Kamis, 17 September 2015

Karnak - Asimilasi Dasagatra CD 2015



























Karnak - Asimilasi Dasagatra
Brutal Infection Records CD 2015

01 Fermentasi Jiwa Murni 03:24      
02 Membran Monoteis 04:06      
03 Eksekusi Mati Tuhan 04:39      
04 Anomali Simbolis Dua Tanduk 04:40
05 Asimilasi Dasagatra 06:15      
06 Definisi Heuristik Zat Yang Tak Bertuah 03:37    
07 Membran Monoteis (live version) 04:14    
08 Pasukan Jiwa Terbelakang (Siksakubur Cover) 04:06

Rizkia Al Ghifari - Vocals
Fiqih Chrisnaldi - Guitars
Denny Yurio Andimas - Guitars
Rian Wibowo - Bass
Ichal Tofandi - Drums

When Death Metal More Combines Traditional Middle-Eastern Atmosphere and Definite Rapidity ... Ledakan kekuatan Death Metal Jahat yang tetap menjadi Estimasi Pekat Gelap yang terkomposisi Sangat Dramatis. Pummeling Dark Riffing with more challenging Bestial content where they were at their current musical destination. Presisi Aransemen yang memang sangat begitu diperhitungkan setiap Bar-nya demi Menciptakan Racikan mematikan penuh dengan Kutukan Api Neraka ! and the absolutely massive punishing, I would say that this Material is required listening for the True death metal fan. Mengendap selama 3 Tahun sejak pertama kali dirilis tahun 2012 lalu, membuat Brutal Infection Records masih  terasa sulit untuk Move On bagi Masterpiece debut perdana yang membawa Histori penting bagi Karir awal Label yang telah menjadi Hunian Angker Band-band Death Metal sadis Tanah air. dihadirkan dalam kemasan yang tentu lebih berbeda dari sebelumnya, Inilah Re-Issue Serius & Profesional dari Katalog Pertama Brutal Infection Records ! Momen sangat tepat pula bagi Death Metal Fans merasa ketinggalan dengan Kebuasan Band asal Ciledug, Tangerang yang siap masuk dalam Playlist Wajib kalian. Especially Fans In The Vein Nile, Immolation, Hate Eternal, Vile hingga Suffocation. are more concerned with being brutal and fast than focusing on making their music more special and personified. Brutality is welcome, but they need more spice to separate them from the never ending swarm of velocity and the gruesome !!! Tidak sekedar memainkan Partisi Musikal monoton yang Cepat, KARNAK menambahkan sentuhan warna Saurian yang berperan Mengimbangi Intensitas berat dengan Karakter yang terasa lebih gelap dengan tema Lirik yang terinspirasi oleh Kisah Ghifar pada teologi Nabi Musa serta budaya suku Israel kuno, seperti Kerajaan Yehuda. Ide Brilian memang untuk Mengangkat Tema seperti ini, karena membutuhkan Pengetahuan Panjang tersendiri bagi Musisi Death Metal yang bagi Karnak rasanya terlalu " Out Of Date " tetap kaku membawa tema tentang Darah, Setan, pembunuhan dan Kematian. Severe and Torture Vocals, Appealing Guitar Riffs, Menial bass tune, and Tightly Colossal Drum Beats, telah menjadi Jaminan Awal bahwa materi ini Sangat Menggigit lewat Kutukan Abadi-nya, this adds Slightly to the Sheer Brutality !!!

Epic Akustik Gitar Menjerat pertama dalam " Fermentasi Jiwa Murni " pada hitungan menit ke 01:25 yang kemudian barulah Raungan Vocalis Rizkia Al Ghifari memulai Mantra Saktinya " Invenio Et Accipite, Occidere No Rudimentum ! " dan terjadilah ledakan Hebat gempuran Blastbeat Sadis Nan rapat yang disambut dengan Duet Maut vicious Tremolo Picking lengkap terasa sekali dengan Harmonisai Murni Kuno dari Peradaban Timur tengah seperti sedang Menyulam Kembali Kegelapan dengan Distorsi yang mampu menarik kita dalam Dimensi terasing. Surprise Memang Jika Karakter seperti ini menjadi Tembusan Fresh ditengah Monotisme Death Metal Style yang Cuman " Itu itu " Doang, Karena Karnak Bagi Gw lebih tampil berani dengan Ekplorasi Eksperimen berbeda-nya. seperti tidak mau menitik beratkan pada salah satu peranan, aransemen Karnak terdengar membagi secara teratur antara skill dan Ego menjadi komposisi Tajam dengan rautan penuh darah pada setiap lick-nya. a Furiously Insane Diminished with swift blast beats and blistering double bass domination which is accompanied with more of a rhythmic beat. Mungkin " Membran Monoteis " lah yang secara Detail menjelaskan konsep Utama kemudian pada materi album ini. Intelegensi Teknikal Dark Riffing yang menjadi Perpaduan hebat diantara Gemuruh Rapat Blastbeat drummer Ichal Tofandi seakan lebih menjadi Kekuatan terbesar pada Kedasyatan komposisi-nya. Meski dipenuhi dengan Struktur musik yang cepat, gw masih tetap fokus menikmati setiap Lick, sebab pengemasan sound Karnak masih tetap menyisakan rongga untuk dapat kita mencerna-nya. Penulisan Lirik Kuat Vocalis Rizkia Al Ghifari seperti memberi Hembusan nafas Jahat membangunkan Roh-roh dari dasar Neraka Jahanam, sehingga setiap bait-nya membutuhkan pemahaman tersendiri untuk Gw (mungkin) juga elo pahami tentang apa yang dimaksudkan oleh Rizkia Al Ghifari seperti kalimat " Aku Moses Pembunuh, permusuhan Kepadaku Menjadi Nyata !!! " Egyptian-Sounding Chords gave the listener the Pounding riffs and Aggression that anyone Seeking this style of metal would Naturally Desire. menambahkan elemen relijius dengan Pengajian Ayat Al'quran pada menit 02:43 asli bikin Merinding Bulu Kuduk atmosfirnya. " Eksekusi Mati Tuhan ", Meski membaca Lirik-nya, gw masih belum sepenuhnya menangkap sekali persepsi yang ditulis didalamnya dikarenakan mungkin gw masih terlalu asyik menikmati setiap gempuran hebat beat musik yang terus menjadi Algojo paling Barbarik. Atau jika gw banyak menuliskan tentang semua ini, takut menjadi sesuatu yang akan sulit dicerna apalagi dipahami, Bagi gw Karnak sudah cukup luar biasa membangun Stigma Death Metal tampil lebih Mengesankan ! Warna Komposisi yang lebih susah ditebak Progres-nya selalu memberi Kejutan-kejutan menyengat ketika Mood kita sedang sibuk menyesuaikan diri dengan Indera dengar. Apalagi " Anomali Simbolis Dua Tanduk ", masih terus menampilkan Skill Riffing yang tampil lebih menawan terpadu terus dengan Egyptian-Chords seakan terus menjadi Bencana dan Kutukan Hebat ketika gerbang Neraka terbuka oleh Keserakahan Manusia sendiri, Pukulan demi pukulan Beat Drum yang menjadi Mata Utama Pergerakan Riffing liar terus menghujam. reduced to higher pitched tremolo picking and blast beats being one of the most easily memorable moments music More Than aggressive ! .. seperti sedang sekuat Tenaga, Lebih banyak enerji harus Karnak Curahkan sekali lagi pada Track Destruktif " Asimilasi Dasagatra ", dengan durasi 6 Menit lebih menampilkan peperangan Antara Mood dengan Emosional Karnak sendiri saat mengkomposisi hingga memainkannya, Terdengar sekali jika Pesona Track ini menggambarkan apa yang menjadi pada Lirik yang tertulis secara panjang oleh Rizkia Al Ghifari. Duet Seru Gitaris Denny dan Fiqih mencoba lebih banyak berbicara dengan Dynamic Tremolo Picking serta Solo-solo Ciamik-nya, sementara Drummer Ichal seperti tanpa lelah terus meledakkan Emosi serta Enerji-nya untuk Track Dasyat ini. for those doubting the ability of Karnak to compose interesting, exciting, and listenable music, I'd sincerely point you to this Track as an example of more true quality, This Is straightforward Brutality ! Mungkin setelah Tersiksa teramat Dasyat dengan Komposisi-nya, Karnak Kemudian masih berbaik hati dengan Cooling Down Sejenak dengan Intrumental Track " Definisi Heuristik Zat Yang Tak Bertuah ", Suguhan yang masih kental bernuansa Egyptian tersaji merdu sekaligus mencekam hanya dengan permainan beberapa Akustik Gitar hampir selama 3:37 menit, nihilism with ancient styles of Middle Eastern music. Nah kemudian pada Re-Issue Baru ini, Brutal Infection Records sengaja menambahkan 2 Track sebagai Bonus Track Pembeda sebelumnya, seperti  " Membran Monoteis (live version) ", dengan Kualitas Sound yang lebih Clean lagi (Menurut Gw) meski dipercaya sebagai Versi Live Recording-nya, Kharakter Sound yang dimunculkan lebih " Menendang " dari Versi Sebelumnya. the only difference are the more noticeable Breakdowns snuck into the Fury of Heavy Riffs and Punishing Blast Beats with Hellish vocals. Kemudian Sebagai Penghormatan atas Dedikasi kepada Band Siksakubur yang turut membangun Persepsi Obsesi awal terbentuknya Karnak, pada bagian Akhir " Pasukan Jiwa Terbelakang " dibawakan kembali dalam Versi Karnak tentunya. lebih terasa Mencekam Gelap-nya, apalagi Raungan Style Vocal yang lebih Insane ! dan Ga terasa Setengah jam lebih kita seperti telah terhipnotis dalam Pusaran hebat Gempuran Death Metal dengan Kharakter lebih berani tampil berbeda ! Yess, Inilah yang Mungkin Gw maksudkan sebelumnya dari Ungkapan " Presisi Aransemen yang memang sangat begitu diperhitungkan setiap Bar-nya demi Menciptakan Racikan Musik yang lebih mematikan "

Brutal Infection Records memang tidak akan pernah berhenti untuk terus Mengekplorasi Talenta-talenta mengejutkan dalam Roster lewat Kejutan-nya, dan " Asimilasi Dasagatra " mungkin adalah Catatan Historis Pembakar semangat Awal bagaimana Eksistensi Label menentukan Arah Idealis-nya dapat dengan konsis Mengekpos Band-band Mengerikan Tanah Air sekali lagi demi membuka Mata Dunia, Indonesian Scene Banyak memiliki Band Death Metal Keren ! Pengerjaan Materi yang tidak asal-asalan menjadikan Masterpiece dimasa yang akan datang, Karnak Melibatkan Gitaris Andre Tiranda Of Siksakur bareng Sony Chukong of Bloody Gore (RIP) untuk Melakukan urusan Mixing dan Mastering-nya. Tanpa bermaksud melebih-lebihkan hal yang sebenarnya, " Asimilasi Dasagatra " Adalah Masterpiece Dasyat yang menjadi kekuatan Hebat Death Metal Album rekomendasi Gw bagi kalian yang lebih gila menikmati in The vein Komposisi-nya Nile, Hate Eternal, Immolation hingga Vile. karena apa yang mereka tawarkan disini memang sebuah Kualitas Musikal Death Metal tanpa batas. Meski sempat terjadi Pergantian Formasi dengan Hengkang-nya Drummer Ichal dan Gitaris Denny yang Saat ini sedang bersemangat dengan proyek Abhira-nya, dan Karnak saat ini tengah disibukkan dengan Penggarapan materi album baru yang siap menjanjikan Kejahatan Metal baru dimasa yang akan Datang serta Menyiapkan Skedul Perform dibeberapa Event. a Unique Death Metal band and one that isnt doomed to fall into the Realm of Tedium which seems to be the fate which Befalls Most Death Metal bands that are still around today. Relentless, Crushing, Punishing and Brutal is all that could be said about KARNAK. A well Worth album to own in any Self-Respecting Death Metal Awesome !!!







CHECK VIDEO TEASER

Add to Cart More Info

Determination - Promo 2015



























Determination - Promo 2015
Fetish of Flesh Records CD-R 2015

01 Intro 01:13     
02 Meraga Dalam Bayangan 05:05     
03 Alam Mimpi yang Hilang 04:31     
04 Outro 02:42

Thina Whoot - Vocals
Haslinda - Growl
Dendi - Piano, Strings
Niya - Bass
Effendy Ars - Guitars, Drum programming

Lama juga Telinga Gw tidak mendengar lantunan Genre Gothic Metal setelah hampir tiap hari di Bombardir dengan Death Metal Genre hehehe ... Memang melihat perkembangan Scene Tanah air masih begitu didominasi genre Cadas nan Cepat dan Berat, kehadiran Irama Metal penyentuh Hati seperti ini tidak terasa geliat-nya, meski sempat jadi Booming Genre di tahun 2005 an. Well, sepertinya tinggalkan sejenak dulu Mendengar materi yang Berat-berat nih setelah gw dapet rekaman Promo pertama Gothic Metal asal Sungai Guntung, Riau, DETERMINATION. dengan Karakter Musikal yang lebih Khas Style-nya dengan Kebanyakan Band-band Gothic Metal tanah air seperti Total Tragedy, Anueta serta lainnya, Namun tentu masih ada sesuatu yang " Menarik " dari Determination untuk Gw Tulis disini. Menjadi Debut pertama bagi band Bentukan 2011 lalu sebagai band Side Project Seorang Effendy Ars bersama anak Didik yang kebanyakan Cewek hehehe. Kristalisasi Keringat seni hingga akhirnya Promo 2015 ini dapat dilepaskan sebagai Bukti Eksistensi mereka tidak-lah maen-maen. Sebelumnya, meski gw tidak terlalu paham betul dengan Istilah pada dunia musik secara teori atau Formal, mungkin ungkapan yang gw tulis setidaknya masih bisa terbaca, semoga :) dan Ketika menerima Promo ini, buruan aja Gw play untuk Menikmati progres Musikal Determination yang proses mixing serta Mastering-nya dikerjakan Oleh Abadi Erlangga-nya Band Rusuah yang sudah punya Kredit Bagus discene tanah air. dimulai dengan sebuah Intro yang rasanya makin nambah penasaran sebelum mencicipi hidangan utama " Alam Mimpi yang Hilang ", Track yang telah dipersiapkan secara matang sejak Determination terbentuk, dengan Pukulan Drum konstan memulai pada Part awal-nya gw Udah merasakan Sound musikal yang menarik dengan typical Musik lebih mengingatkan kembali dengan Era Awal Within Temptation, Tristania hingga The Sins Of Thy Beloved terlihat dari Blocking Ryhym serta Balutan Piano string-nya yang kemudian Lantunan Female Vocal coba larut dalam pusaran Harmonisasi Riff yang terasa Gelap dan Depresif, are reliant on drawing emotions from their audience, a very large hole in their appeal has been created. dan Gw menangkap Typical Female Vocal Thina Whoot yang terdengar masih Polos sering lepas dari Draft Pattern Harmonisasi, sehingga Pada akhirnya Sedikit terdengar beberapa kali " lepas " dari line Pattern vokal, terlalu meresapi tempo yang ada mungkin kadang membuat Karakter vokal-nya menjadi terdengar polos selain hanya melantunkan Lini Vokal yang monoton, memperhatikan kemudian Raungan Growl Female Haslinda juga masih kurang mendapat Polesan dan terkesan Datar. Mungkin jika Ke-2 Female vokal lebih berani bereksplorasi dengan Pattern Vokal dan tidak larut terus dengan tempo Instrumen laennya, jelas jadi tantangan berbeda yang Berarti lagi. sementara Gw mendengar untuk Karakter Musik-nya sudah dapat menempati Porsi sesuai pattern-nya serta lebih terasa " Megah ". and the songs seem to drone on and on solely for the purpose of allowing the Guitar Rythym to ruin them completely. Kemudian Track " Meraga dalam Bayangan ", Masih gw mendengarkan Pattern Vokal Thina Whoot Rada " Kurang " dapat menyatu dengan Harmonisasi Instrumen, apalagi ketika memasuki Refrain, jelas disitu lebih akan terasa-nya. Mungkin sedikit masukan Juga ketika Solo Gitar, pada part-part belakang-nya mesti mendapat perhatian lagi dengan struktur nada-nya terasa " Kurang " Match. Memang bagi Gw, secara Komposisi musikal sudah terasa Maksimal, namun Determination Masih harus lebih banyak memoles Kekuatan Sesi Vokal lebih kuat tanpa harus takut untuk banyak Berekplorasi juga beberapa solo Gitar. Menawarkan Keheningan dan Kepedihan yang semakin Mencekam, Promo ini siap menjadi teman nyantai Malam Menjelang tidur tanpa distorsi sound yang terasa mengiris dan keep Headbang. Well pastinya untuk yang akan datang, Siap-siap banget aja Gw mendengar Kejutan baru Determination berangkat lebih mengejutkan dari promo ini, Gw Yakin ! The atmosphere created is always interesting, but the metal elements are never missing from the action and It all blends together very nicely comes across as a bit more driving and methodical.






CHECK VIDEO TEASER By LICMEDIA

Add to Cart More Info

Cradle Of Filth - Hammer Of The Witches CD 2015



























Cradle Of Filth - Hammer Of The Witches
Nuclear Blast Records CD 2015
http://www.cradleoffilth.com
http://www.facebook.com/cradleoffilth
http://twitter.com/CradleofFilth
http://www.youtube.com/user/cradleoffilthtv

01 Walpurgis Eve 01:29    
02 Yours Immortally… 06:00    
03 Enshrined in Crematoria 05:46    
04 Deflowering the Maidenhead, Displeasuring the Goddess 06:56    
05 Blackest Magick in Practice 06:50      
06 The Monstrous Sabbat (Summoning the Coven) 01:51    
07 Hammer of the Witches 06:28    
08 Right Wing of the Garden Triptych 05:54    
09 The Vampyre at My Side 05:45    
10 Onward Christian Soldiers 06:59      
11 Blooding the Hounds of Hell 02:10


Dani Filth - Vocals
Lindsay Schoolcraft - Female Vocals, Harp
Marek "Ashok" Smerda - Guitars
Richard Shaw - Guitars
Daniel Firth - Bass
Martin "Marthus" Skaroupka - Drums, Keyboards


Hampir Lebih dari 25 Tahun Eksistensi UK Extreme Gothic Metal Populer Cradle Of Filth (COF) menggeliat sejak band terbentuk tahun 1991 menjadi populer dengan Kharakter Pro dan Kontra-nya, yang jelas COF telah mampu menunjukkan diri sebagai Band yang sukses meski sampai hari ini hanya menyisakan frontman Orisinil/Vocalis cerdas Dani Filth berdiri digarda terdepan bukan menjadi sesuatu yang omong kosong. This British metal band have been one of the most controversial groups that UK could have contributed to the metal scene. Gw Sebagai Salah satu Fans Artistikal musik mereka sejak album " The Principle of Evil Made Flesh " Tahun 1994 masih mengenal COF sebagai band yang paling cerdas dalam mempertahankan Idealisme untuk masih tampil Excellent dalam segala hal. Bongkar pasang yang terjadi memang menjadi sesuatu yang amat disayangkan dalam perjalanan sebuah band, namun beruntung sebagai seorang Frontman utuh, Dani Filth tetap mampu mempertahankan apa yang menjadi " Konsep " dramatis, dan ini mungkin adalah Formasi kesekian kali-nya COF harus mengalami Perubahan Signifikan. Masuknya 2 Gitaris baru, Rich Shaw (dari band Heavy Metal NG26) dan Marek " Ashok " Smerda yang berkebangsaan asli Czech Republic (dari band Epic Heavy/Black Metal, Root dan Progressive Metal Equirhodont) adalah langkah sukses paling Berani Dani Filth menjatuhkan pilihannya perlahan mampu mempertahankan Warna COF serta masuknya Female Vocalis Lindsay " Schoolcraft " Matheson, female member berkebangsaan Canada yang punya pengalaman panjang ngeband dibeberapa band (Daedalean Complex, Karmaflow, Schoolcraft, ex-Mary and the Black Lamb), sementara Dani masih mempertahankan Bassis Daniel Firth dan Drummer Martin "Marthus" Skaroupka. Masih mempercayakan sepenuhnya penggarapan Materi ini kepada Produser dan Enjiner Scott Atkins sejak Era Album " Darkly, Darkly, Venus Aversa ", COF yakin tetap membawa Sukses Masterpiece, "Hammer of the Witches" delivers a heavy, aggressive, and explosive pack of songs into a single hour. Now just because it is heavy, aggressive, and explosive maintain a presence that is all too evident to the metal scene ! Sejak melepas Teaser Track " Enshrined in Crematoria ", seperti biasa sebagai Fans album2 COF menjadi sesuatu yang ga sabaran untuk mendengarkan terus Top Notch Materi penuh-nya, materi yang sudah gw prediksi sekilas masih menjadi Perjalanan Penuh dari sebelumnya, " The Manticore and Other Horrors, Midnight in the Labyrinth, Darkly, Darkly, Venus Aversa " dan lainnya. Dani Filth masih menjadi Musisi yang Serius dengan Karir-nya bareng COF. Die-hard fans may have not trouble digesting this heavy-hammered album all at once, but if you slowly taste what you're served you'll see that the witches did indeed come back with a vengeance.

Ada banyak pertanyaan memang tentang materi ini sebelumnya, apakah ada pergeseran yang signifikan terjadi, namun kayaknya gw masih yakin COF bakal tetap membawa kejutannya, dimulai dengan Intro " Walpurgis Eve ", rasa penasaran kita akan tertahan selama 1:29 dengan permainan Violin Alexey Aslamas dan Cimbalom-nya Dalibor Strunc yang di Konduktori oleh Milos Makovsky, tetap menjadi Warna Khas COF seperti dimateri sebelumnya. " Yours Immortally… " barulah kemudian menghajar seketika dengan Pukulan Beat yang cepat dan Gelap ! Some parts of the song had a clear sound dedicated mostly to the twin guitars but other than that it's mostly Marthus' overpowering blast beats, guitars playing freely, and some background symphonies that added to the chaos ! mungkin inilah salah satu alasan Dani masih mempertahankan Performa Drummer Marthus sejak bergabung tahun 2006, Drummer Plontos berwarganegara asli Czech Republic tetap Powerfull dengan Skill Dinamis-nya. Kemudian Suguhan Melodic Dark Riffing Marek "Ashok" Smerda dan Richard Shaw tetap menjadi Kombinasi yang penuh perhitungan melahirkan Komposisi COF tetep Excellent, delivers some great riffs that really represent ! layaknya membuka Pintu Neraka Kegelapan, track " Yours Immortally… " tepat sekali menjadi Opening Epik Hitam ini. " Enshrined in Crematoria " tentu bukan hisapan jempol untuk kemudian COF mengenalkan pertama kali Track yang menjadi Induk penggambaran materi album baru ini. Masih menyimak Ramah sekali Multiple Vokal Dani yang tetap cerdas menulis lirik tentang Mitologi serta Dongeng Horror untuk lebih menjadi terasa " Survive " diantara Komposisi-nya. Nice Track with Epic Melodic Harmonization. dilanjut dengan " Deflowering the Maidenhead, Displeasuring the Goddess ", Warna yang sedikit banyak membentuk Atmospheric Style pada part awalnya serta untuk beberapa Fast Part-nya, Masih terselip Beat-beat Indah nan Panas yang siap terus membakar secara epik sebagai pembentukan karakter Horor. There’s more seething tremolo blasts and melodic, dancing, and menacing-but-erotic harmonies at play. kemudian pada " Blackest Magick in Practice ", Beat Headbang yang Erotis dengan Balutan Metallic Riff yang Konsen dengan Warna Melodius lebih banyak menyita konsentrasi dengan memorable Part-nya. Sedikit meredakan suasana yang Memanas hadirlah Instrumen Track " The Monstrous Sabbat (Summoning the Coven) " selama hampir 2 menit yang mencekam suasana sebelum " Hammer of the Witches " menghantam kembali dengan Simponi Beat yang Megah, the symphonics add that necessary dramatic autumnal chill and Dani’s vocals sound more spirited and full organic and insidious within the main musical focus, Yeahh !!! nah disini gw baru mendengar Spoken Female dari Lindsay Schoolcraft yang nyaris kurang menunjukkan Perannya di Album ini. Lalu " Right Wing of the Garden Triptych " gw merasa mendengarkan kembali Materi era " The Principle of Evil Made Flesh " terkhusus pada Track " To Eve the Art of Witchcraft ", memang secara ga sadar kita disini kerap diajak Flashback dengan beberapa Konsep materi awal COF. " The Vampyre at My Side " terus menuangkan Ide-ide Brilian dalam Mengkomposisi Elemen Symphonic dengan Sentuhan Kuat Extreme Gothic Black Metal-nya, ini yang menjadi Bagian paling menonjol membuat Gw juga Fans begitu menikmati Aransemen COF sejak awal, Persis Juga pada " Onward Christian Soldiers ", tiada Ide yang tak terkombinasi dengan Indah bagi COF lewat Karakter Simfoni dinamis. dan " Blooding the Hounds of Hell " menjadi Closing Track yang sesuai dengan Skema Serial tetap Match melebur dalam sebuah Ilustrasi sisi gelap Kehidupan Manusia dengan Setan. Still dominated the creative ends newfound musical renaissance period, It’s a personal journey more than anything, with singular levels of revival and subsequent appreciation for the works to come based on that one person’s take on things.

Selalu Ada Sisi Epik dan gelap pada perjalanan Musikal COF sejak awal hingga sekarang, terbukti dengan Aransemen lagu yang memang serius dilakukan menjadi salah satu Idealisme. Jauh dari Kesan Monoton, tetap memberikan Suguhan Ritme Melodius siap dinikmati kapan saja kalian menikmati Mood Hidup ini bagaimana, simple Aspect untuk menikmati segala Sajian tidak selalu mengikuti emosional diri. Pengemasan Produksi Skill, lirik hingga sound, COF Masih yang terbaik disini menjadi sebuah Konseptual seorang Dani Filth tetap mengedepankan Sebuah " Art " diatas segalanya. Meski tidak ada kejutan yang meluap, Lagi lagi " Hammer Of The Witches " tetap menjadi playlist berkualitas di tahun 2015. Extremely Aggressive Symphonic Black metal with Overwhelmingly Gothic overtones and a Heightened sense of melody you just plain don't get from a lot of other black metal bands, Yeachhh ... is absolutely a return to form for COF, who fused their modern, more streamlined sensibilities with the savage Symphonic Black Metal of yesteryear.








Add to Cart More Info

VA. Metal Massacre Vol. I CD 1982



























VA. Metal Massacre Vol. I
Metal Blade Records 1982

01 Steeler - Cold Day in Hell 4:17
02 Bitch - Live for the Whip 5:19
03 Malice - Captive of Light 3:21
04 Ratt - Tell the World 3:16
05 Avatar - Octave (instrumental) 3:48
06 Cirith Ungol - Death of the Sun 3:56
07 Demon Flight - Dead of the Night 2:35
08 Pandemonium - Fighting Backwards 3:44
09 Malice - Kick You Down 4:28
10 Mettallica - Hit the Lights 4:25


Genap Berusia 33 Tahun Sudah Kompilasi paling legendaris bagi Fans Musik Cadas Heavy Metal yang menjadi album kompilasi Besutan Pertama awal dari Founder Label Brian Slagel dengan Metal Blade Records-nya, saat dimana Brian menemukan Talenta-talenta awal yang sekarang telah menjadi Top Legendaris Heavy Metal Legends. Well, siapa yang ga kenal METALLICA, RATT, MALICE, CIRITH UNGOL, MALICE, DEMON FLIGHT, PANDEMONIUM, BITCH ??? ... Gw saranin elo Segera Pensiun Jadi Metalhead aja kalo sampe ga tau hehehe ... Meski diantaranya telah menjadi Sosok Legendaris yang tinggal Kenangan, tapi diantaranya juga masih Berjaya untuk Melegenda, Tau sendiri sapa aja :) . Bisa bayangkan aja kalo Brian Slagel tidak Menemukan talenta-talenta ini untuk di kumpulin Jadi Album Kompilasi Seri yang terkenal sebagai " Shedding Light " yang kemudian melahirkan nama-nama lain pada seri berikut-nya seperti  SLAYER, THE OBSESSED, TROUBLE, TRAUMA, OVERKILL, METAL CHURCH, VIRGIN STEELE, HELLHAMMER, VOIVOD, ARMORED SAINT, LIZZY BORDEN, POSSESSED, FATES WARNING, NASTY SAVAGE, DARK ANGEL, FLOATSAM AND JETSAM, etc. Memang Kompilasi Unsigned Band ini digagas Brian sudah sejak Tahun 1981 telah memasuki Seri Terakhirnya Ke-8 Pada Tahun 2006 yang menjadi Seri Berbeda dari sebelumnya, karena memang lebih banyak dihuni oleh Band2 Rilisan Metal Blade Records. dan menjadi paling Sangat Fenomenal pada Seri pertama ini adalah Nilai Empiris dalam Perkembangan Musik Metal pastinya dan telah 3 Kali Mengalami Pressing Release. Pada Versi Pertama-nya menjadi Number kompilasi Pertama Katalog Metal Blade Records (MBR 1001), untik Pressing Ke-2nya dirilis oleh Metalworks Records (MW 6363) juga pada Tahun 1982, namun ada yang berbeda pada Track Pertamanya " Cold Day in Hell " milik Steeler digantikan oleh Black 'n Blue's " Chains Around Heaven " kemudian pada " Hit the Lights " Metallica menggunakan Rekaman Versi Ke-2 dengan James Hetfield pada Vocal/Guitar dan Dave Mustaine Pada Lead Guitar menggantikan Lloyd Grant sebagai Versi Resmi pertama METALLICA ketika Dave Mustaine fokus posisi ke Lead Guitar (Yupz, pada Pressing Pertama METALLICA masih direkam dengan Vokal Dave Mustaine dan menggunakan nama " METTALLICA " .ed). dan pada beberapa Pernyataan resminya, James Hetfield merasa tidak puasa banget dengan Versi Asli rekaman ini. Kemudian pada Pressing Ke-3 Gantian " Tell the World " nya RATT yang dihilangkan, tapi pada Re-issue Tahun 1984 ada kembali. Memorable sekali ketika kita diajak Nostalgia dengan "Vintage" Sound serta Skill pada era itu, Siapapun yang pasti tidak akan cepat melupakannya bahkan Tetap " Hidup " meski telah Melalui 33 Tahun ini. This is the first recorded appearance of the infamous foursome, and their immense mainstream success has managed to keep this from disappearing into obscurity AND One of the unfortunate traits that these bands learned from their English counterparts is the shrill, high-pitched singing style that was popular in metal at the time !

STEELER
" Cold Day in Hell " menjadi Single Pertama Band Heavy metal Asli Nashville, TN, Amrik bentukan Vocalis/Gitar Ron Keel, STEELER sendiri memang kemudian disebut sebagai Salah Satu Pelopor Penting lahirnya Shred Guitar ! Ron Keel yang tahun 1984 pernah menjadi Vokalis BLACK SABBATH setelah lolos mengirimkan rekaman kaset melalui Audisi, STEELER juga melahirkan Musisi Kaliber seperti YNGWIE J. MALMSTEEN yang ikutan rekaman dialbum Pertama " Steeler " tahun 1983 via Shrapnel Records sebelum akhirnya membentuk ALCATRAZZ dan memutuskan bersolo Karir yang sukses secara Komersial. album Pertama " Steeler " menjadi Tonggak sejarah tak terlupakan memang bagi band untuk menjadi Rekaman Penuh pertama dan terakhir kalinya.

BITCH
Terinspirasi awal oleh Aksi Teatrikal Menarik dari ALICE COOPER, Los Angeles Heavy Metal dengan Female Fronted Betsy Bitch bentukan tahun 1980 terkenal membawa Lirik Berbau Sadomasokisme, BITCH kemudian menjadi Band pertama yang bergabung dalam roster Metal Blade Records. Jauh sebelum Doro Pesch Ngetop, Betsy Bitch lebih dulu Kesohor dengan Kontroversi-nya. Setelah sempat resmi membubarkan diri tahun 1988 ternyata tidak terbukti ketika tahun 1989 BITCH is Back !, a time when the most fundamental metal music was all we hoped for to get us through a swelter Saturday night.

MALICE
Band Amrik yang lebih banyak dipengaruhi oleh Typical Heavy Metal Eropa seperti JUDAS PRIEST, hal itu terpampang pada Karakter vocalis James Neal yang disamakan dengan Rob Halford kemudian Gitaris Jay Reynolds dengan Glen Tipton juga K.K. Downing. Meski demikian Jay Reynolds bukan sosok Gitaris biasa, Tahun 1987 pernah Menjadi Gitaris di MEGADETH kemudian juga mengisi formasi album METAL CHURCH di " The Weight of the World " dan " A Light in the Dark ". kini Jay sendiri menjadi satu satunya Member orisinil dalam tubuh MALICE dengan album terakhir " New Breed of Godz " Tahun 2012, masih membuktikan Eksistensi mereka tidak pernah mati sejak terbentuk Tahun 1980.

RATT
Americal Hardrock yang terhitung sangat sukses tahun 1980 dengan menyabet penjualan Album terbaik yang mengantarkan mereka kepada Penghargaan Gold Hingga Platinum. dengan menggamit perpaduan Musikal ala AEOSROMITH, SWEET, VAN HALEN, LED ZEPPELIN, ROLLING STONES, BLACK SABBATH, SCORPIONS, KISS dengan NWOBHM ala IRON MAIDEN serta JUDAS PRIEST. yang lalu kemudian sentuhan Blues Rock-nya, mengantar RATT menjadi Band Glam Rock Pertama dari California pada awal tahun 1980an.

CIRITH UNGOL
Heavy/Doom Metal Tertua dari California, terbentuk sejak Tahun 1972 dengan Lirik bertema Fantasi ala " The Lord of the Rings ". setelah melahirkan album terakhir " Paradise Lost " tahun 1991 yang 1 tahun kemudian CIRITH UNGOL membubarkan diri dan Tak pernah kembali.

DEMON FLIGHT
Heavy Metal proyek 3 Musisi Studio di Los Angeles : Rick Gerard (bass/vocals), H. Michael Osuna (guitars) dan Francis White (drums). Tidak seperti kebanyakan Band fledgling metal band di Amrik, Band ini lebih banyak terpengaruh pada Sound-nya NWOBHM scene. dan Album Pertama dan Terakhir " Flight of the Demon " Tahun 1982 menjadi bukti juga DEMON FLIGHT adalah diantara 1 band pertama yang di Katrol reputasi-nya oleh Brian Slagel Metal Blade Records.

PANDEMONIUM
Alaska Heavy Metal menyajikan " Fighting Backwards " dari Demo Pertama " Demon Demo " untuk Kompilasi Metal Massacre pertama ini. Band yang digawangi 3 Bersaudara Resch Pernah juga Menampilkan Drummer Glenn Holland untuk Album pertama mereka " Heavy Metal Soldiers " Tahun 1983, yang tahun 1987 Glen sempat bermain untuk W.A.S.P. dan setelah album Terakhir " The Kill " Tahun 1988, PANDEMONIUM tidak Menunjukkan eksistensi-nya lagi sampai dengan Kematian Frontman Vocalis Chris Resch pada tahun 2007.

METALLICA
Yaa ... pada awal Penulisan nama di Kompilasi ini adalah " Mettallica " bukan " Metallica ", Entah karena Salah Ketik atau Gimana, METALLICA Adalah Talenta Paling Sukses yang pernah ditemukan Brian Slagel meski pada Ending-nya Metal Blade Records tidak pernah merilis album-nya, METALLICA Akhirnya merapat ke Megaforce Records untuk perilisan Album legendaris pertama " Kill 'Em All " (Yang awalnya berjudul " Metal Up Your Ass ", karena menurut label tidak membawa nilai menjual, Akhirnya Menyisakan Artwork sebagai Histori Asli Album yang sangat dikenal " Kill 'Em All " .ed). Pada Versi pertama " Hit the Lights " ini kita masih Lead Guitar yang diisi oleh Lloyd Grant juga mendengar permainan Bassis asli, Ron McGovney sementara di Booklet Cover demo menulis nama Cliff Burton. kemudian Metallica Merekam Kembali versi Ke-2nya dan dimasukkan dalam Demo Klasik pertama " No Life 'til Leather " yang juga mengundang Kontroversi mengenai " Bentuk " Asli Cover. alasan Kualitas Track Asli pertamanya sangat Buruk karena direkam dengan Peralatan rekam 4 Track milik Lloyd Grant diapartemennya, kemudian Fans membentuk Opini sendiri lainnya, Mungkin kalian bisa mendengar versi Pertama " Hit the Lights " di Metal Massacre Vol. I untuk Opini-nya.







Add to Cart More Info

Senin, 07 September 2015

TON - Bow Down To Extinction CD 2015



























TON - Bow Down To Extinction
Ossuary Industries CD 2015
https://www.facebook.com/tonohio
http://www.tonohio.bandcamp.com

01 Severed 03:58
02 Condemnation 03:56
03 Burned To The Truth 04:05
04 Propaganda Machine 05:01
05 The Flood 04:13
06 Self Indulgence 03:32
07 The Patriot 04:01
08 Oblivion 03:35


Jeff Shepler - Bass, Vocals
Dan Gates - Guitars, Vocals
Kevin Kraft - Drums, Vocals


Guitar playing leading or falling behind, churning, grinding, the bass taking the initiative, Pulsing, Gurgling, and the drums sound like they are either trying to play catch-up or run far ahead, Well three excellent musicians Are Back Equals 666 Pounds of Mayhem each now !!! ... Memang sudah sejak lama banget Band Asli Canton, Ohio, Amrik ini mengusik Ingatan memori Gw dengan Kombinasi Permainan Death/Grind sinting-nya. Band yang lebih pertama mengenalkan Gw dengan Typical Multiple Vokill sejak mendengarkan materi 4 Demo lawasnya " What Is Heavy?, Crushing Design, Point of View dan Blind Follower " yang klimaks-nya Gw dibaptis menjadi Fans band dengan nama Simple serta Unik TON ketika mereka mengemas 2 demo kaset Independen terbaik-nya menjadi 1 Album Kompilasi " Blind Follower / Point of View " Tahun 1998 via Pathos Productions dalam 2000 Kopi yang menggambarkan memang jika Album ini seperti bermuatan Musikal Extra Cadas 2000 pounds !!! dan Untuk pertama kalinya juga Gw memang disuguhi dengan Komposisi Death Metal yang lebih gila lagi. Komposisi Musik yang Kompleks dengan Pattern Vokal multiple saling mengisi menjadi Pemandangan mengerikan memang saat mengenalnya. And I so believe TON are firmly in the tradition of that great band !!! kemudian cuman selang 1 tahun saja, TON Berhasil memuntahkan Full Album pertamanya " Plague " via United Guttural Records, Album pertama TON dengan Formasi Trio tanpa Kehadiran Paul Bennet sekaligus menjadi Rekaman Terakhir yang terdokumentasi, karena diketahui kemudian band ini kemudian Mem-vakumkan diri dalam waktu yang tidak ditentukan terbukti Nama TON seperti Hilang ditelan bumi. masih terbesit Jelas memang, sejak membuat Gw Jatuh cinta dengan " Blind Follower / Point of View ", Debut " Plague " membawa sedikit " perubahan " secara Konsep, " Plague " banyak mengerahkan Partisi Musik yang cepat dan Menghantam dengan Teknik-teknik yang mengejutkan, Meski lebih mudah dicerna, Gw masih belum bisa Move On dengan Materi " Blind Follower / Point of View " sekali. dan terhitung Sejak tahun 1999, inilah Kali pertama untuk Karir TON kembali Serius Membantai Fans-nya setelah tertidur selama hampir 16 Tahun lamanya, sejak TON digagas kembali tahun 2008, Tanggal 12 Juni 2015 menjadi Catatan Sejarah Karir Baru TON dengan " Bow Down To Extinction " yang mereka percayakan kepada Ossuary Industries untuk menggarapnya. inevitable collapse was to metamorphose again and again, becoming always more complex, more technical, more self-referential Are Coming !!!

Track " Severed " sudah beberapa waktu sebelumnya dikenalkan secara Streaming akhirnya menjawab Penantian Panjang Gw serta TON fans kembali mendengarkan Ereksi Kuat Kembali-nya Trio Barbar TON ! masih lengkap formasi-nya seperti era " Plague ", segudang kejutan bakal tersajikan biadab disini, well segera saja kita akhiri rasa penasaran ini dengan " Severed ", rupanya Semangat Gila mereka mengkomposisi Materi yang kompleks dan teratur menjadi Amunisi matang tersimpan sejak kembalinya TON. Aransemen yang lebih menggambarkan Suasana yang Chaotic dengan Mood yang meledak-ledak lagi. Mungkin akan sangat sulit bagi TON dapat mengkombinasikan karakter mematikan era " Blind Follower / Point of View " tanpa kehadiran Paul Bennet, Materi baru ini memang lebih tercium aroma era " Plague " banget memang. Intensitas Power musik yang masih seberat Ribuan Pound tetap menjadi Bobot Musikal Pembunuh-nya. Pummeling Riff Konvensional memang tidak dapat ditebak progres Lick maupun Bar-nya, seperti memainkan Aransemen yang Spontan Berdasarkan Feeling tatapan Mata untuk melakukan pembantaian. Dominasi Struktur Beat yang cepat dan Kompleks dengan Pattern Multiple Vokal saling mengisi masih segar terasa sebagai Konsep " Unik " TON sejak band terbentuk tahun 1993. Skill permainan Drummer Kevin Kraft tetap Clicked banget dengan Riffing Dan Gates. their songs were labyrinths of cruel riffing, all thorns and barbs and fragments of tossing melodic fragments, a veritable whirlwind of shards, cymbal crashes, and muted downstrokes. Meski deru terjangan Hebat Tempo yang cepat, beberapa kali kita dibuat Headbang dengan Slam Groovy Beatempo ajojing, sehingga ada Rasa " Tersendiri " memang jika saat ini Dominasi Booming Blastbeat Band terlalu menjadi Mimpi Buruk yang Membosankan, TON Hadir tetap membawa Era Kejayaannya sekali. " Condemnation ", Struktur Riff Pummeling downstrokes yang terdengar lebih rumit adalah salah satu Kharakter Band yang melekat kuat bagi kalian yang masih terhipnotis dengan materi " Blind Follower / Point of View " pokoknya. Pola Musik yang tidak beraturan namun masih terkonsep rapi menjadi Sebuah Harmonisasi yang sama sekali tidak terfikirkan banget di Otak kita saat mendengar-nya, sekilas kita seperti mendengar Deru Hebat Musik yang cepat, namun setelah itulah ada Tantangan tersendiri, jika kita begitu menikmati-nya, komposisi yang TON tawarkan itu adalah sesuatu yang Menampar, Yeahh ... Some sections are simply inspired !!! ... Tarian lebih Liar semakin membakar Adrenalin Skill kemudian pada Track " Burned To The Truth ", Lagi-lagi Komposisi sebelumnya dikembangkan menjadi semakin Menendang sekali aransemennya. riffs are begun, spun about, changed, variations are spat out only to sink back, screaming, into the main melodies, rhythms erect themselves, collapse, change shape, combine into new forms, and this band marches on, swirling, pointing, and lurching attack ! " Propaganda Machine " dimulai dengan Bass section Jeff Shepler dan Drummer Kevin Kraft yang lebih Free Styled dan disusul dengan Pummeling Roll on Riff Dan Gates yang leading falling behind mencerca dengan Tajam Lick-nya. beberapa Downtempo yang semakin asyik ternikmati Pada 1 menit pertama. Meski Ketukan yang Simple Catchy namun tidak serta merta banget kalian bisa Mencerna Progress Liar Riff Gitar yang seperti-nya terus dimainkan dengan Downstrokes, Track yang Begitu menyita Perhatian Gw sejenak Lebih menikmati Sajian Nakal TON. seperti Air Bah yang menyerang, " The Flood " pembawaannya kembali meledak setelah sejenak Agak Cooling Down. Sebagai Vocalis Utama, Jeff Shepler dengan Low Growl-nya terus memimpin Pattern Multiple-nya mampu mengendalikan sambutan Vokal lainnya (Dan Gates lebih ke Low Grunted sedangkan Kevin Kraft Ke Middle Growlscream .Ed) seperti pada " Propaganda Machine ", Jeff memainkan kembali Part awal-nya dengan Betotan Bass untuk " Self Indulgence " yang disambung dengan Chaotic Part Kompleks-nya. all whirring, clashing, spinning, crushing guitar work, an overdose of bruising bass additions, and some seriously schizophrenic stop-and-start blasting skin play, this is easily one of the most impressive death metal albums I have heard lately rising from the underground, and it impressed me all the more as I hadn't heard of this band before at all. " The Patriot " tetap tidak menyisakan Breakcoolingdown, gempuran Harmonisasi yang menyiksa dan terus menyiksa kayaknya menjadi Pemandangan yang terys mengerikan hingga pada Klimaks Track " Oblivion " telah menyelesaikan Siksaan Sempurna untuk Membuat Punah sebuah Populasi. The sophomore is a tense, explosive manifestation which follows rather closely in the footsteps of its predecessor, while upping the level of sheer speed and discord woven through the puerile battery.

Overall, Secara Keseluruhan TON Masih menampilkan Progres Permainan yang lebih matang sejak tanpa Paul Bennet Era " Plague ", ya Meski jangan terlalu berharap banyak kalian akan lebih mendengarkan Materi era " Blind Follower / Point of View ", ada banyak kejutan Sensitif memang sejak " Plague ", nah menyambung Kekejaman yang belum terselesaikan, nampaknya " Bow Down To Extinction " siap Menjadi Part ke-2 dari " Plague " yang lebih Menghancurkan lagi ! Aransemen dan Komposisi semua Track-nya masih Kental banget dengan Kegilaan awal TON yang tetap terjaga. Sehingga sekali lagi Gw Rekomendasikan kembali sebelum mendengar Materi ini, Kalian harus lebih Openminded dengan perkembangan Death Metal cepat yang Kompleks. Secara Kualitas Materi " Bow Down To Extinction " Tetap Awesome dengan Intensitas yang lebih Menggilas. Hasil garapan Troy Shaffer di Sounds Like A Plan Studio yang ending-nya di Mixing & Mastering di Tsun Tsun Productions menciptakan Masterpiece sejak kembali-nya TON menumpahkan Amarah Baru. Sementara Artwork serta Layout Cover-nya dikerjakan oleh Seniman dan Ilustrator dari Indonesia, Bahrull Marta dengan Abomination Imagery Art-nya. Everything is so Blatantly similar that it makes it a bit difficult to Enjoy with Tremolo Picking, Multifarious Vokill, Blastbeat and High Voltage Intense Death Metal Brutality in Ton Pounds ... BEWARE THE EXTINCTION !!!

ENGLISH VERSION (Sorry, use Google Translate)

Guitar playing a leading or falling behind, churning, grinding, the bass taking the initiative, Pulsing, gurgling, and the drums sound like they are either trying to play catch-up or run far ahead, Well three excellent musicians Are Back Equals 666 Pounds of Mayhem each now !!! ... It has long buildup Original Band Canton, Ohio, this bothered US My memory Memory with Combination  Death / Grind her crazy played. The first band to introduce more I with Multiple Typical Vokill since listening to the material 4 Demo lawasnya "What Is ?, Heavy Crushing Design, Point of View and Blind Follower" the climax of his I baptized into Fans band named Simple and Unique TON as they pack 2 demo tapes of her became the best Independent 1 Compilation album "Blind Follower / Point of View" 1998 via Pathos Productions in 2000 Coffee describe it if the album is like a charged Musical Extremely 2000 pounds !!! and for the first time also I was treated with the composition of Death Metal are even crazier. Music composition are complex with multiple Vocal Pattern complementary indeed be terrible scenes when knew him. And I so believe TON are firmly in the tradition of that great band !!! then only interval of 1 year only, TON Successfully spewing Full first album "Plague" via United Guttural Records, first album TON with Formation Trio without the presence of Paul Bennett as well as a recording Lastly documented, as is known then the band later vacum in time unspecified proven Name TON as Missing swallowed by the earth. still terbesit Clearly indeed, since making I Fell in love with the "Blind Follower / Point of View" Debut "Plague" bring a little "change" as a concept, "Plague" a lot of exerting Partitioning Music fast and Hit with techniques that surprising, Although it is easier to digest, Gw still can not Move On with Matter "Blind Follower / Point of View" once. and countless Since 1999, this is the first time for Career TON back Serious slaughter Fans her after sleeping for nearly 16 years old, since TON initiated back in 2008, dated June 12, 2015 became Note History New Career TON with "Bow Down To Extinction" they entrusted to Ossuary Industries to work on it. Inevitable collapse was to metamorphose again and again, becoming always more complex, more technical, more self-referential Are Coming !!!

Track "Severed" has been introduced in some previous time Streaming finally answered Waiting Me and a TON of fans back to listen to his Erectile Strong Back Trio Barbar TON! still complete its formation as the era of "Plague", a myriad of surprises will tersajikan savage here, well soon we end this curiosity with "Severed", apparently the spirit of Crazy them rearrange material is complex and organized into mature Ammunition stored since the return TON. Arrangements that better describe the atmosphere Chaotic Mood explosive again. It may be very difficult for TON can combine character lethal era of "Blind Follower / Point of View" without the presence of Paul Bennett, the new material is more scent of the era of "Plague" really does. Power intensity of the music that is still weighing thousands of pounds remains the weight of his musical Assassins. Conventional pummeling riffs indeed unpredictable progress and Bar Lick her, like playing a Feeling By Arrangement which Spontaneous Eye gaze to carry out the slaughter. The structure of domination Beat rapid and complex with Multiple Pattern Vocal complementary fresh still feels as concept of "Unique" TON since the band formed in 1993. Skill Drummer Kevin Kraft still really clicked with dueling Dan Gates. Reviews their songs were Labyrinths of cruel riffing, all thorns and barbs and fragments of tossing melodic fragments, a veritable whirlwind of shards, cymbal crashes, and muted downstrokes. Although the brunt of the Great roar fast tempo, a few times we made headbang with Groovy Slam Beatempo Ajojing, so there feel "Admitted" indeed if the current dominance of Booming Blastbeat too became Nightmare Band Boring, TON Present Era still brings glory once. "Condemnation", Structure downstrokes pummeling riff that sounds more complicated is one Kharakter strong band attached to you who are still hypnotized by the material "Blind Follower / Point of View" anyway. Pattern Music irregular but still terkonsep neatly into a Harmonization totally unthinkable buildup in the brain is the time to hear her, at first glance we like to hear the roar of the Great Music fast, but after that there are challenges of its own, if we so enjoy it, TON composition offer was something Slapping, Yeahh ... Some sections are simply inspired !!! ... More Wild Dances getting burned Adrenaline Skill later on Track "Burned To The Truth", Again composition becomes increasingly Kicking previously developed once arrangements. riffs are begun, spun about, changed, variations are spat out only to sink back, screaming, into the play melodies, rhythms erect Themselves, collapse, change shape, combine into new forms, and this band marches on, swirling, pointing, and lurching attack! "Propaganda Machine" section starts with Jeff Bass and Drummer Kevin Kraft Shepler more Free Styled and followed by pummeling Roll on Riff Dan Gates leading to sharply falling behind railed Lick her. some are more intent upon Downtempo Relish At 1 minute first. Although Simple Beats Catchy but not necessarily really you can Digesting Wild Progress guitar riff as its continues to be played by Downstrokes, Track Once seized momentarily More Attention I enjoy Serving Naughty TON. Flood attack as, "The Flood" demeanor returned to explode after a short bit Cooling Down. As the main vocalist, Jeff Shepler with its Low Growl continues to lead its Multiple Pattern capable of controlling other Vocals welcome (Dan Gates over to Low grunted while Kevin Kraft Into Middle Growlscream .Ed) as the "Propaganda Machine", Jeff plays back the initial Part with betotan Bass for his "Self Indulgence" connected with its Chaotic Part Complex. all whirring, clashing, spinning, crushing guitar work, an overdose of bruising bass additions, and some seriously schizophrenic stop-and-start blasting skins play, this is Easily one of the most impressive death metal albums I have heard lately rising from the underground , and it impressed me all the more as I had not heard of this band before at all. "The Patriot" still not leaving Breakcoolingdown, Harmonisation torturous onslaught and continued to torture seems be a terrible sight terys until the climax Track "Oblivion" has completed torture Perfect for Creating a population extinct. The sophomore is a tense, explosive manifestation rather the which follows closely in the footsteps of its predecessor, while upping the level of sheer speed and Discord woven through the puerile battery.

In Overall TON Still featuring Progress played more mature since without Paul Bennett Era "Plague", yes Although do not expect many of you will be listening to the material era "Blind Follower / Point of View", there are many surprises Sensitive indeed since the "Plague "nah connect Cruelty unresolved, it seems" Bow Down To Extinction "ready Become Part-2 of" Plague "Destroying even more! Track arrangement and composition of all its still Condensed really the beginning Madness TON is maintained. So again I Recommend this back before heard material, You should be Openminded with the rapid development of Death Metal Complex. By Quality Materials "Bow Down To Extinction" Awesome Stay Grind with more intensity. Results arable Troy Shaffer at Sounds Like A Plan ending his studio in Mixing & Mastering in Tsun Tsun Productions created a masterpiece since its re-TON New Anger spilled. While Artwork and Layout His cover was done by artist and illustrator from Indonesia, Bahrull Marta with Imagery Abomination Art. Similar Everything is so blatantly that it makes it a bit difficult, to Enjoy with Tremolo Picking, multifarious Vokill, Blastbeat and High Voltage Intense Brutality Death Metal in Tons Pounds ... BEWARE THE EXTINCTION !!!







ALSO CHECK TON INTERVIEW With LOSTINCHAOS Mediazine Below
http://www.interview.lostinchaos.com/2015/04/ton-interview-usa.html


















CHECK " SEVERED " TRACK

Add to Cart More Info

Rabu, 02 September 2015

Torturing Quietly - Demo 2015



























Torturing Quietly - Demo 2015
Genesis Merchandise & Production CD-R 205
https://www.facebook.com/TorturingQuietly
http://www.reverbnation.com/torturingquietlyslam

01 Head Split in Half 02:11    
02 Three Fingers of the Psychopath 03:55    
03 Visceral Human Flesh 04:29


Memang tidak jauh berselang ditahun yang sama bagi Torturing Quietly tetap bersemangat penuh dengan 2 Demo-nya. BDM asal Jakarta Barat bentukan tahun 2013 yang membubuhi dengan bumbu tajam slamming elemen masih menenggak keras idealisme bermusik dengan Beat yang Ajojing diantara gempuran Blasting snare. sebuah aransemen yang mungkin telah mereka anggap sebagai Enjoyfully Act. Pengaruh Mendasar dari Kharakter yang diusung pendahulu-nya seperti Devourment, Disconformity, Waking The Cadaver serta Intracranial Butchery, rupanya dapat menggambarkan apa yang termainkan secara Emosional disini. enjoyable slam groovy sickness with another decent appearing ! memang memahami kharakter DM sebuah Band kita akan coba lebih berinteraksi dengan Aneka Komposisi sebagai dasar Referensi yang endingnya menjadi pengaruh Musikal. Well, Demo 2015 mungkin adalah Selangkah lebih Berani lagi bagi Torturing Quietly jika kita coba menengok sebuah Fase dan proses, dari Segi Sound dan Aransemen ada yang Ingin Torturing Quietly lebih Muncratkan disini, Let's Go to Headfuckinbang punishing a monstrously heavy guitar tone that makes them feel doubly crushing. Sejenak melemaskan sedikit otot yang kejang dengan Intrument opening Track " Head Split in Half ", lebih bernuansa Pure Death Metal ringan yang lebih gampang dicerna oleh Adrenalin ketika tubuh merespon Octan level distorsi mulai meledak, with some slower tempos here and there, Torturing Quietly starting the Torture with that out of the way, lets actually talk about the musicality here. Simple Riffing yang lebih mengajak kita untuk terus menggerakkan Anggota Tubuh terkhusus Kepala dan Leher mengikuti Beat Provokatif-nya, simple serta Easy Listening tanpa banyak memainkan Part2 yang ribet, memang pada kenyataan genre seperti ini hanya lebih menekankan pada Harmonisasi Beat ketimbang skill atau Speed, lebih mendetail pada track Ke-2 " Three Fingers of the Psychopath ", meski tidak terus menghipnotis kita, komposisi-nya terasa semakin menenggelamkan keasyikan kita dengan tempo Slam Groovy diantara Fast part. Sayang Vocalis Opank kurang menampilkan Kharakter Vocal yang mumpuni bagi Genre yang diusung, dengan pembawaan Range Growl yang Datar-datar banget, sehingga pada hal ini kita akan lebih menikmati vocal Old School Death Metal. Ketika Riffing Gitar terlalu asik memaksakan warna Groovy DM, Ketukan Drum kerap beberapa Kali keluar dari Pattern Match, sehingga pada Track ke-3 " Visceral Human Flesh " Gw beberapa Kali menemukan Tempo yang tidak Match, terutama pada Pattern musik yang " Menyilang ", atau pada jatuh tempo beat tidak bertemu pada Menit ke 01:08 sampai 01:26. mungkin sedikit catatan yang lebih Keren lagi bagi Torturing Quietly lebih menggunakan Kharakter Low Grunted (yang tidak terlalu Guttural), rasanya akan lebih menonjok bagi konsep seperti ini. dan Kualitas Produksi Rekaman Demo ini terdengar Balance menambah Nilai tersendiri untuk ternikmati indah Pendengarnya. melihat dari Idealisme band, seperti biasa gw bakalan yakin kedepannya, Torturing Quietly siap menyajikan Komposisi yang sangat Menendang. If this Material would have been called BDM with Slam Touch, it would have saved them a lot of steam in the literally Attacking comprehensible, I Keep wait for the dish even more horrible than they someday a bunch of senseless shouting and gurgling !!!







CHECK TEASER VIDEO By LIC MEDIA

Add to Cart More Info

Selasa, 01 September 2015

Soulfly - Archangel CD 2015



























Soulfly - Archangel
Nuclear Blast Records CD 2015
http://www.soulfly.com
http://www.facebook.com/pages/Soulfly/8616079092
http://www.reverbnation.com/soulflyband
http://www.twitter.com/TheSoulflyTribe
http://www.youtube.com/soulfly

01 We Sold Our Souls to Metal 03:00      
02 Archangel 04:47      
03 Sodomites 03:55      
04 Ishtar Rising 02:45    
05 Live Life Hard! 03:57    
06 Shamash 03:48      
07 Bethlehem's Blood 04:18    
08 Titans 04:44    
09 Deceiver 02:44    
10 Mother of Dragons 02:41


Max Cavalera - Vocals, Guitars, Berimbau, Sitar, Bass
Marc Rizzo - Guitars
Tony Campos - Bass, Back. Vocals
Zyon Cavalera - Drums


Seperti belum ingin pensiun ketika Sang Putra, Zyon Cavalera sudah Tumbuh besar menjadi Partner serius dalam Formasi band bentukannya, SOULFLY, Mantan Vocalis Kharismatik Sepultura, Max Cavalera terus produktif dengan Karya-nya. Selang hanya 2 tahun sejak album terakhir " Savages " tahun 2013, Max Bareng Sang Putra melempar kembali karya penuh ke-10 nya "Archangel " masih via Nuclear Blast Records. album yang sempat diprediksi sebagai kekuatan baru Soulfly, ternyata masih belum mampu memberikan Surprize yang berarti selain konsep yang ditawarkan kali ini adalah bentuk sebelumnya tampil lebih matang dari segi musikal serta sound-nya. returns with a silent crash and shattering moment of weakness and bringing hope where before there was none. Meski gw pribadi adalah satu Fans berat Kharakter Vokal dan Attitude Max sejak membawanya dari materi Era " Roots " menjadi bagian dari dirinya kedalam Soulfly, Nu-Metal with tribal influences more Kickin Groove/Thrash/Death Metal Touching least. "Archangel " pun menjadi rekaman terakhir bagi Bassis plontos berjenggot tebal, Tony Campos yang mengundurkan diri dari formasi yang dirinya sudah terlibat sejak penggarapan album " Enslaved " Tahun 2012, yang khabarnya tentang perbedaan Visi dan Konsep musik Soulfly yang sudah tidak sejalan lagi. "Archangel " dimulai dengan " We Sold Our Souls to Metal " yang menawarkan beat Drum yang lebih cepat beat-nya, sehingga kesan pertama akan lebih mengena dengan Spontanitas ini. as the obvious Metallic skill could not be shackled to the primitive conventions of nu-metal and For this most recent album, the rhythm section is also brand new powerfully with Melodic Touch. Yess, Warna Melodius Riff mulai menjadi Warna dominan terhadap Musikalitas Soulfly, lebih terdengar Gloomy serta Epic harmonisasi-nya. Metallic Riffing Marc Rizzo masih berduet kompak dengan tempo beat drummer Zyon Cavalera yang kemudian Max masih menjadi Icon Kuat bagi Soulfly. dissonant metalcore-reminiscent sections, simple, repetitive choruses and plenty of riffs that are too easily described with onomatopoeia. Sayang Tempo-tempo enerjik seperti ini tidak terulang di Track Unggulan seperti " Archangel ", Soulfly lebih tetap mencoba hadir dengan Melodic Riffing in the Vein Melodic Metalcore rules. sentuhan Atmospheric lumayan menambah Gelap Komposisi yang lahir setiap Lick dan Bar lebih konsisten dengan Mood pembawaan emosional Max Cavalera, Aduh koq Ada Kesan " Boring " yah ketika memasuki Track ke-2 ini.... Elemen2 Tribal Touching era " roots ", kemudian mulai terasakan sederhana di " Sodomites ", tempo seperti terus menurun Moody-nya pada " Ishtar Rising ", agak menggoyang kepala pada " Live Life Hard! " dan mengajak santai kembali di " Shamash ", secara Mendasar, Soulfly lebih mengambil pada titik aman saja dengan memainkan Aransemen yang mudah dicerna dengan Gerakan Tubuh secara Otomatis. What’s impressive is the uniformity between the opposing styles that many modern bands fail to achieve explore their brand new offering. Memanas kembali Pummeling Riff Harmonizing pada " Bethlehem's Blood ", terasakan aroma Kegelapannya. pengen terus menggoyang leher kepala headbang? Seperti hampir keseluruhan komposisi disini akan memprovokasi responsif kharakter di materi ini. " Deceiver " lebih memanas lagi Gempuran beat drum-nya dan diakhiri dengan " Mother of Dragons " yang seperti menjadi Part lanjut dari Track Sebelumnya. Max Cavalera masih membuktikan kepada Fans jika enerji Cadas-nya masih termanajemen dengan Baik, meski ini adalah album yang lebih mudah dicerna dengan Skill standard, Secara Keseluruhan memang " Archangel " adalah Album yang siap menggandeng Fans baru serta meninggalkan Fans lama jika Idealisme Max harus mulai berkompromi dengan Pasar. " Archangel " menjadi Kerjasama Pertama bareng Produser dan Enjiner Matt Hyde serta melibatkan 3 enjiner kenamaan lainnya, Chris Rakestraw, Rem Massingill dan Allen Steelgrave. materi ini sendiri dikerjakan di 3 studio Megawatt Recording Studios, Studio City, CA dan Hydeway Studio, Van Nuys, CA, nyata memang hasil ending-nya adalah " Mastepiece ", sound yang maksimal dengan Atmosfir megah. sementara Penggarapan Cover art-nya oleh seniman berdarah Asli Israel yang kini bermukim di Jerman, Eliran Kantor yang karya sudah banyak menghias Album-album band terkenal Internasional. Mungkin bagi gw, jangan terlalu berharap ada Kejutan menyenangkan untuk materi kali ini selain Kita hanya Menikmati sajian musik yang Easy Listening saja. And I am actually tempted to stick around and check out their new album whenever they record it. I never expected that to happen again.







Add to Cart More Info