replika Kenabian 04:17

Carez - Guitars, Vocals
Daniel - Bass
Rona - Drums

Ketika Booming Black Metal Genre mengalami era terbaik-nya di akhir 90 dan awal 2000 an, dimana Scene kita menjadi semakin gelap dan mencekam meski akhirnya seperti perjalanan roda yang berputar, Genre lain mulai giliran menguasai Booming, Black Metal memang tidak akan pernah mati eksistensi-nya. ketika fans serta pemain Musik mulai merindukan kembali atmosfir yang lebih kelam, Geliat genre black metal perlahan membuktikan kembali jika mereka masih ada. Mesti terhitung lambat dalam produktifitas, Tahun 2015 menjadi Batu pertama Black Metal band asal Jakarta IMPERIAL menyebarkan irama mencekam-nya sejak terobsesi dari tahun 2012. hanya 2 track yang menjadi Foreplay Imperial sebelum memuntahkan debut EP albumnya nanti. Raw & Fast Black Metal dengan Komposisi serba cepat dengan Sentuhan Riff yang Atmospheric, Frostier, Evil, and Mysterious. the Focus Seems to be the Raw and "pure" Black Metal where the Fastbeats tended to Monotonize the Sound, Smoothing over the Roughness of the Guitars. Awal perjalanan memang mengubah Imperial dengan Konsepsi bermain yang mereka gali selama ini. " Agression " membuktikan Dominasi kecepatan pertama dalam kegelapan dengan hanya menonjolkan Atmospheric Riffing yang sesekali Bending style menggenggam keras di Middle part. Ketukan Tempo Drum yang cepat menghajar sayang kurang dikuatkan dengan Power yang maksimal, sehingga aroma Barbarik-nya kurang begitu mengena, apalagi Level Drum seperti lebih terdengar menggantung. Berbeda aransemennya lagi dengan track ke-2 " Replika Kenabian ", Bending Riff yang tajam mulai Menjalar kuat diantara Harmonic Riff, dan Kecepatan masih menjadi Tradisi tempo barbar. Mungkin Karakter sound yang Imperial Tampilkan masih terdengar kurang balance untuk mendapatkan Kesan Beat yang terasamenempel, Intensitasnya yang masih terlalu ringan untuk dapat di gambarkan lebih detail sehingga Kesannya nampak datar datar saja, meski secara Komposisi Aransemen Imperial udah mulai menunjukkan kelas dan Kualitas-nya. Cloaked in the traditional, Darkness Obsessed approach of Black metal, but Underneath is an Material as Grandiose as anything by a Classical Composition, with a Lyrical approach that goes Beyond the Death and Blasphemic that Black Metal is Associated with.













CHECK VIDEO TEASER MADE by LICMEDIA

Add to Cart More Info

Kamis, 19 November 2015

Humanure - Harsh EP 2015



























Humanure - Harsh
Subnoise Production EP 2015

01 Revelation (instrumental) / Heretic Existence 03:23       
02 War, Death, Unrest 01:32
03 Victim of the Grind 01:43   
04 Enslavement 02:25
05 Pulverize the Truth 01:09        
06 Annihilated to Death 01:51   
07 The Hounds / All Out War 01:45

Wino - Vocals
Pndx - Guitars
Tom - Bass   
Fadly - Drums

Menjadi Hal yang makin Menyenangkan ketika sesuatu yang menjadi Bagian dari Movement Musik Cadas karakteristiknya harus tergerus dengan Perkembangan Era telah merindukan banyak Musisi untuk kembali menampilkannya saat ini, saat Invasi Modern Sound menjadi sesuatu yang Out of Date. Meski tidak sepenuhnya kembali, sedikit banyak Era yang " hilang " itu Hadir nyata lagi, salah satunya adalah Old " Swedish Sound " Style ! pada lembaran pertamanya Dedengkot seperti Entombed, Dismember, Carnage hingga Grave menjadi Icon para Pioner yang berjasa lebih dulu mengenalkan serta Sunlight Studio menjadi Dapur Produksi  historus yang mengabadikannya. kemudian tidak ber-Evolusi pada Genre Death Metal saja, Karakter Swedish Sound mulai merambah pada beberapa Genre termasuk Grindcore. Mengenal nama seperti Nasum, Rotten Sound, Exhumed hingga Nails, Crawled out of the Woodwork to keep the Quality Grind Churning out of Speakers throughout the World ! Setelah Gw mendengar materi Ancaman, Geram, Genocide, Bersimbah Darah, Etc kayaknya sekarang Playlist Rekomendasi Gw tambah dengan nama HUMANURE !, Morbid Grind Bastard Asal Surabaya yang di EP ke-3 ini Menawarkan Sound Orisinil " Swedish Old Death Metal " dalam racikan Blaster Grinding Insanity-nya. Seperti mendengar amukan renyah menggampar muka sekali dengan membayangkan Entombed kembali berjiwa muda untuk mengkomposisi Idealis serta Power-nya lagi lewat Hantaman telak Rotten Sound yang Meliar ! Thrilling Brutality and most Importantly Essential for that Gaping hole in any Grinding Freaks Aggression! ... " Harsh " akan menjadi Materi yang lebih menambah Perfect Karir band sejak 2 EP menempa-nya. Penyusunan Komposisi dengan Sound yang lebih matang dan diperhitungkan telah terjawab dalam durasi total hampir 14 Menitan. meskipun tidak mengusung warna yang Unik dan Menantang, Humanure akan membuktikan Kreatifitas dilalui dalam kerja keras yang selama ini menjadi bagian dari Impian Band. " Harsh " akan membangkitkan Memorability kita akan Era Kejayaan Entombed era " Left Hand Path " dan " Clandestine " yang mendadak meledakkan Blastbeat Grinding Snare destruktif ala Rotten Sound.

Setelah Opening War Intro track " Revelation " pada menit 01:29 langsung disambut dengan Sengatan Liar " Heretic Existence ", Damn! Humanure which Created the whole real Fuckin Swedish Sound! Chance to hear this Fat, Crunchy, Powerful and so Characteristic Guitar tone, very low Tune and Rough. Partisi Bar serta Beat yang teratur perlahan Mengantar seketika Klimaks dengan Gempuran Blastbeat Snare. Karakter Vokalis Wino sangat mengingatkan sekali Gw dengan In The vein L.G.Petrov-nya Entombed. Yeahh, are kind of Unique and Different to the Typical Death Grunts! Aroma Entombed yang kental banget tiba tiba meledak cepat menjadi Rotten Sound. So, dapat banyangkan sendiri bagaimana khan? It sounds Damn Vicious, it is Dark and Aggressive, often fast with lots of Diversity and it has this Classic D-beat. Karakter musikalnya memang tidak sepenuhnya Pure konsep Grindcore, karena sentuhan Old DM hingga D-Beat memang menjadi Akar Komplikasi mencekam aransemennya. " War, Death, Unrest " menggambarkan sekali Mood serta Emosional band dengan pembawaan yang Meluap luap sekali Power-nya. Pukulan Drummer Fadly rupanya bercokol menjadi Mata musik bersama cabikan Riff Distortif Pndx, sementara Vocalis Wino tetap Parau meraung. beat tempo yang menyesuaikan sekali progres Komposisi sepertinya tidak tersusun asal asalan, karena Humanure tetap menyeduhnya dengan Akurat Pesona Death/Grind yang Mengerikan, it Still sounds so Damn Fresh, so Damn Awesome and is still so Influential ! begitu pula menghantam hebat " Victim of the Grind " dengan durasi yang singkat, padat dan cepat. lalu Track yang gw Jagoin " Enslavement " memiliki Karakter Keren pada Part awalnya menjamin Siapa aja yang mendengarnya akan Mengayunkan Kepalanya untuk headbang sejenak dengan Middle Tempo Dramatis Ciamik banget ! Eschewing the Formalism of Death/Thrash and Focusing on a more Raw and Traumatic Experience go Bang your Head ! Salah satu track yang utuh punya durasi lebih diantara lainnya. Menghantam D-Beat tempo ala Amebix atau Disrupt di awal part " Pulverize the Truth ", persepsi kita memang tidak akan terus terkungkung dengan Aransemen yang serba Menggerus, karena Pattern Beat nya tersusun secara dinamis dan tidak membosankan meski kita Replay berulang-ulang. Jangan lewatkan juga " Annihilated to Death " semakin mengajak kita tenggelam pada era Enerjik-nya Entombed sekali rasanya meski beberapa Blastbeat Snare kerap menyiksa telinga. ga terasa karena gw lagi Nostalgic banget dengan Dedengkot Swedish Old DM, track penghabisan " The Hounds / All Out War " harus menyudahi semuanya. Suffuse so much Adrenaline in so much Gloom as well, Cause many of the songs Featured here have Wild Patterns of Ascending and Descending Riffs, Abrupt Transitions, and a General Tendency to not Dwell in one place for too Long.

Meski tidak menampilkan sesuatu yang baru atau Berbeda, Syalut banget atas usaha keras Humanure berhasil menampilkan sekali karakter yang tengah menjadi Kerinduan Sejuta Umat Death Metal untuk berenang kembali dalam pusaran Death Metal era 90-an dengan Karakter Kuat Swedish Sound. Brings us Straight to the Eponymous Pretty much Exactly the Material Production. Pembawaan Emosional dan Skill yang tertata sangat apik menjadi Poin Plus Berikutnya EP " Harsh " menjadi Materi Rekomendasi wajib buat Metalhead yang ingin mencicipi kembali Soul Death Metal diera ke-emasannya. Penggarapan Sound Enjiner Frans di Musical Studio mungkin menjadi salah satu " Dream Come True " band, kemudian memutuskan Menambah Serius Subnoise Production mengemas Profesional untuk package-nya. Like a tracks are the corner Stone of the Classic Swedish Death Metal sound, and are not only Catchy but Extremely Dark and Sinister in both Concept and Music. Especially Mixture Beast old Entombed, Dismember Between Rotten Sound meet in One Grindfucking Ass Direction. THIS IS MORE INTERESTING MORBID CRUELTY FOR YOU !!!













CHECK VIDEO TEASER MADE by LICMEDIA

Add to Cart More Info

Minggu, 15 November 2015

Vision Decay - Perang Mesin Pembantaian CD 2015

 

























Vision Decay - Perang Mesin Pembantaian
Reilived Records CD 2015

01 Jiwa jiwa yang Terbuang 03:06
02 Dendam Darah Pengkhianatan 03:18
03 Lingkaran Hitam Konspirasi Sesat 02:41
04 Doktrinasi Ideologi Radikal 03:08
05 Sabda Dursila 03:19
06 Perang Mesin Pembantaian 03:17
07 Api Abadi Tanah Gaza 04:39
08 Pesta Pora Liar 03:42
09 Jagad Raya Murka 03:02
10 Bakumbakero (Warkop DKI Cover) 03:25

Afdonea - Vocal
Feri - Guitar
Dani - Bass
Yosafat - Drums

Finally ! Setelah sempat tertunda pengerjaan Finishing materi dari Skedul rilisanya, inilah Momen yang paling mereka nantikan sekali dari salah satu Band Potensial asal Tulungagung, Jawa Timur yang Bakal Gw rekomendasikan sekali untuk kalian cicipi sendiri dan Koleksi Masterpiece-nya, Especially for TDM Stuff ! Yess, The Technical Stuff with consistent Sound and Atmosphere also lends itself to a Strong Progressive Element. It can be difficult to tell where one song ends and another begins. There is plenty of Emotional Turmoil to be found along the way, but it seems as if there is a Strong Resolution by the time it is over, And this Really Great Composition ! Menggodok intens selama hampir 5 tahun, memang menjadi perjalanan Serius bagi Vision Decay mampu menampilkan komposisi Aransemen Death Metal yang sangat " Matang ". meskipun ini hanya masih menjadi Debut perdana, segudang skill serta Death Metal Quality menjadi Faktor yang sangat Band perhitungkan sekali ketika menikmati sendiri Invasinya disini. Everything comes Beautifully Crashing down in a Blaze of rapturous conclusion style Riffage and Conviction. Deskripsi Style musikalnya adalah perpaduan Kompleks antara Modern TDM dengan sentuhan Atmospheric Riff Harmonis, Jika Gw pribadi gambarin adalah Pertemuan antara Spawn Of Possession, Necrophagist, Fallujah Serta Psycroptic. unique harmonic riff could identify as leaning on filler, and due to their technicality it's really hard to see them as anything memorable. sejak melalui Evolusi Karir Musikal Band yang berangkat dari Deathcore band hingga memanggil mereka untuk meramu Komposisi yang lebih Menantang lagi seperti terbuktikan real di Album " Perang Mesin Pembantaian ", Embrio Musikal Jahat Sophomore yang akan membuka mata kita akan Potensi tersembunyi dan berbahaya ketika kita sendiri masih terlalu asyik terdoktrin dengan beberapa nama Populer, sehingga kadang terlupa jika Perkembangan Death Metal musik sendiri telah sangat meningkat dengan Pertumbuhan Kalibrasi menggembirakan dari segi Komposisi dan Kualitas. I was really Properly Representing the Skill this band has seemingly Debut Rupturing Mind-Fucking Technicality be held back by it ! didukung dengan Materi sound Kualitas menyakinkan, inilah Debut TDM keren dari Scene Kecil di Jawa Timur yang siap diantisipasi Kegilaannya.

Memulai Pecahnya Harmoni mencengangkan adalah Track instrumental Intro " Jiwa jiwa yang Terbuang ", sambutan Sampling Merdu yang perlahan tergerus pelan dengan Irama distorsi atmosperik menuju posisi Klimaks dengan Beat yang merambat dari tempo standard menjadi cepat cukup memberikan kesimpulan awal pendengar untuk mengenal karakteristik musikal yang bakal mendominasi materi keseluruhannya. which transformed into the Melodic Dominance with the Technically Infused Brutality, dan " Dendam Darah Pengkhianatan " adalah Invasi bengis Pertama menjadi Hidangan Utama-nya seketika. struktur Progres komposisi krusial kayaknya siap menguras konsentrasi elo. Parade Teknikal Riffing dengan karakter yang memukau, Dentuman Drum lincah dan Menyerang hingga penampilan Low growl Agresif seperti telah menciptakan Kekejaman ala Vision Decay. a Outdare Entry Point, with so many guitars flying past that your head may twist of its neck if aren't expecting them. seperti ketika mendengarkan Ekspresi Musik berbicara dalam bahasa Harmonasi, Vision Decay lebih yakin dengan menambahkan Skill yang berani pula. Gaya Riff yang mengingatkan dengan beberapa yang dimainkan oleh Spawn Of Possession, Psycroptic, Necrophagist hingga Atmospheric Riff in the Vein Fallujah sepertinya menjadi komsumsi Indera Dengar yang menyegarkan. apalagi aransemen lebih diperhitungkan dan ternikmati meski beat musik yang ditawarkan adalah serba cepat. Nice Job Brotha ! Prosesi sakral sedemikian Konstruktif Vision Decay susun menjadi Kronologi yang siap menggiring pendengar menuju klimak-nya, dengan urutan tingkat emosional tersendiri, kita seperti sedang merasakan sendiri setiap jengkal Track adalah Nafas musikal-nya. " Lingkaran Hitam Konspirasi Sesat ", Masih menyisakan surprize menyenangkan dengan Kualitas Struktur TDM serba menantang. I hear always been the type of musicians that take the next step to further our skill but collectively and as an entity we strive to convey the jaded sense of growing older into our music. Makin naik tensi-nya " Doktrinasi Ideologi Radikal " semakin terus menawarkan komposisi yang cepat, berat dan Rapat dengan elemen dinamis, sepertinya masih Konsis Band pertahankan sebelum titik darah penghabisannya. which is Pretty Cool Impressive and Athletic Brutality done well. " Sabda Dursila " semakin membuat Fokus Konsentrasi gw kembali dengan tantangan Komposisi menyakinkan banget jika Aransemennya emang So fucking Cool, yess so fucking cool, especially for Deadly Riffing Section. Low Growl yang terkadang diimbangi dengan Middle Scream Insane rasanya makin menambah Kegaharan tersendiri untuk konsep yang teramu, Setiap Lick terus menampilkan respon Sophisticate. Siksaan Beat cepat dan Harmonis tidak berhenti begitu aja, justru semakin memanas aja Kompleksitas-nya ketika " Perang Mesin Pembantaian " Konsentrasi Indera Dengar kita akan dikuras dengan Penampakan Intens komposisi. A Presence Inexplicable starts with a mighty chugging riff reminiscent of a giant stomping on daisies. It then breaks away to a new palm-muted riff that is tighter than a frightened Beheading The Terrorist. sejenak agak tenang dan epik ketika mendengarkan Intro selama 1 menitan sebelum memulai mencicipi kembali Agresi liar. Meski terkadang gw mendengar struktur yang Rumit, namun beberapa kali Mendengar gw mulai dapat mencerna jika komposisi sebenarnya lebih easy Listening lewat penataan Bar & Lick sederhana, dari sini mungkin letak kelebihan Vision Decay mampu memberi efek terapi mencengangkan. " Pesta Pora Liar ", juga secara liar pula Progres riffingnya memasukkan elemen Thrashin yang memorable diantara Style utamanya. Kombinasi Struktur musik semakin menggiring kita menuju orgasme perlahan tak terasa mengantar kita pada menit ke 24, sementara Otak kita masih dipermainkan dengan invasi musikal yang makin menarik. begitu pula dengan " Jagad Raya Murka " yang udah gw denger sebelumnya, ternyata tetap menyimpan Interest awal bagaimana gw dengan sabar menunggu untuk mendengarkan secara keseluruhan materi ini. High quality Musicianship, Technical Guitar, Bass, and Drum work, Competent Growling. It’s one of those rare, Enlightening Experiences ! yang menjadi bagian Unik di menit pamungkas menyelesaikan Materi ini, Vision Decay Meng-cover " Bakumbakero  " nya Legendaris Trio Lawak Warkop DKI dalam Versi TDM tentunya, Kontradiktif sekali ketika gw harus tertantang untuk mengenali Karakter track Legendaris yang pernah dipopulerkan oleh Warkop DKI ini, meski akhirnya Gw cuman dapat mengidentifikasi pada Refrain part nya aja hehehe ...

Overall, Bener-bener Gw sangat menikmati banget hampir setiap Track yang tersusun rapi, rapat dan Cepat dengan Skill bermain cool ini. sebuah tamparan keras untuk kita tidak melupakan begitu saja potensi Daerah yang kurang mengekspos ke Scene lainnya, coz masih banyak sekali terdapat Embrio jahat berbahaya yang siap membuka Mata sekali rasanya jika Movement Musik Cadas Tanah air semakin Komplek dan Menggembirakan sekali. Rampant Experimentation was Commonplace, and the Sheer Technical Prowess of the Musicians in these bands rivaled musicians in any genre. Sebuah Karya yang bagus didukung dengan Kualitas yang tepat layaklah menjadi Masterpiece pilihan yang patut Gw rekomendasikan buat TDM Fans untuk mencoba-nya sendiri. Artwork Kover Karya Dee Artwork menjadi Tambahan Poin plus lagi untuk Masterpiece perdana ini. Khabarnya dirilis secara terbatas sekali untuk saat ini, jadi buat kalian yang tertarik untuk mendapatkannya mesti buruan banget sebelum ilang dari pasaran hehehe ... Sekali lagi yang masih susah Move on dari style bermain Spawn Of Possession, Necrophagist, Fallujah Serta Psycroptic, Gw Rekomendasikan banget untuk mencoba Pesta Musikal Liar Vision Decay ini. " Perang Mesin Pembantaian " is an Album of Unquestionable Quality, Brutality and Complexity. YOU MUST HAVE NOW !!!













CHECK VIDEO TEASER MADE by LICMEDIA

Add to Cart More Info